
Tak terasa besok adalah hari terakhir Aira dan yang lainnya berada di negara xxxcc, hari ini adalah hari terakhir dan hari penyerahan piagam penghargaan untuk semua pemenang,dan souvernir untuk semua peserta,Aira mendapatkan beberapa medali Emas,ia cukup bahagia karena bisa meraih kemenangan di bidang akademik
Semua peserta dan pendamping sudah berada di sebuah aula yang sangat luas dan megah, mereka sedang menyaksikan berbagai pertunjukan dan beberapa sambutan dari panitia serta para petinggi di negara tersebut, mereka juga di jamu dengan berbagai hidangan sebagai tanda perpisahan dan acara tersebut resmi di bubarkan
Aira juga melihat adanya Alex di acara tersebut, bagi Aira itu wajar mengingat Alex adalah putra dari penguasa negara tersebut, Alex menyunggingkan senyumnya saat secara tidak sengaja mata mereka saling bertatapan dan dibalas dengan senyuman serta tanda hormat dari Aira
Rencananya besok para pengawas akan mengajak para pelajar mereka untuk jalan -jalan menikmati wisata negara tersebut,serta memberikan kesempatan bagi para pelajar yang ingin berbelanja oleh-oleh atau untuk mereka pribadi, Aira juga akan ikut serta walaupun ia sudah tidak lagi ingin berbelanja, karena sebelum kembali ke Jakarta Azlan sudah lebih dulu mengajak nya untuk berbelanja oleh-oleh serta apapun yang Aira inginkan
" Hai Almaira..kamu apa kabar..? " Tanya Alex yang tiba-tiba sudah berada di samping Aira
" Saya baik Kak.. sangat baik malahan" jawab Aira dengan bahasa Inggris
" Bisa ikut aku sebentar saja? ada yang ingin berkenalan dengan kamu, hanya sebentar" pinta Alex terlihat sedikit memohon dengan wajah yang sangat berharap
" Sebentar saya izin dulu pada pengawas saya" Jawab Aira sopan,ia ga mungkin bisa menolak putra orang berpengaruh tersebut,selama masih batas wajar menurut Aira
Setelah mendapatkan persetujuan dari pengawas nya, karena sang pengawas juga ga tau cara bagaimana menolak permintaan Alex yang sudah mereka tau siapa dia,Aira dan Alex melangkah ke tempat yang dikhususkan untuk para petinggi negara tersebut, walaupun bingung dan canggung Aira tetap mengikuti langkah Alex dan berusaha terlihat tenang, jangan lupa para bodyguard keluarga Abbas yang terus mengawasi sang nona muda, mereka juga ga mungkin melarang Aira bercengkrama dengan salah satu keluarga penguasa negara tersebut,selama itu menurut mereka masih aman dan terawasi
" Daddy...kenalkan ini Almaira Az-Zahra..teman baru ku dari Indonesia" ucap Alex mengenalkan Aira pada seorang pria paruh baya yang terlihat sedang mengobrol dengan beberapa orang yang terlihat seperti orang penting
" Oh...selamat siang nona Almaira..saya ayahnya Alexander William" jawab pria paruh baya tersebut dengan tersenyum tipis dan memperhatikan lekat wajah dan penampilan Aira
" Siang yang mulai.. senang bertemu dan berkenalan dengan anda,saya Almaira Az-Zahra" Ucap Aira dengan berbahasa Inggris yang fasih seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan sedikit menunduk tanda hormat dan di jawab Anggukan kepala oleh orang tuanya Alex
" Dad... Almaira ini salah satu keluarga terdekat dari keluarga Abbas group" ucap Alex membuat beberapa orang yang mendengar nya langsung melihat Aira, sedangkan Aira berusaha tetap tersenyum ramah dan menyiapkan jawaban dari pertanyaan mereka nantinya
" Wah kebetulan atau kah suatu keberuntungan bisa bertemu dengan salah satu dari keluarga raja bisnis Asia dan henuju Eropa ini" ucap salah satu pria paruh baya yang bersama orang tua Alex dan langsung di angguki oleh yang lainnya
" Saya hanya keluarga dekat saja tuan-tuan dan saya tidak termasuk dalam bisnis keluarga Abbas" jawab Aira dengan senyuman manis nya
" Kau wanita yang sangat anggun, pintar dan cantik, beruntung sekali pangeran Alex bisa menjadi salah satu orang yang dekat dengan mu, bukan begitu yang mulia?" ucap salah satu pria yang lain nya,dan lagi-lagi orang tua Alex mengangguk seraya tersenyum tipis
