
Sekitar 45 menit mereka sampai di mansion utama keluarga Abbas, mansion yang berdiri kokoh dengan arsitektur Eropa modern dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas,memiliki halaman depan yang luas dan halaman belakang yang dipenuhi pepohonan buah-buahan serta taman bunga indah, dengan gerbang menjulang tinggi
Mobil sport mewah Azlan mulai memasuki gerbang mewah mansion tersebut,Aira sudah beberapa kali berkunjung ke mansion tersebut, dari luar sudah terlihat beberapa mobil mewah sudah terparkir di halaman dan para Maid masih setia berdiri di depan pintu utama menyambut kedatangan tuan rumah dan para tamu yang tak lain adalah keluarga dekat mereka,kepala sekolah dan beberapa rekan sahabat dekat keluarga tersebut
Azlan memarkirkan mobilnya di depan pintu utama dan menyerahkan kunci pada salah satu supir keluarga tersebut,sang supir langsung menerima dan memindahkan mobil tersebut ke garasi,Aira mengikuti langkah Azlan memasuki mansion tersebut, mereka di sambut bahagia oleh seluruh keluarga
" Sayang kamu ganti baju dulu ya di kamar kamu, kalian masih pisah kamar ya,atau mau satu kamar?" tanya bunda Maya sambil tersenyum jahil
" Ia bun Aira mau ganti baju aja,baju nya berat banget,kami pakai kamar masing-masing aja ya Bun" jawab Aira sedikit canggung
" Oh ok kalau begitu,mari bunda antar kamu ke kamar kamu,kamar kalian bersebelahan jadi kalau ada apa-apa atau saling ada keperluan gampang" ucap bunda Maya sambil menggandeng lengan Aira menuju lantai atas,Aira hanya mengangguk sambil tersenyum tipis
Sedangkan Azlan sudah langsung menuju kamar nya terlebih dahulu,ia langsung mandi dan berganti pakaian, rasanya pikiran dan tubuh nya benar- benar lelah, rasanya ia seakan sedang bermain sandiwara di atas panggung yang tonton oleh banyak orang, sehingga ia harus tampil semaksimal mungkin agar tidak membuat penontonnya kecewa,Azlan tersenyum miris dengan hidup nya sekarang
" Ini kamar kamu ya sayang..dan yang di sebelah kamar suami kamu, kalau kamu ada perlu sesuatu ketok aja kamar nya" ucap bunda Maya lembut
" Ia bunda terimakasih" ucap Aira tulus
" Ini sudah menjadi hak kamu sayang, jangan sungkan Semua yang ada di mansion ini milik kamu juga ingat itu,ya sudah kamu ganti baju ya,bunda tinggal ke bawah, masih ada tamu,kamu kalau capek istirahat aja ga usah turun biar bunda dan ayah yang mengurus tamunya" ucap bunda Maya sambil mengecup singkat kedua pipi Aira
" Ia Bun" jawab Aira patuh
Bunda Maya langsung melangkah meninggalkan kamar tersebut dan menuju lantai dasar, ia kembali bergabung dengan beberapa tamu dan keluarga yang masih asyik saling ngobrol sambil minum dan memakan aneka makanan yang disediakan oleh keluarga mereka
Sementara Aira masih memperhatikan interior kamar nya, kamar yang menurutnya sangat mewah tersebut, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berpakaian santai,ia ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan mengistirahatkan pikiran nya yang terasa mau meledak
Selesai mandi dan berendam,Aira langsung menuju walk in closet,ia terpaku melihat berbagai pakaian dengan brand ternama,jam tangan branded, sepatu dan sandal limited edition dan hijab dengan merk-merk terkenal serta tas edisi khusus,ia mengambil salah satu dress rumahan dan langsung memakai nya,ia juga mengambil satu hijab instan dan ia letakkan di atas nakas,Aira langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar tersebut dan langsung terlelap
