DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
31


__ADS_3

Keduanya kembali terdiam, Azlan serius dengan film nya,tanpa ia sadari kalau Aira sudah tertidur pulas di samping nya, Saat azlan melihat Aira ia baru menyadari ternyata istri cantik nya sudah tertidur pulas, azlan menyingkirkan setiap helaian rambut yang menutupi wajah Aira,ia menatap lama wajah teduh nan cantik tersebut


" kamu terlalu sempurna, mampukah aku untuk melepaskan kamu seperti apa yang kamu inginkan? apakah ga ada sedikit aja niat kamu untuk kita coba jalani pernikahan ini?kita memang masih sangat muda, harus dengan apa aku mengikat kamu? haruskah aku minta hak aku sebagai suami kamu? aku ingin melakukan pertama kali nya dengan orang yang juga mencintai aku, bukan dengan orang yang terpaksa" batin Azlan


Berlahan Azlan mengangkat tubuh Aira dan menidurkan nya dengan nyaman, Azlan melanjutkan menonton film nya di samping Aira, sehingga tanpa disadari Azlan ikut tertidur pulas di samping Aira,ini pertama kalinya mereka tidur bersama


Bunda Maya sangat terkejut saat melihat pasangan muda tersebut tidur bersama dengan posisi aira menyusupkan wajah nya di dada bidang Azlan dan Azlan memeluk pinggang Aira,bunda Maya tersenyum geli


Pagi menjelang,Aira mengerjabkan matanya dan ia merasa berat di perutnya, perlahan ia membuka matanya dan mengangkat wajahnya, betapa terkejutnya ia saat melihat wajah tampan Azlan yang berada di depan wajah nya dengan tangan yang masih memeluknya, posisi tidur mereka terbilang sangat intim


Aaaaaaa


" Berisik Ara... masih pagi banget udah teriak- teriak" ucap Azlan masih memejamkan matanya


" Kakak ko tidur di kamar Aira?" kalau bunda tau gimana?" ucap Aira sambil mendorong tubuh Azlan


" Ini emang kamar kita Ara.. kenapa bunda harus marah? kita kan suami istri, halal kan" jawab Azlan santai


" Kalau tidur aja bilang nya istri,halal, tapi diluar pacaran ga ingat istri" jawab Aira singkat,Azlan langsung membuka matanya lebar menatap Aira


" Lo itu jangan pernah dengerin omongan orang lain," jawab Azlan singkat


Aira ga menjawab ia langsung bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi, ia sedang cuti shalat makanya ia ga heboh walaupun kesiangan, selesai mandi ia langsung menuju walk in closet untuk berpakaian,ia lupa kalau ada Azlan di kamarnya, Azlan menelan sliva nya saat Aira berjalan menuju walk in closet hanya dengan jubah mandi yang hanya menutupi sebatas paha


Selesai berpakaian Aira langsung keluar dari walk in closet dan menuju cermin, memakai perawatan pada tubuh nya,Azlan terus menatapnya tanpa berkedip, memperhatikan setiap gerak yang dilakukan gadis cantik tersebut,dalam hati Azlan tertawa,ternyata istri polos nya sangat merawat tubuhnya


" Udah Ara...'" ucap Azlan dingin saat Aira memoleskan sedikit lip gloss pada bibir nya,Aira tersentak kaget


" kakak masih disini...?" ucap Aira bengong, sementara Azlan mengangguk dan kembali merebahkan kepalanya dan menarik selimut menutupi tubuh nya


" Kakak bangun.. mentang-mentang hari Minggu mau males- malesan, nanti bunda datang kak" ucap Aira terdengar khawatir


" Trus kenapa emangnya kalau bunda datang? pak RW datang juga ga bisa marahin kita" jawab Azlan santai, membuat Aira geram


Aira meraih hijab instan milik nya,ia ingin keluar dari kamar untuk menenangkan pikiran nya,berada dikamar yang sama dengan suami tampan nya itu membuat ia merasa sangat malu


"Kak..Aira mau keluar kakak ga papa kan di tinggal? bisa kan jalan sendiri pelan- pelan?" tanya Aira pada Azlan


" mau kemana sih masih pagi juga? istri itu kalau pagi kasih morning kiss gitu sama suami,biar suami semangat" ucap Azlan godain Aira


