
Hari terus berganti menjadi Minggu dan berlanjut menjadi bulan baru, perjanjian antara aira dan Azlan masih berjalan lancar, walaupun sesekali Aira merasa sangat dengan permintaan konyol Azlan, tapi sebisa mungkin Aira bersabar mengingat Azlan orang yang sangat berpengaruh di sekolah tersebut,Aira tidak ingin membuat tantenya khawatir jika tiba-tiba ia minta pindah sekolah, membuat ia berusaha sabar dengan kelakuan Azlan pada nya, selama tidak merusak harga dirinya
Tapi hari ini Aira benar- benar sudah tidak sanggup menghadapi Azlan, saat tiba- tiba Azlan menariknya ke taman belakang sekolah dan mengancamnya akan mencium nya jika Aira menolak untuk mendampingi nya menghadiri birthday party salah satu teman sekolah mereka, Azlan menyandarkan tubuh Aira di sebuah pohon besar dan membisikkan kata-kata yang membuat kesabaran Aira hilang bagaikan ditelan bumi, tanpa mereka tau banyak pasang mata yang menyaksikan hal tersebut, mereka mengira Azlan tengah mencium Aira
Setelah Azlan mengucapkan kata-kata nya,Aira langsung menatap wajah Azlan intens, membuat jantung Azlan berdetak kencang
" kak please akhiri semua ini, jika memang kakak benar- benar ga suka saya sekolah disini, Ok saya akan segera mengurus kepindahan sekolah saya hari ini juga, dan saya janji saya akan berusaha untuk kita tidak akan pernah bertemu lagi, tapi please bebaskan saya dari semua ini" ucap Aira lirih
DEG....
Jantung Azlan serasa mau copot,ia sangat terkejut mendengar keputusan Aira untuk pindah sekolah dan menghilang dari nya, entah mengapa ia merasa tidak terima dengan keputusan Aira,ia seolah- olah ga rela jika Aira pergi meninggalkan nya, Azlan menatap intens wajah Aira yang dipenuhi air mata
" Lo denger baik- baik.. gue ga akan ngebiarin Lo pergi sebelum perjanjian kita selesai dan itu masih satu bulan lagi, satu lagi nanti malam gue tunggu Lo jam tujuh di lobby apartemen kita" ucap Azlan dingin dan langsung meninggalkan Aira yang langsung terduduk lemas di bawah pohon tersebut
Malam pun tiba dengan sangat terpaksa Aira mengikuti perintah Azlan,ia mengambil salah satu dress nya dan langsung memakai nya, setelah selesai Aira langsung turun menuju lobby, ternyata benar Azlan sudah menunggu nya, Azlan melirik sekilas saat Aira datang,ia mengakui gadis dihadapannya itu memiliki daya tarik yang cukup besar
Aira terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan dress bermotif bunga, sedangkan Azlan terlihat sangat tampan dengan kemeja biru muda dan celana bahan hitam, membuat mereka terlihat sangat serasi sebagai pasangan kekasih
Azlan langsung menuju mobil sport mewah milik nya dan diikuti Aira di belakang nya, mereka langsung menuju sebuah cafe mewah tempat acara tersebut dilangsungkan,tak butuh waktu lama mereka sampai di tempat tujuan, walaupun sebenarnya Aira sangat terpaksa tapi ia tetap berusaha tampil maksimal di hadapan para teman satu sekolah nya tersebut, ia tidak ingin membuat malu dirinya sendiri karena kecerobohan nya, karena ia sangat yakin yang hadir di acara tersebut pasti dari kalangan para anak Sultan
Kedatangan kedua insan tersebut membuat semua yang hadir di tempat itu Langsung terdiam sejenak, mereka menikmati dua makhluk Tuhan yang nyaris sempurna dihadapan mereka, seorang pemuda tampan yang berjalan beriringan dengan wanita cantik dengan tubuh proporsional membuat nya terlihat bagaikan model yang tengah berada di atas catwalk
Keduanya langsung menghampiri sang pemilik acara menyerahkan kado mewah seraya mengucapkan selamat , terlihat jelas gurat kekecewaan dan rasa tidak suka yang di tampilkan pada wajah sang pemilik acara,ia berharap seorang Azlan sang idola nya tersebut akan datang bersama para sahabatnya seperti biasanya sang ketua OSIS itu lakukan, tapi malam ini ia datang dengan menggandeng gadis cantik yang semua murid sekolah mereka tau gadis tersebut adalah anak baru di sekolah mereka
Malam ini Azlan seakan-akan secara resmi mengumumkan bahwa ia dan anak baru tersebut memiliki hubungan khusus dan ini pertama kalinya Azlan membawa seorang wanita ke acara khusus seperti itu, biasanya ia akan terlihat dengan kekasih nya saat di club atau di tongkrongan nya