Hal yang sama juga terjadi di kamar sebelah,Azlan juga langsung tertidur pulas setelah selesai mandi dan berpakaian,ia sengaja menonaktifkan handphone nya dan menyetel mode kedap suara pada kamarnya, dan menyalakan musik dengan volume keras, semua itu ia lakukan agar ia tidak merasa terganggu dengan panggilan dari luar kamar nya,ia ingin tidur sepuasnya
Saat sore tiba Aira sudah terbangun,ia langsung mandi dan berwudhu, berpakaian dan melaksanakan Shalat Ashar walaupun sedikit terlambat, setelah selesai Aira memakai hijab dan langsung turun menuju dapur,ia melihat beberapa maid sedang sibuk menyiapkan beberapa hidangan untuk makan malam keluarga sang majikan
" Maaf bik bunda dan yang lainnya pada kemana ya? kok sepi? " tanya Aira saat berada di dapur
" tuan dan nyonya serta Oma dan opa lagi ngobrol di gazebo taman belakang non, kalau yang lainnya udah pada pulang" jawab bik Asih sopan, wanita tua tersebut sangat senang saat melihat menantu keluarga tersebut adalah gadis yang sudah pernah beberapa kali sang nyonya ajak ke mansion tersebut, gadis yang menurut mereka cantik luar dalam
" Oh... makasih ya bik,Aira mau ke bunda dulu,oh ya bik bisa tolong buatkan Aira jus jeruk? Aira mau satu ya tapi hangat" ucap Aira lembut sambil tersenyum
" Ia non nanti bibik antar ke belakang kalau sudah selesai" jawab bik Asih tersenyum lembut
" Makasih ya bik..maaf merepotkan" ucap nya sopan sambil meninggalkan bik Asih yang tersenyum dan mengangguk
Aira melangkah keluar dari pintu belakang yang juga dapat menuju ke kolam renang,ia menghampiri semua nya yang terlihat sedang asyik ngobrol sambil sesekali tertawa,Aira sangat berdebar akan bertemu dengan Opa dan Oma nya Azlan,ini yang kedua kalinya ia bertemu dengan wanita yang terbilang sudah cukup tua itu, pertama saat di pernikahan tadi pagi dan kedua sore ini
__ADS_1
Aira Takut kalau ternyata opa dan Oma nya Azlan tidak menyukai nya, seperti di sinetron yang pernah ia tonton, karena setau Aira Azlan adalah kesayangan mereka dan cucu mereka laki-laki semata wayang,maka bisa dipastikan mereka menginginkan yang terbaik untuk keturunan keluarga mereka
" Assalamualaikum.." ucap Aira sopan sambil tersenyum canggung
" Waalaikum salam.." jawab mereka kompak
" Sini sayang duduk dekat bunda sama Oma, udah istirahat nya?" tanya bunda Maya perhatian
" Udah Bunda ..." jawab Aira sambil mendekat menyalami semuanya baru kemudian duduk di antara bunda dan Oma
" kamu cantik banget sih, liburan nanti kalian ke tempat Oma di Italia ya, Oma mau kenalin sama semua teman arisan Oma yang suka banget pamer cucu menantu dan cicit mereka" ucap sang Oma sambil mengusap lembut kepala Aira
" Insyaallah oma" jawab Aira sambil tersenyum manis
" Mami ada- ada aja... kalau kemarin-kemarin pamer cucu tampan sekarang keboh mau pamer cucu menantu,tahun depan pasti pengen pamer cicit" ucap sang Opa tersenyum dan menggeleng
" Kalau cicit sepertinya kita harus sabar Pi...dua- dua nya masih daun muda trus masih sekolah pula,tapi kalau tahun depan kayak nya udah bisa deh mulai di program" jawab Oma tersenyum tipis, sedangkan Aira wajah nya sudah berubah merah seperti tomat karena malu
" Udah gonk Mi..Pi jadi malu nih mantu Maya" ucap Maya sambil menarik Aira dalam pelukannya membuat yang lain tertawa terbahak-bahak
Sedangkan Azlan di kamar nya baru saja terbangun,ia meraih ponselnya di nakas dan menyalakan nya, ratusan notifikasi masuk di benda canggih tersebut, dari kedua sahabat dan beberapa dari kantor, tapi ada satu pesan dari no asing yang membuat Azlan sedikit mengerutkan keningnya,ia tidak pernah sembarangan memberikan nomor ponsel nya pada orang, termasuk para mantan kekasihnya saja tidak ia berikan no ponsel pribadinya tersebut
