
Setelah selesai dengan ceritanya Arsyad langsung melihat wajah kedua orang tuanya, melihat ekspresi keduanya ia sedikit cemas dan merasa seakan-akan ia sudah mengecewakan kedua orang tuanya yang sangat ia sayangi tersebut, Arsyad langsung menunduk saat kedua orang tuanya masih terdiam
" Pernikahan adalah suatu proses mempersatukan dua manusia yang pasti memiliki beberapa perbedaan dan bukan cuma itu,disana kalian juga harus menyatukan dua keluarga yang juga memiliki banyak ketidak samaan, mulai dari prinsip, gaya hidup,cara perfikir sampai kasta yang sangat sering menjadi pemicu ketidak cocokan dua keluarga tersebut,Dia memang wanita baik yang berani mengambil keputusan meminta seorang lelaki menikahinya karena ia menyukai lelaki tersebut,ia juga wanita hebat yang berani merubah penampilan nya demi membuat lelaki yang ia kagumi memberikan harapan untuk nya, dan Abi yakin suatu saat Insyaallah dia akan menjadi wanita shalihah yang pantas dijadikan pendamping hidup" jawab sang Abi serius
" Tapi itu semua juga belum cukup untuk kalian membangun sebuah rumah tangga, terlebih ia dari keluarga yang sangat berkecukupan,perlu kesiapan mental yang kuat dan kesabaran yang lebih baginya untuk bisa hidup sederhana seperti kita dan kesabaran lebih untuk kamu dalam membimbing dan menghadapi dia yang sudah terbiasa dengan hidup mewah, mungkin dia belum berfikir sampai sejauh itu, saran Abi temui dia dan jelaskan seperti apa kehidupan kita dan bagaimana kehidupan orang yang sudah berumah tangga, sangat tidak mungkin kalian akan tinggal dan bergantung hidup pada keluarga nya" nasehat sang Abi yang langsung di angguki oleh sang putra, karena ia juga berfikir sama persis seperti apa yang Abinya katakan
" Abang Juga berfikir seperti itu bi.. tapi Abang tidak mengatakan bagaimana perasaan Abang padanya" jawab sang putra jujur, membuat sang Umi tersenyum
" Kalau begitu saat Abang menjelaskan padanya seperti apa yang Abi katakan tadi, Abang juga harus jujur dengan perasaan Abang ke dia,agar dia tidak terlalu sedih dan kecewa, walaupun jodoh ditangan Tuhan, tapi tidak ada salahnya kalau kalian berusaha untuk menjadi jodoh, selama tidak melanggar hukum agama kita" jawab sang Umi sambil tersenyum dan mengusap lembut punggung sang putra
" Baik Umi" jawab Arsyad sambil tersenyum tipis
Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah mereka yang terletak di salah satu kompleks sederhana, Arsyad mengendarai motor kesayangan nya, sedangkan sang Abi,Umi dan si bungsu mereka menggunakan mobil pribadi yang dikemudikan sendiri oleh sang Abi
Sampai di depan gerbang kompleks tanpa sengaja Arsyad melihat Salsabila tengah duduk di sebuah taman yang terletak tidak jauh dari gerbang masuk ke kompleks sederhana tersebut dan juga tidak jauh dengan gerbang kompleks mewah milik keluarga Salsabila, Arsyad langsung membelokkan arah motor nya menuju taman tersebut, ia langsung memarkirkan motor nya dan menghampiri tempat duduk Salsabila
" Kamu kenapa masih di sini sudah sore begini..?" tanya Arsyad tiba tiba berdiri di samping kursi yang diduduki wanita cantik tersebut, membuat sang empu sangat terkejut
" Lagi pingin cari angin segar aja, kamu sendiri tumben ada di sini?" tanya nya to the point, karena memang setaunya pria tampan tersebut tidak pernah tampak datang ke taman tersebut, ia tau karena itu adalah salah satu tempat favorit nya, setiap ia duduk di taman tersebut ia pasti akan melihat sang pujaan hatinya melintasi taman tersebut dengan motor nya
