DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
32


__ADS_3

Aira pulang ke apartemen di antar oleh melodi,ia ga mungkin meminta di antar ke mansion keluarga Abbas, bisa- bisa melodi akan curiga dan ketahuan, sebenarnya Aira tidak ingin merahasiakan identitas baru nya dan hubungannya dengan Azlan pada sahabat nya,tapi ia justru takut Azlan akan marah dan mengira ia memanfaatkan kesempatan untuk memamerkan hubungan nya dengan pria tampan anak Sultan tersebut


" Makasih ya Mel...dan ingat Lo hati- hati ya" ucap Aira mengingatkan sang sahabat


" Ia sayang..gue yang harus nya makasih sama Lo udah mau nemenin gue,ok gue balik ya,salam kalau Lo ketemu pak guru magang yang cakep itu" jawab melodi sambil bercanda


Aira tersenyum dan menggeleng mendengar ucapan melodi, katanya naksir sama temen kursus nya,tapi sekarang malah nitip salam buat pak dude si guru magang yang menjadi salah satu idola di sekolah mereka,Aira melangkah meninggalkan lobby apartemen,menaiki lift menuju lantai temapt unitnya berada


Sampai di unitnya ia langsung menekan password dan masuk,ia merebahkan tubuhnya sebentar di sofa ruang tamu,ia ingin membersihkan dirinya dan mengganti bajunya, kepalanya terasa sedikit pusing, mungkin efek dari tamu bulanan nya,Aira melangkah perlahan menuju dapur dan mengambil fitamin yang biasa ia minum saat tamu bulanan nya datang


Merasa lebih baik Aira langsung mandi dan berpakaian,ia memakai dress panjang rumahan, rencana nya sebelum malam ia akan kembali ke mansion milik keluarga Abbas,ia berusaha meraih handphone nya ingin menghubungi mang Didi agar menjemputnya di apartemen,tapi entah kenapa kepalanya semakin bertambah pusing


Aira merebahkan tubuhnya di ranjang, mungkin dengan istirahat sejenak ai akan menjadi lebih baik,ia juga bingung harus menghubungi siapa,Tante dan om nya sedang berada di luar negeri, sepupu nya Rama juga sedang melakukan penerbangan ke luar kota, sahabatnya...? ia ga mau merepotkan mereka,air matanya mengalir..ia kembali teringat pada uminya, biasanya uminya akan sangat sabar mengusap perut nya saat tamu bulanan nya datang


Tanpa terasa Aira tertidur dengan tangan yang masih memegang handphonenya, Azlan yang mendapat kabar bahwa Aira Belum pulang ke rumah langsung menuju apartemen,ia yakin Aira pulang ke apartemen, karena ia ga mungkin meminta melodi mengantar dirinya ke mansion utama


Azlan langsung menuju unit nya Aira,ia menekan password dan langsung masuk,ia melihat semua lampu menyala tapi ia tidak mendengar suara orang, Azlan melangkah menuju dapur,ia melihat kotak obat yang masih terbuka dan terletak di atas meja minibar dapur


DEG.....


Azlan melangkah lebar menuju kamar,ia yakin istrinya berada di kamar,Azlan dapat melihat dengan jelas Aira yang terbaring di atas ranjang nya, dengan perasaan berdebar ia mendekati ranjang tersebut,Azlan melihat Aira sedang tertidur dengan nafas teratur,mata Azlan terfokus pada wajah Aira yang masih terlihat ada air mata,dan Azlan melihat Aira masih menggenggam handphone nya


Perlahan Azlan mengambil handphone Aira dari tangan nya dan melihat panggilan terakhir gadis itu,ia melihat Aira menghubungi mang Didi supir pribadi Azlan yang sekarang bertugas menjadi supir pribadi Aira,lama Azlan terdiam dan menatap lekat wajah sendu Aira, apakah pernikahan mereka benar- benar menjadi beban yang sangat berat untuk gadis ini? batin Azlan bertanya


