DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
54


__ADS_3

Kini keduanya sudah sampai di salah satu gerai Es krim yang Aira ingin kan,Azlan langsung memarkirkan mobilnya,ia tidak mengizinkan Aira ikut turun, membuat wanita cantik itu cemberut


" Kamu jangan turun... disini aja,di dalam rame banget,aku ga suka mereka liatin kamu,mau rasa apa aja.. Hem? titah Azlan seraya bertanya rasa apa yang sang istri ingin kan


" Curang.. kalau kakak yang di liatin para predator wanita itu boleh? rasa coklat, strawberry, mangga dan vanilla " jawab Aira dengan wajah cemberut


" kami yakin mua habisin sebanyak itu?" tanya Azlan


" Kan ada kakak yang habisin kalau ga habis " jawab Aira santai


" Aku ga suka Es krim yang...ok tunggu disini dan jangan kemana-mana " titah Azlan tegas,Aira hanya mengangguk sambil mencebikkan bibirnya


" Bibir nya jangan digituin..ntar aku makan " ucap Azlan menggoda Aira seraya mengusap lembut pipi dan kepala Aira


Azlan langsung turun meninggalkan mobilnya dan masuk ke gerai Es krim tersebut,gerai yang selalu ramai dan didominasi oleh para wanita muda dan pasangan muda,semua mata langsung tertuju ke arah pintu saat lonceng di pintu berbunyi menandakan ada yang datang, memunculkan seorang pemuda tampan dengan sejuta pesona dan daya tarik yang sangat sulit untuk di hindari


" Wow itu beneran manusia...? Tuhan sesempurna itukah makhluk ciptaan Mu?"


" Jantung gue rasanya berhenti berdetak liat makhluk ciptaan Tuhan sesempurna itu"


" Seandainya itu pacar gue ga bakalan gue kasih keluar rumah "


" wow anak Sultan..muncul di depan punlik"


Begitulah bisik-bisik para wanita yang sangat kagum melihat seorang Azlan,ada yang sudah tau siapa dirinya ada juga yang belum tau, semuanya mengagumi paras tampan nya dan juga kekuasaan keluarga Nay, mereka bermimpi semoga bisa menjadi wanita yang spesial di hati pria tampan tersebut


Sedangkan yang menjadi topik pembicaraan dan pusat perhatian tampak tidak sedikit pun memperdulikan mereka apalagi melirik nya, baginya wanita yang kini sudah menjadi istrinya lebih segalanya dari mereka,ia langsung menuju meja pemesanan


" Mbak tolong bungkus rasa coklat, strawberry, mangga dan vanilla" ucap nya singkat padat dan jelas


" Baik mas... silahkan tunggu sebentar dan ini bill nya" jawab wanita yang berada di meja pemesanan


Azlan hanya mengangguk dan menuju kasir untuk membayar bill nya, setelah pesanan nya selesai dan pembayaran nya juga beres ia langsung keluar menuju mobilnya, menyerahkan pesanan tersebut pada Aira dan langsung meninggalkan gerai tersebut


Maat Aira langsung berbinar dengan senyuman merekah di wajahnya cantik,Azlan membeli semua pesanan Nya,ia langsung memeluk lengan Azlan dan mengecup singkat pipi pria tampan tersebut


" Thanks my husband your is the best" ucap nya sambil tersenyum cantik


" Apapun untuk kamu sayang...I love You..tapi itu ga gratis sayang" balas Azlan dengan senyuman jahil nya


Aira mencebikkan bibirnya,ia tau suami mesumnya itu pasti akan meminta imbalan yang setimpal dari nya,dan ia sudah mulai tau seperti apa sifat suaminya, seorang pembisnis ga akan mau memberikan sesuatu tanpa imbalan


Keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju bandara untuk menjemput tuan Omar dan bunda Maya, keduanya sampai di bandara setelah menempuh perjalanan hampir satu jam karena jalanan lumayan macet


