
Kriiiiing...
bel istirahat berbunyi membuat semua murid menghambur keluar dari kelas mereka masing-masing,ada yang menuju kantin, ada pula yang menuju taman atau perpustakaan,ada juga yang memilih tetap berada di kelas mereka
" Kantin yuk...laper nih" ucap melodi seraya mengusap perut nya
" yok" jawab Aira dan Nia sambil bangkit dari kursi mereka
ketiga gadis cantik tersebut langsung menuju kantin tanpa memperdulikan tatapan mata para penggemar mereka atau para siswi perempuan yang merasa iri pada mereka terutama pada Aira, yang menurut mereka sangat beruntung baru beberapa bulan menjadi murid di sekolah tersebut sudah bisa menjadi kekasih sang ketua OSIS mereka
Sampai di kantin mereka langsung menuju meja kosong, seperti biasanya melodi langsung menuju STAN makanan dan minuman untuk memesan pesanan mereka,tak berselang lama intan datang dan langsung menghampiri meja ketiga Sahabat nya tersebut, ia menatap Aira serius
" Lo hutang penjelasan sama gue" ucap intan serius pada Aira, sedangkan aira hanya tersenyum sambil meringis
Saat mereka sedang asyik menikmati pesanan mereka tiba-tiba kantin di hebohkan dengan berita tentang adanya anak baru di sekolah mereka, membuat Nia dan melodi ikutan melihat ke arah pintu masuk kantin dan betapa terkejutnya mereka saat melihat wajah anak baru tersebut
" Hai Almaira.. apa kabar.." sapa anak baru tersebut saat sudah berada di depan Aira
Aira Langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar seseorang menyapa nya,ia sedikit terkejut tapi dengan segera ia tersenyum untuk menormalkan kembali wajahnya
" Alhamdulillah baik..kok disini?" tanya Aira yang belum terlalu memperhatikan seragam yang karrel dan satu teman nya yang bersama nya
" Sekolah Donk.. masak ia jalan- jalan" jawab karrel tersenyum dan Aira mengangguk paham saat melihat seragam karrel
" Kami duduk di sini boleh?" tanya karrel, baru saja Aira dan ketiga Sahabat nya akan menjawab,suara mereka tercekat saat tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinga mereka
" Udah makan nya yang...?" tanya Azlan santai seraya mencium sekilas kepala Aira dan langsung duduk di samping Aira,ia meraih gelas minuman Aira dan meminumnya tanpa perduli dengan tatapan semua orang
" Udah.., kakak ga makan?" tanya Aira lembut sambil menatap wajah azlan
" Masih kenyang, tadi di ruangan OSIS anak- anak pada pesen kue, kebetulan kami tadi rapat penyerahan jabatan" jawab Azlan sambil mengusap lembut kepala Aira dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Aira
Karrel mengepalkan tangannya melihat perlakuan azlan pada Aira yang terlihat biasa saja saat azlan memperlakukan nya seperti itu, sedangkan Alif dan ketiga Sahabat Aira membelalakkan mata melihat Aira yang terlihat sangat patuh pada Azlan dan sejak kapan cowok dingin itu bisa se romantis itu pada wanita,hal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,afkar tersenyum kecut melihat wanita pujaannya telah sah menjadi milik sahabatnya
"Woy ... hargai yang jomblo donk,sekalinya jatuh cinta Bucin Lo" ucap afkar protes,Aira menunduk malu, sedangkan Azlan terlihat biasa saja
" Yang kata bunda pulang nanti di tunggu di hotel,kamu di jemput mang Didi ya...aku masih ada rapat OSIS mungkin sampai sedikit sore" ucap Azlan tanpa memperdulikan tatapan tanda tanya dari semua orang
