DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
39


__ADS_3

Aira Langsung melotot sempurna menatap Azlan yang terlihat tersenyum puas


" Sini aku ajari" ucap Azlan sambil meraih tangan Aira dan mengalungkan di lehernya, perlahan Azlan menarik pinggang Aira dan mendekatkan wajahnya, sebelah tangan nya menahan tengkuk Aira dan langsung menempel kan bibir nya pada bibir ranum Aira,Azlan meluxxx nya dengan sangat lembut seraya menikmati wajah Aira yang terlihat memejamkan matanya,dalam hati Azlan sangat bahagia, ternyata istrinya benar- benar gadis polos


Lama Azlan menikmati bibir ranum istrinya,ia baru melepaskan saat merasakan Aira yang susah bernafas


" Lain kali tarik nafas sayang..aku ga mau jadi duda diusia muda, dan kamu beneran seksi" ucap Azlan sambil menempelkan dahi mereka dan ia mengusap lembut bibir Aira yang basah dan sedikit bengkak karena ulah nya


Aira belum menyadari bahwa selimut yang tadi membungkus tubuhnya sudah terjatuh ke lantai,ia baru menyadari saat azlan membisikkan kata seksi padanya, dan dengan cepat Aira ingin berjongkok mengambil selimut tersebut, tapi dengan cepat tangan Azlan menahannya


" pakai ini aja biar ga copot lagi, jangan coba-coba mancing aku lag....aku ga selalu kuat seperti tadi baby..." ucap Azlan menggoda Aira


" Udah deh masih di ingat terus" omel Aira sambil memakai bajunya


" Suami kamu ini lelaki normal sayang.. normal banget malah, jadi kamu harus hati-hati kalau belum siap? atau kamu mau coba buktikan sekarang?" tanya Azlan tersenyum genit


" Apaan sih..genit banget deh kayak om- om" omel Aira sambil memanyunkan bibirnya


" hahahaha sok tau Om- om kamu" ucap Azlan sambil tertawa geli dan kembali memeluk Aira sambil menciumi seluruh wajah dan kepala Aira


Azlan kembali melanjutkan pekerjaannya setelah mereka selesai melakukan Shalat Maghrib, sedangkan Aira langsung tidur ia takut nanti malam ga sanggup ikutan buat kasih kejutan pada mertua nya


Azlan melihat Aira yang sudah tertidur pulas,ia melangkah menuju balkon kamar dan menghubungi Dodi sekretaris nya


📱-" Dimana Lo" tanya Azlan tanpa basa-basi saat tau panggilan nya sudah di angkat


📱-" ......


📱-" Lo jemput Cindy anak kepala sekolah xccc di rumah nya,bawa ke sini,gue di hotel xcccc, bilang ke dia gue nunggu dia disini


📱-" ......,..


📱-" Lo kira gue apaan...? laki- laki haus belaian?, Bini gue lebih segalanya dari dia,buat apa gue buang waktu ngabisin malam gue sama dia" jawab Azlan santai


📱 -" ........


📱-" Nah itu Lo tau, cepetan gue tunggu 30 menit Lo harus udah nyampe sini,gue udah ga sabar pengen maen-maen sama dia,gara-gara dia barusan gue perang sama Bini, hampir khilaf gue" jawab Azlan


Azlan langsung mematikan handphone nya dan melihat Aira yang masih tertidur pulas,ia menghampiri nya dan menutup tubuh Aira dengan selimut, mengecup singkat kepala dan bibirnya,ia tersenyum tipis saat mengingat pertengkaran mereka tadi,ia baru tau ternyata istrinya bisa seberani itu, walaupun ia yakin istrinya berani karena mereka sudah memiliki ikatan yang halal


Tak jauh dari waktu yang Azlan tentukan terdengar suara ketukan di pintu kamarnya, yang azlan yakini itu adalah asisten pribadinya Dodi bersama Cindy, azlan langsung melangkah membuka pintu,ia ga mau Aira terganggu karena suara ketukan pintu