Azlan mengajak Aira duduk di salah satu kursi yang masih kosong, keduanya sama-sama diam dan terlihat tidak berniat untuk bicara,Aira terlihat sibuk dengan ponselnya, sedangkan Azlan terlihat asyik ngobrol dengan salah seorang tamu yang sepertinya memiliki hubungan kerja dengan orang tua Azlan
Azlan melihat Aira yang sepertinya sama sekali tidak menikmati acara tersebut, dalam benak Azlan bertanya seperti apakah kehidupan sehari-hari yang di jalani gadis cantik tersebut, hidup nya terlihat sangat tenang seakan akan ia tidak pernah memikirkan sesuatu yang berat
" Lo kok seperti nya ga menikmati acara nya,ga suka ya? atau ini pertama kali Lo ke acara party gini" tanya Azlan sedikit berbisik di telinga Aira, membuat Aira langsung menggeser posisi duduk nya
" Saya ga pernah suka dengan acara seperti ini, hanya buang waktu,tenaga dan uang, tapi tidak menghasilkan apapun yang menuju ke arah positif, semua yang datang ke tempat ini dengan tujuan pamer barang branded,pamer pasangan, sementara di luaran sana masih sangat banyak orang yang kelaparan dan anak terlantar" jawab Aira sambil tersenyum remeh melihat ke arah para teman mereka yang terlihat sedang berkumpul dan happy- happy
" mana ada semua orang bisa berfikir sama, setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda-beda dan gaya hidup yang berbeda, sehingga kebutuhan hidup seseorang juga ga mungkin bisa sama
" Kakak benar.. semua itu tergantung dengan siapa mereka bergaul dan pergaulan yang bagaimana yang mereka kenal" jawab Aira tanpa mengalihkan pandangan nya dari para pengunjung
" kalau kamu kurang nyaman kita langsung pulang aja " ucap Azlan tiba-tiba
" Saya ga masalah pulang sendiri kalau kakak masih mau di sini" jawab Aira sambil menatap Azlan sekilas
" Lo kesini sama gue dan pulang juga harus bareng gue" jawab Azlan singkat dan langsung berdiri melangkah meninggalkan Aira, membuat Aira langsung mengikuti Azlan dari belakang, Azlan tersenyum tipis saat ia menyadari Aira mengikutinya sehingga ia langsung memperlambat langkahnya, membuat mereka kembali jalan beriringan
" Gue balik ya" ucap Azlan singkat saat izin pulang pada pemilik acara
__ADS_1
" Kok cepat banget sih lan..? baru juga mau dimulai acara puncak nya" jawab gadis tersebut terdengar kecewa,ia sedikit melirik Aira dengan tatapan remeh nya
" Gue bawa anak mami... jadi sorry banget ga mungkin gue bawa pulang anak orang tengah malam,bisa-bisa ga direstui ntar gue" jawab Azlan sepontan seakan-akan ia dan Aira benar- benar sedang menjalin hubungan khusus
Sedangkan Aira hanya mengangguk dan tersenyum canggung saat melihat wajah gadis itu yang sangat terlihat jelas tidak menyukai nya, dalam hati ia benar-benar mencibir Azlan yang mengatakan hal konyol tersebut
Kedua insan muda tersebut langsung meninggalkan cafe tersebut dan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh satpam, Azlan langsung melajukan mobilnya menuju apartemen mereka, ditengah perjalanan Azlan melihat ternyata Aira sudah tertidur pulas di mobilnya,ia tersenyum saat melihat wajah polos Aira yang tertidur bagaikan bayi
Sambai di parkiran apartemen mereka Azlan langsung memarkirkan mobilnya, Azlan tidak langsung membangunkan Aira,ia malah asyik memandang intens wajah cantik Aira yang terlihat benar-benar polos tanpa makeup, hanya bibirnya yang terlihat memakai pewarna bibir yang terlihat sangat tipis dan natural, Azlan berfikir tanpa mekeup aja wanita di samping nya tersebut terlihat begitu cantik, bagaimana jadinya jika Aira menggunakan makeup seperti gadis- gadis lain
Tidak banyak yang tau bahwa Aira adalah salah satu tipe wanita yang sangat merawat tubuhnya,ia tidak pernah lupa melakukan perawatan pada wajah dan tubuh nya, hanya saja ia memang tidak terlalu suka menggunakan makeup apalagi yang terlihat mencolok, Azlan tidak tau kalau bunda Maya yang selalu rutin memesan produk perawatan wanita yang terbaik dari luar negri untuk calon menantu kesayangan nya tersebut
Dalam hati entah mengapa Azlan sangat ingin menyentuh wajah Aira, akan tetapi hati kecilnya berbisik jangan pernah kamu menyentuh nya,dia sangat jauh berbeda dari para wanita yang pernah kamu kenal,Azlan menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya yang hampir saja menyentuh Aira
