
Selesai mandi dan tubuh mereka terasa sedikit rileks,Azlan memakaikan Aira jubah mandi, begitu juga dengan dirinya dan ia langsung menggendong Aira, mendudukkan nya di atas sofa di kamar mereka,Azlan berjalan menuju waalk in closet untuk memakai bajunya dan mengambilkan baju tidur untuk Aira
Azlan memunguti semua pakaian mereka yang tadi ia lempar sembarangan karena gairah menguasai nya,ia melihat seprey dan tersenyum lebar, dengan jelas Azlan dapat melihat noda merah di atas seprey tersebut , menandakan dialah pria pertama yang menjamah istrinya,Azlan sangat bahagia dan bangga memiliki wanita cantik itu seutuhnya
Setelah Aira selesai memakai baju nya yang diberikan oleh azlan ia bangun dan melangkah menuju ranjang dengan langkah sedikit tertatih, azlan yang baru masuk setelah dari dapur mengambil minum melihat Aira yang sedikit kesusahan saat berjalan merasa sangat bersalah
Azlan melangkah cepat, meletakkan gelas yang berisi air mineral di atas nakas,ia segera menghampiri Aira dan langsung menggendong Aira
" mau kemana? kenapa ga tunggu aku sebentar" ucap Nya geram
" Mau buka sepray nya dan ganti dengan yang lain" jawab Aira
" kenapa harus di ganti? udah malem juga" ucap Azlan keberatan
" I- itu ada nodanya" jawab Aira malu
" Biarin aja dulu,biar besok pagi di ganti sama bibik aja,aku suka lihat noda itu" jawab Azlan sedikit menggoda
"ya sudah, tapi Biar Aira aja yang ganti besok,Aira malu kalau bibik atau orang lain lihat" jawab aira sambil menunduk,dan ia langsung menutup noda tersebut dengan selimut
" Istirahat ya udah hampir pagi, atau masih mau lanjutin yang tadi lagi?" tanya Azlan menggoda
" kakak.. mesum banget sih" jawab Aira cemberut
" Habisnya kamu itu enak banget... masih sakit Hem?"tanya Azlan, yang di jawab dengan anggukan oleh Aira
Azlan langsung menaiki ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping Aira, ia menarik Aira dalam pelukannya dan mengusap lembut punggung Aira agar gadis itu cepat tertidur
Akhirnya kedua insan muda itu langsung tertidur pulas, keduanya merasa lelah setelah pertempuran hebat mereka yang baru pertama kali mereka rasakan
Azan subuh berkumandang membangun kan umat yang masih tertidur menyampaikan bahwa waktunya untuk menghadap sang pencipta, memohon dan meminta pada sang pencipta, menyampaikan segala keluh kesah nya
Aira mengerjabkan matanya dan membuka nya perlahan,ia merasakan tubuhnya berat seakan-akan ada yang menimpa nya,Aira melihat ternyata sang suami yang memeluknya posesif,Aira mencoba menggerakkan tubuhnya sedikit,dan memindahkan tangan azlan yang sedang memeluk nya,tapi itu semua sia-sia
Tubuh Aira terasa remuk dan area sensitif nya masih terasa nyeri, Aira menatap wajah Azlan dalam,ia merasa semalam suaminya sangat lihai saat mereka melakukan xxxxx suami istri, Azlan menjelma bak seorang pria dewasa yang seakan sudah sangat berpengalaman
Aira menggeleng saat membayangkan mungkinkah suami nya tersebut sudah pernah bahkan mungkin sering melakukan hubungan tersebut dengan wanita lain? perasaan nya seakan terasa tercubit saat membayangkan bahwa dirinya bukanlah yang pertama untuk sang suami
Aira mengusap lembut kepala dan wajah azlan, rambut nya halus, kulit wajahnya sangat lembut bak seorang bayi,bulu matanya lentik,hidung mancung dan bibir yang terlihat sangat seksi, untuk seorang pria suaminya ini memang memiliki wajah yang nyaris sempurna, benarkah ia akan menjadi wanita satu-satunya di hati azlan sekarang dan seterusnya? Aira masih memiliki rasa takut itu
" Kakak... bangun.. Shalat subuh yuk" ucap Aira lembut membangunkan Azlan
" Lima menit lagi sayang..." Jawab Azlan semakin mengeratkan pelukannya
" Kak...ini aja udah hampir telat loh,nanti kesiangan..." omel Aira
" Sabar Ara... Kiss nya mana?" tanya Azlan masih dengan Mata terpejam
Cup...