" Aku lihat kamu.. dan kebetulan ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu..apa boleh aku mengatakan sesuatu pada kamu dan membahas yang tadi kita bicarakan di sekolah" jawab Arsyad sambil bertanya, tanpa mereka sadari ternyata mereka di awasi oleh kedua orang tuanya Arsyad
" Silahkan mau bicara apa" jawab Salsabila lirih tanpa sedikitpun melihat atau melirik lawan bicaranya
" Sebelum nya aku minta maaf, karena sebagai laki-laki aku sangat pengecut, sebenarnya aku juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang kamu rasakan,tapi aku takut untuk mengatakan nya karena aku akan pergi dari negara ini, dan soal permintaan kamu untuk aku nikahi...begini.." Arsyad berusaha setenang mungkin menjelaskan seperti apa yang tadi dijelaskan oleh sang Abi, membuat Salsabila mengangguk paham
"kamu benar, maaf kalau aku terlalu berambisi untuk bersama kamu,aku ga apa kalau kamu pergi, tapi tolong berjanjilah untuk kembali dan menghalalkan aku menjadi milik kamu, jika memang Tuhan tidak mengizinkan aku yakin kita akan bisa ikhlas, tapi setidaknya tolong berusaha lah untuk mewujudkan impian kita untuk bisa saling memiliki"jawab Salsabila lirih tapi pasti, dan ia bangun dari duduknya melangkah menuju mobilnya yang ia parkirkan di pinggir jalan raya
Arsyad mengangguk pasti dengan permintaan wanita cantik tersebut" aku berjanji akan memenuhi permintaan kamu dan memiliki kamu seutuhnya,demi Tuhan aku berharap kamu adalah wanita yang akan menjadi bidadari dunia dan akhirat ku kelak" jawab Arsyad pasti, membuat Salsabila sangat bahagia dan mengangguk
"Terimakasih" jawab nya singkat dan langsung memutar menuju pintu sebelah kanan mobilnya,tapi tanpa ada yang menduga tiba-tiba muncul sebuah motor besar dan langsung menyerempet mobil tersebut sehingga mengenai Salsabila dan langsung membuat tubuh nya terpental jauh dari mobilnya
__ADS_1
Kejadian tersebut sungguh sangat tiba-tiba dan membuat Arsyad tidak sempat menolong Salsabila,ia langsung berlari menuju wanita cantik tersebut yang sudah terlihat sangat kesakitan dengan dipenuhi darah hampir di seluruh tubuhnya, sementara kedua orang tua Arsyad langsung menghampiri mereka dan meminta agar sang putra mengangkat tubuh Salsabila dan membawanya ke mobil mereka
Dengan sangat hati-hati dan penuh dengan air mata Arsyad langsung menggendong Salsabila dan memasuki mobil sang Abi, mereka langsung menuju Rumah sakit terdekat untuk memberikan penolongan pertama pada gadis cantik tersebut
Dalam perjalanan Arsyad tak henti hentinya berdoa memohon keselamatan untuk gadis cantik tersebut, ia terus mengusap darah yang mengalir dari kepala Salsabila, tanpa ia pedulikan lagi dengan seluruh tubuhnya yang juga sudah di penuhi dengan darah gadis tersebut
" Ar-syad.. seandainya umurku tidak panjang..aku mohon sebelum kepergian ku...Ni-Nikahi aku,itu adalah impian ku sejak pertama kali aku melihat kamu" ucap Salsabila lirih dengan suara terbata
" Kamu kuat Bila..aku janji akan mengabulkan permintaan kamu setelah kamu sembuh' jawab Arsyad pasti dan langsung di angguki oleh gadis cantik tersebut sambil tersenyum cantik
Kedua orang tua Arsyad sangat sedih mendengar permintaan gadis cantik tersebut, sebesar itukah cinta nya untuk putra mereka, dan apakah putra mereka sanggup membahagiakan gadis cantik tersebut, yang mereka tau putri dari seorang konglomerat yang terbiasa hidup dengan bergelimang harta
Tak berselang lama mereka sampai di sebuah Rumah sakit yang paling mewah dan lengkap di kota tersebut, yang ternyata milik keluarga Abbas,para Dokter yang mengenali wajah Salsabila langsung memberikan kabar duka tersebut pada pemilik rumah sakit tersebut, membuat kedua orang tua Salsabila sangat shock dan langsung menuju rumah Sakit tersebut