" mau jalan- jalan aja di taman depan,liat bibik siram tanaman" jawab Aira seraya duduk di tepi ranjang dan sedikit memanyunkan bibirnya


" Emang bibik lebih menarik ya dari gue?" tanya Azlan serius sambil menatap wajah Aira


" Hem.." jawab Aira sambil mengangguk


" bibik ga pernah marah- marah dan selalu baik" jawab Aira polos, membuat Azlan melotot sempurna


Dengan satu gerakan Aira sudah berada dalam pelukan hangat Azlan


" Lo bilang apa barusan..Hem? mau bilang gue suka marah-marah gitu?" ucap Azlan sam bil mencium lembut tengkuk Aira

__ADS_1


" kakak lepasin....kusut lagi ni ...geli kak.." rengek Aira manja


" minta maaf dulu baru gue lepasin" ucap Azlan semakin kuat memeluk tubuh Aira


" Ia maaf kak Azlan king Abbas...udah cepetan lepasin,geli kak" ucap Aira sambil tertawa geli


Azlan membalikkan tubuh Aira menghadap dirinya dan menatap intens wajah Aira yang tertunduk dan tangan nya sibuk memilin baju di bagian dada Azlan, perlahan Azlan menarik Aira dalam pelukannya dan mencium lembut kepala Aira, Azlan menghirup aroma vanilla yang membuatnya merasa sangat tenang dan nyaman,lama Aira dalam dekapan azlan tanpa melakukan perlawanan, tanpa keduanya tau jika sang bunda sejak tadi melihat semuanya di depan pintu kamar aira


Bunda Maya meninggalkan kamar Aira dengan wajah tersenyum bahagia, beliau bersyukur antara anak dan menantu nya sepertinya sudah ada sedikit harapan untuk membuat mereka saling membutuhkan dan mencintai,bunda Maya menuju dapur dan menyiapkan roti dan sandwich,susu serta jus, beliau ingin menggoda anak dan menantu nya tersebut


Bunda Maya kembali menaiki tangga seraya membawa nampan di tangan nya dan menuju kamar Aira


" Sayang ini sarapan kamu.." ucap bunda Maya sambil tersenyum memasuki kamar Aira, membuat kedua insan muda tersebut terkejut


" Bunda apaan sih pagi- pagi juga udah berisik aja" protes Azlan


" loh kok ada kamu di kamar Aira?kamu ganggu menantu bunda ya?" tanya bunda Maya dengan ekspresi yang dibuat seakan terkejut


" bukannya ini tuh emang kamar kami ya? mana ada ganggu" jawab Azlan santai


" Terserah kalian aja deh, yang penting bunda minta kalian sama- sama jaga,kalau bisa Aira jangan hamil dulu,itu akan sangat rawan" ucap bunda Maya sambil mengacak rambut Azlan


" Ga janji ya Bun" jawab Azlan iseng


" Pakai pengaman Azlan king Abbas" ucap bunda Maya sambil melotot, membuat Azlan tersenyum nakal


Bunda Maya keluar dari kamar Aira seraya menggeleng melihat tingkah pasangan muda tersebut, yang satu sangat pemalu, sedangkan putranya sangat suka iseng dan jahil,bunda Maya yakin mereka belum melakukan hubungan sejauh itu


" Mana ada..kakak di suruh pakai pengaman..,emang pengaman itu gimana?" tanya Aira polos


" hah...anu itu...pengaman itu....Lo ga perlu tau,itu khusus laki-laki, bocah kayak Lo ga perlu tau" jawab Azlan gugup dengan wajah merah,ia ga menyangka kalau istrinya itu belum tau apa itu pengaman,bukan kah istrinya itu termasuk sangat pintar?


