
Terhitung sudah hampir satu Minggu umi Aisyah di rawat di RS, tapi kondisinya masih tetap sama, beberapa hari lalu beliau sempat sadarkan diri dan berbicara beberapa patah kata,tapi keesokan harinya keadaan nya kembali tidak stabil,sang Tante sudah datang dua hari yang lalu bersama putranya yang bernama Rama yang usianya terpaut dua tahun di atas Aira, sedangkan sang paman belum bisa datang,beliau masih harus menjalankan tugas sebagai pilot dan jam terbang beliau full,Aira sangat memaklumi itu dan ia paham kalau pamannya sebenarnya sangat menyayangi Umi Aisyah walaupun kakak ipar,begitu juga dengan Tante Rani ia sangat menyayangi kakak iparnya tersebut dan juga sangat menyayangi Aira, termasuk sang putra yang menganggap Aira seperti adiknya sendiri
Tante Rani adalah adik kandung ustadz Khalid,ai berprofesi sebagai desainer dan model muslimah untuk beberapa brand ternama yang di antara nya adalah milik keluarga Abbas, sedangkan sang putra bersekolah di sekolah penerbangan dan ia baru saja menyelesaikan ujian kelulusan nya, rencana nya ia akan melanjutkan di universitas yang sama
Saat mereka sedang asyik ngobrol sambil menunggu di kursi tunggu, tiba-tiba dokter yang menangani umi Aisyah memanggil keluarga nya atas permintaan pasien, ketiga nya masuk dengan hati yang sangat berdebar dan tegang, sampai di dalam mereka melihat umi Aisyah yang terlihat tersenyum memandang ke arah mereka, membuat Aira langsung menghambur memeluk tubuh lemah uminya sambil menangis sesenggukan
" Loh putri cantik umi kok nangis sih..? katanya udah gadis..tapi kok masih cengeng sih,emang ga malu sama mas Rama?" goda sang umi dengan suara lirih sambil mengusap lembut punggung sang putri dan mencium kepala nya
" Ai kangen..umi lama banget pingsan nya, untung ada Tante temani Ai" ucap Aira merajuk. manja
" Ran... boleh mbak minta tolong..?" tanya umi Aisyah menatap Tante Fifi
" Apapun itu selama Rani sanggup Insyaallah akan Rani usahakan" jawab Tante Rani dengan mata berkaca-kaca
" Tolong berikan surat Abi Khalid yang terakhir pada Aira jika mereka sudah datang dan mbak minta tolong jaga Aira untuk mbak, seandainya mereka membatalkan isi surat itu maka tolong.. uruskan sambungan pendidikan nya ke Mesir,dan pada Rama ...umi minta tolong jaga dan sayangi Aira, anggap dia adik kandung kamu" ucap umi Aisyah membuat Aira langsung menggeleng
" Ia mbak.. insyaallah Rani akan usahakan yang terbaik untuk Aira" jawab Tante Fifi pasti
" Rama janji akan menjadi Abang yang terbaik untuk iara,jadi umi ga perlu khawatir" jawab Rama pasti sambil menggenggam erat tangan umi Aisyah yang terasa sangat dingin
" Umi bicara apa sih..? umi pasti sembuh dan kita akan sama- sama lagi" ucap Aira dengan bercucuran air mata
" Kehidupan dan kematian adalah rahasia Tuhan, tidak seorang pun bisa menerka dan menghentikan atau menghindari nya, ikhlas itulah yang terbaik untuk kita,kamu sudah janji akan nurut sama Tante Rani kan..? maka umi minta tepati janji kamu dan jadilah putri kebanggaan Abi dan Umi, jangan berbuat sesuatu yang membuat om dan Tante serta mas kamu malu, satu lagi jika kamu sudah menikah maka jadilah istri saleha untuk suamimu, jadilah menantu terbaik untuk mertua mu dan jadilah putri terbaik untuk Tante dan om" ucap umi Aisyah semakin terlihat lemah dan tak berselang lama terdengar beliau mengucapkan terimakasih dan melafalkan Syahadat menyebut dan berzikir dan langsung menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya
Aira tidak mampu menangis, saat dokter mengatakan bahwa umi nya sudah berpulang langsung membuka semua alat medis yang melekat di tubuh umi Aisyah,Aira hanya bisa terisak dalam pelukan sang Tante,Andi datang di saat yang tepat,ia langsung membantu Tama untuk mengurus kepulangan janazah umi Aisyah yang akan di bawa ke ponpes dan akan di makamkan hari itu juga di pemakaman ponpes berdampingan dengan sang suami
Sementara di Jakarta tuan Omar sangat shock saat mendengar dari rumah sakit yang mengatakan bahwa calon bisan nya tersebut telah berpulang,ia langsung menghubungi sang istri dan mereka langsung berangkat menuju kota xxxcc hari itu juga tanpa memberitahu sang putra
