DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
34


__ADS_3

Azlan perlahan menaiki ranjang setelah mandi dan berganti pakaian,ia membaringkan tubuhnya di samping Aira, menatap wajah polos sang istri, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Aira, dengan perlahan azlan mengecup singkat kening,hidung dan terakhir bibir ranum Aira, Azlan mengusap lembut wajah mulus Aira,ia baru menyadari kehadiran wanita cantik tersebut benar-benar merubah hidupnya, menjungkirbalikkan hati dan pikiran nya, sejak pertama mereka bertemu di desa


Azlan seakan ga bisa melupakan wajah cantik Aira,namun ia terus berusaha untuk memungkiri semua itu, tapi sekarang ia sudah ga sanggup untuk membohongi perasaannya terhadap gadis cantik yang sudah halal untuk nya tersebut, apapun akan ia lakukan untuk mengikat Aira agar tetap bersamanya, menjadi miliknya seutuhnya, tidak akan ada kata kesempatan bagi pria lain untuk mendekati aira


perlahan azlan menarik tubuh Aira dalam dekapan hangat nya, terlihat Aira menelusup kan wajahnya di dada bidang Azlan mencari posisi paling nyaman, jantung Azlan berdetak kencang saat merasakan wajah Aira yang menempel di dadanya, membuat nya sangat sulit untuk memejamkan matanya, menahan rasa yang baru pertama ia rasakan tidur seintim itu dengan lawan jenisnya


Shiiit.... umpat nya dalam hati, bagaimana pun ia lelaki normal,berada dalam posisi seperti sekarang dengan seorang wanita, terlebih wanita yang halal untuk nya,membuat jiwa lelaki Azlan bangkit,ia menggeleng pelan dan tersenyum sendiri, membayangkan dirinya yang harus tersiksa karena keegoisan nya selama ini


Karena rasa lelah yang luar biasa akhirnya azlan ikut tertidur seraya memeluk posesif tubuh Aira, seakan ia begitu takut akan kehilangan wanita yang sudah ia kliem adalah miliknya tersebut


" Abi...umi ... tolong Aira...Aira mau pulang...Aira takut..." igau nya terlihat gelisah, membuat Azlan terbangun dari tidurnya,ia mengusap lembut punggung Aira dan menenangkan nya


" Sayang....ada aku disini ga perlu takut ya..." bisik Azlan lembut


Perlahan Azlan melihat Aira yang terlihat kembali tenang dan semakin menyusupkan wajah nya ke ceruk leher Azlan,dapat Azlan rasakan hangatnya hembusan nafas Aira


Tak berselang lama Aira menggeliat dan mengerjabkan matanya, perlahan ia mulai membuka matanya dan alangkah terkejutnya saat ia sadar bahwa dirinya dalam dekapan hangat Azlan


Aira menatap lama wajah tampan Azlan seraya mengingat sejak kapan ia sudah bearada di kamarnya dan sejak kapan suaminya itu pulang?


Cup....


" Udah puas liat wajah tampan aku....? aku itu emang tampan dari lahir" ucap Azlan bercanda seraya mengecup singkat bibir Aira, membuat Aira melongo


" Kenapa....? mau lagi..?" tanya Azlan tersenyum tampan,membuat Aira tersadar dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan,ia lupa kalau ia tengah memeluk erat tubuh suaminya


" kangen banget ya...? sampe nempel terus ga mau lepasin" goda Azlan lagi membuat Aira langsung melepaskan pelukannya dan menjauh dari Azlan,tapi tangan kekar Azlan menahan nya dan kembali menarik nya dalam dekapan hangat nya


" Kangen juga ga papa kok...aku juga kengen banget sama kamu..." ucap Azlan jujur dengan suara lirih,Aira mendongak mendengar pengakuan suaminya tersebut,Azlan tersenyum melihat wajah cantik Aira yang menatapnya seperti itu


" kenapa...ga percaya kalau aku kangen sama kamu? trus kalau aku bilang aku sayang kamu ga percaya juga ...? " tanya Azlan dan Aira langsung menggeleng membuat Azlan mengerutkan keningnya


" Kenapa?" tanya Azlan penasaran


" Karena kakak kan emang playboy, punya banyak stok kangen, sayang dan cinta unruk banyak wanita pula" jawab Aira terus terang