Sampai di bandara lagi - lagi Aira mendapatkan begitu banyak tatapan dari para pria, Azlan yang memakai masker sehingga tidak terlalu mencolok dan sedikit ampuh untuk menghindari para pemburu berita, yang sedikit mencolok hanya karena adanya beberapa bodyguard di belakang mereka yang terlihat terus mengawasi keduanya


Tak berselang lama dari jalur khusus muncul pasangan paruh baya yang mereka rindukan,Aira langsung berlari kecil memeluk bunda Maya dan menyalami keduanya dengan takzim, membuat pasangan paruh baya itu menjadi sangat bahagia dan terharu


" Ayah sama bunda apa kabar..? Aira kangen...banget" ucap nya sambil bergelayut manja di lengan sang ibu mertua, membuat azlan dan ayah Omar menggeleng melihat kedua wanita special mereka tersebut


" Alhamdulillah bunda sama Ayah baik sayang..kamu apa kabar.. apakah suami kamu yang play boy itu baik sama kamu?" tanya bunda Maya membuat Aira tersenyum


" Baik kok Bun..baik banget malah" jawab Aira seraya melirik azlan


" Tuh Bun dengar sendiri kan kalau azlan itu selalu baik sama istri,bunda aja tiap hari nelfon ngomel Mulu,ga percayaan banget sama anaknya" protes Azlan

__ADS_1


" Gimana mau percaya kamu itu banyak modus nya, lagian play boy itu emang sedikit susah untuk di percaya" jawab bunda meledek


" Makanya boy... buktikan jangan cuma janji'' tambah sang ayah


" Ayah sama Bunda jangan pengaruhi istri Azlan ya... sayang... jangan percaya sama ayah dan bunda, percaya sama aku aja ok " ucap Azlan menarik Aira dari sang bunda dan langsung merangkul mesra pinggang ramping Aira


" Tapi Aira lebih percaya ayah sama bunda,kakak kan emang banyak banget modusnya" jawab Aira santai membuat azlan gemas dan langsung mencium singkat pipi Aira


" Kakak....ga tau tempat banget deh...liat ni Bun...kiss di tempat umum ga malu" omel Aira seraya mengadu pada bunda Maya, membuat pasangan paruh baya itu menggeleng dan tertawa


" Aku buka masker ya...biar tambah heboh dan besok pasti akan langsung jadi trending topik, gimana?" tanya Azlan menantang Aira


" No kakak... jangan bikin Aira ga bisa sekolah ya,di kejar-kejar paparazi" tolak Aira cepat


" Home schooling dong sayang...itu lebih baik dan aku sangat setuju" jawab Azlan sambil tersenyum jahil


" Sayang sepertinya saran suami kamu ada benarnya nak..kami ga mau terjadi sesuatu sama kamu, karena suami kamu ga ada lagi di sekolah" tambah bunda Maya


" Tapi Aira masih pengen sekolah bareng temen -temen Bun kalau boleh" jawab Aira lirih tapi masih bisa di dengar oleh yang lain


" Ya udah..tapi kamu harus janji kalau kamu hamil kamu harus home schooling ok" jawab bunda Maya,bunda Maya tau kalau putranya sudah memiliki gadis cantik itu seutuhnya, karena laporan dari bik asih


" Ia bunda.. jawab Aira pelan sambil mengangguk dan menunduk menyembunyikan wajahnya malunya


Keempat orang tersebut langsung menuju mobil yang sudah terlihat sang supir yang menunggu beserta bodyguard, Azlan dan Aira menuju mobil mereka, karena Azlan membawa mobilnya sendiri tanpa menggunakan supir


Sekitar satu jam lebih rombongan mereka sampai di mansion utama keluarga Abbas, semua turun dari mobil masing-masing dan melangkah menuju pintu utama, tampak para maid yang menyambut kepulangan tuan dan nyonya besar mansion tersebut, mereka menyambut sang majikan dengan sangat hormat


Bik Asih sudah menyiapkan beberapa minuman, mulai dari yang hangat sampai yang dingin, bunda Maya sambil bahagia telah tiba di mansion dan berkumpul dengan putra dan menantunya