Perlahan Azlan membuka handphone Aira,ia melihat beberapa foto kebersamaan Aira,Nia, intan, Akbar dan Andi,Azlan terus mengotak Atik handphone tersebut sampai ia melihat no Akbar dan karrel yang memasang stori tentang patah hati dan curahan perasaan mereka, yang Azlan yakin bertujuan untuk istrinya


@Kbar 09


Jika Arrahman ku tak bisa mengikat mu


Biarkan Al-waqiyah dan Yasin ku menyapa mu


Jika Tahajud ku tak bisa memiliki mu


Maka izinkanlah Dhuha ku selalu mendampingi mu


Azlan menatap wajah Aira sesaat,secinta itukah Akbar pada istrinya tersebut,lalu bagaimana dengan perasaan istrinya pada Akbar? apakah Aira juga memiliki perasaan yang sama, mengingat mereka dekat sudah lumayan lama,Azlan kembali membuka stori di Akun milik karrel


Karrel@indo


Mencintaimu adalah luka yang sengaja aku buat, karena aku tau tak akan bisa memilikimu selamanya

__ADS_1


Azlan menghela nafasnya dalam,ia kembali menatap wajah polos istrinya,siapa yang salah dengan perasaan yang menyakiti kedua orang itu? istrinya kah? atau salah mereka yang berharap pada seseorang yang dengan nyata sudah menolak mereka? apakah ia juga akan merasakan sakit yang sama jika melepas wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut,tapi apakah istrinya juga akan bahagia bila terus terikat dengan nya?


Sementara ia sendiri belum tau perasaan seperti apa yang sekarang ia rasakan pada Aira, bagaimana mungkin ia bisa memastikan bagaimana perasaan Aira padanya,jika ia sendiri masih terombang-ambing bagaikan perahu tanpa nakoda, yang ia rasakan sekarang dan sejak awal mereka bertemu yaitu rasa nyaman bersama nya dan tidak suka saat gadis itu menghindari nya apalagi bersama pria lain,Azlan mengusap kasar wajah nya,ia benci dengan perasaan nya


" Ara....ra... bangun.." ucap Azlan seraya mengusap lembut lengan Aira


Perlahan terlihat Aira melenguh dan mengerjabkan matanya,ia terkejut saat melihat wajah Azlan di hadapannya,kenapa suami nya tersebut bisa masuk ke apartemen nya? batin Aira bertanya


" Udah malem pulang yuk..atau kita ke unit gue aja,disana ada dua kamar kalau Lo ga mau sekamar sama gue" ucap Azlan terdengar serius


" Perut Aira masih nyeri banget kak..susah buat bangun,Aira disini aja ga papa, sebentar lagi juga reda nyeri nya,ini sudah biasa setiap bulan" jawab Aira sedikit meringis menahan sakit di perut nya


" ga bisa gitu donk.yok gue gendong dan gue ga terima penolakan dari Lo" ucap Azlan tegas sambil bangun dan langsung mengangkat tubuh Aira ala bridal style


" Kak turunin,Aira bisa jalan pelan- pelan" ucap Aira sambil sedikit memberontak, wajah nya merona merah karena malu,Azlan tidak menjawab ia terus melangkah keluar dari apartemen Aira,menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai paling atas unit miliknya


Sampai di unit nya Azlan langsung menekan password,Azlan membawa Aira ke kamar miliknya,sebuah kamar yang terlihat mewah dan elegan dengan aroma maskulin khas pemiliknya,Azlan menidurkan Aira di atas ranjang nya,Aira menatap kamar tersebut,sebuah ranjang king size dan kamar yang tertata rapi


" Lo udah minum obat..? atau perlu gue panggilkan dokter pribadi keluarga kita?" tanya Azlan serius


" Ga perlu kak,Aira sudah minum obat kok tadi, sebentar lagi juga reda nyeri nya,ini sudah biasa setiap kali Aira pms" ucap Aira sambil menunduk malu,Azlan menganggukkan kepalanya tanda paham,ternyata istrinya sedang datang bulan, batinnya tersenyum tipis,ini merupakan pengalaman pertama baginya melihat wanita yang kesakitan karena kedatangan tamu bulanan nya, apakah semua wanita akan merasa sakit saat pms? batin Azlan bertanya