" Oh ...ya udah kakak lepasin Donk Aira mau sarapan" jawab Aira singkat, Azlan langsung melepaskan Aira,ia bangun dan menuju kamar mandi,azlan memperhatikan kamar mandi di kamar Aira,ternyata bundanya benar- benar menyiapkan fasilitas VVIP, setelah mandi Azlan memakai jubah mandi dan langsung keluar,aira menunduk saat melihat azlan keluar dari kamar mandi


" kakak pakai baju dulu, di dalam Situ ada beberapa baju kakak" ucap Aira pelan,Azlan mengangguk dan menuju walk in closet dan langsung berpakaian, setelah selesai ia keluar dan ikut sarapan di samping Aira, sesekali ia melirik istri cantik nya yang terlihat asyik dengan ponsel nya,ia masih ngebayangin betapa polos nya Aira


"Gue mau ke hotel ayah yang di Jakarta pusat,Lo mau ikutan ga?" tanya Azlan tiba-tiba


" ngapain..? ga mau ah ntar dikira Aira salah satu koleksi kakak lagi" jawab Aira jujur tanpa melihat wajah Azlan


" Ara.... udah gue bilang jangan dengerin omongan orang"ucap Azlan tegas


" Orang ngomong juga pasti karena pernah lihat,ga mungkin bisa ngomong kalau ga pernah lihat" jawab Aira cuek


" Jadi Lo mau bukti gitu ..?" tanya Azlan terdengar serius


" ga juga sih,buat apa coba? " jawab Aira singkat


" jadi Lo ga mau peduli gitu sama apa yang suami Lo lakuin diluaran sana?" tanya Azlan gondok


"bukannya itu mau kakak? kakak yang bilang kalau kakak ga mau terikat dengan pernikahan ini dan Aira juga ga perlu ikut campur urusan kakak" jawab Aira mengingatkan ucapan Azlan saat setelah mereka menikah

__ADS_1


Azlan terdiam sesaat,ia bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan kamar Aira dan menuju kamar nya, berganti pakaian dengan jas lengkap, hari ini ia harus menghadiri Anniversary salah satu agenci yang bekerja sama dengan Abbas group, mereka menyewa salah satu balroom hotel mewah keluarga Abbas yang terletak di Jakarta pusat


Azlan menuruni tangga menuju lantai dasar, kedua orang tuanya sudah berangkat ke negara xxxxcc untuk urusan bisnis dan mengecek perkembangan usaha mereka di negara tersebut yang dijalankan oleh orang kepercayaan keluarga mereka


" Bik gue mau ke hotel .. tolong liat Ara ya, kalau dia mau keluar hubungi gue dulu" ucap Azlan singkat dan di angguki oleh bik Asih


" Ia den nanti bibik sampaikan sama yang lain juga" jawab bik Asih patuh, kebetulan Aira yang sedang berada di tangga juga mendengar ucapan azlan


Azlan langsung meninggalkan mansion menuju hotel, sesampainya di hotel ia langsung menuju balroom tempat di adakan nya acara tersebut,ia ingin langsung mengucapkan selamat pada pemilik acara dan ia ingin menjumpai seseorang di rumah sakit milik keluarga Abbas


Selesai dengan berbincang sebentar Azlan langsung izin undur diri dan ia menuju rumah sakit ,ada yang lebih membutuhkan pertolongan saat ini, seorang gadis yang memohon pada Azlan untuk memberinya pinjaman untuk biaya operasi ayah nya


Azlan sudah menyuruh gadis tersebut untuk membawa ayah nya ke rumah sakit keluarga Abbas,tapi pihak rumah sakit menolak karena mereka mengira bahwa gadis tersebut hanya berbohong kalau semua itu sudah ada izin dari putra pemilik rumah sakit tersebut, sehingga operasi ayah nya harus di tunda sampai Azlan datang


" Syukurlah akhirnya Lo datang lan, mereka ga mau operasi ayah gue kalau belum ada perintah langsung dari Lo, terimakasih banyak ya lan" ucap gadis tersebut sambil tersenyum bahagia


" Gue akan bantu Lo sebisa gue" jawab Azlan singkat


Gadis tersebut tersenyum dan mengangguk, sambil menatap kepergian Azlan ke salah satu ruangan dokter bedah di rumah sakit tersebut, gadis tersebut memeluk ibunya dengan wajah terlihat lebih bahagia


" Azlan itu baik banget ya buk... andai kita sederajat dengan nya,aku pasti akan berusaha untuk mendekati dia buk, sayang nya kita dan dia seperti langit dan bumi, apalagi dia punya pacar dan pacarnya itu sangat sempurna" ucap Susi nama gadis tersebut