Setelah sedikit penyegaran dan bersantai sesaat, semuanya menuju kamar masing-masing, sampai dikamar azlan Langsung menarik Aira ke balkon, membuat gadis cantik itu sedikit terkejut dan heran


Azlan tidak menjawab ia langsung menarik Aira pinggang ramping Aira, merapatkan tubuh mereka sehingga tak berjarak, membuat Aira semakin heran dan dengan spontan tangan nya memegang dada bidang Azlan


" Ada apa kak..." tanya Aira lagi dengan wajah bingung nya


Cup...


Azlan tidak menjawab dan langsung mencium dalam bibir Aira, dengan sangat lembut ia xxxxx bibir Aira dan semakin menuntut,Aira yang kehabisan nafas langsung memukul dada bidang Azlan, sehingga membuat pria tampan tersebut langsung melepaskan pangutannya


" Manis yang... lebih manis dari es krim tadi" ucap Azlan seraya mengusap lembut bibir Aira yang basah dan terlihat sedikit bengkak karena ulahnya


" Ada apa sih kok tiba-tiba nyosor aja" tanya aira heran


" Hukuman tadi bilang lebih percaya ayah dan bunda dibandingkan aku" jawab Azlan sambil tersenyum devil, membuat Aira melotot sempurna


" Hukuman apaan kayak gitu?" protes Aira


Tiba-tiba pintu kamar azlan diketuk,membuat Azlan meninggalkan Aira di balkon dan menuju pintu,Aira duduk santai di balkon seraya menunggu Azlan kembali


Azlan membuka pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat kedua sahabatnya yang sudah berdiri tegak di depan pintu kamarnya sambil tersenyum tampan, keduanya langsung menerobos masuk tanpa menunggu sang pemilik kamar bicara


" Wow bro...kamar baru Lo ya....mewah banget.. sumpah berasa di istana" ucap Alif sambil memandang kamar Azlan dengan penuh kekaguman


" Ada apa kalian kemari?, kita ke ruang santai aja yuk" ajak Azlan seraya menarik tangan Alif,dan menyeretnya ke arah pintu, afkar hanya tersenyum melihat azlan yang tidak mengizinkan mereka di kamar nya, tidak seperti biasanya

__ADS_1


Baru ketiganya akan melangkah keluar pintu, terdengar suara lembut Aira yang melangkah memasuki kamar dari arah balkon


" Siapa kak..? bunda ya?" tanya Aira tanpa menyadari ketiga pria yang melongo dengan mata yang melotot sempurna dengan ekspresi yang berbeda -beda, bagaimana tidak Aira yang muncul tanpa hijab nya


" Sayang... pakai ini" ucap Azlan cepat memakaikan hijab instan Aira yang selalu terletak di dekat sofa kamar mereka


Sedangkan Alif dan afkar masih terbengong-bengong dan tidak berkedip,antara percaya dan tidak mereka baru saja melihat Aira berada di kamar azlan dan tanpa menggunakan hijabnya


" Lo berdua...gila ya dikamar bareng..,gue gak lagi mimpi kan?" tanya Alif tak percaya,Aira hanya bersembunyi di balik tubuh azlan seraya memeluk lengan azlan


" Ntar gue jelasin.. sekarang Lo berdua keluar dulu.. sayang kamu mandi duluan ya,aku bareng mereka dulu" ucap Azlan seraya mengusap kepala Aira dan menciunya


" Kamu tenang aja,biar aku yang jelasin ke Alif,ok" bisik Azlan lembut di telinga Aira,di jawab Anggukan oleh Aira


" Kalian keluar duluan,gue nyusul" ucap Azlan pada kedua sahabatnya


" Oh no ...dosa besar kami biarin kalian berdua di kamar,Aira Lo ga takut apa di perkoxxx sama nih orang?" tanya Alif , sementara Afkar langsung ingin keluar sambil menarik tangan Alif keluar


