DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
17


__ADS_3

Setelah beberapa menit lift tersebut berhenti di lantai tujuan Aira,ia langsung keluar dari lift, akan tetapi langkah nya terhenti saat ia mendengar perkataan pria yang tadi bersama dengan nya di dalam lift


" lain kali kalau Lo mau keluar jangan berpakaian seperti itu,itu terlalu seksi Dimata laki-laki" ucap Azlan dingin dengan suara berat nya


" Terimakasih..." jawab Aira singkat tanpa membalikkan badannya melihat lawan bicaranya


Aira kembali melanjutkan langkahnya menuju unit miliknya,ia meletakkan semua barang belanjaan nya didapur mini miliknya dan bergegas menuju kamar nya,Aira sangat penasaran dengan perkataan Azlan barusan padanya,ia berdiri di depan cermin besar di kamarnya dan memantau penampilan nya,Aira berdecak geram.. menurutnya penampilan nya cukup sopan, " mungkin mata cowok tadi aja yang eror" gumam Aira sendiri


Sementara Azlan juga melanjutkan meuju lantai unit nya, setelah sampai ia langsung keluar dari lift dan melangkah kan kakinya memasuki unit miliknya, sampai di dalam ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Azlan mengguyur tubuhnya dan mengusap kuat wajah,ia geram dengan dirinya sendiri kenapa tadi ia bisa memprotes Aira, sedangkan biasanya ia tidak pernah perduli dengan pakaian orang lain


Azlan merasa frustasi dengan pikirannya, hati dan pikiran nya sangat bertentangan,hati nya mengatakan Aira mampu membuat gairah nya sebagai seorang pria muncul, belum pernah ia merasakan senyaman itu dekat dengan wanita, walaupun ia dikenal memiliki banyak kekasih,tapi pikiran nya berfikir lain,ia merasa gadis cantik itu terlalu sombong sebagai seorang wanita


Setelah selesai dengan mandinya Azlan langsung menuju ruang ganti dan memilih out fit yang akan ia kenakan makam ini, rencana nya ia dan kedua sahabat nya akan menghadiri acara birthday party salah satu teman wanita mereka yang bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka


Birthday party tersebut di adakan di sebuah club mewah kota Jakarta, Cindy nama gadis tersebut,ia adalah seorang model dan cukup terkenal di sekolah mereka,ia salah satu wanita yang sangat terobsesi pada sosok Azlan dan ia menganggap bahwa hanya dia yang paling pantas untuk menjadi kekasih Azlan


Terlebih mereka pacaran sudah hampir satu semester,Cindy termasuk wanita yang paling lama pacaran dengan pemuda tampan tersebut, entah mengapa akhir-akhir ini Azlan seperti bosan di dekati oleh wanita,membuat ia masih menjalin hubungan dengan gadis model tersebut, walaupun Azlan tidak pernah bersikap sebagaimana seorang kekasih pada Cindy,dan selama ini Azlan belum pernah mengatakan secara resmi ia sedang dekat dengan wanita mana, karena ia memang tidak pernah menganggap serius hubungan mereka


Walaupun banyak orang yang sangat sering melihat Azlan jalan dengan wanita yang berbeda-beda,pria muda tersebut sering terlihat bergonta-ganti pasangan sehingga menimbulkan persepsi bahwa ia bukan hanya play boy tapi juga seorang Casanova


Azlan langsung turun menuju basement apartment nya, diparkiran sudah terlihat kedua sahabat nya menunggu nya di mobil, Azlan tidak bersemangat untuk menyetir sendiri sehingga tadi ia meminta pada kedua sahabat nya untuk menjemputnya


" wih... jagoan kita cakep banget bos... yang mau datang ke ultah kekasih mah emang beda" goda Alif


