DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
69


__ADS_3

Hari terus berlalu tanpa terasa sudah hampir dua Minggu Aira di rawat secara intensif di rumah sakit tersebut, hubungan nya dengan sang suami juga sudah lebih baik, walaupun sesekali wanita cantik tersebut masih terlihat cuek pada azlan


Kedua orang tua azlan sangat menjaga Aira, keduanya memberikan perhatian yang sangat besar pada sang menantu kesayangan mereka dan mereka juga tidak ikut campur tentang masalah sang menantu dengan putra mereka, kedua orang tua azlan membiarkan keduanya menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri


Tuan Omar dan bunda Maya terkadang merasa gemas dan lucu saat melihat atau mendengar perdebatan pasangan muda tersebut, melihat putra mereka yang sering kelimpungan menghadapi sikap sensitif nya sang istri


" Assalamualaikum... selamat siang sayang..


ini bunga buat kamu dan ini aku bawain makanan kesukaan kamu" ucap Azlan saat memasuki ruangan sang istri, hari ini ia ada meeting pagi, sehingga ia tidak bisa menemani Aira sejak pagi


" Waalaikum salam..." jawab Aira cuek meraih buket bunga yang azlan letakkan di pangkuannya dan meletakkan nya di vas yang tersedia di atas nakas di samping brankar miliknya dan kembali melanjutkan membaca bukunya, bunda Maya yang berada dalam kamar mandi sedikit mengintip melihat interaksi pasangan muda tersebut


" Cuek banget sih istri aku? Bunda mana yang..?" tanya Azlan seraya mengecup puncak kepala dan pipi Aira


Cup cup


" Dikamar mandi, udah punya istri ya? kirain masih single" jawab Aira sedikit meledek Azlan


" Udah donk, istrinya aja yang tega banget cuekin suami setampan aku, padahal kalau di rumah selalu ga nolak kalau diajak bobok bareng" goda Azlan membuat pipi Aira bersemu merah karena malu


" Itu karena istrinya wanita bodoh aja percaya sama cowok playboy" jawab Aira cemberut


" Tapi kalau bodohnya seperti itu aku suka yang... selalu pasrah dibawah aku dan bikin aku ga bisa jauh dari kamu" goda Azlan lagi


" Apaan sih...mesum banget jadi cowok" omel Aira karena malu dengan godaan azlan


" Aku mesum juga sama istri sendiri, bukan istri orang dan perlu kamu tau, setelah kamu sembuh nanti aku janji akan lebih rajin lagi usahanya buat bikin azlan junior atau Ara junior " jawab Azlan dengan tersenyum genit ke arah Aira


" Kakak bisa diem gak?" tanya Aira dengan mata melotot


" No sayang....kamu lupa kamu belum kunci bibir aku" jawab Azlan seraya langsung menarik Aira kedalam pelukannya dan menatap wajah gadis cantik tersebut dengan penuh damba dan rasa yang sulit untuk ia ungkapkan


CUP.......


Dengan cepat azlan sudah menyatukan bibir mereka,ia mexxxx lembut bibir ranum Aira seraya menekan tengkuk wanita cantik tersebut untuk memperdalam ciuman mereka,Aira ga bisa berontak karena sebelah tangan azlan sudah memeluk posesif pinggang Aira, membuat gadis cantik tersebut harus pasrah dan menikmati apa yang sang suami lakukan


Azlan melepaskan tautan mereka saat merasakan pasokan oksigen di tubuh mereka berkurang,ia menempelkan kening mereka sehingga hidung mancung mereka saling bertabrakan,ia menatap dalam wajah wanita yang sangat ia cintai tersebut


" Aku sangat mencintai kamu..." ucap nya lembut dan kembali menyatukan bibir mereka

__ADS_1


Cup...


Azlan kembali mexxx bibir Aira,tapi kini lebih menuntut dan kecupan nya mulai turun ke leher jenjang Aira, memberikan beberapa tanda kepemilikan nya disana, tangan nya dengan cepat sudah melepaskan beberapa kancing piama Aira dan mulai menyusupkan wajah nya saat melihat aset kembar milik sang istri


Azlan mexxx lembut puncaknya dan tangan nya sedikit meremas yang sebelahnya, membuat tubuh Aira sedikit meremang merasakan sensasi dari kelakuan suaminya tersebut


" Ka....kak.. u..udah ....hhhhh.. bunda di kamar mandi " ucap Aira pelan dengan suara nya yang ia tahan agar tidak mengeluarkan dexcxx, membuat Azlan menghentikan aktivitasnya dan memasang kembali pengait xxx Aira serta kancing piama sang istri


Shiiit..umpat nya dalam hati dan menatap wajah Aira yang terlihat memerah seraya menunduk malu


