
Perjalanan sekitar satu jam di udara, akhirnya jet pribadi keluarga Abbas tersebut mendarat dengan selamat di bandara Soekarno Hatta,Azlan langsung turun berjalan melalui jalur khusus menuju keluar bandara,di lobby sudah terlihat beberapa bodyguard dan supir yang menunggu kedatangan sang tuan muda,Azlan langsung memasuki mobil dan memerintahkan untuk langsung menuju mansion
" Ke mansion utama ya pak" perintah Azlan pada sang supir
" Baik Tuan muda" jawab sang supir patuh
Mobil buatan Eropa itu langsung melaju menuju kediaman megah keluarga Abbas,Azlan tersenyum membayangkan memberikan kejutan untuk istri cantik nya,ia terus memandangi kotak berudu yang berlebel sebuah jam import ternama dan sebuah buket bunga baby barth yang indah
Tak butuh waktu yang terlalu lama, karena waktu memang menunjukkan tengah malam sehingga jalanan ibukota sedikit lengang, sehingga mereka tidak menjadi korban kemacetan dan dapat menempuh perjalanan setengah dari waktu yang biasa mereka tempuh saat terkena macet
Mobil memasuki gerbang tinggi menjulang dan berhenti tepat di depan pintu utama,Azlan langsung turun dan diikuti oleh sang supir yang membawakan koper miliknya
" Taruh di situ aja pak" ucap Azlan saat akan menaiki tangga dan langsung di angguki oleh sang supir
Bik asih yang baru terbangun langsung memasuki rumah utama dan menghampiri sang tuan muda
" Aden sudah pulang..? perlu bibik siapkan Aira untuk mandi atau mau bibik buatkan sesuatu?" tanya Bik asih
" Ga usah Bik,bibik lanjut istirahat aja,Ara ada di kamar kan Bik?" jawab Azlan seraya bertanya keberadaan sang istri
" Nona ada di kamar den, mungkin sudah istirahat,tapi tadi nona ga makan malam,cuma makan buah aja sama minum susu hangat, katanya ga berselera" Lapor Bik Asih sedikit gugup
Azlan tidak menjawab ia hanya mengangguk, langsung melangkah menaiki tangga sambil membawa koper nya menuju kamar
Azlan membuka pintu kamarnya secara perlahan, matanya langsung tertuju pada ranjang king size yang menpakkan sosok wanita cantik yang sangat ia rindukan tengah tertidur pulas di balik selimut putih
Azlan kembali menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan agar tidak menggangu tidur sang istri,ia melangkah secara perlahan menghampiri ranjang dan berdiri tepat di samping Aira yang masih terlihat sangat pulas
Cup
Satu kecupan Azlan berikan di kening Aira,namun tidak sedikit pun membuat wanita tersebut terganggu, Aira sedikit menggeliat dan kembali tertidur,Azlan tersenyum gemas melihat wajah polos Aira yang tengah tertidur bak seorang bayi,Azlan meletakkan buket bunga segar yang ia bawa di atas nakas di samping tempat tidur beserta dengan kotak hadiah yang ia siapkan untuk sang istri
Ia langsung melahap memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar, selesai mandi ia langsung keluar dari kamar mandi dan melihat ranjang ternyata Aira sudah terbangun dan duduk bersandar di kepala ranjang
Aira langsung menunduk saat melihat Azlan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang dan paha, sehingga menunjukkan tubuh atletis dan perut sixpack nya, sedangkan Azlan tersenyum melihat tingkah malu Aira
" Kakak udah pulang..? kok tadi ga bilang kalau pulang malam ini?" tanya Aira dengan wajah tertunduk
" Gara-gara istri nangis katanya kangen,makanya pulang,kok bangun....emang kalau bilang pulang malam ini mau di sambut ya?" goda Azlan
" Mana ada Aira nangis..." protes nya malu