Aira mengangguk patuh tanpa membantah sedikit pun,ia ga mau kalau suami arogannya itu akan mengatakan yang sejujurnya pada mereka semua seandainya ia membantah ucapan Azlan, sedangkan ketiga Sahabat nya dan juga Alif semakin cengo melihat pasangan muda tersebut yang sepertinya hubungan mereka ga main-main
Selesai makan intan langsung menarik tangan Aira menjauh dari kantin, diikuti oleh sahabat nya yang lain
" Gue pinjem Aira nya sebentar,yok Ai" ucap intan serius sambil menggandeng tangan Aira,Aira ga membantah ia melangkah mengikuti intan
" jelasin" ucap intan serius saat mereka sudah berada di taman sekolah
__ADS_1
" Duduk dulu boleh gak?" tanya Aira dengan wajah polosnya, membuat intan menggeram kesal, sementara melodi dan Nia tersenyum geli
" Almaira...gue ga lagi becanda ya" omel intan yang emosi nya sudah naik ke ubun-ubun
" Apa yang harus Aira jelasin mbak intan?" tanya Aira lembut
" Hubungan Lo sama play boy klas elit si Azlan itu Aira" jawab intan geram
" oh..itu.. hehehe...kami pacaran..dan bunda yang sering sama Aira itu ternyata bundanya kak Azlan,Aira baru tau beberapa bulan terakhir ini" jawab Aira sambil tersenyum cantik
" Udah ngapain aja kalian..? sampai- sampai Lo patuh banget sama dia dan kayaknya dia juga Bucin banget sama Lo" tanya intan masih dengan wajah serius nya
" Belom ngapa- ngapain" jawab Aira polos
" Belom Lo bilang...? berarti kalau di apa- apain Lo mau, Oh Tuhan... astaga Almaira...Lo itu masih polos banget kenapa harus pacaran sama play boy tapi tampan itu sih?" omel intan frustasi, melodi dan Nia ikutan mengangguk, sedangkan Aira hanya tersenyum
" Kak Azlan kan takut sama ayah,sama Bunda,ga mungkin berani nyakitin Aira" jawab Aira santai
" Emang nya setiap kalian bareng selalu ada bundanya atau ayah nya? pokok nya Lo jangan mau kalau di cium- cium sama dia atau di ajak ke kamarnya" Nasehat intan membuat Aira tersenyum kikuk sambil mengangguk
Setelah pembicaraan serius mereka keempat gadis cantik tersebut meninggalkan taman dan menuju ke kelas mereka masing-masing,tanpa mereka tau bahwa semua pembicaraan mereka ada yang mendengar nya dan merasa sangat emosi karena pria yang sangat ia impikan malah menjalin hubungan dengan gadis lain
Cindy... gadis cantik itu menyunggingkan senyuman smirk nya, setelah sedikit menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara kasar,ia merencanakan sesuatu yang akan membuat hubungan Azlan dan Aira bubar,ia ga akan pernah bisa mengikhlaskan pria paling di pujanya tersebut dimiliki oleh gadis lain, baginya hanya dirinya lah yang pantas berada di samping pria tampan nan tajir tersebut
Sedangkan di ruangan OSIS Azlan sedang menunggu kedatangan Cindy ia ingin memberikan peringatan kepada mantan nya itu atas apa yang dilakukan nya pada Aira dua hari yang lalu,dan tak berselang lama orang yang di tunggu datang dengan senyuman terbaiknya
" Masuk..." terdengar suara perintah dari dalam dan pintu pun terbuka menampilkan gadis cantik nan seksi yang selalu memakai rok sekolah nya dia atas lutut
" Lo manggil gue...?, ada apa?" tanya Cindy dengan suara yang terdengar lembut dan sangat menggoda, matanya menyusuri ruangan tersebut dan bahagia melihat tidak ada orang lain di ruangan tersebut
" Duduk" jawab Azlan dengan wajah dingin nya