" Yoi ..udah beli kado nya blom bro..? atau kita singgah di toko bunga? biar keliatan romantis gitu, siapa tau selesai acara Lo bisa dapet dua ronde,itung- itung melepas keperjakaan bro" canda afkar menggoda Azlan,ia tau sahabatnya tersebut walaupun terkesan liar dan nakal tapi ia masih sangat menjaga dirinya dari perngaruh pergaulan bebas, narkoba dan alkohol


" Emang Lo berdua tukang celup sana sini, jangan lupa pakai pengaman biar ga tebar benih dimana-mana ntar kebanyakan yang manggil kalian Daddy" jawab Azlan fulgar


" Brengsek Lo..lokira kita ni apaan... petani aja tebar benih tanaman ga di sembarang lahan, apalagi benih kita ni limited edition,cari lahan yang jelas dong baru di garap,mana mungkin milih lahan umum, apalagi Lo satu- satu nya pewaris Abbas group" protes Alif dan afkar


Azlan menggeleng sambil tersenyum tipis mendengar jawaban dari kedua sahabat nya tersebut, yang mereka katakan ada benarnya walaupun terdengar sangar fulgar, tapi yang namanya untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak Azlan juga ga setuju jika dengan wanita sembarangan yang ga jelas asal usulnya apalagi kelakuan nya, membuat ia kembali mengingat tentang perjodohan yang kedua orang tuanya lakukan untuknya


Ketiga pemuda tampan tersebut sudah sampai di depan club mewah tersebut, mereka menempuh perjalanan sekitar 30 menit, afkar memarkirkan mobilnya di parkiran VVIP sesuai dengan kartu undangan milik Azlan yang memang paling special

__ADS_1


ketiga nya langsung memasuki gedung tersebut setelah menunjukkan kartu undangan mereka,di dalam terdengar suara dentuman musik yang begitu memekakkan telinga dan dipadati Oleh orang- orang yang mencari kesenangan


Azlan dan kedua sahabat nya langsung menuju ruangan VVIP sesuai yang tertera di undangan mereka, Cindy memang menyewa ruangan VVIP karena acaranya terbilang cukup tertutup dan ia hanya mengundang orang-orang tertentu saja


Kedatangan ketiga pemuda tampan tersebut langsung menjadi pusat perhatian para wanita penggila pria tampan dan tajir, mereka terlihat begitu antusias ingin mendekati ketiga pemuda tampan tersebut, terlebih sang bintang Azlan, pesonanya sebagai seorang pria mampu meluluh lantakkan hati setiap wanita yang memandang nya


" Hai sayang....kok baru datang sih,aku dari tadi loh nungguin kamu" ucap Cindy manja dan langsung menggandeng mesra lengan kokoh Azlan dan membawanya ke meja utama


" Gue sibuk banget hari ini, sorry ga bawa kado buat Lo, mungkin besok asisten gue akan kirim kadonya" jawab Azlan singkat dan terlihat sangat tidak bersemangat


" Hust...udah deh aku ga papa,kamu mau datang aja udah membuat aku bahagia banget lebih dari mendapatkan kado apapun,bagi aku kamu itu adalah segalanya" jawab Cindy manja dan ingin mengecup pipi Azlan,tapi dengan cepat Azlan menolak


" Sorry cin.. jangan seperti ini gue ga mau orang- orang memandang negatif tentang hubungan kita,kita bukan pasangan dewasa yang pantas menunjukkan kemesraan walaupun masih pacaran,kita masih pelajar" ucap Azlan beralasan untuk menghindari sikap agresif cindy


" Sorry.....habisnya aku kangen banget sama kamu,aku juga pengen tau seperti pasangan lain, bisa mesra gimana gitu sama pacarnya" jawab Cindy manja dengan wajah cemberut


Sedangkan Azlan tidak terlalu perduli dengan perkataan wanita cantik tersebut, entah mengapa pikiran nya terus terbayang Aira,ia menjadi sedikit penasaran tentang gadis cantik tersebut yang seakan memiliki maghnet yang membuat Azlan tidak mampu mengalihkan pandangannya saat bertemu dengan gadis cantik tersebut


