
Aira sedang asyik ngobrol bersama keluarga yang lainnya, selesai makan malam tadi mereka menuju ruang keluarga, sedangkan tuan Omar dan Opa langsung menuju ruang kerja untuk membahas tentang rencana pembangunan sebuah rumah sakit di sebuah desa terpencil yang dikabarkan Belum memiliki sarana kesehatan yang memadai
Azlan...ia sedang berada di kamarnya dan rencananya akan keluar nongkrong bareng sahabat nya,ia sudah siap dengan celana jeans,baju kaos dan hodi,Azlan menuruni tangga menuju ruang keluarga
" Bun...Azlan keluar sebentar ya,mau ketemu afkar sama Alif" ucap nya meminta izin pada sang bunda, menghentikan obrolan ketiga wanita beda generasi tersebut
" Kok izin nya ke bunda sih? ke istri Donk..lupa ya kalau sekarang udah punya istri..? hati-hati loh kamu sayang, jangan pas udah di rebut orang baru deh kamu nyadar kalau kamu udah punya istri,ga ada gunanya juga kan kalau udah di bawa orang" ledek sang bunda sambil tersenyum melirik Aira sekilas yang terlihat menunduk
Azlan tidak menjawab ia langsung melangkah mendekati Aira, membuat Aira langsung mendongak menatap wajah Azlan dengan perasaan takut
" Gue keluar bentar" ucap Azlan singkat sambil mengusap lembut kepala Aira, membuat Aira hanya terdiam menatap kepergian Azlan,ia sama sekali tidak tau apa yang harus ia rasakan,senangkah? atau bersiap untuk mendengarkan ucapan pedas Azlan karena harus bersandiwara baik di depan Oma dan bundanya
Oma dan bunda Maya tersenyum simpul melihat tingkah laku keduanya, mereka seolah baru saling kenal, padahal bunda Maya tau dua bulan lalu keduanya sempat terlibat hubungan palsu dan sering terjadi selisih paham, tapi kenapa sepertinya keduanya sekarang seperti sedang berusaha untuk menghindar? bunda Maya berfikir harus mencari cara agar pasangan muda tersebut secepatnya bisa saling melengkapi, walaupun harus menyatukan mereka dengan cara yang terbilang sedikit ke arah dewasa
Sekitar 30 menit Azlan sampai di cafe tempat biasa mereka nongkrong, tapi ia melihat ada yang beda,ia melihat adanya Cindy dan beberapa teman nya ikut duduk satu meja dengan Afkar dan Alif, dan di meja lain ia juga melihat Akbar, intan dan Nia serta melodi sedang asyik ngobrol sambil sesekali tertawa
Dalam hati Azlan bertanya kenapa mereka tidak gabung di meja Afkar, sedang biasanya mereka selalu gabung, Azlan kembali teringat dengan pesan dari no asing yang masuk ke handphone nya,ia melihat Akbar tapi kemudian menggeleng, tapi Azlan juga masih sangat ingat bahwa Akbar sangat mencintai Aira, wanita yang kini telah sah menjadi istrinya dan kini tinggal di bawah satu atap
Azlan langsung menghampiri meja Afkar dan duduk di salah satu kursi single,ia tidak bertanya atau menyapa Cindy dan yang lain, sesekali ia melirik Akbar yang berada tepat di meja di depan nya, apakah Akbar yang pemilik nomor yang tak dikenal nya itu? tapi sekarang malah ia terlihat biasa saja saat melihat azlan datang
" Lo kenapa bro kok kayak orang lagi banyak banget masalah? atau di kantor bokap lagi ada masalah?" tanya Alif serius
Azlan tidak menjawab ia hanya menggidikkan bahunya dan mengeluarkan handphonenya mengotak Atik benda pipih tersebut seperti orang yang tengah mencari sesuatu, kelakuan nya tersebut tak luput dari perhatian Cindy,ia merasa semakin jatuh cinta pada mantan nya tersebut
" Lan ... sebenarnya ada yang mau gue omongin sama Lo" ucap Cindy pelan