__ADS_1
Satu kecupan singkat Aira berikan di kening Azlan,membuat Azlan langsung membuka matanya
Cup...
" Itu baru morning kiss, yuk mandi bareng biar cepat" ajak Azlan, membuat Aira langsung menggeleng dengan pipi bersemu merah
" Kakak duluan aja" jawab Aira singkat dan menggerakkan kakinya hendak turun dari ranjang
AW....issss
Desis Aira pelan seraya meringis dan menyentuh area sensitif nya,membuat azlan langsung bangkit dari tidurnya dan menghampiri Aira
" Masih sakit banget ya..? sorry.." tanya Azlan dengan wajah melasnya dan berjongkok di depan lutut Aira
" Sedikit.." Jawab Aira sambil tersenyum dengan wajah yang merona merah
Tanpa berkata apapun Azlan langsung berdiri dan menggendong tubuh Aira ala bridal styile dan membawanya ke kamar mandi, membuat Aira sangat terkejut dan langsung mengalungkan lengannya di leher Azlan seraya membenamkan wajahnya di dada bidang Azlan
Sampai di kamar mandi Azlan terlebih dahulu membuka bajunya dihadapan Aira
" Ka-kak ma- mau ngapain...?" tanya Aira gugup
" Mau makan kamu ..." jawab Azlan menjadi usil karena mihat Aira yang terlihat tegang saat melihat azlan membuka bajunya
" Ta- tapi..." ucap Aira gugup
" Ya mau mandi lah sayang..., masak ia aku mau makan kamu masih dalam keadaan seperti ini,aku ga mungkin tega sayang" jawab Azlan sambil menghampiri Aira dan membantu Aira membuka baju tidur nya,membuat Aira sangat malu
Setelah selesai ia dengan cepat memakai jubah mandi pada tubuh nya dan juga tubuh Aira,Aira merasakan lebih baik, sehingga ia langsung berwudhu dan keluar dari kamar mandi secara perlahan, Azlan juga melakukan hal yang sama setelah memastikan Aira sudah selesai dan keluar dari kamar mandi
Keduanya melakukan shalat Subuh bersama dengan Azlan yang menjadi imam,Aira meraih tangan Azlan dan mencium punggung tangan nya dengan takzim, azlan mengusap dan mengecup dalam kepala Aira, membuat Aira merasa sangat tenang
Setelah memakai pakaian santai nya Aira langsung membuka sepray nya dan memasang yang baru, sedangkan Azlan terlihat sedang fokus dengan laptop nya yang menampilkan grafik keuangan dan perkembangan perusahaan atau apapun itu yang menyangkut tentang perusahaan atau saham,Aira tidak terlalu paham
Aira menghampiri Azlan di sofa balkon dan duduk di samping nya, Azlan yang tau kedatangan Aira langsung menatap wanita cantik tersebut dan mengecup singkat kepala nya seraya mengusap nya lembut, selanjutnya matanya kembali fokus ke laptop nya
" Masih sakit .?" tanya Azlan tanpa berpaling dari laptop nya, sedangkan sebelah tangan nya menggenggam lembut tangan Aira dan mengecup nya berkali-kali,tangan kanannya masih terus lincah menari di atas keyboard laptop milik nya
"Sayang..kita ke danau yuk..." ajak nya pada Aira
" Tapi besok Aira kan sekolah" jawab Aira
" Nanti aku telfon kepala sekolah dan aku janji akan buat semua tugas kamu selama kamu ga masuk sekolah" bujuk nya
" Ya sudah" jawab Aira mengangguk patuh, membuat azlan sangat bahagia dan tersenyum
Keduanya sedang menuruni tangga menuju meja makan, mereka akan sarapan terlebih dahulu baru selanjutnya akan berangkat menuju danau, Azlan ga mengizinkan Aira membawa apapun, karena segala keperluan mereka sudah ia siapkan disana