":Bentar ya sayang..ada temen- temen satu agenci aku yang baru datang,aku sapa mereka dulu ya,atau kamu mau ikut nemanin aku ketemu mereka?" tanya Cindy lembut


Dari kejauhan afkar dan Alif terus memperhatikan interaksi sahabat mereka dengan kekasih nya, mereka sedikit heran sebenarnya wanita yang seperti apa yang Azlan inginkan, kalau gadis secantik Cindy aja masih di anggap main- main oleh Azlan, walaupun lebih perfect sianak baru adik kelas mereka,tapi sepertinya Azlan tidak tertarik dengan Aira,begitu juga sebaliknya,Aira juga terlihat biasa saja saat mereka bertemu dengan gadis cantik tersebut,ga ada sedikit pun gelagat ketertarikan dari Aira pada mereka, mungkin karena Aira sudah memiliki seseorang,itu yang kedua sahabat Azlan fikirkan


Sementara orang yang sedang mereka fikirkan sedang sangat asyik ngobrol dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, wanita yang beberapa bulan ini ia panggil Bunda, wanita yang menurut Aira sangat lembut dan perhatian, membuat nya serasa memiliki seorang ibu kembali, walaupun sang Umi masih tetap dihatinya


" Sayang kamu sering- sering dong pulang ke apartemen,bunda tu suka tiba- tiba kangen banget sama kamu, kalau di asrama bunda ngerasa ga bebas mau ketemu kamu, atau kamu pulang ke rumah bunda aja gimana?" tanya sang bunda Maya dengan wajah memohon nya


" untuk saat ini Ai lebih nyaman disini Bun, kalau di asrama itu karena dekat dengan sekolah aja,maaf...." ucap Aira sambil mencium lembut punggung tangan sang bunda


" Ok...tapi kamu juga harus punya waktu buat datang ke rumah bunda, Ayah juga sering nanyain kamu, tapi akhir- akhir ini ayah sedang sangat sibuk" jawab bunda Maya sambil mengecup singkat kepala Aira


Aira mengangguk patuh mendengar permintaan sang bunda,ia juga tidak ingin membuat wanita paruh baya yang ia tau adalah sahabat dekat uminya itu merasa kecewa pada nya, kasih sayang yang bunda Maya berikan selama ini dapat ia rasakan benar- benar tulus yang mungkin tidak akan ai dapatkan dari orang lain, mengingat diantara mereka tidak memiliki hubungan family


Sore tadi bunda Maya menelfon Aira mengatakan ia sangat merindukan gadis cantik tersebut, dan Aira mengatakan ia sedang berada di apartemen sehingga kedua wanita beda generasi tersebut membuat janji,bunda Maya langsung menuju apartemen Aira saat setelah mengantarkan sang suami ke Bandara,ia sangat bahagia akan bertemu dengan calon menantu cantik nya tersebut

__ADS_1


Setelah merasa cukup malam, bunda Maya langsung izin pulang pada Aira,ia tidak ingin gadis cantik itu kesiangan esok pagi, karena Aira harus kesekolah,bunda Maya belum tau kalau calon menantu kesayangan nya itu juga berprofesi sebagai model muslimah pada brand milik keluarga nya, karena bunda Maya memang terbilang sangat jarang hadir di rapat para model atau saat pemotretan, mereka memang sudah menyerahkan bagian fashion ke tangan putra tunggal mereka


" Sayang...bunda pulang ya, udah malam dan besok kamu juga harus sekolah kan" ucap sang bunda seraya mengusap lembut kepala Aira


" Bunda mau pulang...? ya udah yuk Aira antar sampai ke lobby,ia sih besok ai sekolah tapi ga perlu takut terlambat Bun,kan ada Abang Rama yang antar jemput Aira untuk beberapa bulan ini bang Rama magang jadi bebas keluar masuk asrama" kelas Aira sambil menggandeng lengan bunda Maya