" Ga ada.. Kakak kalau mau mandi ga papa mandi aja" jawab Aira pasti,ia melihat Azlan yang masih memakai kemeja tadi siang saat mereka bertemu di rumah sakit, membuat ia yakin bahwa suaminya tersebut belum pulang atau mandi


Azlan tidak menjawab ia langsung menuju kamar mandi, setelah selesai dengan mandinya ia keluar hanya dengan handuk yang melilit di pinggang nya,menutupi sebagian tubuhnya,Aira menundukkan kepalanya saat melihat Azlan keluar dari kamar mandi, ia belum pernah melihat tubuh pria seterbuka itu


Azlan menuju walk in closet dan memakai bajunya,ia keluar hanya dengan celana pendek dan baju kaos oblong,Azlan meraih handphone nya membuka aplikasi layanan delivery makanan


" Lo mau makan apa?" tanya Azlan sambil menatap wajah Aira


" Nasi putih pakai SOP aja dan teh hijau panas" jawab Aira singkat,Azlan mengangguk dan langsung memesan makan malam mereka


" Kakak kalau Meu keluar ga papa keluar aja,mungkin ada yang penting yang harus kakak lakukan di luar,Aira ga papa kok,ini juga udah lebih baik" ucap Aira sopan


" Berhenti Lo bilang kalau Lo baik- baik aja Ara...gue bisa liat wajah Lo itu masih pucat" ucap Azlan terdengar marah,Aira terdiam sejenak


" Mungkin kakak harus ke rumah sakit lagi, jangan karena Aira jadi mengganggu kepentingan pribadi kakak" jawab Aira dengan suara sedikit bergetar dan mata berkaca-kaca,Azlan melihat Aira sesaat


" Trus Lo bukan kepentingan pribadi gue? Lo anggap gue sama seperti Akbar sahabat tapi suka Lo itu atau seperti karrel penggemar berat Lo? gue suami Lo dan Lo istri gue,ingat itu" jawab Azlan dengan suara sedikit meninggi


Aira memejamkan matanya menahan agar air matanya tak tumpah di depan Azlan,ia menggeleng pelan menormalkan jantung nya yang terasa sesak mendengar suara keras Azlan

__ADS_1


" Aira ga menyamakan kakak dengan mereka,Aira tau kakak itu suami Aira,tapi..." ucapan Aira terpotong oleh satu ucap dari Azlan


" Cukup Ara...." ucap Azlan dingin dan keluar dari kamar tersebut,Aira terdiam ia menatap kepergian Azlan,tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi mulus nya,Aira mengusap nya cepat,Aira bingung apa yang sebenarnya di inginkan Azlan,kenapa ia bersikap seolah- olah sangat menghargai pernikahan mereka,Aira ga berani berharap sesuatu yang bisa membuat nya sakit suatu saat nanti


Aira ingin saat mereka berpisah nanti cukup bunda Maya yang membuat nya berat meninggalkan keluarga Abbas,jangan sampai ia harus sakit karena perasaan kecewa nya pada harapan yang selama ini ia harapkan


Azlan masuk seraya membawa nampan yang berisi sekotak nasi dan semangkuk sup, segelas teh hijau panas,ia meletakkan nya di atas nakas tanpa mengucapkan sepatah katapun dan langsung meninggalkan kamarnya serta Aira yang hanya menatapnya tanpa berani berkata-kata


Tapi langkah Azlan terhenti saat tiba-tiba Aira memanggilnya


" Kak....maaf jika Aira membuat kakak marah, sebenarnya kakak mau kita seperti apa?" tanya Aira lirih dengan suara bergetar,sesaat Azlan terdiam


" kita liat kedepannya, akan seperti apa semua nya" jawab Azlan singkat tanpa membalikkan badannya,ia kembali melanjutkan langkahnya dan keluar dari kamar nya,ia sendiri masih bingung harus bersikap bagaimana pada Aira dan sikap seperti apa yang ia harapkan dari gadis cantik yang berstatus istri nya tersebut


