DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
16


__ADS_3

Sesampainya di kelasnya Aira melihat melodi sudah duduk di bangku nya, ia melihat melodi sedang asyik dengan ponsel canggih nya, mungkin sedang berbalas chat dengan seseorang,Aira langsung melangkah menghampiri meja nya dan melodi, sebenarnya ia merasa sangat tidak enak karena telah meninggalkan teman barunya tersebut


" Sorry ya Mel tadi saya ninggalin kamu sendiri di kantin, maklum saya udah terbiasa lama ga ada temen, kemana-mana sering sendiri" ucap Aira sambil tersenyum canggung


" It's okay gue ga papa kok yang penting Lo baik-baik aja dan lagian sekarang Lo udah di sini, baru aja gue mau telfon Lo" ucap melodi seraya tersenyum tulus


" Thanks ya udah mau jadi temen gue" ucap Aira tulus sambil mengusap lembut lengan melodi


" Gue yang makasih banget sama Lo udah mau jadi temen gue,secara Lo itu pandai, cantik, muslimah lagi di bandingkan gue masih jauh banget dari Lo" jawab melodi sambil menunjukkan senyuman manis nya


Aira hanya menggeleng mendengar kata-kata yang melodi ucapkan, menurut nya melodi adalah gadis yang baik jadi ga ada alasan untuk nya untuk tidak memilih melodi menjadi teman nya, bagi Aira teman baik itu ga harus yang terlihat sempurna, yang ia butuhkan adalah hati yang benar-benar tulus menjadikan dirinya teman


Obrolan mereka terhenti saat seorang guru muda yang cukup tampan memasuki kelas tersebut,kelas menjadi riuh dengan godaan para siswi perempuan yang mengidolakan sang guru tampan tersebut,Aira dan melodi tersenyum lucu dan menggeleng melihat tingkah konyol para teman sekelas mereka yang sangat bersemangat menggoda guru magang tersebut


Pelajaran berlangsung dengan tenang, walaupun sesekali terdengar candaan dan godaan konyol para pelajar wanita, membuat suasana menjadi sedikit lebih santai dan rileks, sedangkan sang guru sejak pertama masuk perhatiannya terus tertuju pada gadis cantik berhijab yang ia tau adalah murid baru hari ini dan mampu membuat hati nya serasa seperti dihipnotis oleh gadis cantik tersebut


Berbeda dengan Aira ia malah sama sekali tidak tau bahwa sang guru tengah memperhatikan dirinya secara diam-diam,Aira justru terlihat sangat serius dengan belajar nya dan sesekali terlihat ia sedang mengajari melodi jika teman baru nya tersebut bertanya pada nya, melodi mengatakan ia juga mengagumi sosok guru muda tersebut,tapi ia lebih suka pacaran dengan sesama anak sekolah, katanya sih ia ingin menikmati momen putih abu-abu nya, sementara Aira hanya tersenyum mendengar perkataan melodi


Sedangkan di tempat lain di sekolah tersebut tiga pemuda tampan yang sangat berkuasa di sekolah tersebut sedang asyik ngobrol sambil bermain bilyard di ruangan khusus milik salah satu dari mereka sang putra pemilik yayasan tersebut, mereka memilih bersantai di ruangan pribadi mereka dari pada di kelas harus mendengarkan ocehan unfaedah para wanita alay di kelas mereka, karena guru mereka berhalangan hadir, sehingga mereka di bebaskan oleh sang wali kelas


Azlan terlihat tenang dengan ponsel canggih super mahalnya, sedangkan kedua sahabat nya asyik dengan bilyard mereka, sesekali terdengar rawa dari Afkar dan Alif yang bercerita hal konyol dan unfaedah, mereka juga sedang asyik merencanakan apa yang akan mereka lakukan setelah dari sekolah, karena hari ini mereka memang tidak ada yang ke kantor orang tua mereka, makanya mereka berencana akan melakukan kegiatan sesuai hoby mereka