" Emang Ara istri kakak...? tapi kok suami pulang ga di peluk cium sih?" goda Azlan sambil menuju walk in closet ,ia memakai celana pendek dan baju kaos oblong
Azlan keluar sudah berpakaian lengkap,ia mengerikan rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan menghampiri Aira yang masih duduk di ranjang seraya menatap ke arahnya
" Tadi kenapa nangis Hem? Matanya sampe sembab gini" tanya Azlan lembut seraya mengusap rambut Aira, sedangkan Aira hanya menggeleng malu di
CUP cup cup cup
Azlan mengecup seluruh wajah Aira, membuat pipi Aira langsung merah merona karena malu
" kata bik Asih tadi kamu ga makan, kenapa Hem?" tanya Azlan lembut
" Ga selera aja makan sendirian di meja makan, tapi udah makan buah sama minum susu kok" jawab Aira dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"Aku kangen banget sama kamu yang....." ucap Azlan jujur dan langsung menarik Aira dalam pelukannya
Perlahan Aira juga membalas pelukan hangat yang entah mengapa juga sangat ia rindukan, tanpa terasa Air mata Aira menetes membasahi bagian dada baju Azlan
" Kenapa nangis Hem?, kan aku udah disini,ada yang nyakitin kamu ya?" tanya Azlan setelah melepaskan pelukannya dan menatap wajah Aira, sedangkan yang di tanya hanya menggeleng
" Aku punya oleh-oleh untuk kamu... semoga kamu suka" ucap Azlan sambil meraih bunga dan kotak yang ia letakkan di atas nakas dan memberikan nya pada Aira
Aira menatap kedua benda tersebut,ia mencium buket bunga yang sangat indah tersebut dan menatap wajah azlan,Aira gadis yang cerdas ia tau lambang dari bunga tersebut,bunga baby barth yang melambangkan cinta tulus dan mengharapkan kehadiran seorang bayi diantara mereka
Aira meletakkan bunga tersebut kedalam vas yang terdapat di nakas dan membuang bunga mawar segar yang awalnya berada dalam vas tersebut, kemudian ia membuka kotak yang tadi azlan berikan,ia melihat sebuah jam mewah limited edition dengan brand ternama
" Terimakasih... dua-duanya cantik" ucap Aira seraya menatap azlan
" Kamu suka?" tanya Azlan dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Aira
" Trus hadiah untuk aku mana?" tanya Azlan sambil tersenyum jahil
" Kakak mau apa emang nya udah tengah malam gini?,mau beli hadiah dimana coba?" tanya Aira polos
Cup....
" Aku mau ini..." ucap Azlan seraya menarik pinggang ramping Aira dan mengecup bibir Aira, sedangkan Aira langsung tertunduk malu, Azlan meraih dagu Aira dan kembali mengecup bibir yang sangat ia rindukan itu
Perlahan Azlan melxxxx dan memperdalam ciumannya, membuat Aira membalas pelukan nya,merasa Aira sudah sedikit sulit bernafas, Azlan melepaskan ciumannya dan menyatukan kening mereka,ia menatap intens ia mengecup hidung mancung Aira, memberikan kesempatan untuk Aira bernafas
Azlan kembali menyatukan bibir mereka, kini lebih menuntut dan mulai turun ke leher jenjang putih mulus Aira,ia memberikan beberapa kiss mark disana,Aira meremas pelan rambut dan punggung Azlan, sedangkan Azlan semakin ingin lebih, hasratnya tiba-tiba muncul seakan-akan ga sanggup untuk ia bendung
Kecupan Azlan turun ke dada mulus Aira, perlahan ia membuka satu persatu kancing piyama Aira, menampakkan salah satu aset berharga gadis cantik tersebut yang masih tertutup xxx hitam, Azlan mengecup dan meninggalkan tanda kepemilikan nya, perlahan ia membuka pengait xxcc aira seraya merebahkan tubuh sang istri secara perlahan di atas ranjang mereka
" Sayang... boleh..?" tanya Azlan lembut seraya menatap wajah Aira, membuat Aira membuka matanya secara perlahan