"Ra...Ara... bangun...." ucap Azlan pelan, membuat Aira melenguh dan mengerjabkan matanya
" Bangun kita udah sampai, atau Lo mau gue gendong ke unit Lo?" tanya Azlan menggoda Aira
" Ga perlu, saya bisa jalan sendiri" jawab Aira sambil membuka pintu mobil dan melangkah meninggalkan Azlan
Azlan langsung berlari menyusul Aira, setelah ia mengunci mobil nya, keduanya jalan beriringan dan memasuki lift bersamaan, tidak ada obrolan sama sekali,Aira langsung keluar dari lift saat lift berhenti di lantai unit miliknya diikuti oleh Azlan di belakang nya
" Kakak mau kemana?" tanya Aira saat menyadari Azlan mengikuti nya
" Nganter Lo supaya gue bisa pastiin Lo ga nyasar dan masuk ke unit Lo, habisnya Lo jalan sambil tidur" jawab Azlan beralasan
Aira tersenyum singkat,ini pertama kalinya Azlan melihat gadis cantik tersebut senyum pada nya, dia tidak salah lihat kan?" Aira Langsung menekan password unit nya, Azlan sekilas dan ia sudah hafal sandi apartemen Aira, setelah pintu terbuka ia berbalik melihat
" Udah... kakak udah bisa pergi,saya mau masuk" ucap Aira sambil menatap Azlan
" Lo ngusir gue...? dan ga ada niatan buat nawarin gue singgah gitu?" tanya Azlan melotot
" Kita itu bukan muhrim,jadi sangat tidak baik jika wanita dan pria yang bukan muhrim berada dalam satu ruangan yang tertutup hanya berdua saja,maka yang ketiga nya adalah Syaitan" jawab Aira menjelaskan
Azlan terdiam dan menatap wajah Aira, sesaat kemudian ia mengangguk paham
" Ok gue terima alasan Lo, itu artinya kalau gue mau ke unit Lo gue akan bawa temen" jawab Azlan singkat dan langsung melangkah meninggalkan Aira yang terlihat bengong dengan jawaban ambigu nya Azlan
Aira menggeleng melihat tingkah aneh Azlan,ia langsung masuk dan menutup pintu,Aira langsung menuju kamar mandi membersihkan wajahnya dan melakukan perawatan rutin sebelum tidur dan setelahnya ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuk nya dan langsung terlelap
Berbeda lagi dengan Azlan, pemuda tampan itu kembali menuju lantai dasar, ia akan menemui kedua sahabat nya di cafe tongkrongan mereka, sebenarnya ia sudah sangat malas untuk keluar rumah lagi dan ingin langsung tidur,tapi karena kedua sahabat nya mengatakan ingin membahas sesuatu yang penting dan ada sedikit sangkut pautnya dengan Aira, membuat Azlan tertarik untuk mengetahui nya
Saat Azlan tiba di cafe ia melihat tidak hanya kedua sahabat nya yang ada di tempat biasa mereka duduk,melainkan juga ada intan dan Nia yang terlihat berwajah sedikit serius, membuat Azlan semakin penasaran dan ia segera menghampiri mereka yang belum menyadari kedatangan nya
"Ada apa sih gue udah ngantuk banget" ucap nya dengan wajah dingin dan cuek nya saat sampai di depan mereka,ia langsung duduk seraya sedikit memijat keningnya
" Wuih sabar dong bro... baru juga Dateng udah ngantuk aja, masih sore juga,atau jangan-jangan baru selesai enak enakan Lo, habis berapa ronde?" tanya Afkar meledek Azlan
__ADS_1
" ****** Lo..gue abis dari party nya Mela, karena yang gue bawa anak mami jam segini udah minta pulang, jadinya gue juga ikutan ngantuk kan abis nganterin dia pulang" jawab Azlan ngasal
" Dapat anak mami dimana Lo? ok ngak..? berarti habis one night stand dong Lo" goda Alif sambil tertawa geli
" Lo kota gue player...? ya Nemu di rumah nya lah,ok sih tapi DONT TOUCH ME " ucap nya dengan yang ia buat serius membuat kedua sahabat nya langsung tertawa terbahak-bahak, sedangkan intan dan Nia hanya menggeleng melihat tingkah konyol cowok tampan di hadapan mereka dan baru kali ini mereka melihat Azlan bicara lumayan panjang dengan sedikit bercanda
" Trus gunanya Lo bawa doi untuk...?" tanya kedua sahabat nya kompak
" untuk bikin para cewek alay tu ga ngejer gue lagi, bosen gue" jawab Azlan singkat
" Apa masalah yang tadi kalian bilang penting mau kalian omongin ke gue? cepetan gue ngantuk" Azlan to the point
" Bukan kita sih, tapi sebenarnya mereka yang minta tolong ke kita, berhubung masalah nya ada kaitannya nya dengan Abbas group ya udah menurut kami kayak nya Lo lebih cocok untuk beresin kasus nya" jawab Afkar terus terang, membuat Azlan menatap intan dan Nia
" Maksudnya?" tanya Azlan bingung
" Gini lan.... sebenarnya Aira itu model di brand keluarga Lo....sama seperti tantenya" ucap intan serius
DEG...