" Kamu mau bukti?" tanya Azlan terdengar serius membuat Aira langsung menggeleng cepat


" Semua play boy juga banyak stok cara untuk membuktikan ucapannya,kalau ga ga mungkin banyak wanita yang jadi korbannya" jawab Aira jujur, membuat Azlan geram


" Tapi kali ini aku pengen korban aku itu cuma kamu dan sampai kamu jadi ibu dari anak-anakku" ucap Azlan serius,Aira tersenyum meledek


" Tapi Aira masih kelas 11 kak, kakak cari korban lain aja ya...kalau Aira ntar kakak harus tanggung jawab,kalau pacar kakak mungkin kakak bisa sembunyikan dari keluarga" ucap Aira meledek Azlan


" Tapi aku mau yang pilihan keluarga aku yang menjadi Ratu di istana aku" ucap Azlan serius


" kalau cuma pilihan keluarga.. bukan pilihan hati akan sulit menjalani nya dan akan banyak selirnya kelak" balas Aira juga serius


" Seseorang akan mencari selir jika hati dan pikiran nya masih belum terisi,tapi hati dan seluruh jiwa aku sudah terisi penuh oleh ratuku, berjanji lah untuk selalu menjadi bidadari di hatiku dan ratu di istana ku" pinta Azlan serius,membuat Aira terdiam dan langsung menundukkan wajahnya,membuat Azlan gemas


Keduanya terdiam masih dalam posisi berpelukan, keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing, sampai akhirnya handphone Azlan terdengar bergetar menandakan ada panggilan masuk, yang ternyata dari Alif


" 📱-" Ada apa?" tanya Azlan singkat sambil terus memeluk Aira


📱-" Woy bro...selow lah,Lo bawa kemana anak gadis orang..? jangan macem-macem Loo ya...bunting kudu tanggung jawab Lo" omel Alif terdengar khawatir


📱-" Ada sama gue, udah aman.. bunting juga pacar gue,ga ngerebut pacar orang" jawab Azlan santai


📱-" Heh jangan Gilak Lo ya,anak orang masih polos mau Lo nodai,dia bukan kayak para mantan Lo, biarpun Lo ga pernah make mereka tapi mereka nya emang udah pernah one night stand sama cowok lain" ucap Alif mengingatkan

__ADS_1


📱-" makanya gue ga pernah mau sentuh mereka, tapi kalau yang ini beda... Orisinil.." bisik Azlan membuat Alif memakinya abis- abisan


📱-" Lo jangan jadi brengsek ya..kena karma cewek alim jadi Bucin Lo,trus di tinggal mampus lo" jawab Alif mengingatkan


📱-" Udah ya banyak banget ceramah Lo, ganggu gue aja" ucap Azlan seraya mematikan panggilan dari Alif, Azlan tersenyum puas


"Kak lepasin Aira mau ke toilet" ucap Aira dan Azlan hanya mengangguk sambil mengusap lembut kepala Aira


Aira Langsung memasuki kamar mandi,ia ingin mandi untuk menyegarkan tubuh nya,ia belum menyadari bahwa bajunya sudah berganti dengan dress rumahan, selesai mandi Aira menuju walk in closet dan berpakaian


Aira terkejut saat azlan kembali masuk ke kamar nya bersama bik Asih yang terlihat membawa nampan yang berisi makan siang untuk mereka berdua,bik Asih tersenyum melihat Aira yang sudah terlihat lebih baik


" ini non makan siang nya,bibik masakin sup biar seger,pasti sama- sama capek " ucap bik Asih perhatian


" Makasih ya bik,bentar lagi Aira makan" jawab Aira sambil tersenyum


" makan sekarang Ara...kamu harus minum obat" ucap Azlan tegas


" Bibik tinggal ya den,non" ucap bik Asih yang mulai sedikit enggan berada di antara pasangan muda tersebut


" Ia bik..." jawab keduanya bersamaan


Bik Asih meninggalkan kamar tersebut dengan pikiran yang membayangkan bagaimana hubungan pasangan muda tersebut, tuan muda nya sangat dingin dan tegas, sedangkan nona muda nya


terlihat sangat lemah lembut dan manja, mungkinkah tuan mudanya akan memiliki stok kesabaran menghadapi istri manjanya tersebut? tanya bik Asih dalam hati