" Tapi...Aira takut kak..." jawab Aira dengan wajah menunduk dan mata berkaca-kaca
" Takut apa Hem...?" tanya Azlan seraya mengangkat dagu Aira agar menatapnya
" Kata orang sakit...." jawab Aira polos, membuat azlan tersenyum lembut
" Aku janji akan pelan-pelan,kamu percaya kan sama aku?" ucap Azlan sambil bertanya,Aira mengaguk
Azlan kembali menyatukan bibir mereka, tangan nya mulai meremas salah satu aset berharga sang istri, membuat Aira sedikit melenguh, membuat azlan semakin bersemangat,ia menyusuri leher jenjang Aira, turun ke area yang membuat nya merasa semakin ingin lebih, meninggalkan banyak tanda kepemilikan nya
Azlan membuka helai demi helai benang yang menutupi tubuh mereka sehingga keduanya dalam posisi polxxxc,ia menarik selimut menutupi tubuh mereka, jantung keduanya berdetak sangat kencang,ini pengalaman pertama mereka
Azlan memulai semuanya setelah membacakan Doa,ia memperlakukan Aira dengan sangat lembut,Aira yang berada di bawah kukungan nya hanya memeluknya dan memejamkan matanya karena malu
" Sayang...buka mata kamu dan lihat aku" pinta Azlan,Aira Langsung menggeleng cepat, membuat azlan tersenyum dan kembali melanjutkan aksinya
" Kakak... pelan -pelan" ucap Aira lirih saat ia mulai merasakan Azlan akan melakukan kewajibannya
" Ia sayang...kamu rileks ya...aku janji akan pelan -pelan" jawab Azlan seraya mencium kening Aira,dan Aira hanya mengangguk
" AW...... kakak sakit" ucap Aira sedikit berteriak dan langsung meneteskan air matanya
" Kakak... udah...sakit banget..." rengek nya, manja dengan bercucuran air mata, Azlan yang melihat itu merasa sangat tidak tega, tapi ini semua tetap akan terjadi antara mereka
__ADS_1
" Maaf...sabar ya sayang... sakit nya cuma sebentar, aku janji nanti ga akan sakit lagi" bujuk Azlan langsung mexxxx lembut bibir Aira, memberikan ketenangan dan dengan satu hentakan akhirnya ia berhasil melewati dinding kesucian sang istri yang terjaga selama 17 tahun lebih dan ialah orang yang mengambil sesuatu yang sangat berharga bagi seorang wanita,darah segar mengalir menandakan bahwa wanita tersebut telah benar-benar menjadi miliknya seutuhnya
"kakak...." kembali Aira menjerit kecil dan menggigit dada bidang Azlan, tangan nya meremas kuat rambut dan punggung Azlan,air mata membasahi seluruh wajahnya
" Maaf..." ucap Azlan lirih sambil memeluk tubuh Aira,ia menghentikan nya sesaat, setelah merasa Aira sedikit lebih tenang ia kembali melanjutkan aksinya, dengan perlahan dan pasti,Aira meremas kuat sepray nya, Azlan meremas lembut tangan Aira dan menyatukan nya
" Ka...KA..k.." ucap Aira yang mulai terengah dengan nafas yang tidak teratur
" Keluarin sayang...." ucap Azlan seraya terus melanjutkan aksinya sampai ia merasakan akan sampai pada puncaknya
Azlan melenguh dan mendexcc panjang saat merasakan pelepasan nya,ia memeluk erat tubuh Aira,dan di balas pelukan lembut oleh Aira saat merasakan tubuh Azlan bergetar di atas tubuh nya
" Makasih sayang...kamu menjaganya untuk ku....I love you my wife, you are a special woman that God has brought for I ( aku mencintaimu istri ku,kamu wanita special yang Tuhan hadir kan untuk aku)" ucap Azlan tulus seraya mengecup seluruh wajah Aira
Aira hanya terdiam mendengar ucapan azlan,ini pertama kalinya laki-laki yang telah berstatus suami nya sejak beberapa bulan lalu mengatakan kata-kata indah itu, apakah itu benar-benar tulus dari hatinya? atau karena Aira sudah memberikan segalanya untuk nya? tanda tanya itulah yang muncul di benak nya