Setelah mereka sampai dan bertemu dengan Abi, karena Salsabila sedang di tangani dokter dan mereka harus menunggu di luar, kecuali Arsyad yang memang Salsabila sendiri meminta agar pria tampan tersebut menemaninya
Sang Abi pun menceritakan semua yang terjadi antara putra dan putri mereka, dan tentang permintaan Salsabila saat dalam perjalanan menuju rumah sakit tadi,sang Abi menanyakan saran pada mereka karena ia takut di sangka memanfaatkan peluang agar bisa memiliki menantu dari keluarga terpandang tersebut, tapi sangat diluar dugaan, ternyata kedua orang tuanya sudah mengetahui tentang perasaan gadis cantik mereka pada putra sang Ustadz dan mereka sangat mendukung,malah mereka berencana ingin menemui langsung orang tua Arsyad untuk meminta menjodohkan putri mereka dengan putra sang Ustadz
Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung menikahkan anak anak mereka saat Salsabila siuman,tak berapa lama akhirnya dokter yang menangani Salsabila keluar dari ruangan tersebut dan meminta berbicara empat mata dengan keluarga Abbas, tapi kedua orang tua Salsabila meminta agar sang dokter bisa berbicara langsung di depan keluarga Arsyad juga, membuat dokter tersebut tidak dapat menolak dan langsung mengatakan sejujurnya tentang keadaan gadis cantik tersebut
Semuanya sangat sedih dan terdiam seribu bahasa, hanya sang bunda yang terdengar sesenggukan tanpa suara, menyadari itu,Umi Aisyah langsung menghampiri nya dan memeluk nya erat memberikan beberapa nasehat dan kata-kata untuk memberikan kekuatan pada wanita tersebut
Tak berselang lama terlihat Arsyad keluar dari ruangan tersebut dan langsung menghampiri mereka, masih dengan baju yang dipenuhi oleh darah Bila,ia langsung meraih tangan kedua orang tua Bila dan mencium punggung tangan keduanya dengan sangat sopan
" Maaf kan saya Om, Tante yang terlambat menolong Billa, kalau saja saya langsung berlari kencang dan menarik nya, pasti kejadian nya tidak akan separah ini" ucap Arsyad sambil menunduk hormat
" Itu sudah menjadi takdir untuk nya, dan kami sangat bersyukur ia sekarang sudah berhijab, yang ingin kami tau apa jawaban mu tentang permintaan Billa saat menuju ke sini tadi"tanya Ayah nya Billa
" Insya Allah saya akan berusaha siap apapun keputusan yang akan Om dan Tante tentukan, ucap Arsyad pasti dan langsung di angguki kepala oleh orang tua Billa
Malam nya Salsabila sudah sadar dan dinyatakan sudah melewati masa kritis nya, membuat kedua orang tua Salsabila meminta agar ustadz Khalid langsung menikahkan putri mereka dengan Arsyad yang tak lain adalah putra dari ustadz Khalid, karena memang Arsyad yang telah berjanji akan mengabulkan permintaan Billa,maka akhirnya keluarga sang Ustadz tidak mungkin menolak permintaan dari keluarga Salsabila
__ADS_1
Dengan perasaan campur aduk antara bahagia, bingung, dan sedih karena setelah ini Arsyad tetap harus melanjutkan pendidikan nya ke Turky, Arsyad langsung duduk berhadapan dengan Tuan Omar Abbas yang tak lain adalah Ayah kandung dari Salsabila Quinn Abbas, dengan dihadiri beberapa orang sebagai saksi, yang tak lain adalah Tante Rani adik kandung dari ustadz Khalid beserta suaminya dan paman galih adik kandung dari nyonya Maya ibu kandung Salsabila beserta sang istri
Kedua orang tua Arsyad juga sudah terlihat sangat siap, setelah kedatangan sang penghulu akhirnya mereka memutuskan untuk langsung memulai acara sakral tersebut
"Apakah semua nya sudah siap...? Nak Arsyad anda juga sudah yakin dengan keputusan yang ananda ambil sekarang..?" tanya sang penghulu sambil menatap Arsyad, karena beliau juga sangat mengenal ustadz Khalid serta keluarganya termasuk sang putra