" Anda terlalu berlebihan tuan,Kami baru kenal beberapa hari yang lalu dan belum terlalu dekat" jawab Aira berusaha sedikit menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman, sedangkan Alex tersenyum kecut
" Semoga kalian bisa lebih dekat lagi, perbedaan negara dan keyakinan itu bukanlah sesuatu yang terlalu sulit,selagi kalian bisa membuat komitmen dan kesepakatan,serta tidak saling merasa dirugikan dan merugikan siapapun, bukan kah begitu yang mulia" tambah seorang pria lagi terdengar sangat bijak
__ADS_1
" Tentu selama itu baik untuk semua nya" Jawab orang tua Alex bijak
"Tentunya akan baik yang mulia dan saya sudah menganggap pangeran Alex adalah teman terbaik saya di negara ini,suatu kehormatan untuk saya mendapatkan kesempatan berkenalan dengan yang mulia dan yang lainnya serta bisa berteman dengan pangeran Alex" jawab Aira sopan
Setelah perbincangan tersebut Aira langsung meninta izin pada yang lainnya dan juga Alex untuk kembali pada teman-teman dan guru pendamping nya, Alex mengantarkan Aira kembali ketempat semula ia mengajak gadis tersebut dan setelahnya ia kembali bergabung bersama orang tuanya dan beberapa pejabat lainnya
Sementara teman-teman Aira dan para pengawas langsung heboh bertanya tentang hubungan Aira dan Alex setelah pemuda tampan tersebut meninggalkan mereka,Aira sedikit menjelaskan tentang hubungan nya dengan Alex yang hanya sekedar teman saja
Berbeda lagi di tempat Alex ia malah mendapat godaan dari para kolega dan pejabat yang masih bersama orang yg tuanya dan ditanggapi dengan senyuman tipis oleh Alex, sedangkan sang ayah sedikit memperhatikan putranya yang ia yakini memiliki rasa pada gadis cantik yang baru saja ia kenalkan pada beliau
" Terus dekatin gadis itu pangeran,anda terlihat sangat serasi dengan nona cantik tadi" goda salah satu dari mereka
" Kami hanya teman saja paman, dari yang saya dengar dia sudah bertunangan dengan putra salah satu pengusaha terkenal dan berpengaruh di negara nya " jawab Alex terdengar sedikit ada nada kekecewaan
Ya Alex memang meminta salah satu anak buahnya yang memiliki keahlian detektif untuk melakukan penyelidikan tentang Aira,dan ia mendapatkan informasi bahwa gadis cantik Tersebut sudah memiliki tunangan yang identitasnya masih di rahasiakan, hanya dari beberapa gosip mengatakan tunangan Aira berasal dari keluarga yang juga sangat berpengaruh dan disegani
" Pertunangan itu masih bisa putus pangeran.. pernikahan saja masih bisa bercerai, yang perlu waktu mungkin tentang keyakinan anda dengan nya yang jelas berbeda,dan ia terlihat taat pada keyakinan nya" ucap salah satu dari mereka
Paman benar,sejak pertama kami berkenalan dia bahkan selalu menundukkan wajahnya setiap kami berbicara dan jarang sekali mau bertatapan langsung " jelas Alex
Jika Aira sedang asyik bercengkrama dengan para teman dan pelajar lainnya serta berfoto untuk dokumentasi sebagai tanda perpisahan,berbeda dengan sang suami tampannya yang sedang menahan cemburu nya karena baru saja mendapatkan laporan bahwa pujaan hatinya sedang didekati oleh putra dari orang paling berkuasa de negara tempat istrinya berada kini,dan ia semakin yakin gundah saat salah satu anak buahnya melaporkan bahwa nona muda mereka sedang berkenalan dan berbincang langsung dengan orang tua Alex
Azlan memang sangat sibuk, sehingga sudah dua hari ia tidak menghubungi Aira,begitu pula dengan Aira,ia juga merasakan kelelahan sehingga setiap sampai di hotel ia akan langsung membersihkan dirinya dan istirahat, seminggu terakhir ini Aira memang merasakan tubuhnya sangat cepat lelah dan nafsu makannya menurun drastis
Susi sudah bekerja di Abbas group dari beberapa hari yang lalu, tapi ia sangat jarang bertemu dengan Azlan, terkadang ia sampai mencuri kesempatan untuk dapat bertemu dengan Azlan, seperti hari ini,ia sengaja sedikit memperlambat pekerjaan nya di lantai teratas gedung megah tersebut,agar ia bisa bertemu dengan Azlan