" Bik ... mungkin beberapa hari kami ga pulang ke mansion,kami mau liburan sebelum ujian" beritahu Azlan pada Bik asih
__ADS_1
" Baik den" jawab nya mengerti,Bik asih sangat bahagia melihat sang tuan muda dan Nona mudanya yang semakin dekat dan terlihat seperti pasangan lainnya, tidak seperti beberapa bulan lalu yang jelas terlihat keduanya saling canggung,ia berdoa semoga cepat mendengar kabar bahagia
Azlan dan Aira berangkat menuju danau, mereka hanya membawa handphone dan dompet masing-masing, tidak membawa barang lain hanya membawa laptop kerja dan sekolah milik azlan
Sekitar beberapa puluh menit mereka sampai di danau buatan milik azlan pribadi,sang penjaga danau langsung menghampiri memberi salam dan tanda hormat pada kedua insan muda tersebut
Aira tersenyum ramah,membuat Bik Ida dan sang suami sangat mengagumi sosok cantik tersebut, mereka sampai berkhayal seandainya memiliki putri secantik dan sebaik istri majikannya tersebut, mungkin mereka adalah orang tua paling bahagia di muka bumi ini
Sedangkan Azlan hanya mengangguk dan meminta tolong untuk mengambil semua barang kebutuhan pangan di bagasi mobilnya,ia juga mengatakan pada Bik Ida dan suaminya bahwa dirinya dan Aira akan menginap beberapa hari di tempat tersebut, membuat Bik Ida dan sang suami merasa sangat senang
"Sayang.. istirahat dulu yuk,kamu masih capek" ajak nya lembut sambil menuntun Aira menuju gubuk pribadi miliknya
" Bibik...maaf kami istirahat dulu ya,kak Azlan juga capek, semalam baru habis pulang dari luar kota" ucap Aira lembut dan di angguki oleh Bik Ida, Azlan yang melihat istrinya sangat sopan merasa sangat bangga,ia mengusap lembut kepala Aira yang masih tertutup hijab
Keduanya memutuskan untuk istirahat sebentar, Azlan mengatakan akan mengajak Aira naik perahu mengelilingi danau saat sore nanti, membuat Aira sangat penasaran
Setelah shalat zhuhur Azlan terlihat sedikit sibuk dengan laptop nya dan berbicara dengan sang asisten, sedangkan Aira memilih jalan-jalan seraya melihat Bik Ida yang tampak sedang berkebun dengan sang suami
" Sayang... jangan jauh-jauh jalan nya, disini sesekali ada orang desa yang lewat mencari kayu bakar,aku ga mau kamu menjadi objek wisata mereka" ucap Azlan mengingatkan Aira yang masih terlihat berjalan di sekitarny, Azlan duduk di gazebo di pinggir danau sambil memangku laptop nya
Aira mengangguk patuh,ia tersenyum mendengar ucapan Azlan* kenapa suami nya sepertinya menjadi sangat posesif?* batin nya, sedangkan bik Ida dan sang suami yang melihat Aira berjalan-jalan sendiri mereka sangat bahagia bagaikan melihat keindahan kupu-kupu yang berterbangan diantara bunga
" Pak... istrinya tuan azlan itu cantik, lembut dan baik banget ya pak, ibuk suka banget liat wajah nya, kinclong banget" ucap bik Ida pada suaminya
" Ia... kayak nya memang baik banget, namanya juga orang kaya buk.. gimana ga kinclong, berdiri jarak satu meter aja udah kecium wanginya buk
" Tapi katanya non Aira itu udah yatim piatu, kasian ya pak.. masih muda udah ga ada orang tuanya,mana anak tunggal juga ga punya saudara kandung" ucap bik Ida