" ngomong aja,gue denger kok" jawab Azlan cuek
" kita cari tempat lain aja boleh?" tanya Cindy lembut berusaha untuk merayu Azlan
" Sorry gue ga bisa" jawab Azlan singkat, Cindy mendesah pelan sambil mulai menyalakan perekam pada handphone nya
" Azlan sebenarnya gue itu masih sayang banget sama Lo, dan gue yakin Lo juga ga mungkin gitu aja bisa langsung lupain gue,gue mau balikan lagi sama Lo,gue ga bisa gini terus lan, bohongi diri gue buat Terima keputusan Lo,gue sakit lan.. please Lo kasi gue kesempatan buat Lo jatuh cinta ke gue" ucap Cindy dengan wajah dan suara sendu, tanpa ada yang tau ia merekam semua itu dan akan mengirimkan nya pada Aira
" Gue cabut" ucap Azlan singkat sambil berdiri akan meninggalkan cafe tersebut
" buru- buru banget sih bro, kayak ada Bini aja Lo dirumah yang udah nunggu di belai, hahahaha" goda afkar pada Azlan,Alif tertawa geli sedangkan Azlan terlihat menyunggingkan senyumnya dan melanjutkan langkahnya keluar dari cafe tersebut
Azlan mengemudikan mobilnya menuju mansion utama,ia ga mungkin pulang ke apartemen jika tidak ingin bunda tersayang nya mengomeli nya sepanjang hari, belum lagi di bantu oleh sang Oma
Aira baru saja menyelesaikan mengajinya,ia membereskan perlengkapan sekolah nya,merasa sudah lengkap Aira melangkah menuju balkon kamar nya yang mengarah ke taman belakang,Aira menghirup dalam udara segar yang berhembus menerpa wajahnya, sesaat ia dapat merasakan ketenangan
__ADS_1
Azlan baru memasuki kamar nya, setelah membersihkan wajahnya lalu memakai boxer dan baju kaos, seperti itu lah penampilan nya saat tidur,ia melangkah menuju balkon dan secara kebetulan matanya menangkap sosok wanita dengan baju tidur pendek menampakkan kulit putih kuning dan rambut halus terurai panjang dengan warna sedikit kecoklatan, melangkah meninggalkan balkon,ia tau kamar itu adalah kamar Aira, sayang ia tidak sempat melihat wajah nya
Azlan mengusap kasar wajah nya saat membayangkan sosok yang baru saja ia lihat, seperti itukah wujudnya tanpa hijab? atau kah ada orang lain di kamar tersebut? bentuk tubuh nya benar- benar proporsional seakan ia adalah seorang gadis dewasa
Azlan kembali ke kamar nya dan menutup pintu balkon,ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya, mengambil remote mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur, besok ia harus berangkat pagi ke sekolah karena harus mengadakan razia pada tas para murid sekolah tersebut, yang memang rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali dan saat akan menjelang ujian
Sedangkan Aira ia sudah terlelap menuju alam mimpi,mimpi yang ia harapkan akan selalu indah walaupun tidak menjadi nyata untuk nya, setidaknya ia akan merasakan bahagia saat tidur, walaupun saat terbangun ia harus bisa terlihat baik-baik saja dengan kerumitan hidup nya sekarang
Aira terbangun saat mendengar suara azan subuh di handphone miliknya, yang menandakan waktu nya ia untuk bangun dan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang Muslim, seperti biasanya ia selalu berusaha menyempatkan diri untuk membaca satu atau dua ayat suci Al-Quran saat setelah selesai Shalat,dan Aira melanjutkan nya dengan membaca buku sekolah sebelum bersiap untuk berangkat ke sekolah
Saat merasa semuanya sudah selesai dan cukup rapi,Aira memastikan seragam sekolah nya sudah rapi dan lengkap dengan almamater nya,ia langsung meraih tas dan handphone nya, memeriksa kembali tasnya memastikan ia sudah membawa dompet nya atau belum,semua cukup Aira menuju pintu keluar dari kamar