Benar saja saat pintu terbuka ia melihat Dodi dan Cindy dengan fashion serba mini nya, Azlan memutar matanya jengah melihat penampilan mantan nya tersebut


" Lo tunggu di sini" ucap Azlan pada Dodi seraya menunjuk kursi tunggu di depan pintu kamar tersebut


" siap bos... hati- hati jangan lupa pastikan udah pakai pengaman" jawab Dodi bercanda, azlan tidak menjawab ia mempersilakan Cindy masuk

__ADS_1


Cindy langsung masuk seraya mengamati kamar mewah tersebut,mata melihat ranjang dan sedikit melotot saat menyadari ada seseorang yang tidur di balik selimut putih tersebut


" Ada apa Lo nyuruh gue buat kesini kalau Lo udah ada yang nemenin" tanya Cindy dengan suara yang terdengar sedikit ketus


" Husst... jangan terlalu berisik ntar Aira bangun,dia masih capek,tentu gue mau ngajakin Lo ngobrol" jawab Azlan santai,mulut Cindy menganga dengan mata yang melotot sempurna saat mendengar ucapan Azlan bahwa wanita di balik selimut tersebut adalah Aira


" Ternyata dia ga sesuci penampilan nya ya" jawab Cindy tersenyum mengejek


" Gue cuma mau buktikan ke Lo tentang apa yang tadi siang Lo bilang ke dia di ruang UKS, tapi sayang nya gue bukan manfaatin dia karena kami bebas mau ngelakuin apapun dan kapanpun" jawab Azlan santai


" Gue percaya karena Lo punya kekuasaan" jawab Aira sambil tersenyum tipis


" Lo bener... banget, tapi yang perlu gue perjelas sama Lo... walaupun gue udah Beratus kali nidurin dia... bahkan mungkin akan terulang sampai ribuan kali itu bukan sesuatu yang merugikan untuk dia, karena di belakang namanya....dia sudah resmi menyandang nama besar Abbas...dia nona muda di keluarga Abbas.. jadi gue ingetin lagi,jauhi dia kalau Lo masih mau hidup tenang" ucap Azlan terdengar serius


Cindy menatap Azlan cengo...ia masih belum bisa mencerna semua perkataan Azlan barusan, baginya itu terlalu mengejutkan


" Udah paham kan Lo.... kalau belum sampai rumah Lo tanya sama bokap Lo siapa dia, bilang gue yang suruh Lo nanyain hal itu" ucap Azlan serius


Ukh...


Terdengar suara lenguhan lembut dari bibir indah Aira dan terlihat ia sedikit menyingkap selimut nya sehingga menampakkan bahu putih mulus nya, karena dress yang ia pakai memang memiliki leher yang sedikit lebar, Azlan tersenyum melihat nya


" US us us... CUP... tidur lagi ada aku disini " ucap Azlan lembut sambil mengelus lembut punggung Aira seraya mengecup singkat kepala nya


" Kakak belum tidur...? tanya Aira lembut sambil menyusupkan wajah nya di ceruk leher Azlan


" Sebentar lagi sayang..di luar ada Dodi,ada sedikit pekerjaan yang harus kami selesaikan untuk besok,kamu tidur lagi nanti kalau sudah selesai aku bangunin,kita pulang" jawab Azlan sambil mengecup singkat bibir Aira, dan Aira mengangguk patuh


Setelah Aira kembali tertidur pulas dengan nafas yang teratur, berlahan Azlan melepaskan pelukannya dan bangun dari ranjang tersebut


" Gue rasa urusan kita udah selesai,ini peringatan terakhir dari gue, siapa saja yang berani mengusik istri gue maka gue pastikan hidup nya ga akan pernah bisa tenang" ucap Azlan dingin dan terdengar sangat mengancam


" Sekarang lo boleh pergi" ucap Azlan dingin seraya berjalan menuju pintu dan membukanya


" Anter dia balik ke rumah nya" perintah Azlan pada Dodi


" kok cepat banget selesai nya? ga pakai pemanasan ya...?" tanya Dodi seraya tersenyum mengejek