Aira menatap mata azlan,ia mencari kebohongan disana, tapi ia tidak menemukan itu, yang ia lihat tatapan lembut yang penuh dengan kasih sayang
Aira langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan, membuat azlan tersenyum dan mengusap lembut kepala Aira, azlan merebahkan tubuhnya di samping Aira dan menarik wanita cantik tersebut dalam dekapan dengan posisi mereka yang masih menyatu
" Kakak janji ga akan tinggalin Aira kan...?" tanya nya tiba-tiba, membuat azlan langsung menatap intens mata Aira,dapat Azlan lihat ada gurat ketakutan dan rasa khawatir disana
" Aku tidak berani bersumpah atau berjanji, tapi aku akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu dan keluarga kita,aku ingin kamu satu -satunya bidadari di fikiran ku dan ratu di istana ku,kamu wanita satu-satunya yang menguasai aku dan hatiku,itu adalah impian ku" jawab Azlan tulus
Aira sangat terharu,ia kembali memeluk tubuh azlan erat
" Terimakasih..Aira takut kalau kakak akan tinggalkan Aira dan Aira hamil" jawab nya jujur
" Hamil atau tidak nya kamu ga akan merubah segala rasa yang aku miliki untuk kamu,aku mohon kamu jangan pernah pergi dari sisi aku sampai maut yang memisahkan kita" ucap Azlan
"Sayang kamu goda aku...? ini loh belum lepas" goda Azlan tiba-tiba saat Aira sedikit bergerak,membuat gairah azlan kembali muncul dan ia ingin kembali mengulangi nya
" Masih sakit dan perih kak" rengek Aira dengan bibir manyunnya
" Tapi kali ini ga akan sakit yang.. beneran..." bujuk Azlan lembut dan tanpa ba bi bu ia langsung melanjutkan aksinya yang kedua kali,ia benar-benar merasakan candu yang luar biasa
Aira hanya bisa pasrah di bawah kukungan pria tampan yang berstatus suami sah nya tersebut,ia merasakan rasa yang beda dari yang tadi, perlahan ia mulai menikmati permainan azlan dan merasakan kecupan -kecupan lembut yang azlan berikan untuk nya
" Ka...KA..k..mau pixxcs" ucap nya lirih, membuat azlan langsung tersenyum melihat sang istri yang akan melakukan pelepasan nya
" Keluarin aja sayang...aku sebentar lagi..." jawab Azlan yang semakin cepat memacu gerakan nya
Aira semakin menggeliat dan mendxccc habat dibawah kukungan tubuh kekar azlan,membuat Azlan semakin bergairah dan kembali ia menumpahkan benihnya di rahim wanita yang sangat ia cintai,ia berharap benihnya akan cepat tumbuh di rahim sang istri
Azlan merambah tubuh nya didamping Aira,ia mengusap lembut wajah Aira yang dipenuhi keringat,dan mengecup seluruh wajahnya
" I love you ...capek...? sorry habisnya kamu enak banget sayang..." ucap nya sambil menarik Aira dalam dekapan nya
" Kita mandi ya...kamu berendam air hangat sebentar, supaya nyeri nya sedikit reda dan nyaman " ucap Azlan seraya bangkit dari tidurnya dan langsung menggendong Aira ala bridal style, membawanya ke kamar mandi, Azlan mendudukkan Aira di kloset,ia menyiapkan air hangat untuk mereka berendam dan menambah beberapa aroma esensial
Aira menutupi area sensitif nya dan aset gunung kembarnya,seraya menundukkan wajahnya karena malu, Azlan tertawa melihat nya
" Kok di tutup...? malu..? aku udah lihat semuanya sayang, bahkan merasakan nya" goda Azlan,sambil menggendong Aira menaruhnya di dalam buth up
" Kakak ih... mesum " rengek Aira
__ADS_1
Keduanya berendam sebentar untuk merilekskan otot-otot mereka, Azlan membantu menggosok tubuh Aira dan mencuci rambut nya, sedangkan Aira ia masih merasa sangat malu, terlebih posisi mereka sekarang bersama dalam buth up