Azlan langsung membuka pesan tersebut dan langsung memicingkan matanya, seseorang yang ada hubungannya dengan Almaira? batin Azlan menggeram
" gue minta Lo jauhi dia....,dia wanita baik-baik dan tidak pantas jika kalian jadikan taruhan,dia lebih berharga dari ribuan permata, seandainya ada yang datang dan meminta agar mau menukarnya dengan apapun maka gue tetap milih dia"
Azlan masih sangat ingat tidak jauh dari villa keluarga Alif terdapat taman bunga yang sangat indah dan banyak di kunjungan para wisatawan yang datang ke desa tersebut,pengunjung diperbolehkan memetik bunga yang disuka dan melakukan pembayaran pada gerbang saat mereka akan keluar
Dan saat itu Alif juga sempat bercerita tidak jauh dari taman bunga tersebut ada sebuah villa pribadi yang terlihat seperti sebuah pondok sederhana,dan pondok tersebut ditempati oleh pemiliknya dengan putri nya yang sangat cantik,tapi sayang nya gadis cantik itu sangat jarang keluar dan warga desa sekitar juga membuat peraturan jangan pernah mengusik pondok tersebut terlebih gadis tersebut
Azlan kembali meletakkan ponselnya di nakas dan masuk ke kamar mandi, membersihkan dirinya dan berwudhu, setelah selesai ia langsung menuju walk in closet memakai pakaian rumahan, Azlan menuju balkon kamar nya sekedar menikmati pemandangan dan angin sore seraya menunggu waktu Maghrib,ia juga melihat keluarga nya yang meninggalkan gazebo menuju pintu samping mansion tersebut
Sedang Aira kembali ke kamar nya karena waktu Maghrib sudah tiba,ia melaksanakan Shalat dan membacakan beberapa ayat suci Al-Quran,serta ia tutup dengan doa untuk kedua orang tuanya, keluarga nya dan juga keluarga barunya serta untuk dirinya dan rumah tangga nya yang baru siang tadi terbentuk
Aira berharap apapun yang terjadi esok dengan rumah tangga nya dan azlan, semoga itu yang terbaik untuk semuanya, sehingga tidak akan ada yang merasa tersakiti atau dirugikan,ia tetap akan berusaha menjadi menantu yang terbaik untuk keluarga Abbas selama ia masih menyandang status Nona muda keluarga terpandang tersebut
Walaupun dalam hati kecilnya ia sangat takut mengecewakan almarhum kedua orang tuanya karena keputusan nya untuk melanjutkan pendidikan nya ke Turky dan berpisah dengan Azlan,tapi dia juga bisa apa? ga mungkin jika ia harus memohon memaksa azlan untuk belajar menerima dan mencintai nya agar pernikahan mereka tetap bertahan
Aira bukan tipe gadis yang egois, dan ia juga belum memiliki perasaan apapun pada Azlan,jadi untuk apa ia harus memaksa orang lain lebih dulu menginginkan nya,ia mengimpikan sebuah rumah tangga seperti Abi dan Umi nya dulu yang terlihat sangat bahagia dan saling menyayangi
Sedangkan di kamar sebelah Azlan juga sedang melakukan Shalat dan membaca doa untuk semua nya, ia berharap semua nya mimpi,kenapa orang tuanya menikahkan dirinya dengan wanita yang ia tau sangat membenci nya dan selalu menghindari nya
Bagaimana cara nya ia akan berusaha menjalin hubungan rumah tangga dengan Aira,jika sejak awal gadis cantik itu sudah merencanakan perceraian mereka, jadi untuk apa harus berusaha buat sesuatu yang sudah pasti akan sia-sia,Azlan bukan tipe pria yang memaksakan seorang wanita untuk terus bertahan di samping nya, apalagi untuk mencintai nya, sedangkan ia sendiri belum pernah merasakan seperti apa rasanya jatuh cinta pada seseorang
