
Sudah tiga hari Salsabila di rawat di RS tersebut dan Arsyad selalu setia menemani nya,ia hanya sesekali meninggalkan gadis cantik tersebut untuk melaksanakan Shalat, semua kebutuhan nya sudah di antar ke RS oleh sang Umi yang juga setiap hari selalu berusaha meluangkan waktunya untuk menjenguk sang menantu kesayangan nya tersebut, kedua orang tua Salsabila juga selalu rutin membawakan makanan untuk Arsyad setiap kali sudah sampai waktu makan dan sang bunda juga selalu rutin menyediakan berbagai macam cemilan untuk sang menantu kesayangan nya tersebut
Tanpa mereka duga dan sadari ternyata bahaya masih mengintai nyawa putra dan putri mereka, yang tak lain adalah saingan bisnis keluarga Abbas yang merasa sangat dirugikan karena Tuan Abbas memutuskan kerja sama mereka, beliau tidak setuju dengan perbuatan curang orang tersebut, keluarga Abbas adalah pengusaha sukses dan mereka tidak pernah menggunakan cara kotor untuk meraih keuntungan yang besar, dan keputusan keluarga Abbas tersebut tidak diterima oleh orang tersebut, sehingga ia ingin menghancurkan keluarga Abbas dengan cara apapun, walaupun harus menghabisi nyawa orang sekalipun
Dan sasaran mereka adalah putri kesayangan keluarga Abbas yang gagal mereka lenyapkan dan malah mereka mendapat kabar bahwa gadis cantik tersebut sudah menikah dengan anak salah satu ustadz kondang di kota tersebut, membuat mereka menjadi semakin bertambah geram dan berniat akan menghabisi keduanya
Arsyad sudah selesai membereskan semua keperluan nya dan barang- barang sang istri, hari ini Billa sudah di perbolehkan pulang, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah keluarga Abbas sampai Salsabila sembuh, setelah nya mereka memutuskan akan tinggal di rumah sederhana di dalam ponpes dan akhirnya Arsyad memutuskan untuk melanjutkan pendidikan nya di kota tersebut dan menerima tawaran beasiswa dari kampus yang terbilang terbaik di kota tersebut
Arsyad mengendarai mobil mewah milik Salsabila dan langsung menuju kediaman keluarga Abbas,para orang tua telah lebih dulu menunggu mereka di rumah,para orang tua berniat memberikan kejutan untuk pasangan muda tersebut dan sekalian sedikit syukuran untuk pernikahan mereka dan kesembuhan sang putri
Arsyad terus menggenggam lembut jari lentik Salsabila, sesekali ia mengecup nya singkat, membuat Salsabila menggeleng melihat tingkah sang suami, mereka sangat bahagia dan bersyukur karena Tuhan memberikan mereka kesempatan untuk bersama, Arsyad terus melajukan mobil mereka memasuki gerbang kompleks mewah tersebut dan sudah terlihat gerbang mewah kediaman keluarga Abbas,naas saat ia membelokkan mobilnya ingin memasuki gerbang mewah tersebut, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi langsung menghantam mobil mereka dan dalam hitungan detik mobil yang menabrak mereka meledak di tempat
Sontak kejadian tersebut membuat gaduh semua orang yang melihat nya termasuk keluarga pasangan muda tersebut yang memang tengah menunggu kedatangan mereka ke rumah tersebut, semuanya langsung shock saat melihat mobil yang sangat mereka kenali dan langsung membuat mereka histeris terutama kedua wanita cantik yang tak lain adalah sang bunda dan ummi
Dengan segera mereka langsung menghubungi kantor polisi dan rumah sakit, mereka berharap putra dan putri mereka masih sempat tertolong