" Kar..Lo apaan sih..? Lo mau biarin mereka berdua aja di kamar...? kalau Tante atau om Omar tau kita pasti bakal kena imbasnya juga bego" omel Alif yang sudah duduk di ruang santai lantai atas tersebut



Azlan Langsung menyusul kedua sahabatnya di ruang santai setelah meyakinkan Aira yang terlihat khawatir dan sedikit terkejut dengan kehadiran kedua sahabat suami nya tersebut, memang selama mereka menikah sudah beberapa bulan Alif dan afkar tidak berkunjung ke mansion


Azlan mendudukkan bokong nya di atas karpet bulu dan bersandar di sofa,ia menyalakan tv dan menyambung kan nya ke play station,ia terlihat Santai dengan tatapan penuh tanda tanya dari Alif


" Lo ga ada niat gitu buat jelasin ke kita? " tanya Alif geram


" Tentang?" tanya Azlan santai


" Lo bawa cewek ke kamar pribadi Lo...ini mansion bro bukan di apartemen Lo" protes Alif


" Lah terus gue harus bawa dia kemana ? hotel? emangnya dia wanita apaan" jawab Azlan sambil memulai game mereka


Alif ga tau lagi harus berkata apa,ia diam dan mengikuti Mabar bareng Azlan dan afkar, ketiganya terlihat asyik dengan game mereka, sehingga ga menyadari Aira yang sudah turun ke lantai dasar


Tak berselang lama Aira manggil ketiganya untuk makan malam, lagi-lagi Alif semakin bingung melihat Aira yang sedang membantu bunda Maya dan bik Asih menata makanan di meja makan sambil bercanda, terlihat akrab dan manja, Alif juga melihat Aira yang sudah terlihat menggunakan baju yang berbeda menggunakan dress rumahan dan hijab instan


" Malam Tante..." sapa Alif dan afkar sopan sambil meraih tangan bunda Maya dan mencium punggung tangan tersebut


" Malam..wah ada kalian rupanya, Kok bunda ga tau kalian datang, ayok silahkan duduk kita makan malam bareng" jawab bunda Maya ramah


Tak berselang lama muncul Ayah Omar dengan baju santai rumahan dan langsung duduk di kursinya seraya menjawab sapaan kedua sahabat putra nya


Mereka mulai makan,Alif terus memperhatikan Aira yang mengambilkan makan nasi dan minum untuk Azlan,baru ia mengambil untuk dirinya sendiri dan Aira juga duduk di samping Azlan,rasa penasaran Alif semakin besar


Selesai makan Aira beserta sang mertua mengobrol di ruang keluarga sambil menonton beberapa acara televisi, sedangkan Azlan ngobrol bareng kedua sahabatnya di gazebo samping dekat kolam renang


" Lan.. sumpah gue liat hubungan kalian kayak udah serius banget deh,Lo yakin ga bakal nyakitin Aira nantinya?ini perdana loh untuk dia" tanya Alif serius


" Lo kira gue becanda? dan Lo pikir bokap nyokap gue bakalan diem aja kalau sampai gue nyakitin dia? bisa-bisa gue di buang ke Antartika atau di coret dari daftar warisan" jawab Azlan sambil tersenyum


Ketiganya asyik ngobrol dan membahas tentang rencana kampus mana yang akan mereka tuju, kedua sahabat Azlan juga menanyakan tentang alasan azlan menolak menerima beasiswa ke luar negeri


Azlan memang belum jujur pada Alif tentang status nya sekarang,ia ga berani karena belum mendapatkan persetujuan dari bidadari hatinya

__ADS_1


Merasa sudah hampir larut malam,Alif dan afkar memutuskan untuk pulang, setelah berpamitan pada kedua orang tua azlan mereka langsung meninggalkan mansion sang sahabat


Alif dengan penuh tanda tanya, Afkar yang sudah puas,percaya dan yakin bahwa Aira dan Azlan benar-benar sudah berstatus suami istri dan ia yakin mereka bahagia


__ADS_2