" gue udah pemanasan sama Ara..." jawab Azlan santai sambil tersenyum jahil


Dodi tersenyum seraya mengangguk, sedangkan Cindy tidak merespon apapun yang pembicaraan bos dan asisten tersebut,ia masih seperti mimpi melihat aira yang begitu nyaman nya tidur di kamar Azlan,ia yang sangat mengimpikan menjadi nyonya Azlan, tapi malah wanita lain yang yang baru Azlan kenal yang menjadi penguasa hati pria tampan tersebut


Dodi dan Cindy meninggalkan kamar Azlan, Dodi akan mengantarkan Cindy kerumahnya, walaupun awalnya Cindy menolak di antar dan berkata akan naik taksi, tapi dengan tegas Dodi menolak ia ga mau jika terjadi sesuatu pada Cindy maka keluarga nya akan meminta pertanggung jawaban padanya


" Mas Dodi emang beneran ya mereka udah nikah?" tanya Cindy pada asisten azlan


" Udah beberapa bulan, sebentar lagi nona akan home schooling kalau hamil dalam waktu dekat ini,mana mungkin tuan muda dan keluarganya mengizinkan nona capek" ucap

__ADS_1


Dodi sambil terus menyetir


Cindy langsung terdiam, ternyata itu semua bukan mimpi, rasanya malam ini adalah malam terburuk nya, dimana ia harus melihat dan mendengar kenyataan pria impian nya telah mutlak menjadi milik wanita lain


Tak berapa lama akhirnya Dodi menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terbilang cukup mewah, tanpa menunggu lama setelah Cindy turun ia langsung meninggalkan rumah tersebut dan menuju apartemen miliknya,ia butuh istirahat untuk kembali beraktivitas esok


Cindy melangkah ke dalam rumahnya dengan langkah gontai dan wajah lusuh, rasanya malam ini ia sangat tidak bersemangat sama sekali,ia melihat kedua orang tuanya dan adiknya sedang asyik nonton dan ngobrol di ruang keluarga, Cindy menaiki tangga menuju kamar nya, tapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba suara sang Mama memanggilnya


" loh kamu udah pulang sayang? bukannya tadi kamu bilang kamu diminta temen kamu buat nemui dia di hotel?" tanya Mama nya penasaran


" Ia ma udah ..dia cuma mau kenalin istrinya ke aku" jawab melody sambil tersenyum kecut


" Emang temen kamu yang mana kok ada yang udah nikah? temen satu agenci? tapi bukannya tadi yang jemput kamu itu salah satu asisten keluarga Abbas? kamu jangan sembarangan bergaul dengan pria yang sudah dewasa" tanya papa nya tiba-tiba


" Pa... Azlan itu sudah menikah ya?" tanya Cindy tiba-tiba


" Udah beberapa bulan yang lalu sebelum ujian semester satu, kalau tidak salah istrinya itu putri dari salah satu Ustadz ternama di kota xxxxcc,tapi beliau sudah meninggal beberapa tahun yang lalu,dan putra pertama beliau juga nikah dengan putri pertama keluarga Abbas,tapi sayang belum genap satu bulan usia pernikahan mereka keduanya kecelakaan dan meninggal,maka dari itu keluarga Abbas memutuskan untuk menjodohkan putra bungsu mereka dengan putri bungsu almarhum ustadz tersebut agar hubungan keluarga mereka tetap terjalin" jawab Papa nya Cindy


" Jadi ternyata mereka di jodohin?" jawab Cindy sedikit tersenyum


" Ya... gitulah, tapi mungkin karena anak ustadz itu sangat cantik dan kedua orang tuanya sudah meninggal makanya tuan Omar dan nyonya Maya memutuskan untuk menikah kan mereka, lagi pula sepertinya Tuan muda Azlan juga sangat mencintai istrinya, setau papa hampir 50 persen saham Abbas group sudah di atas namakan menantu kesayangan mereka" jelas Papa nya Cindy membuat Cindy menganga mendengar cerita papa nya