Saat bersamaan Azlan juga keluar dari kamar,sesaat mata mereka bertemu pandang dan detik berikutnya keduanya kembali fokus melangkah menuruni tangga dan langsung menuju ruang makan yang sudah terlihat keluarga yang lain sedang asyik ngobrol sambil baca kora
"Assalamualaikum" sapa Aira lembut
" Waalaikum salam......pengantin baru rupanya sudah siap berangkat sekolah" ucap bunda Maya sambil menuangkan susu dan jus
Aira hanya tersenyum sambil mengambil jus dan meletakkan nya di depan Azlan,meraih susu hangat untuk nya dan duduk di samping Azlan yang sedang mengoles selai pada roti dan meletakkan nya di piring Aira, baru setelah nya ia mengambil sandwich miliknya dan bergegas memakan nya,Aira hanya diam dan ikut memakan roti yang diberikan oleh Azlan barusan
" Terimakasih" ucap Aira singkat dan di balas Anggukan oleh Azlan
" Kalian kesekolah bareng kan sayang?" tanya bunda Maya
" kenapa naik taksi? mobil suami kamu banyak tu di garasi, kamu pilih aja yang mana yang mau kamu pakai" jawab ayah Omar dan langsung di angguki oleh yang lain
" Ia sayang....kamu kan bisa nyetir,mobil kamu juga di apartemen ga pernah kamu pakai,bunda heran deh liat kamu,punya mobil tapi kok hoby nya naik taksi" timpal bunda Maya sambil mengoles roti nya
" Bagi- bagi rezeki Bun... hehehehe, Ai kan belum hafal banget Jakarta Bun jadi masih parno gitu" jawab Aira jujur
" Dia di antar mang Didi, mulai sekarang mang Didi jadi supir nya" ucap Azlan singkat
" Duh yang sayang istri" goda bunda Maya membuat yang lain tertawa, sedangkan Azlan hanya cuek dan melanjutkan makannya nya
" Azlan berangkat.." ucap nya sambil bangkit dari duduknya dan menyalami semuanya
" Aira juga " sambung Aira ikutan bangun dan menyalami semuanya
" hati-hati ya sayang, ingat itu di sekolah yang akur jangan ribut terus" sindir bunda Maya sambil tersenyum jahil, yang lain menggeleng melihat keusilan wanita paruh baya tersebut
Azlan melangkah menuju mobilnya dan langsung meninggalkan mansion menuju sekolah nya, sedangkan Aira langsung disambut hormat oleh mang Didi sambil menunduk dan tersenyum seraya membukakan pintu mobil untuk Aira,sebuah mobil mewah yang pasti dengan harga fantastis
__ADS_1
" silahkan non" ucap mang Didi sopan
" Makasih mang,maaf lain kali ga perlu mamang bukain pintu nya,Aira bisa sendiri kok" ucap Aira sopan
" Itu memang sudah tugas mamang non,kata tuan muda mulai sekarang mamang itu supir nya non, harus nganterin kemanapun non cantik pergi" ucap mang Didi semangat,Aira hanya mengangguk,ia sama sekali ga semangat hidup seperti sekarang,ia merasa seperti kehilangan setengah dari kebebasannya, walaupun ia bukan tipe remaja yang suka berkeliaran sana sini,tapi ia juga ga nyaman dengan kehidupan yang penuh dengan pengawasan seperti sekarang
Di tengah perjalanan ga sengaja Aira melihat mobil Azlan yang terparkir di sebuah supermarket,iaira melihat Azlan membeli beberapa jenis minuman dan menyerahkan nya pada seorang gadis yang juga berseragam sekolah, namun berbeda dengan seragam sekolah mereka, Aira memalingkan wajahnya saat mobil yang membawa nya kembali melaju menuju sekolah
" Oh ternyata pacar nya beda sekolah,pantes di sekolah ga ada lagi gosip tentang nya" batin Aira sambil tersenyum kecut