Walaupun dalam hati kecilnya ia mengakui gadis yang kini menjadi istri sahnya dan halal untuk ia sentuh memiliki paras dan tubuh nyaris sempurna, dapat ia pastikan tidak akan ada laki- laki yang mampu menolak pesona seorang Almaira, untung Aira tergolong dalam gadis rumahan dan terbilang cukup menjaga pergaulan nya
Aira sudah selesai dan langsung turun menuju lantai dasar mansion tersebut,ia masih ingat pesan bunda Maya yang mengatakan setelah selesai shalat Maghrib mereka akan makan malam bersama dan itu adalah rutinitas keluarga tersebut, sehingga Aira tidak mau sampai ia terlambat sehingga mereka yang akan menunggu nya
Sampai di ruang makan sudah terlihat bunda Maya yang sedang asyik membantu bik Asih menata menu di atas meja sambil terdengar mengobrol dan bercanda
__ADS_1
" malam semua" sapa Aira lembut
" malam sayang" jawab bunda Maya sedang kan bik Asih tersenyum dan mengangguk sopan
" Aira bisa bantu apa nih Bun?" tanya nya sambil tersenyum berdiri di samping bunda Maya
" Udah selesai kok sayang...kamu tolong panggilkan suami kamu aja ya, takutnya tu anak keterusan sama game nya" ucap bunda Maya sambil mengusap lembut kepala Aira
" Baik bunda" jawab Aira sedikit ragu, tapi ia juga ga mau buat wanita paruh baya itu kecewa
Aira melangkah manaiki tangga dengan perasaan campur aduk,takut, enggan dan entah perasaan apa lagi yang ia rasakan,ia takut Azlan akan memarahi nya dan menganggap ia wanita murahan yang berusaha mencari perhatian kedua orang tuanya dan memanfaatkan situasi untuk merayu nya
Tok tok tok tok
Aira mengetuk pintu kamar Azlan dengan tangan yang sedikit bergetar dan dingin,lama Aira menunggu tapi tidak ada jawaban
Tok tok tok tok
Aira kembali mengetuk pintu kamar berwarna putih tersebut dan tak berselang lama pintu terbuka
Ceklek...
Aira Langsung menunduk seraya jarinya sibuk memilih ujung hijab nya,Azlan diam dan berdiri tegak sambil memegang daun pintu
" Aira di suruh bunda manggil kakak buat makan malam" ucap Aira pelan dan tidak sedikit pun mengangkat wajahnya
" Hem" jawab Azlan singkat sambil menutup pintu kamar nya dan melangkah menuju tangga,Aira langsung mengikuti nya dari belakang, keduanya menuruni tangga dan langsung menuju meja makan
Bunda Maya tersenyum tipis saat melihat putra dan menantu nya, terlihat sangat lucu dan menggemaskan, bagaimana tidak yang satu jalan di depan dengan wajah datarnya dan kedua tangannya dimasukkan dalam saku celana nya, sedangkan sang istri terlihat mengikutinya dari belakang sambil menunduk, terlihat seperti seorang adik yang sedang mengikuti kakak nya
Dugh....
AW... terdengar suara Aira mendesis pelan seraya mengusap keningnya
Azlan melihat kebelakang dan menatap wajah Aira yang terlihat merah entah karena malu atau sakit, sedangkan Aira memasang wajah cemberut
"Makanya kalau jalan itu liat ke depan" ucap Azlan singkat
" Kakak tu berhenti tiba-tiba" jawab Aira sedikit bergumam
Sedangkan para orang tua sedang menahan tawa mereka,agar tidak pecah di hadapan pasangan muda tersebut
Azlan langsung duduk di kursinya dan diikuti Aira yang duduk di sebelah nya, mereka terlihat sangat cocok baik itu sebagai pasangan atau sebagai adik kakak
Aira bangun dan mengisi piring Azlan dengan nasi
" Kakak mau lauk apa?" tanya Aira lembut
" Udang aja boleh" jawab Azlan singkat dan di angguki oleh Aira,tak lupa ia juga menuangkan air putih di gelas Azlan
Para orang tua yang melihat itu merasa sangat bahagia dan bersyukur, walaupun Aira masih sangat muda tapi ia terlihat sangat sopan dan tau tentang tanggung jawabnya
__ADS_1