" Bro menurut Lo bidadari gue sukanya apa ya..?" tanya afkar pada Alif dan Azlan


" Mana gue tau oon.. kenalan juga belum" jawab Alif geram, sedangkan Azlan terlihat tidak berniat menjawab,ia hanya menggidikkan bahunya acuh


" kira- kira doi suka nya bunga, boneka, coklat, perhiasan atau barang mewah lainnya ya" gumam Afkar yang masih bisa didengar oleh Alif dan Azlan


" coba Lo kasih bunga deposito.. pasti ga akan nolak dia" jawab Alif sambil tertawa


" kalau dia udah jadi milik gue, jangan kan bunga deposito... setengah dari saham milik gue juga gue atas namakan dia" jawab Afkar terdengar serius


" Lo beneran serius suka sama doi..? di tolak ntar nangis Lo" tanya Alif berubah menjadi mode serius


" Dua rius gue, kalau yang jadi taruhan nya kayak dia, nangis darah juga gue rela" jawab Afkar semangat


" udah punya pacar dia" jawab Azlan tiba-tiba membuat kedua sahabat nya langsung menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya

__ADS_1


" Tadi kebetulan gue denger dia lagi telfonan sama pacar nya di taman" jelas Azlan menjawab pandangan kedua sahabat nya yang ia tau sangat penasaran dengan pernyataan dari nya


Setelah beberapa jam akhirnya bel sekolah berbunyi menandakan bahwa proses belajar mengajar telah selesai dan para siswa sudah di izinkan untuk meninggalkan sekolah tersebut


Aira dan melodi langsung merapikan semua perlengkapan belajar mereka dan menyimpannya ke dalam tas, keduanya melangkah meninggalkan kelas mereka, menyusuri koridor menuju parkiran, melodi Langsung menuju mobilnya, sedang kan Aira berbelok menuju ke asrama sekolah tersebut,juga terlihat beberapa pelajar lain yang menuju ke arah yang sama dengan nya


Sesampainya di kamar nya Aira langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan melakukan shalat, setelah nya ia langsung memakan makan siang nya yang memang sudah tersedia di depan pintu setiap pemilik kamar,para pekerja di dapur umum memang selalu mengantar makanan mereka dan para siswa diwajibkan mengantar kotak bekal mereka setiap pagi ke dapur untuk tempat makan siang dan sore mereka


Selesai semua Aira langsung mengganti bajunya dengan dress sederhana dan hijab, hari ini adalah hari pertama nya melakukan pekerjaan sebagai model muslimah di Jakarta di salah satu agenci yang menawarkan nya menjadi brand ambassador merk tersebut, Aira sudah memesan taksi online sehingga ia bisa sedikit lebih santai, setelah selesai dengan out fit nya ia langsung turun menuju gerbang asrama dan meminta izin kepada satpam



Setelah meminta izin kepada satpam Aira langsung menghampiri taksi online nya dan langsung melaju membawanya ke tempat tujuan,Aira membuka aplikasi handphone nya dan menghubungi sang Tante mengatakan bahwa ia sudah di perjalanan


Pejalan sekitar 25 menit Aira sampai di sebuah cafe yang terlihat mewah dan lumayan ramai, setelah membayar ongkos taksi Aira turun dan berlahan melangkah memasuki cafe elit tersebut, kehadirannya lagi- lagi menjadi pusat perhatian orang, dari meja paling ujung terlihat sang Tante yang melambaikan tangannya memanggil Aira,dimeja tersebut juga ada beberapa orang yang mungkin ada hubungannya dengan rencana kerja sama mereka


Aira Langsung melangkah menuju meja sang Tante dan beberapa teman nya tersebut, ia memberikan salam hormat karena mereka memang jauh lebih tua dari dirinya, mereka duduk dan memulai semuanya, setelah selesai dan mendapatkan kesepakatan bersama mereka langsung menuju ke belakang cafe tersebut yang memang terdapat sebuah taman kecil namun indah