" Sayang.. kalian sabar ya.. sebentar lagi ambulans nya datang, Umi yakin kalian pasti kuat"ucap sang umi dengan bercucuran air mata sambil terus menciumi seluruh wajah keduanya dan langsung di angguki oleh sang bunda
" Kami ga apa apa Umi..bunda.. tolong jangan bawa kami kerumah sakit,bawa kami kerumah aja.." jawab Arsyad dan juga di angguki oleh Salsabila, keduanya tersenyum
Tanpa bisa membantah permintaan keduanya,para orang tua mereka langsung mengangkat kedua nya ke dalam rumah mewah tersebut dan langsung membaringkan keduanya di kamar yang memang sudah mereka siapkan untuk pasangan muda tersebut, Tuan Abbas langsung menghubungi dokter pribadi keluarga mereka untuk datang ke kediaman nya dan dalam waktu beberapa menit sang dokter telah tiba di kediaman keluarga Abbas
__ADS_1
Sedangkan di luar rumah para polisi sedang sangat sibuk mengidentifikasi lokasi kejadian kecelakaan tersebut dan mereka juga memeriksa beberapa CCTV yang memang tersedia di luar gerbang rumah mewah tersebut dan di sepanjang jalan memasuki gerbang kompleks mewah tersebut, dan polisi menyimpulkan bahwa kecele tersebut memang sudah di rencanakan, membuat tuan Omar sangat murka dan langsung meminta agar polisi mengusut tuntas kasus tersebut,ia akan membayar berapapun biaya yang dibutuhkan dalam penyelidikan kasus tersebut
Sedangkan ustadz Khalid masih terdiam, beliau masih sangat shock dengan kejadian itu, putra satu-satunya, harapan penerus nya kini dalam keadaan yang ia tau tidak baik baik saja, tapi ia tetap berusaha untuk tabah menghadapi semua nya, mungkin ini adalah takdir untuk nya dan sang putra, Tuan Omar yang melihat sang besan hanya terdiam sambil berzikir langsung menghampiri nya dan memeluk erat tubuh ustadz Khalid sambil mengucapkan kata maaf
" Maaf... maafkan kami telah membawa putra anda dalam bahaya karena meminta nya untuk menikahi putri kami, saya mohon maaf kan saya, istri dan putri saya, karena urusan bisnis keluarga saya putra kalian juga harus merasakan sakit seperti sekarang" ucap sang bisan tulus meminta maaf
" Tidak ada yang perlu meminta maaf dan tidak ada yang perlu di maafkan,kami Ikhlas menerima permintaan pernikahan itu, putra kami juga sangat mencintai putri kalian, sekarang mereka adalah anak kita, apapun yang akan terjadi mari kita sama-sama hadapi dengan ikhlas dan sabar" balas Ustadz Khalid tulus sambil tersenyum dan mengusap punggung tuan Omar
" Saya sangat bersyukur telah bertemu dan menjadi keluarga Anda ustadz, putri saya memang tidak salah menempatkan hatinya pada pria yang tepat, saya tau sangat kecil kemungkinan keselamatan untuk anak kita, kecuali Allah yang menginginkan Nya, tapi saya mohon.. Atas izin Allah andaikan Arsyad dan Salsabila tidak diberikan umur panjang..maka izinkanlah putri bungsu anda kelak menikah dengan putra bungsu kami, saya mohon dengan sangat" ucap sang Tuan Omar tulus sambil langsung terduduk sambil memeluk lutut Ustadz Khalid
" Jangan seperti ini tuan, bangun lah.. saya mengizinkan nya jika memang Allah juga mengizinkan, jodoh, Rizky dan maut semuanya sudah Allah yang tentukan, kita sebagai hamba hanya di tuntut untuk berusaha dan berdoa memohon segala kebaikan " jawab Ustadz Khalid tulus dan langsung di angguki oleh tuan Omar, tanpa mereka sadari ternyata istri mereka juga mendengar perjanjian yang mereka ucapkan, termasuk beberapa keluarga mereka yang lain, dan mereka sangat setuju dengan keputusan kedua pria yang mereka anggap sebagai para pria hebat untuk keluarga mereka