" Maaf aku hampir lepas kendali....aku beneran kangen dan pengen banget yang.." ucap Azlan lembut seraya memeluk erat tubuh Aira, meredakan gejolak dalam dirinya yang rasanya ingin meledak


Aira tidak menjawab ia hanya mengangguk dalam dekapan azlan dan mulai membalas pelukan hangat yang sebenarnya juga sangat ia rindukan tersebut, Aira membenamkan wajahnya di dada bidang Azlan


" I love you baby..." ucap Azlan lembut


" Too.." jawab Aira singkat, membuat hati azlan terasa sangat bahagia, karena sang istri sudah terlihat kembali manja padanya


Sang bunda didalam kamar mandi masih memegang jantung nya yang berdebar kencang karena melihat secara live kelakuan sang putra yang terlihat sangat menginginkan sang istri, bunda Maya ga menyangka ternyata putra dingin nya bisa se agresif itu saat bersama sang istri dan terlihat sangat memuja wanita cantik tersebut


" Hufthh...ok Udah bisa keluar" monolog bunda Maya dalam kamar mandi seraya menghembuskan nafas nya, sebelah tangan nya menarik hendle pintu, membuka nya secara perlahan dan memasang wajah rileks seakan-akan ia tidak mengetahui apapun


" Boy.. kapan kamu datang sayang..?" tanya bunda Maya dengan ekspresi yang seakan terkejut


" Kak Aira bisa makan sendiri" protes Aira karena azlan menyuapi nya


" No baby...biar aku aja" jawab nya seraya masih menyuapi Aira dan sesekali menyuapi dirinya sendiri, bunda Maya menggeleng melihat kebucinan sang putra


" Karena udah ada kamu,bunda pulang sebentar ya,kamu ga kemana-mana lagi kan? " ucap bunda pada sang putra yang ingin memberikan pasangan muda tersebut kesempatan


" Ok Bun jangan khawatir,aku ga balik ke kantor lagi kok" jawab Azlan semangat


" Sayang...bunda pulang ya, udah ada suami kamu nih, besok bunda balik lagi buat jemput kamu, karena kata dokter besok kamu sudah boleh pulang" ucap bunda Maya pada Aira, membuat gadis cantik tersebut mengangguk patuh


" Ia Bun.. terimakasih dan bunda hati-hati ya di jalan nya" Jawab Aira lembut seraya mencium punggung tangan sang ibu mertua


Setelah kepergian bunda Maya dan acara makan mereka selesai, azlan membereskan semuanya dan membersihkan dirinya sedikit,kini ia hanya memakai celana bahan dan baju kemeja nya saja, azlan langsung merebahkan tubuhnya disamping Aira dan memeluk posesif pinggang ramping sang istri


" Yang...kita lanjutkan yang tadi yok....bunda kan udah pulang" ucap nya dengan wajah yang ia buat se sedih mungkin, membuat Aira tidak sanggup menolak permintaan sang suami

__ADS_1


" Ntar kakak ga sanggup kendalikan diri kakak" jawab Aira terlihat sedikit cemas


" Makanya kamu bantu aku agar ga tersiksa" jawab Azlan yang langsung menarik Aira dalam dekapan nya dan memulai aksinya dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti sang istri


Keduanya mengungkapkan rasa rindu mereka yang tertahan beberapa hari ini, yang membuat keduanya merasa tersiksa, tapi karena kesalahpahaman yang membuat sang istri memasang tembok untuk mereka, membuat Azlan terpaksa harus sabar menunggu kemarahan sang istri reda


Sedangkan di lain tempat Susi sedang sangat gelisah dan serba salah,rasa malu dan serba salah masih sangat melekat dihatinya,ia sangat ingin bertemu dengan Azlan dan meminta maaf atas kejadian tersebut, tapi ia ga berani mengingat ancaman yang Dodi ucapkan padanya pada hari naas tersebut


mulai besok kamu akan bekerja di lantai xx xx, dan saya ingatkan jangan pernah sekalipun saya lihat kamu mencari kesempatan untuk menemui tuan muda,ingat siapa kamu dan siapa tuan muda,serta apa status nya.. dia pria yang sudah beristri, kalau kau masih sayang keluarga mu maka buang jauh-jauh niat kamu untuk mendapatkan tuan muda


Itulah pesan yang Dodi ucapkan pada Susi saat sorenya Dodi menemuinya di depan gerbang kampus wanita tersebut, dan Susi yakin bahwa Dodi tidak main-main dengan ucapannya tersebut, tapi yang membuat Susi masih bertanya apakah benar azlan dan Aira sudah menikah? mengingat wanita cantik tersebut masih berstatus sebagai seorang pelajar


Tapi Susi juga masih sangat bersyukur ternyata ia masih diberikan kesempatan untuk tetap bekerja di Abbas group,ia yakin suatu saat akan ada waktu yang tepat untuk ia minta maaf pada azlan juga Aira atas segala kelancangannya pada hari itu