Susi bertugas membersihkan dua lantai gedung tersebut,yaitu lantai teratas dan lantai di bawahnya,ia juga bertugas membantu para petinggi yang meminta dibuatkan minuman serta membereskan ruangan rapat,ia juga ditemani oleh dua orang temannya satu laki-laki dan satu lagi perempuan, ketiganya bertanggung jawab untuk dua lantai tersebut
" Mbak tolong minta OB buatkan saya secangkir kopi coklat panas ya, sekarang" pinta Azlan pada sekretaris nya melalui telepon
" Baik tuan muda.. akan saya pesankan" jawab sang sekretaris sopan
Konsentrasi Azlan buyar, moodnya terasa hancur setelah mendapatkan laporan tentang belahan jiwanya, andai saja tidak ada rapat penting dan meeting dengan beberapa kolega yang sangat penting, sudah dipastikan azlan akan langsung terbang ke tempat belahan jiwanya dan membawanya pulang serta memberikan hukuman untuk istri cantik nya tersebut
" Oh.... ****.... kenapa semakin hari aku semakin mencintai kamu yang, dan sangat takut kamu ninggalin aku.. selamat Almaira Az-Zahra Abbas...kamu berhasil memporak porandakan hati dan pikiran aku sejak pertama kita bertemu,kamu hebat yang... menguasai seluruh hati dan perasaan aku,aku ngaku kalah yang sama kamu" ucap Azlan seraya melihat layar ponselnya yang menampilkan wajah cantik Aira
__ADS_1
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu sehingga membuat Azlan Langsung kembali ke alam sadarnya setelah sejak tadi ia hanya bisa membayangkan wajah cantik Aira
" Masuk.." ucap Azlan tegas mengizinkan seseorang tersebut untuk memasuki ruangan nya
Pintu terbuka dan menampakkan Susi yang membawa nampan dan segelas minuman pesanan Azlan
"Ini Tuan muda minuman pesanan anda" ucap Susi sopan
" Ya letakkan saja di meja,dan tolong bilang sama sekretaris saya untuk memesankan makan siang seperti biasanya" ucap Azlan seraya menyerahkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan
" Baik Tuan,ada lagi yang bisa saya bantu tuan?" tanya Susi lagi
" Tidak ada,jika kalian belum makan pesan saja sekalian untuk kalian" jawab Azlan
" Baik Tuan muda.. terimakasih banyak" ucap Susi seraya mengambil uang yang Azlan letakkan di atas meja
Susi langsung keluar dari ruangan azlan dan menyampaikan pesan pria tersebut pada sang sekretaris, sekretaris yang memang sudah memahami langsung melakukan tugasnya sesuai dengan perintah,ia juga memesan untuk dirinya dan juga Susi
Tak harus menunggu lama, pesanan mereka datang,Susi bergegas menyiapkan alat makan dan sebotol air mineral di pantri,ia kembali ke ruangan Azlan dengan semua itu dan nasi pesanan azlan
Susi kembali ke pantri dan makan siang bersama kedua rekan kerjanya, setelah mendapatkan izin dari Azlan, Susi sedikit heran melihat Azlan yang terlihat sangat cuek padanya seakan-akan mereka tidak pernah saling mengenal
Sedangkan Azlan ia memang sengaja sedikit menjaga jarak dengan Susi,baik itu di kantor atau di kampus, walaupun ia masih berusaha untuk menolong Susi dan keluarganya
Azlan sangat menghindari sesuatu yang dapat menjadi pemicu keributan dalam pernikahan nya,ia masih sangat ingat saat Aira meminta agar azlan melepaskan nya jika azlan memiliki wanita lain, sedangkan itu sangat mustahil untuk azlan lakukan, terlebih sekarang, mereka sudah berulang kali menyatukan diri mereka dan itu sudah bagaikan candu untuk azlan
Azlan kembali melanjutkan pekerjaannya walaupun masih sangat susah untuk berkonsentrasi dan berhenti memikirkan belahan jiwanya, membuat ia semakin tidak sabar ingin wanita cantik tersebut segera mengandung benihnya
Sedangkan di negara xxxcc Aira dan beberapa teman nya sedang asyik bercanda gurau setelah melakukan makan siang bersama seluruh peserta olimpiade, panitia,para pendamping dan juga beberapa tamu undangan di acara penutupan tersebut
Mereka sudah merencanakan kemana besok mereka akan pergi,Aira akan tetap ikut bersama mereka,ia hanya ingin menikmati indahnya kebersamaan
Setelah semua rangkaian acara selesai dan pembagian piagam, piala serta souvernir selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat,agar esok saat jalan-jalan tetap fit, ditambah lagi malam nya mereka akan melakukan penerbangan untuk kembali ke negara asal masing-masing
__ADS_1