" enak banget ya kamu,trus bunda kasih supir kenapa ga mau?, lagian tu mobil kamu nganggur kan ga kamu pakai, kamu tu aneh tau sayang.." ucap sang bunda sambil menarik hidung mancung Aira


" Masih males aja Bun buat bawa mobil, lagian kan ai juga sering di asrama, untuk apa coba pakai mobil? masih satu lingkungan juga dengan sekolah" alasan Aira pada sang bunda


Kedua wanita paruh baya tersebut memasuki lift dan turun ke lantai dasar,Aira mengantarkan bunda Maya sampai ke mobil dan mengingatkan pada sang supir untuk hati- hati,Aira mencium kedua pipi sang bunda dan melambaikan tangannya saat mobil mulai bergerak meninggalkan apartemen tersebut


Setelah mobil tidak terlihat lagi barulah Aira membalikkan badannya dan melangkah menuju lift,tapi langkahnya terhenti saat ada yang menyapanya dan memanggil namanya


" kamu Aira kan murid sekolah xxxcc kelas 11?" tanya seorang pria tampan yang terlihat mengenakan pakaian santai sambil membawa beberapa kantong plastik berlabel market apartemen mereka


" Ya...maaf Kakak siapa ya..kok kenal saya?" tanya aira dengan wajah yang terlihat sedikit penasaran


" Saya guru magang di sekolah kamu,masa kamu ga ingat tadi di jam terakhir kan saya yang mengajar di kelas kamu" jawab dude sambil tersenyum kecut


" Oh..maaf pak.. tadi baru hari pertama saya di sekolah itu,jadi mungkin saya belum terlalu bisa mengingat siapa saja yang saya temui hari ini, bapak juga tinggal di sini?" tanya Aira berusaha terlihat ramah dan sopan


" Yaya kamu benar, namanya juga masih sangat baru,ia saya tinggal di sini, baru juga sih baru beberapa Minggu,kamu sudah lama tinggal di sini..? bukannya tadi saya lihat kamu pulang ke asrama ya?" tanya dude berusaha untuk terlihat Santai walaupun sebenarnya ia sangat berdebar dekat dan berbica dengan Aira


" saya juga baru kok pak, baru dua hari tinggal di apartemen ini,ia sih saya juga tinggal di asrama,tapi kalau ada kegiatan di luar saya pulang ke sini dan kalau ada keluarga yang kangen kami ketemuan di sini, kalau bapak kenapa tidak tinggal dirumah..atau bapak juga berasal dari luar kota ya?" tanya Aira sambil mereka melanjutkan langkah mereka menuju lift


" oh gitu ya,saya tinggal di sini cuma mau belajar mandiri aja dan juga dekat dengan kampus saya, orang tua saya juga tinggal di Jakarta kok" jawab dude sambil tersenyum dan keduanya memasuki lift


" bapak di lantai berapa?" tanya Aira saat setelah ia menekan angka lantai tujuan nya


" Sama dengan kamu,saya juga di lantai xx" jawab dude sambil tersenyum tipis


Aira hanya mengangguk dan tersenyum tipis, mereka masing-masing terdiam di dalam lift tersebut sampai lift yang mereka tumpangi berhenti di lantai tujuan mereka dan keduanya langsung keluar setelah lift terbuka, keduanya melangkah menuju unit masing-masing

__ADS_1


Aira Langsung meuju kamar mandi yang berada di kamarnya,ia mencuci muka dan menggosok gigi nya, selanjutnya Aira melakukan perawatan wajah nya seperti biasa sebelum tidur,ia memang terbilang gadis yang cukup selektif dalam melakukan perawatan pada tubuh nya, walaupun ia tidak pernah menggunakan makeup saat kelur rumah


Aira Langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang Quin size-nya tanpa menunggu lama ia sudah terlelap dan menuju alam mimpi


__ADS_2