Tak berapa lama mobil terparkir didepan gerbang sekolah,Aira langsung turun setelah mengucapkan terimakasih kepada mang Didi dan meminta no mang Didi yang boleh ia hubungi
Saat turun Aira melihat Akbar berdiri di depan gerbang sekolah nya sambil tersenyum lembut,Aira sedikit mengernyitkan dahinya, sedangkan para murid lain yang melewati gerbang sedikit heboh dengan hadirnya cowok keren dan cool tersebut di depan gerbang sekolah mereka
Aira Langsung menghampiri Akbar dengan senyuman di wajahnya
" Pagi-pagi kok udah di sini? ada perlu sama Aira atau yang lainnya juga?" tanya Aira lembut sambil tersenyum
" ga perlu - perlu banget sih sebenarnya,cuma mau kasih ini buat kalian,biar lebih semangat belajar nya" ucap Akbar sambil menyerahkan beberapa batang coklat dan sekotak permen
Aira sangat bahagia melihat hadiah yang diberikan oleh Akbar, dengan senyuman di wajah cantiknya ia langsung meraih hadiah itu seraya mengucapkan terimakasih pada Akbar,tanpa ia sadari Azlan sejak tadi melihat semuanya
" Ya udah aku jalan ya,kamu juga langsung masuk gih,ntar di culik lagi cantik- cantik sendirian di luar gerbang" goda Akbar sambil mengusap lembut kepala Aira yang ditutup hijabnya
" Apaan sih A' ya udah Aira masuk ya, makasih banyak ya hadiah nya.. assalamualaikum" ucap Aira ceria sambil melangkah memasuki gerbang sekolah nya,Akbar menggeleng melihat tingkah Aira yang kembali seperti dulu lagi saat mereka ketemu dan nongkrong bareng,Aira memang terbilang lebih dekat dengan Akbar di bandingkan dengan Andi
Aira melangkah menyusuri koridor menuju kelasnya dengan hati yang sangat bahagia, hubungan persahabatan nya dengan Akbar sudah kembali baik- baik saja,ia tidak menyadari ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikan nya
Azlan meninggalkan parkiran dan menuju kelasnya untuk menyimpan tas nya, selanjutnya ia langsung menuju ruang OSIS, mereka berkumpul di sana sebelum melakukan razia pada semua murid setelah upacara bendera selesai
Upacara berjalan dengan lancar dan sukses tanpa ada kendala, setelah kepala sekolah menyampaikan beberapa nasehat dan membahas tentang ujian di lanjutkan oleh Azlan sang ketua OSIS yang menyampaikan bahwa setelah ini akan di adakan pemeriksaan rutin setiap tas, seragam dan atribut sekolah, jadi ia sebagai ketua osis meminta kerjasama yang baik pada murid lain nya
" Wow idaman banget ya, berdiri di panggung dengan seragam sekolah aja segitu gentle nya,gimana kalau pakai jas...haduh bisa demam gue.." ucap salah satu cewek pengagum Azlan
" Ibarat kata ni ya,gue ga jadi yang pertama.. yang kesekian nya juga ga papa mah kalau sama pak ketos,udah smart, cakep,jago basket,tajir lagi, serasa jadi ratu gue kalau jadi Bininya, simpanannya juga gue ikhlas" timpal yang satunya yang dapat dengan jelas di dengar oleh Aira
" sebegitu besar kah pengaruh nya buat mereka semua..? ya Tuhan apakah yang akan terjadi dengan pernikahan hamba..? diantara kami tidak saling memiliki rasa, bahkan ia memiliki seseorang...,apa yang harus hamba lakukan ya Tuhan?" batin Aira sambil terus menatap ke depan
Tanpa Aira sadari air matanya mengalir begitu saja,dan hal itu diketahui oleh melodi, membuat gadis cantik itu langsung menggenggam erat jemari Aira,ia berfikir mungkin Aira merindukan kedua orang tuanya
" Lo baik- baik aja kan cantik?" tanya melodi memastikan
__ADS_1
" I' am fine" jawab Aira singkat sambil tersenyum dan mengusap air matanya