" Ada apa sih honey kok kayaknya serius banget?" tanya nya genit
" Berhenti manggil gue dengan panggilan menjijikkan Lo itu...gue manggil Lo kesini karena gue mau ngingetin ke Lo,jauhi Almaira dan jangan pernah Lo berani sentuh dia sedikit pun,kalau terjadi sesuatu sama dia gue ga akan tinggal diam" ucap Azlan terdengar serius
" Maksud Lo apa sih ...?" tanya Cindy dengan sok polos nya, membuat Azlan sangat muak
" Bokap Lo memang kepala sekolah disini, tapi Lo jangan pernah lupa kalau sekolah ini yayasan keluarga Abbas, sekali lagi Lo berani nyakitin Aira...karir dan masa depan Lo jadi taruhan nya, termasuk nama baik keluarga Lo,ingat itu" Jawab Azlan semakin serius
" Memangnya apa sih kelebihan dia dibandingkan gue?, segila itu Lo sama dia? atau mungkin dia udah goda Lo dengan tubuhnya? gue juga bisa ngasih itu ke Lo dan gue jamin Lo akan lebih puas sama gue,dia itu cuma gadis sok polos dan sok alim" jawab Cindy emosi
" Lo mau tau apa aja kelebihan dia...?" tanya Azlan dengan senyuman smirk nya
" pertama...dia masih virgin, belum pernah di sentuh laki-laki lain,dan dia ga perlu goda gue karena gue yang selalu tergoda setiap Deket sama dia, dan gue suka tantangan buat ngajarin dia cara bercinta karena dia masih terlalu polos, dan hanya gue yang bisa liat keindahan tubuhnya" jawab Azlan terdengar sangat serius membuat Cindy sangat murka
__ADS_1
" Dari maan Lo tau dan yakin banget kalau dia masih virgin? secara dia juga model di agenci yang sama dengan gue" ucap Cindy mencoba mempengaruhi Azlan,sebab tadi ia baru mendengar pembicaraan Aira dengan sahabatnya di taman
" Karena gue ... yang pertama... dan perlu Lo tau gue bukan laki-laki bodoh yang mau melakukan hubungan untuk pertama kalinya dengan wanita bekas orang lain,dan menanamkan benih keturunan Abbas di rahim wanita yang salah dan bukan pilihan kedua orang tua gue" jawab azlan tersenyum remeh
" Lo bohong lan, hampir setahun kita pacaran Lo bahkan ga pernah nyium gue dan selalu nolak tiap kali gue mau kiss Lo" jawab Cindy emosi
" Apa untungnya buat gue bohongi Lo? uadh gue jelasin tadi kalau gue ga mau sama bekas orang lain,gue jadiin kalian pacar gue itu atas permintaan kalian,jadi jangan pernah ga terima setiap gue mutusin hubungan sama Lo atau yang lainnya" jawab Azlan menohok
" Yang perlu Lo ingat .....gue ulangi sekali lagi, jangan pernah Lo berani ngusik Almaira...Lo tau gue kan? gue bisa ngelakuin apapun yang gue mau dengan kekuasaan keluarga gue, termasuk ngancurin Lo dan keluarga Lo,camkan itu" jawab Azlan dingin dan langsung melangkah meninggalkan Cindy sendiri di ruangan OSIS
Arrrrrkh
Teriak Cindy marah dan mengusap kasar wajah nya,rasa bencinya semakin bertambah pada gadis cantik yang bernama Almaira, rasanya ia sangat ingin mencabik-cabik gadis tersebut saat bertemu dengan nya,tapi sayang ia juga takut dengan ancaman Azlan,ia sangat tau seberkuasa apa keluar pria tampan tersebut, membuat Cindy sangat frustasi
Azlan langsung menuju kelasnya karena memang pelajaran sudah di mulai, tadi ia meminta tolong kepada kedua sahabat nya untuk mengizinkan nya pada guru,ia sudah sangat tidak sabar ingin memberikan peringatan kepada Cindy atas perbuatannya mengurung Aira di gudang