"Sejak kapan.. dan dari agenci mana?" tanya Azlan dengan ekspresi terkejut, jadi yang selama ini heboh di perbincangkan oleh para kru dan desainer tentang model baru yang cantik dan muslimah, tapi ga pernah mau wajah nya di ekspos itu Aira?" dalam hati Azlan
" Sejak sekolah menengah dia emang pernah beberapa kali jadi model muslimah, tapi pas umi nya mulai sakit- sakit-sakitan dia ga mau lagi lanjut setelah kontraknya selesai,Kami ga tau dari agenci mana yang jelas dia satu agenci sama Tante nya" jawab Nia
" Trus masalah nya dimana?" tanya Azlan bingung
" Masalah nya, anak dari pemilik agenci itu suka banget sama Aira,bisa di bilang dia terobsesi gitu,dia sampai bela- belain pindah sekolah nya dari Prancis ke indo dan kabarnya dia itu player suka Gonta ganti temen ranjang" jelas intan serius
" Kenapa harus kalian yang kepo? kali aja teman kalian itu juga suka sama tu cowok" jawab Azlan pura- pura cuek
" Masalah nya si cantik udah beberapa kali nolak tu cowok, tapi si cowok bilang dia ga bakal nyerah dan akan lakuin apapun untuk dapetin Aira dan yang bikin kami khawatir Udah dua Minggu ini Tante nya Aira tour keliling dunia ngadain fashion show brand terbaru Abbas group, jadi Aira selalu pulang naik taksi online setiap kali selesai pemotretan in, TU cowok selalu ngikutin sampai apartemen" jelas intan
" Dan mana mungkin Aira suka sama tu cowok, walaupun cakep and tajir,A' Akbar yang cowok baik- baik aja di tolak sama si cantik, apalagi ini tukang celup sana sini" tambah Nia spontan membuat Afkar dan Alif tertawa geli, sedangkan Azlan hanya tersenyum
" Trus gue di suruh ngapain?" tanya Azlan terdengar sok polos
" Ya Lo kan bisa jumpai tu bocah dan bilang bidadari gue itu pacar Lo, jadi jangan pernah deketin dia,ga kebayang gue kalau sampai bidadari gue disentuh pria lain, wajah sama tangan nya aja segitu halus nya, gimana area yang lain nya coba? brengsek tu cowok" ucap Afkar geram
" Brengsek Lo ngebayangin yang enggak- enggak,sama aja Lo kayak tu bocah,gue pres ntar otak Lo, Ya Udah deh gue balik" ucap nya singkat, terlihat jelas di wajahnya rasa khawatir dan ga suka saat Afkar membayangkan bagaimana lain tubuh Aira, dan intan menyadari itu, intan yakin Azlan tertarik dan memiliki rasa untuk sahabat nya tersebut,tapi gengsi mengalahkan segalanya
"Eh jalan tol.. jadi gimana dong? Maren pergi aja Lo" ucap Afkar geram
" Itu urusan gue besok di kantor dan Lo jangan berani-berani deketin dia" ucap nya terdengar sedikit mengancam, intan tersenyum mendengar ucapan Azlan
" Apa hubungannya coba?" tanya Afkar bingung
" Itu karena mulai besok Azlan bakal bilang kalau sicantik itu pacar nya dia,kan ga lucu kalau Lo juga deketin dia" jawab intan menjelaskan
__ADS_1
" Ia juga ya" jawab afkar paham
Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang karena waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, dan besok mereka masih harus sekolah