" Ayok makan..obat kamu belum kamu minum, nanti kamu bisa sakit" ucap Azlan dan di angguki oleh Aira sambil melangkah menuju sofa di kamar nya


keduanya makan tanpa suara, selesai makan azlan langsung memberikan obat Aira, sebentar lagi asistennya akan datang membawa beberapa berkas yang harus ia tandatangani


" Ani hadiah untuk kamu, sini biar aku yang pakein" ucap Azlan setelah Aira meminum obat nya


" Emang nya aku punya berapa istri?" tanya Azlan terdengar serius


" yang sah sih satu,pacar kakak kan banyak" jawab Aira singkat


" Almaira Az-Zahra...denger baik-baik ya, istri aku itu cuma satu dan akan seperti itu selamanya" jawab Azlan singkat sambil memasang kalung tersebut di leher Aira


Aira tidak menjawab atau membantah,ia melihat kalung indah itu di cermin,sangat indah dengan liontin berwarna biru laut,sama dengan warna mata azlan,Aira mendongak menatap wajah Azlan yang tengah menatapnya di cermin


CUP cup cup


Azlan mengecup singkat bibir dan mata Aira,membuat Aira langsung menunduk malu,seumur hidupnya ia belum pernah seperti itu bersama lawan jenisnya, azlan tersenyum melihat tingkah malu istrinya tersebut


" Kenapa Hem...malu? nanti juga kita akan melakukan sesuatu yang lebih dari itu" ucap Azlan ambigu


" Tapi Aira masih kelas 11 kak" ucap Aira lirih sambil menatap wajah Azlan


" Home schooling bisa jadi solusi untuk kamu kalau kamu hamil dan aku ga ngizinin kamu konsumsi obat pencegah kehamilan,ingat itu" ucap Azlan tegas


" Makasih hadiah nya" ucap Aira mengalihkan pembicaraan mereka, Aira masih sangat malu membicarakan tentang hubungan suami-istri antara dirinya dan Azlan, bagi Aira ini masih sangat dini untuk mereka melakukan hubungan intim seperti pasangan suami istri normal lainnya, tapi ia juga ga mungkin menolak jika Azlan yang menginginkan hak nya,Azlan lelaki normal Aira menyadari itu


" Hem" ucap Azlan singkat sambil mencium kepala aira, azlan keluar dari kamar saat salah satu Atr memanggilnya mengatakan bahwa asisten pribadinya sudah datang,Aira langsung memegang dadanya yang terasa berdengup kencang,ia kembali memandang dan mengusap lembut liontin yang melekat indah di lehernya,ada rasa bahagia menyelimuti hati nya saat menerima hadiah dari suaminya tersebut


Aira mengambil handphone nya dan menyalakan nya,begitu banyak panggilan masuk dan chat dari para sahabat nya, mulai dari pesan semalam yang menanyakan dimana dirinya, pesan hari ini bertanya dia dimana dan yang terakhir semua bertanya apa hubungannya dengan Azlan


Aira bingung harus menjawab apa,samar-samar ia mengingat Azlan lah yang menggendongnya,tapi apakah itu benar?ia harus bertanya pada Azlan,Aira masih belum siap untuk berkata jujur ada hubungan apa antara dia dan Azlan


Aira melangkah keluar dari kamar nya, ia ingin bertanya pada azlan siapa yang membawanya pulang dan ia juga baru ingat tentang bajunya siapa yang menggantikan nya

__ADS_1


" Bik... kak Azlan kemana ya?" tanya Aira lembut, karena tadi ia sudah mencari Azlan di kamar nya tapi suaminya tersebut ga ada


" Sepertinya masih di ruang kerjanya non" ucap bik Asih


" Ok... makasih ya bik" jawab Aira sambil tersenyum cantik dan di angguki oleh bik Asih


Aira Langsung melangkah menuju ruangan yang ia tau adalah ruang kerja Azlan, dan langsung mengetuk pintunya