Sedangkan Aira di kelas mengikuti pelajaran dengan perasaan sedikit gelisah, kenapa bunda memintanya untuk menemui beliau di hotel milik keluarga Abbas? dan kenapa ga bunda langsung yang menghubungi nya seperti biasa, apakah ini hanya akal- akalan Azlan? tanya nya dalam hati, sampai- sampai ia tidak mendengar saat guru memanggil namanya
" Almaira... Almaira..apa kamu baik- baik saja?" tanya buk Imel yang sedikit heran melihat Aira yang terlihat melamun saat belajar, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat serius
" I ...iya buk..maaf saya sedikit pusing, boleh saya izin ke UKS?" tanya aira sopan
" Silahkan dari pada di kelas kamu juga ga bisa konsentrasi,perlu di antar? kalau perlu ajak salah satu dari teman kamu" ucap buk Imel sambil bertanya
” Terimakasih buk,ga perlu buk..saya bisa sendiri, permisi buk" ucap Aira sopan sambil keluar dari kelas nya, sedangkan buk Imel hanya mengangguk
Aira melangkah menuju UKS, di koridor secara ga sengaja ia bertemu dengan Cindy yang baru saja keluar dari ruang OSIS, Cindy tersenyum licik saat melihat Aira berjalan sendiri,ia langsung mengikuti Aira sampai di UKS
" wah enak ya yang pacar nya ketua OSIS, bisa suka- suka mau belajar atau bolos" ucap Cindy sinis
" maaf ya maksudnya apa? saya emang lagi sedikit pusing" jawab Aira singkat
" Oh pusing ya..? wow berarti Lo cewek pertama yang berhasil di jadikan pemuas azlan, ternyata dia beneran buktiin ke gue ucapan nya yang cuma manfaatin cewek polos kayak Lo, selamat ya dan siap- siap dibuang sama Azlan" ucap nya sopan tersenyum smirk
" Maksudnya?" tanya Aira sambil menatap Cindy
" Maksudnya .....azlan cuma penasaran apa bener Lo masih virgin,Lo denger ini baik- baik" ucap Cindy seraya mengeluarkan handphonenya dan memutar video yang sudah ia edit, tentang pembicaraan nya dengan azlan di cafe dan di ruangan OSIS
Aira menitikkan air matanya saat mendengar rekaman tersebut yang memang terdengar bahwa seakan-akan Azlan hanya ingin menikmati tubuhnya dan akan mencampakkan nya setelah itu, Cindy tersenyum puas saat melihat wajah sedih Aira dengan air mata yang membasahi pipinya
Cindy langsung meninggalkan Aira di ruang yang sangat terpukul mendengar rekaman yang di putar oleh cindy di ruang UKS,ia tersenyum puas dan langsung menuju kelasnya, dalam hati ia bersorak gembira saat membayangkan kehancuran hubungan Azlan dan Aira
Aira masih termenung sendiri di ruang UKS, rekaman tersebut bagaikan pukulan berat untuk nya, baru saja ia berharap perubahan Azlan padanya adalah awal bagi nya untuk mempertahankan pernikahan mereka, tapi ternyata Azlan hanya mempermainkan perasaan Aira, menjadikan nya mainan yang setelah bosan akan di buang dan di lupakan
Sakit yang Aira rasakan seakan-akan sangat besar, ingin rasanya ia pergi sejauh-jauhnya dari Azlan sehingga ia tidak akan pernah lagi bertemu atau melihat wajah pria itu,pria yang memiliki sejuta pesona dan segudang prestasi dan segunung kemewahan, tapi bagi Aira tidak ada gunanya jika ia tidak memiliki hati
__ADS_1
Ingin rasanya Aira menemui Azlan saat itu juga, menanyakan apa salahnya pada pria itu sehingga begitu ingin menghancurkan nya, Aira sampai berfikir kalau memang Azlan menginginkan hak nya maka akan Aira berikan tapi setelah itu Azlan harus berjanji akan melepaskan nya dari ikatan pernikahan semu mereka