Sementara kedua keluarga berusaha untuk tetap terlihat tenang dan terus mendampingi putra dan putri mereka dengan senyuman yang terbaik, walaupun dalam hati mereka sedang sangat hancur dan takut akan kehilangan kedua nya, Sang Tante yang sangat menyayangi Salsabila tidak sanggup menyaksikan sang keponakan yang sedang berusaha melawan rasa sakitnya, istri dari paman galih nya tersebut langsung berlari menuju dapur dan menumpahkan semua tangisnya,ia yang tidak memiliki anak perempuan itu memang sangat menyayangi Salsabila layaknya putri kandungnya
Sedangkan Arsyad dan sang istri terlihat sangat tenang berpegangan tangan sambil berzikir, dan tak berselang lama kedua nya terlihat tersenyum dengan mata terpejam sambil terdengar menghembuskan nafas terakhir kalinya, keduanya pergi dengan wajah yang terlihat sangat bahagia tanpa sedikitpun air mata, sedangkan para keluarga yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa tersedu dan ikut mengantarkan mereka dengan mengucapkan Syahadat dengan hati yang terasa hancur
Ustadz Khalid langsung menutup kedua nya dengan kain dan meminta untuk segera menyiapkan tempat memandikan jenazah putra dan putri nya tersebut,beliau meminta agar keduanya di makamkan di lingkungan pemakaman milik ponpes keluarga Al- banjari dan langsung di setujui oleh tuan Omar dan istri
Semua proses tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada sedikit pun kendala, berhubung keduanya dari keluarga yang sangat di segani sehingga membuat mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran orang orang yang siap menunggu mereka di pemakaman
Putra tunggal keluarga Abbas yang masih duduk di bangku sekolah dasar kini sedang bersama sang Opa dan Oma di Turky, dan mereka akan tiba malam nya, keluarga tuan Omar sangat shock saat mendengar Salsabila dan sang suami telah meninggalkan mereka selamanya, yang mereka tau gadis cantik tersebut baru saja sembuh dari sakit akibat kecelakaan dan juga baru saja menikah dengan pria yang sangat ia cintai, putra seorang ustadz
__ADS_1
Rencananya mereka akan berkunjung saat resepsi pernikahan gadis cantik tersebut,tapi kini mereka malah menerima kabar yang lebih mengejutkan dan menghancurkan hati mereka, terlebih sang Opa dan Oma yang sangat menyayangi Salsabila, cucu perempuan mereka satu- satunya dari putra tunggal keluarga Abbas, walaupun mereka masih mempu nyai cucu lain dari sepupu sepupu mereka, tapi itu bukan darah daging mereka,kini keturunan mereka hanya tinggal satu, putra tunggal tuan Omar yaitu si bungsu Azka king Abbas yang kini baru berusia 12 tahun, baru lulus sekolah dasar dan rencana nya akan melanjutkan sekolah menengah di Roma Italia bersama sang Opa dan Oma yang memang menetap di negara tersebut
Sesampainya mereka di Indonesia, mereka sudah di jemput oleh supir pribadi keluarga Tuan Omar Abbas dan langsung membawa mereka ke kediaman keluarga Abbas, mereka sangat terpukul saat melihat sebuah foto yang terpampang jelas di depan pintu utama rumah mewah tersebut, foto sepasang suami istri muda yang terlihat sangat serasi dengan senyuman yang menunjukkan betapa bahagianya mereka,sang Oma langsung terduduk lemas dengan tetesan air mata yang sudah memenuhi wajah renta nya
Mereka melakukan tahlilan di tempat masing-masing, keluarga Abbas melakukan nya di kediaman mereka, sedangkan keluarga ustadz Khalid mengadakan tahlilan di pondok pesantren milik keluarga mereka yang penuhi oleh para santri dan kerabat mereka, serta orang orang yang mengenali keluarga tersebut