" hus kamu harus sadar diri, jangan udah di tolong malah mengharapkan lebih, kapan kamu liat pacar nya?" tanya ibunya penasaran


" Pas saat Azlan cidera di turnamen Sabtu kemaren di GOR, cewek itu datang dan katanya keluarga dekat nya Azlan,dan Azlan juga ga nolak pas cewek itu ngajak dia pulang, tapi kayaknya masih lebih muda dari kami, beneran buk cantik banget,semua yang ada di GOR aja heboh pas cewek itu datang" jawab Susi apa adanya


" Mungkin adik nya, kalau pacar nya kok kota ga pernah lihat,kan mereka sering tanding di GOR" jawab ibunya Susi


" Ga tau juga sih, kayak artis luar negeri buk, tapi pakai hijab,ngomong nya lembut banget" ucap susi


Tanpa mereka sadari tadi saat azlan menjumpai susi dan ibunya Aira secara ga sengaja melihat itu,dan Aira melihat gadis yang sama yang Aira lihat bersama Azlan saat di supermarket dan GOR,Aira menghindar dari mereka, kebetulan Aira ke rumah sakit ada janji dengan melodi yang minta di temani jenguk gebetan baru nya


Aira menunggu melodi di kursi depan ruangan temen melodi,ia memberikan kesempatan pada melodi untuk melakukan pendekatan dengan keluar teman nya tersebut,Aira sibuk dengan ponselnya tanpa ia sadari bahwa Azlan sudah berdiri tepat di hadapannya


" Ngapain Lo disini ..?" tanya Azlan tiba-tiba membuat Aira sedikit terkejut


" Itu nemenin melodi jenguk temen kursus nya yang cidera baru selesai operasi dan di rawat di sini" jawab Aira singkat


" Gue udah pesan sama bik Asih kalau Lo mau keluar telfon gue dulu ayah sama Bunda ga ada kalau terjadi sesuatu sama Lo gimana?" tanya Azlan dengan suara sedikit meninggi


" Aira udah berulang kali telfon kakak,bik Asih juga,dan Aira juga sudah kirim kakak pesan,kakak aja yang terlalu sibuk mungkin jadi ga lihat panggilan dari Aira" jawab Aira dengan suara bergetar,ia paling tidak bisa di bentak


Sesaat kemudian Susi dan ibunya datang menghampiri Azlan, menanyakan tentang ruangan yang akan di tempati oleh ayahnya Susi,dan tak berselang lama para perawat datang dengan mendorong bankar yang membawa Ayah nya Susi,Azlan menghentikan perdebatan nya dengan Aira, bagaimana pun disitu banyak pegawai rumah sakit


Susi tersenyum sopan pada Aira dan di balas dengan senyuman cantik Aira,Azlan memperhatikan wajah Aira yang sedikit sendu,ia ingin minta maaf karena telah meninggikan suaranya pada istri manjanya tersebut,tapi ia terlalu gengsi, terlebih lagi di tempat tersebut ada orang lain dan banyak perawat yang sejak tadi terus memperhatikan wajah cantik Aira


" Ini pacar nya tuan muda Azlan ya?" maaf ya kami sangat merepotkan tuan Azlan, tapi bagaimana lagi ayah nya harus segera di operasi" ucap ibunya Susi berusaha untuk bersikap seramah dan sesopan mungkin


" Ini..." ucapan Azlan terpotong oleh suara lembut Aira


" Saya bukan pacar nya kak Azlan buk,saya hanya keluarga dekatnya saja, kebetulan almarhum umi saya sahabat terdekat bunda nya kak Azlan" jawab Aira sambil tersenyum cantik tanpa melirik Azlan

__ADS_1


Azlan terdiam seribu bahasa,ia hanya menatap Aira dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, sedangkan Aira terlihat biasa saja dengan senyuman cantiknya,para perawat terlihat berbisik- bisik membicarakan tentang gadis cantik tersebut yang baru pertama kali mereka lihat, sedangkan salah satu dokter senior yang turut hadir di acara pernikahan azlan hanya terdiam mendengar ucapan kedua insan muda tersebut, dalam hati nya ia menduga bahwa sedang ada masalah pada pasangan muda tersebut


__ADS_2