Didampingi sang Tante Aira memulai pemotretan nya setelah beberapa kali berganti pakaian, ia tetap meminta pada photografi dan pihak brand terkait untuk tidak menampilkan wajah nya secara terang terangan, dengan alasan ia tidak ingin kehidupan pribadinya jadi terganggu ia ingin bebas kemanapun tanpa harus di kejar- kejar paparazi dan penggemar dan syukur nya mereka menyetujui persyaratan tersebut





Setelah selesai Aira langsung mengganti bajunya dengan dress milik nya dan langsung menghapus makeup tipis di wajah cantiknya,ia memang tidak terbiasa dengan makeup kecuali untuk perawatan saat akan tidur malam dan pelembab di pagi hari setelah mandi


Aira dan yang lain langsung meninggalkan cafe tersebut setelah mencicipi hidangan di cafe tersebut, tanpa Aira tau sejak ia keluar dari area belakang cafe ia sudah di perhatikan oleh tiga pemuda tampan yang tak lain adalah Azlan dan sahabatnya


Aira pulang ke asrama dengan di antarkan oleh sang tante


" Mbak...sini sebentar..." ucap Afkar pada salah satu pelayan cafe mewah tersebut yang tak lain adalah cafe milik keluarga nya


" Ia mas ada yang bisa saya bantu...?" tanya sang pelayan sopan,ia tau siapa Afkar


" Barusan ada acara apa kok mereka dari arah belakang..? atau mereka yang mbak bilang booking taman buat pemotretan..?" tanya afkar pada sang pelayan

__ADS_1


" Ia mas... mereka yang kemarin saya bilang mau booking taman buat pemotretan dan tadi itu kan mereka bareng para model nya" jawab pelayan tersebut apa adanya


" yang berhijab pakai dress warna coklat itu siapa...?" tanya afkar to the point


" Oh mbak yang cantik banget itu.. kurang tau juga mas,soalnya ini baru pertama kali mbak cantik itu ada saat pemotretan di sini, biasanya ga ada, sepertinya keponakan mbak Rita model muslimah yang paling terkenal itu" jawab pelayan itu kembali


" ok.. terimakasih atas infonya, silahkan lanjutkan pekerjaan mbak dan tolong kalau mereka booking taman lagi segera hubungi saya


Dijawab dengan anggukan patuh oleh pelayan tersebut dan langsung melangkah meninggalkan meja afkar dan kedua sahabat nya


"Lo beneran penasaran banget dengan tu cewek bro.. kenapa ga Lo lacak aja identitas nya?" tanya Alif sedikit memberikan ide


" Identitas nya tertutup dan sangat di rahasiakan, kayak nya ada orang yang berpengaruh yang mengawasi dia" jawab Afkar apa adanya karena ia memang sudah mencoba mencari tahu tentang identitas Aira melalui internet


Ketiga pria tampan tersebut kembali melanjutkan obrolan mereka setelah beberapa teman wanita mereka datang, rencana nya mereka akan melanjutkan nongkrong nya di arena balap liar para anak Sultan yang mereka tau malam ini ada beberapa ketua geng motor yang akan bertaruh untuk mendapatkan sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru


Azlan tidak terlalu tertarik untuk mengikuti balapan liar seperti itu,ia hanya suka melihat nya saja dan bisa di katakan sangat jarang ia mengikuti acara tersebut,ia memang ahli dan jago di dunia balap,tapi ia lebih suka mengikuti balapan resmi dan ia sering melakukan itu saat di Roma Italia


Sedangkan di tempat lain Aira terlihat sedang duduk sendiri di balkon kamar apartemen nya,ia memang tidak kembali ke asrama karena sudah malam,ia tidak ingin membuat masalah dan di pandang tidak enak oleh penghuni asrama lain nya