Keesokan paginya sang Opa dan Oma langsung minta di antar ke makam sang cucu dan cucu menantu mereka, sesampainya di ponpes mereka langsung menuju kediaman sederhana keluarga ustadz Khalid yang terdapat di ponpes tersebut, dan mereka langsung bersimpuh meminta maaf atas segala yang menimpa putra sang Ustadz, sedang kan keluarga sang ustadz terlihat sangat tenang dan ikhlas menerima semua nya
Bagi mereka ini adalah takdir yang sudah di tetapkan oleh sang Maha pencipta dan tiada seorang pun yang bisa menghentikan itu, mereka menyambut kedatangan keluarga Abbas dengan sangat ramah dan sopan, walaupun putra dan putri mereka sudah tiada, tapi bagi mereka hubungan keluarga tidak pernah terputus walaupun yang menyebabkan mereka menjadi keluarga telah pergi meninggalkan mereka
Keluarga Abbas sangat terkesan dengan kebaikan dan keikhlasan yang Keluarga Ustadz Khalid tunjukkan pada mereka, sehingga membuat sang Opa dan Oma langsung menyetujui permintaan sang putra yaitu Tuan Omar untuk menjodohkan putra tunggal mereka dengan putri tunggal Ustadz Khalid, dan mereka sangat bahagia saat melihat gadis kecil yang sangat cantik dan sopan yang menghampiri mereka sambil menyalami satu persatu keluarga Abbas dengan senyuman manis dan terlihat sangat lembut
Sang Oma dan istri tuan Omar langsung memeluk dan mencium putri cantik tersebut, yang mereka dengar bernama Almaira Az-Zahra Al-banjari, begitu pula dengan istri dari tuan galih adik ipar dari nyonya Maya, dalam hati mereka semua berkata" Sungguh gadis yang sangat sempurna, cantik dan lemah lembut" dan saat berhadapan dengan putra tuan Omar yang selisih usia mereka hanya satu tahun di atas Aira, gadis kecil Tersebut terlihat tidak menyalaminya dan hanya menundukkan kepalanya memberikan tanda menghormati
Para keluarga lain tersenyum dalam hati saat melihat hal tersebut, terlebih keluarga Abbas yang merasa akan sangat bersyukur bila kelak putra tunggal mereka akan berjodoh dengan gadis cantik yang sangat menjaga dirinya tersebut dan terlihat sangat menghormati orang yang lebih tua, sementara Azka merasa aneh kenapa hanya dengan nya gadis kecil tersebut tidak berjabat tangan, tapi itu bukan sesuatu yang penting menurut nya
Setelah selesai dengan acara silaturahmi dan saling memberi semangat untuk menguatkan hati mereka, akhirnya Keluarga Abbas memutuskan kembali ke kediaman mereka, karena malam ini mereka masih harus melanjutkan tahlilan untuk Almarhum dan Almarhumah anak dan menantu kesayangan mereka, yang baru menikah dan hanya berlangsung beberapa hari tersebut
Setelah kepergian keluarga Abbas, keluarga Ustadz Khalid kembali melanjutkan kegiatan mereka sebagaimana biasanya, tidak banyak yang berubah hanya malam hari akan di adakan takziah dan sang ustadz juga memutuskan untuk tidak keluar dari pondok untuk beberapa hari,beliau masih sangat terpukul dengan kejadian tersebut, walaupun terlihat sangat tegar, namun dalam hati kecil nya sang ustadz tersebut sangat merasakan kehilangan setengah dari semangat hidup nya
Hari hari kedua keluarga tersebut terasa seperti hampa, keluarga Abbas harus menerima keputusan sang putra yang tetap ingin melanjutkan sekolah nya di Italia bersama sang Opa dan Oma, sedangkan keluarga Ustadz Khalid juga seakan lentera mereka padam,sang ustadz terlihat lebih sering termenung dan sakit-sakitan, begitu pula sang istri
__ADS_1