" Papa serius?" tanya Cindy terkejut


" Kabarnya begitu, hanya saja tidak di publikasikan, karena keluarga Abbas juga yang sekarang pegang kendali pondok pesantren milik almarhum orang tua nya nona Almaira,sejak ustadz tersebut meninggal" jawab Papa nya Cindy membuat Cindy terdiam


" Ya sudah deh pa, ma, aku mau istirahat" jawab Cindy lesu


" Ia sayang.." jawab Mama Cindy dan di jawab dengan anggukan oleh Cindy, sedangkan Papa nya hanya mengangguk dan melihat kearah tangga,ia tau putri nya pernah menjalin hubungan dengan Azlan dan hanya di jadikan pacar sesaat oleh pemuda tampan itu, tapi sayang putri nya terlalu berharap Azlan akan memilih nya,sejak awal Papa nya sudah mengatakan pada Cindy jangan terlalu berharap banyak pada azlan, karena beliau sudah yakin putra penguasa kerajaan bisnis itu pasti sudah dipilihkan calon pendamping oleh kedua orang tuanya


Sedangkan di hotel Azlan sudah sangat rapi, penampilan nya sungguh menambah ketampanan nya yang memang sudah di akui oleh para wanita di luaran sana,ia melangkah mendekati ranjang, menyingkap selimut yang menutupi tubuh seksi Aira,dan mendudukkan dirinya di samping tubuh Aira


" Ara... bangun...udah hampir tengah malam.." ucap nya lembut sambil mengelus lembut pipi Aira,Aira yang memang sangat pantang bila tidurnya terganggu langsung menggeliat dan mengerjabkan matanya


" Sudah pagi ya?" tanya Aira dengan suara serak khas bangun tidur


" Belum.. baru hampir tengah malam,kita mau kasih kejutan kan untuk Ayah sama bunda,kami lupa?" tanya Azlan sambil tersenyum


" Astaghfirullah...maaf kak Ara lupa gara- gara ketiduran,ya udah Aira mandi bentar ya" ucap nya sambil langsung turun dari ranjang dan menuju kamar mandi


Azlan tersenyum tipis melihat kelakuan wanita cantik tersebut,ia menggeleng dan meraih handphone Aira yang terletak di atas nakas,ada notifikasi masuk membuat Azlan sedikit penasaran,ia membuka pesan tersebut yang ternyata dari seseorang yang bernama Akbar


📩-" Assalamualaikum Aira... mami udah beberapa hari tanya kamu terus,apakah besok kamu ada waktu untuk berkunjung ke rumah mami?, kalau kamu bisa Aa akan kabari Nia atau intan untuk temen kamu, mungkin bunda kangen sama kamu, Udah lama ga ketemu kamu" isi pesan Akbar


Azlan tersenyum smirk setelah membaca pesan dari Akbar,ia ingin langsung menghapus pesan tersebut tapi ia ga mau di anggap picik, akhirnya ia memutuskan untuk membalas pesan tersebut


✉️-" AA kirim Alamat rumah mami AA, Aira usaha kan besok untuk datang, Aira akan datang dengan seseorang,ga usah kabari Nia atau mbak intan" balas Azlan sambil tersenyum jahil, setelah itu ia baru menghapus pesan tersebut,ia ingin memberikan kejutan pada Aira dan juga Akbar,ia ingin agar Akbar tau Aira sudah ada yang punya

__ADS_1


Aira keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi nya,ia lupa membawa baju nya, sebenarnya ia sangat malu tapi ga mungkin juga ia ga keluar dari kamar mandi,Aira melangkah pelan dan mengambil paper bag di atas nakas dan segera berlari lagi ke kamar mandi


Azlan tersenyum melihat tingkah malu istrinya,ia sangat menikmati melihat pemandangan seksi istrinya tersebut, Shiit ...ia mengumpat kesal dalam hati, merutuki dirinya yang selalu tergoda setiap kali melihat Aira, terlebih saat berpenampilan seperti itu, naluri kelelakiannya Langsung muncul tanpa bisa ia cegah, untung ia masih sanggup menahan hasratnya


__ADS_2