" Ia ya.. untung tuan Azlan itu kayaknya cinta dan sayang banget sama istrinya,udah itu dari keluarga kaya raya lagi,liat aja itu mobilnya udah baru lagi,mana mobil luar negeri, pasti mahal itu" jawab suami bik Ida
" Ia sih tuan azlan memang nampak banget sayang dan cintanya sama non Aira,wajar sih.. orang cantik, lembut dan baik banget gitu orangnya,udah kayak bidadari aja" ucap bik Ida dan di angguki oleh sang suami
Keduanya melanjutkan berkebun nya,sambil sesekali mengawasi Aira, mereka takut kalau Aira akan berjalan jauh dari pengawasan mereka atau jauh dari tempat tersebut, mereka takut tiba-tiba ada orang desa yang lewat mencari kayu bakar,dan akan menggodanya, karena mereka terkadang bersama anak laki-laki mereka
"Bibik sama mamang lagi nanam apa?,Aira boleh ikut bantuin ga?" tanya nya saat sudah berada di hadapan pasangan suami istri paruh baya tersebut
" Ini non lagi nanam sayuran palawija, jangan non nanti tuan marah kalau liat non kotor-kotoran" jawab bik Ida
" Bibik tenang aja...kak Azlan ga akan marah, orang nya aja lagi sibuk sendiri tu " jawab Aira sambil menunjuk azlan
" Tuan azlan kalau kemari emang sering terlihat sibuk dengan laptop nya, emang kalau sekolah di kota itu banyak banget tugas nya ya" ucap bik Ida yang mengira azlan selalu sibuk dengan tugas sekolah
" Gak juga kok bik,kami satu sekolah,kak Azlan emang sibuk dengan beberapa tugas kantor ayah,kalau ayah dan bunda sedang di kuar negeri mengurus perusahaan mereka yang disana,maka perusahaan yang disini akan menjadi tanggung jawab kak Azlan, jadinya gitu deh bik, ngajakin liburan tapi sibuk sendiri " jawab Aira
" Oo jadi tuan azlan anak pengusaha,kami kira anak pejabat, pasti orang tuanya kaya banget ya non, kalau ga mana mungkin bisa beli dan buat tempat ini,trus gaji kami juga, mobilnya juga bolak balik ganti yang baru, pasti mobil mahal itu" jawab bik Ida
" Kak Azlan memang hoby koleksi mobil bik, Ayah memang pengusaha sukses, Ayah berdarah Turki campuran,bunda juga berdarah campuran luar negeri, makanya ayah sama bunda sekarang sering keluar negeri, karena Opa dan Oma tinggalnya di Roma Italia dan sekarang Opa sering sakit-sakitan " jelas Aira
" Wah pantes aja tuan Azlan itu ganteng banget,ternyata keturunan bulek,udah itu orang kaya raya juga,tapi tuan azlan itu baik banget, walaupun orang nya pendiam banget dan ga pernah ngobrol sama kami,tapi gaji kami ga pernah telat, selalu tepat waktu " jawab bik Ida
__ADS_1
Aira hanya mengangguk sambil tersenyum,ia bahagia mengetahui bahwa orang yang bekerja pada suaminya ternyata mengagumi sang majikan,ternyata di balik sifat arogannya Azlan juga cukup baik pada orang lain
Aira sangat bahagia bisa ikutan berkebun,ia ga perduli baju dan tangan nya sudah di penihu oleh noda tanah, bahkan sampai wajah nya,membuat bik Ida dan sang suami sangat gemas melihat nya, mereka merasa seakan-akan memiliki seorang putri, sehingga Mereka terlihat sangat asyik bercengkrama,tanpa mereka sadari sejak tadi Azlan terus memperhatikan istrinya yang terlihat sangat bahagia