sekitar 2 jam mereka tiba di bandara kota xxxcc, mereka sudah di tunggu oleh asisten tuan Omar dan langsung membawa pasangan paruh baya tersebut menuju ke ponpes, sampai di sana mereka langsung menuju pemakaman dan terlihat jelas proses pemakaman baru saja selesai,para santri baru saja membubarkan diri setelah melakukan doa bersama dan kini hanya tinggal Tante Rani dan tiga orang anak muda yang mereka tau bahwa yang satunya pasti putri dari ustadz Khalid, yang tak lain adalah calon menantu mereka
__ADS_1
Dan yang satunya mereka juga tau bahwa itu adalah putra keponakan dari ustadz Khalid,tapi siapa pemuda yang di sebelah Rama terlihat cukup dekat dengan keluarga tersebut,kedua pasangan paruh baya tersebut langsung menghampiri makan umi Aisyah dan berjongkok sambil langsung membacakan doa, sesekali bunda Maya terlihat mengusap lembut nisan umi Aisyah
Tante Rani baru menyadari kehadiran tuan Omar beserta sang istri,ia langsung menyalami kedua nya dan mengucapkan terimakasih telah datang, dan Tante Rani juga meminta maaf karena tidak memberitahu mereka,ia merasa sangat segan untuk memberitahu kepada keluarga yang sangat terpandang tersebut
Setelah selesai berdoa mereka semua meninggalkan pemakaman,dan langsung menuju rumah istirahat keluarga Ustadz Khalid yang terdapat di ponpes, sedangkan Andi langsung meminta izin pulang pada semua nya terutama pada Aira
" Ai AA izin pulang ya, insyaallah nanti malam AA balik lagi,kamu yang sabar ya semoga umi diterima di sisi Allah SWT dan kamu jangan terlalu lama larut dalam kesedihan,ingat masih sangat banyak orang yang menyayangi dan mengharapkan kamu bersama mereka" ucap nya lembut dan langsung menuju parkiran,ia mengendarai mobil nya menuju kediaman keluarga nya
Tuan Omar dan bunda Maya yang melihat perlakuan Andi ke Aira langsung merasa khawatir apakah Aira akan menolak perjodohan yang sudah mereka atur lima tahun yang lalu, sedangkan mereka sangat berharap gadis cantik tersebut menjadi menantu mereka, terlebih sekarang saat melihat kecantikan alami Aira dan tubuh proporsional nya membuat bunda Maya sangat merasa bangga memiliki menantu sesempurna itu
perlahan bunda Maya menghampiri Aira yang terlihat sedang duduk di ruang shalat rumah tersebut,Aira baru saja menyelesaikan shalat ashar nya, dengan sangat lembut bunda Maya mengusap punggung Aira seraya mengucapkan kata-kata sabar pada Aira, membuat gadis cantik tersebut langsung menoleh melihat siapa yang berada di samping nya
Aira tersenyum walaupun ia tidak mengenal wanita paruh baya tersebut " Terimakasih Tante.." ucap Aira lembut sambil meraih tangan bunda Maya dan mencium punggung tangan nya
" Bunda sayang... panggil saya Bunda..bukan Tante" ucap bunda Maya terlihat bersungguh sungguh dan sangat lembut
" Ia bunda.. terimakasih, maafkan Umi jika pernah menyakiti hati bunda" ucap Aira tulus sambil membalas pelukan bunda Maya
" Kamu cantik sekali sayang..maaf kalau bunda belum pernah menemui kamu, pekerjaan Ayah terlalu banyak dan sering keluar negeri, jadi bunda harus mendampingi Ayah" ucap bunda Maya lembut
" Ia bunda " jawab Aira yang merasa sangat tenang saat dalam pelukan wanita paruh baya tersebut,Aira merasakan seakan-akan ia tengah memeluk Umi nya
" Tapi bunda janji mulai sekarang bunda akan meluangkan waktu bunda untuk kamu,supaya kita bisa saling melengkapi" ucap bunda Maya sambil menunjukkan senyuman manis nya
" ia bunda terimakasih" jawab Aira patuh, walaupun sebenarnya ia sangat penasaran siapa wanita paruh baya tersebut yang masih terlihat sangat cantik di usia nya yang sudah tidak muda lagi, dan kenapa Aira tidak boleh memanggilnya Tante
Dari dapur Rani melihat interaksi keduanya terlihat sangat romantis seperti anak dan ibu, walaupun Rani tau Aira pasti akan bertanya pada nya siapa bunda Maya dan hubungan seperti apa yang mereka jalin,Rani tau bahwa ponakan cantik nya tersebut cukup pintar dan cerdas,tapi ia memang selalu menghargai orang yang lebih tua
" Kalau kamu mau mengaji silahkan lanjutkan,bunda mau ke Ayah sebentar dan mau menghubungi orang rumah agar tidak mengkhawatirkan mereka " ucap bunda Maya sambil mengecup singkat kepala Aira, dan Aira Langsung mengangguk paham
__ADS_1
Bunda Maya melangkah menuju dapur,ia ingin bertemu dengan yante Maya dan berpicara empat mata,bunda Maya langsung mengajak tuan Omar untuk menemui Tante Rani, sesampainya di dapur bunda Maya langsung menghampiri Tante Maya
" Maaf jeng Maya.. bisakah kita bicara sebentar? ada hal yang sangat penting yang ingin saya dan suami bicarakan dengan anda" ucap bunda Maya sopan