Aira sedang mengingat masa indah saat ia kecil bersama keluarga nya dan saat ia remaja di desa bersama Umi nya,kini Aira benar- benar merasa sendiri, walaupun masih ada sang Tante yang ia tau juga sangat menyayangi nya, tapi tidak akan bisa menggantikan sang Umi yang sangat menyayangi dan memanjakan nya


Aira menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan bangkit dari duduknya,ia meraih ponsel dan dompet nya lalu menuju pintu,ia berencana ingin membeli beberapa cemilan dan roti untuk ia sarapan besok pagi, serta beberapa kebutuhan dapur, walaupun ia belum bisa memasak setidaknya ia masih bisa membuat sandwich, omelette dan nasi goreng untuk dirinya sendiri


Aira melangkah perlahan menuju lift dan langsung yang kebetulan sedang berhenti tepat di lantai ia tinggal, setelah lift terbuka dan orang di dalam nya keluar Aira langsung masuk dan menekan tombol lantai dasar,ia tidak tau bahwa orang yang baru saja keluar dari lift tersebut sangat terkejut melihat nya berada di apartemen yang sama dengan orang tersebut


Dude sang guru magang di sekolah Aira ternyata tinggal satu apartemen bahkan satu lantai dengan Aira,dude benar-benar semakin penasaran tentang siapa Aira, bukan nya tadi sangat jelas ia melihat bahwa gadis cantik tersebut tinggal di asrama,tapi kenapa malam ini malah berada di apartemen tersebut dengan dres dan hijab rumahan yang membuat gadis cantik tersebut terlihat semakin cantik dan seksi di mata dude


Aira Langsung melangkah menuju lobby setelah lift terbuka,ia langsung menuju mini market yang terletak di lantai dasar apartemen tersebut, Aira membeli beberapa kebutuhan dapur dan beberapa jenis makanan ringan, susu serta roti, karena setiap kali selesai pemotretan ia akan pulang ke apartemen tersebut dan dalam seminggu ia memiliki jadwal sekitar dua atau tiga kali pemotretan


Setelah merasa cukup dengan belanjaan nya ia langsung menuju kasir dan membayar semua belanjaan nya, selesai dengan pembayaran nya Aira langsung menuju lobby apartemen dan melangkah menuju lift, beberapa menit kemudian lift terbuka dan Aira masuk dengan menenteng pelastik belanjaan nya, baru saja pintu lift akan tertutup tampak sebuah tangan menjulur menghentikan lift tersebut dan masuk seorang pemuda tampan yang terlihat sangat dingin dan cuek


Aira Langsung menekan tombol menuju lantai ia tinggal, sedangkan pemuda yang berada di sebelah nya tampak sangat sibuk dengan ponselnya dan terlihat tidak menekan tombol tujuan nya, tapi Aira juga tidak terlalu perduli dengan itu semua,ia berdiri tenang seraya menunggu lift tersebut berhenti di lantai tujuan nya, Aira tidak tau bahwa pemuda tersebut satu sekolah dengan nya karena pemuda tersebut memakai jaket segi yang terlihat hanya celana nya


Sedangkan Azlan sebenarnya sangat terkejut melihat keberadaan Aira di apartemen yang sama dengan dirinya dan berbeda satu lantai di bawah nya, Aira tidak menyadari bahwa sejak tadi Azlan terus memperhatikan gerak gerik nya, keduanya terdiam dan sama sekali tidak menyapa satu sama lain, Aira merasa sangat canggung berada berada dalam satu lift dengan seorang pria, sedangkan Azlan terlihat sangat menikmati melihat Aira yang terlihat sangat gelisah


Azlan merasa gadis cantik di samping nya tersebut terlihat berbeda saat menggunakan dress dan hijab rumahan, menurut nya Aira terlihat sangat cantik dan seksi tapi entah mengapa ia seperti merasa sangat tidak suka melihat Aira berpenampilan seperti itu, dimatanya itu terlihat sangat menggoda bagi laki-laki yang melihat nya

__ADS_1



__ADS_2