Malam semakin larut, keduanya saling gelisah di kamar yang terpisah, azlan memilih tidur di kamar tamu,ia masih bingung harus bagaimana,begitu pula dengan Aira yang merasa serba salah harus seperti apa menghadapi Azlan


Pagi menjelang Aira terbangun, ia melihat seragam sekolah nya sudah terletak di atas nakas,Azlan tidak terlihat, entah kemana pria tampan itu pergi sepagi ini,hanya ada secarik kertas untuk Aira dari nya


Gue duluan ke sekolah,Lo di antar mang Didi udah nunggu di lobby, password nya xxxxccc, sarapan sama obat Lo ada di meja


Aira Langsung mandi dan berpakaian,ia meraih tas dan handphone nya, langsung menuju meja makan, hari ini adalah hari pertama mereka mengikuti ujian semester ganjil, selesai sarapan Aira langsung meninggalkan apartemen Azlan dan langsung menuju sekolah diantar oleh mang Didi


Sampai di sekolah Aira melihat Azlan yang sedang berbicara dengan Cindy, mereka terlihat seperti sedang berdebat,terlihat Cindy yang berusaha meraih tangan Azlan namun Azlan selalu menghindar


Aira langsung melangkah menuju kelas nya, karena ujian maka upacara di tiadakan,ia ga mau ikut campur dengan urusan Azlan,ia ga berani terlalu jauh mencampuri urusan pribadi suaminya tersebut,ia takut Azlan akan menganggap nya ga tau diri


" Udah deh Cindy Udah berapa kali gue bilang, sekarang gue lagi jalan sama Almaira, dan gue serius suka sama dia" ucap Azlan pada Cindy


" Lo bohong lan..gue tau Lo..dia itu bukan tipe Lo lan,ok dia emang cantik.. tapi gue yakin Lo ga serius suka sama dia" ucap Cindy yakin


" Stop.. Cindy..Aira Udah gue kenalin sama seluruh keluarga besar gue" jawab Azlan singkat dan langsung pergi meninggalkan Cindy yang terlihat sangat emosi


Seminggu berlalu, kedua insan muda itu terbilang sangat jarang berkomunikasi, disekolah Aira lebih sering keperpustakaan di jam istirahat, saat di rumah Azlan lebih sering pulang malam dari kantor menggantikan sang ayah, sehingga di antara mereka sangat jarang bertemu sampai ujian selesai dan Azlan harus berangkat ke negara xcccc untuk mengecek proyek kerjasama nya dengan salah satu klien nya dari negara tersebut


Sedangkan Aira ia akan berangkat ke Bali untuk beberapa hari mengikuti olimpiade bersama beberapa teman satu sekolah nya,dan dari sekolah lainnya, hari terus berlalu sampai Aira kembali dari Bali Azlan Belum kembali ke tanah air,ia juga ga pernah menghubungi Aira, terhitung pernikahan mereka sudah berjalan beberapa bulan


Aira menjalani hari-hari nya seperti biasa,ia sekolah diantar oleh mang Didi,tanpa ia tau ada seseorang yang sangat merindukan nya, berharap waktu cepat berlalu, pekerjaan nya cepat selesai agar bisa cepat kembali ke tanah air, mengatakan tentang isi hatinya pada gadis nya


Azlan..pemuda tampan tersebut baru menyadari perasaan apa yang ia rasakan pada wanita cantik tersebut setelah mereka jauh beberapa Minggu ini, ternyata ia sangat tersiksa saat ga bisa melihat langsung wajah cantik istri nya,saat ia ga bisa mendegar Langsung suara lembut dari istri nya tersebut, meninggalkan proyek tersebut itu sangat tidak mungkin,ia akan di anggap tidak profesional oleh klien bisnis nya


Liburan sudah berakhir, sekolah sudah berjalan seperti biasa nya,Aira sering mendapatkan teror dari seseorang melalui pesan singkat atau beberapa benda yang diletakkan di laci meja sekolah nya, semua nya berisikan peringatan untuk menjauhi Azlan, tapi Aira tidak pernah memberitahu pada ketiga sahabat nya tentang semua pesan tersebut

__ADS_1


__ADS_2