" Oh nyonya Maya..tentu saja bisa, sebentar saya selesaikan ini dulu biar kita bicara sambil minum teh, bagaimana kalau kita bicaranya di surau sebelah saja,ini tentang Aira kan?" tanya Tante Rani sambil menuang teh kedalam gelas
" ia benar sekali,baik lah kami tunggu di surau sebelah ya, silahkan lanjutkan saja dulu,dan satu lagi jangan panggil saya nyonya.. panggil kami mbak dan mas saja,itu terdengar lebih akrab" ucap bunda Maya sambil tersenyum cantik
" Baik" jawab Tante Rani sambil membalas senyuman bunda Maya
"Mariam .. tolong kamu lanjutkan dan langsung hidangkan ke depan ya,di tempat orang laki-laki ada Rama dan santri laki-laki,saya mau menemui tamu barusan" ucap Tante Rani sambil melangkah menuju pintu samping dan menghampiri tuan dan nyonya Omar di surau
Tante Rani langsung duduk di depan pasangan paruh baya tersebut sambil meletakkan gelas teh hijau yang ia bawa tadi
" Maaf mas.. mbak.. apa yang ingin dibicarakan..? apakah benar ini tentang Aira..? maaf sebelumnya tadi sebelum mbak Aisyah menghembuskan nafas terakhirnya beliau berpesan jika keluarga Abbas datang dan ingin membatalkan perjodohan itu, mbak Aisyah terima karena mungkin seiring berjalannya waktu Anda atau putra anda memiliki pilihan lain,kami sangat memahami itu" ucap Tante Rani bersungguh sungguh
" justru saya ingin mengajak anda bicara untuk meminta persetujuan dari anda sebagai satu- satunya keluarga Aira saat ini, kami ingin mereka menikah dalam waktu satu tahun ini,agar kami bisa membawa Aira tinggal bersama kami, untuk sekarang kami ingin memindahkan sekolah nya ke Jakarta dan akan memberikan dia apartemen untuk tempat tinggal nya sementara sebelum mereka menikah" ucap bunda Maya sambil tersenyum dan di angguki setuju oleh tuan Omar
Mata Rani terbelalak mendengar ucapan bunda Maya,ia tak tau harus menjawab apa dan mengambil keputusan yang mana, bagaimana mungkin keponakan cantik nya dan sangat ia sayangi tersebut harus menikah di usia yang masih sangat muda, bahkan sekolah saja belum selesai
" Tapi mas.. mbak.. bagaimana mungkin mereka menikah sementara Aira masih sekolah dan ia baru akan naik kelas 11 bahkan KTP pun ia belum punya, bukan kah putra kalian juga masih sekolah? ucap Tante Rani dengan sangat hati-hati
" tahun depan Aira akan berusia 17 tahun,kami yang akan mengurus kartu identitas nya dan kami yang akan mengurus segala sesuatu tentang pernikahan mereka,anda tenang saja pernikahan mereka resmi di mata hukum agama dan negara, hanya saja masih di rahasiakan, masalah sekolah anda tidak perlu khawatir, karena kami akan memindahkan nya ke sekolah milik yayasan keluarga Abbas" jawab bunda Maya pasti sambil menggenggam erat tangan Tante Rani
" tapi Aira itu masih sangat manja dan ia belum tau apapun tentang rumah tangga,saya takut ia tidak bisa menjadi istri yang baik dan tidak bisa bertanggung jawab sebagai seorang istri" ucap Tante Rani terus terang
" Anda tidak perlu khawatir,ia tidak harus mengerjakan apapun di mansion kami,ia juga akan tetap bersekolah seperti biasanya, hanya saja status nya yang berubah, masalah tanggung jawab antara suami istri biar nanti mereka berdua saja yang membicarakan nya setelah mereka menikah, apakah mereka akan langsung tidur satu kamar atau pisah kamar sampai Aira lulus sekolah" ucap bunda Maya sambil tersenyum geli membayangkan jika sang menantu dan putranya tidur satu kamar,secara putranya play boy sedangkan Aira terlihat jelas masih sangat polos
" Baik lah, terserah pada mas dan mbak saja, kalau begitu setelah tujuh hari mbak Aisyah akan saya berikan padanya surat peninggalan mas Khalid untuk nya, karena kata Mbak Aisyah dalam surat tersebut mas Khalid mengatakan dengan jelas alasan menjodohkan nya" ucap Tante Rani menjelaskan
__ADS_1
" baiklah, dan tolong anda yang mengurus surat pindah sekolah nya dan pindahkan ke sekolah milik keluarga Abbas yang di jalan xx,kami akan memberi kabar pada kepala sekolah" ucap tuan Omar pasti
" Dan satu lagi, tolong jangan beritahu dulu padanya siapa kami sebenarnya, kalau dia tanya katakan saja saya salah satu sahabat dekat uminya,saya akan berusaha untuk lebih dekat lagi dengan nya, setelah ia merasa nyaman dengan saya dan suami,maka akan mudah untuk membujuknya menikah tahun depan" ucap bunda Maya sambil tersenyum pasti,Tante Rani langsung setuju