Tok tok tok tok


" Masuk..." terdengar suara dari dalam


Perlahan Aira memutar handle pintu, dan langsung masuk tanpa melihat ke arah sofa,ia hanya fokus ke meja kerjanya Azlan


" Maaf...Aira ganggu gak? ada yang mau Aira tanya ke kakak" ucap nya pelan berdidi di pintu,Azlan mengerutkan keningnya, tumben istrinya mencarinya dan apa? Azlan baru menyadari bahwa Aira tidak menggunakan hijabnya


" Tutup mata Lo" ucap Azlan singkat pada asistennya yang sejak tadi terngaga menatap istri bos nya tersebut,Aira masih belum menyadari ada orang lain di ruangan tersebut,Azlan langsung berdiri dan menghampiri Aira


" hijab nya mana? ada asisten aku itu" ucap Azlan lembut sambil mengelus kepala Aira,Aira langsung melotot dan bersembilan di balik tubuh Azlan


" mau nanya apa? kita bicara di kamar aja ya" ajak Azlan dan langsung di angguki oleh Aira, mereka langsung menuju kamar


" Kak kakak tau siapa tadi yang nolongin dan bawa Aira pulang? trus baju Aira siapa yang gantiin?" tanya Aira penasaran


" Menurut kamu siapa? " tanya Azlan balik


" Ga tau, tapi tadi sepertinya pas di gudang Aira liat kakak yang bukain pintu nya trus abistu Aira ga ingat lagi" jawab Aira jujur


" Aku nyampe sini subuh,tiba- tiba semua bilang kamu ga pulang dari kemaren, mereka udah cari kemana- mana tapi ga ada hasilnya, hati aku bilang kamu masih di sekolah,aku periksa CCTV ternyata benar, yang bawa kamu pulang aku dan yang gantiin baju kamu juga aku,kenapa?" jawab Azlan jujur


" Berarti kakak liat seluruh tubuh Aira ?" jawab Aira sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" ya...dan itu indah banget" goda Azlan berbisik di telinga Aira, membuat Aira langsung merinding,ia memukuli Azlan karena merasa sangat malu,Azlan tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Aira


" Ih kakak ga malu banget sih jadi cowok" komentar Aira masih terus memukuli Azlan


" Trus kamu mau kalau orang lain yang gendong dan gantiin baju kamu?, aku gak akan biarin itu" ucap Azlan seraya menarik Aira dalam pelukannya


" Mereka semua chat Aira dan tanya ada hubungan apa antara kita,emang tadi ada kejadian lain?" tanya Aira masih dalam dekapan Azlan


" Sorry...tadi aku cium kamu di depan mereka semua, aku khawatir banget...dan kamu peluk aku" jawab Azlan apa adanya


" Trus Aira harus jawab apa sama mereka?" tanya Aira gusar


" Terserah kamu,mau bilang pacar, tunjangan,atau jujur itu lebih baik,asal jangan kamu bilang kita cuma saudara,aku ga suka, karena ga mungkin ada saudara yang cium saudara nya" jawab Azlan tegas


" kalau jujur mereka pasti akan kaget dan Aira malu... masak ia masih sekolah udah nikah" jawab Aira sambil sedikit manyun


" Tapi kalau pacar.....Aira kan ga pernah pacaran" jawab Aira bingung


" ya udah bilang aja kita itu fatner ranjang" jawab Azlan singkat, membuat Aira langsung melotot sempurna


" Kakak gila..? itu sama aja Aira dengan wanita malam di luaran sana" jawab Aira geram


" Makanya jujur itu lebih baik Ara...." jawab Azlan santai


" Bilang pacar aja ya...kan setau mereka kakak paksain Aira buat jadi pacar kakak" jawab Aira singkat, membuat Azlan melotot sempurna


" Ia waktu itu pacar paksaan,nah kalau sekarang gimana kalau jadi istri paksaan? berarti nanti malam kamu harus siap- siap buat kasih hak aku sebagai suami paksaan" ucap Azlan ambigu sambil mengecup singkat bibir Aira dan meninggalkan kamar tersebut, sedangkan Aira masih terbengong-bengong mendengar ucapan Azlan,ia masih mencerna apa yang baru saja Azlan katakan pada nya

__ADS_1


__ADS_2