Walaupun di hati kecilnya masih sangat mengagumi azlan, tapi mengingat perkataan Dodi membuat ia yakin untuk melupakan perasaannya tersebut, terlebih ia juga sadar siapa saingannya, seorang wanita yang hampir mendekati sempurna, apalah dirinya yang diibaratkan bagaikan pungguk merindukan bulan


kalau Susi sedang sangat gundah gulana,berbeda lagi dengan para sahabat azlan dan juga para sahabat Aira, mereka sangat bahagia bagaikan mendapatkan sebuah undian mewah,saat mengetahui tentang kebenaran hubungan Aira dan azlan


Ingin rasanya mereka memberikan pasangan muda tersebut termasuk afkar dan melody sebuah hukuman yang setimpal karena tidak memberitahukan tentang kebenaran yang sesungguhnya


Ketiga sahabat Aira sangat rutin menjenguknya, setiap Setelah habis dari sekolah dan kampus , ketiga nya langsung datang ke rumah sakit,itu semua membuat Aira sedikit lebih cepat bisa menerima tentang keguguran nya dan tampak lebih bersemangat


Sedangkan Azlan ia semakin menunjukkan sikap posesif dan rasa sayangnya pada wanita cantik tersebut,ia selalu menyiapkan beberapa bodyguard didepan ruangan sang istri dan selalu berpesan agar tidak mengizinkan siapapun masuk kecuali kedua orangtuanya , keluarga Tante Aira,dan para sahabatnya


Sedangkan sang Tante sangat merasa terpukul saat mendengar berita tentang kejadian tersebut,ia sangat sedih karena harus kehilangan calon cucu pertama dari keponakan tersayang nya tersebut,ia merasa tidak becus menjaga titipan dari kakak nya


Berbeda lagi dengan tuan Omar, beliau terus menjadikan kesempatan tersebut untuk membuat Azlan memiliki sikap yang lebih tegas dan bertanggung jawab,beliau juga menjadi penyemangat pria muda tersebut untuk terus berusaha lebih keras lagi untuk membuat Aira cepat mengandung lagi


" Ayah mau kamu melakukan perawatan terbaik untuk istri kamu,dan ingat ayah sama bunda sudah menunggu lama cucu dari kalian,Aira tidak bersalah, tapi kamu yang salah punya banyak wanita" ledek sang ayah saat mengunjungi ruangan kantor sang putra


" Apaan Ayah ini...mana ada aku punya banyak wanita, wanita ku itu cuma satu Almaira Az-Zahra dan ga akan tergantikan dengan yang lain, ayah tenang aja dan sabar,kami akan kasih ayah cucu yang banyak,biar rame" jawab Azlan protes karena tidak terima dengan omongan sang ayah


" Kamu kira melahirkan itu gampang dan tidak sakit? kalau dilihat dari Bucin nya kamu bisa-bisa kamu ga akan sanggup melihat kesakitan istri kamu saat akan melahirkan nanti" ucap tuan Omar pada azlan


" Makanya Ayah sama bunda itu yang sabar lagi nunggu proses nya, emang buat nya juga gampang?" jawab Azlan asal membuat tuan Omar Langsung melotot sempurna mendengar ucapan putranya yang terkenal dingin tersebut


Tuan Omar tidak menjawab lagi, hanya menggidikkan bahunya dan langsung keluar meninggalkan ruangan putranya tersebut, beliau menggeleng seraya menggerutu ' lagaknya ngomong buatnya ga gampang, dari Bucin nya aja udah keliatan kalau mau nya istrinya itu di gempur siang malam' gerutu beliau seraya terus berjalan menuju ruangan beliau sendiri


Sedangkan di mansion mewah keluarga Abbas,sang nyonya besar sedang sangat sibuk menyiapkan kejutan untuk menyambut kepulangan sang menantu dari rumah sakit,beliau mendekor kamar pasangan muda tersebut layaknya kamar pengantin baru, membuat para Art ikut antusias dengan ide konyol sang nyonya besar mereka

__ADS_1


Para Art juga sangat sibuk menyiapkan berbagai menu untuk hidangan makan siang keluarga dari majikan mereka tersebut,para koki menyiapkan aneka menu sehat untuk program kehamilan dan menu lezat lain nya, semua itu atas perintah sang nyonya besar mansion mewah tersebut


Walaupun sesungguhnya para Art masih sangat terkejut dan juga sedih karena berita yang menimpa sang nona muda mereka yang menurut mereka sangat baik tersebut, tapi mereka tidak mau menampakkan kesedihan mereka di hadapan sang nona muda, mereka ingin membuat semuanya terlihat ceria dan baik-baik saja


__ADS_2