" Insya Allah saya sangat siap " jawab Arsyad pasti sambil menatap wajah Salsabila yang langsung tersenyum saat mendengar jawaban dari Arsyad
" Baiklah kalau begitu mari kita mulai" ucap sang penghulu yang langsung di angguki kepala oleh Arsyad dan tuan Omar
Dengan hati berdebar Arsyad langsung menjabat tangan tuan Omar dan tuan Omar langsung melafalkan ijab Kabul dan di jawab dengan suara lantang dan tegas oleh Arsyad dalam satu tarikan nafas
Akhirnya apa yang wanita cantik itu impikan terwujud, mereka semua langsung menengadahkan tangan untuk berdoa bersama yang dipimpin langsung oleh ustadz Khalid, Salsabila menyalami kedua orang tua Arsyad yang kini telah menjadi mertua nya dengan sangat hikmat dan haru, hingga ia tidak sanggup menahan air matanya, begitu juga dengan kedua orang tuanya yang sangat terharu dan bahagia saat melihat putri tercinta mereka sedang bahagia
Tuan Omar dan nyonya Maya memang sangat tau bahwa putri mereka sangat mengagumi sosok tampan Arsyad Al-Banjari yang mereka tau adalah putra dari ustadz kondang yaitu Ustadz Khalid Al- banjari, karena memang sang putri selalu menceritakan semua kegiatan nya saat di luar rumah pada sang Bunda, dan kedua orang tuanya tidak membantah saat putri mereka mengakui menyukai putra ustadz Khalid yang Keluarga juga sangat tau siapa Arsyad, seorang pemuda Sholeh dan sangat sopan
Setelah selesai dengan acara Doa bersama dan sungkeman nya, yang lain langsung izin pulang karena waktu memang terbilang sudah cukup larut, Arsyad tetap tinggal di rumah sakit menjaga Salsabila yang kini telah menjadi istrinya tersebut, kedua orang tua Salsabila memutuskan untuk menginap di rumah sakit juga dan ikut mengawasi perkembangan kesehatan sang putri tercinta mereka
" Arsyad.. Ayah sama bunda istirahat di ruang sebelah ya, kamu jangan begadang.. dan ingat langsung panggil kami kalau ada apa-apa, jangan sungkan" ucap sang Bunda Maya sambil tersenyum dan mengelus lembut punggung sang menantu
" Ya bunda.. nanti setelah Billa tertidur Arsyad pasti akan tidur juga" jawab Arsyad sopan
"Sayang... kamu tidur ya.., kasian suami kamu kalau begadang" ucap sang bunda sambil tersenyum dan mengecup singkat kepala Salsabila dan di jawab anggukan kepala oleh gadis cantik tersebut
" Ia bunda..." jawab Salsabila lirih dengan wajah yang terlihat bersemu merah karena malu
Kedua orang tua Salsabila pun langsung meninggalkan ruangan rawat sang putri dan melangkah menuju ruangan sebelah, yang memang disediakan untuk keluarga sang pemilik rumah sakit saat ada keluarga mereka yang di rawat di RS tersebut
" Kamu tidur ya,biar cepat sembuh..Cup..." ucap Arsyad sambil tersenyum dan mengecup singkat kepala Salsabila, membuat gadis cantik tersebut langsung menunduk malu
Arsyad tersenyum melihat tingkah sang istri cantik nya tersebut, ia juga merasakan bahwa jantung nya serasa mau copot,tapi ia tetap berusaha terlihat lebih tenang, berlahan ia menarik selimut Billa sampai dada dan mengusap lembut kepala sang istri, memberikan kenyamanan agar gadis cantik tersebut tertidur
__ADS_1
" Terimakasih ya kamu udah tepati janji kamu untuk mengabulkan permintaan ku,aku janji aku ga akan menghalangi kamu untuk meraih cita cita kamu dan aku akan selalu mendukung semua yang ingin kamu raih, selama itu tidak menyakiti aku" ucap Salsabila lirih sambil tersenyum dan menggenggam tangan Arsyad
"Sekarang kamu adalah prioritas utama ku,aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kamu dan keluarga kita, agar tidak mengecewakan kedua orang tua kita" jawab Arsyad pasti dan mengecup singkat tangan Salsabila