DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
09


__ADS_3

Sementara di sebuah mansion mewah kota Jakarta, seorang pemuda tampan juga sedang melakukan perdebatan sengit dengan kedua orang tuanya dan menyatakan protesnya saat kedua orang tuanya mengatakan bahwa dirinya sudah di jodohkan sejak beberapa tahun yang lalu


" Ayolah Ayah, Bunda...ini udah zaman modern.. bukan zaman Siti Nurbaya yang masih biasa dengan sebuah perjodohan,AZ masih sangat bisa untuk cari dan pilih wanita mana yang cocok dengan AZ,ga harus pakai acara jodohin segala" ucap Azlan sambil tersenyum kecut,ia masih belum percaya dengan perkataan kedua orang tuanya


" Dengan cara apa kamu cari dan pilih wanita yang cocok dengan kamu..? dengan cara menjadi seorang playboy?, memacari banyak wanita dan bergonta ganti hampir setiap bulan..? wanita itu bukan baju yang ada di mall-mall atau butik, yang bisa kamu pilih dan tunjuk sesuka hati kamu jika cocok kamu beli jika sudah bosan akan kamu simpan di lemari atau kamu sumbangkan untuk panti asuhan" jawab sang Ayah sedikit emosi


" tapi dengan menjodohkan begitu juga ga akan baik untuk aku.. belum tentu wanita tersebut wanita baik- baik dan kami akan cocok, mungkin saja dia wanita matre yang mau hanya karena memandang siapa kita" jawab Azlan sepontan


"jangan pernah kamu berfikir untuk membandingkan dia dengan para mantan mantan kamu itu, apalagi sampai kamu menyamakan nya dengan mereka, karena sampai kapan pun ia mereka tidak akan pernah bisa menyamai apapun yang ada dalam diri nya, dan perjodohan ini atas permintaan keluarga kita" jawab sang Bunda dengan wajah marah nya


" Sespecial itukah wanita itu...? atau jangan-jangan dia memang hanya gadis manja yang tidak memiliki apapun yang bisa kita banggakan, sehingga orang tuanya langsung menerima permintaan Ayah untuk menjodohkan putri mereka?" tanya Azlan mencibir


" Yang pastinya dia adalah gadis yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya sebagai seorang wanita dan dia juga dari keluarga yang sangat disegani dan dihormati, dan perlu kamu ingat baik-baik... keluarga Abbas tidak akan menerima menantu dari keluarga manapun untuk kamu bawa pulang ke mansion ini kecuali wanita yang sudah kami tentukan, terutama Bunda..bunda tidak pernah menerima wanita lain sebagai menantu" jawab sang bunda serius


" Ayah ... Bunda.. please..kami bahkan tidak pernah bertemu apalagi saling mengenal, bagaimana bisa kalian menjodohkan aku dengan wanita yang bahkan aku belum pernah melihat seperti apa bentuknya,Ok untuk saat ini aku terima tapi aku minta satu syarat..." jawab Azlan putus asa


" Apa?" tanya sang Ayah tegas dan dingin


" Pertemukan kami terlebih dahulu baru kemudian aku akan mencoba untuk belajar menerima dia,atau berikan Identitas dan alamat nya biar aku yang menemuinya" jawab Azlan dengan mata menatap kedua orang tuanya


" Kamu kira dia seperti wanita- wanita mu yang di luaran sana..? yang dengan sangat gampang mau menerima ajakan bertemu seorang pria..? lagi pula dia juga tinggal di luar kota" jawab sang Ayah tegas


" minimal tunjukkin foto nya.." Jawab Azlan semakin frustasi


" Kami ga memiliki foto nya, karena kami akan langsung bisa mengenalinya saat kami melihat nya" jawab sang Bunda pasti


Azlan tidak menjawab lagi ia langsung meninggalkan ruangan yang seketika tadi terasa seperti ruang pengadilan untuk nya, atau bahkan mungkin seperti neraka


" Mau kemana kamu" tanya sang Ayah tegas saat melihat Azlan melangkah ingin meninggalkan ruangan megah tersebut


" Apartemen" jawab Azlan singkat sambil terus melangkah menuju pintu utama

__ADS_1


" Oma dan opa akan tiba besok pagi" ucap singkat sang Ayah dan langsung menghentikan langkah Azlan dan ia berbalik melangkah menuju tangga ingin ke kamar nya, tapi langkahnya kembali terhenti saat mendengar perkataan sang ayah


" Hidup kamu sudah terlalu bebas,Opa dan Oma kamu terlalu memanjakan kamu, sehingga kamu jadi susah di atur seperti sekarang,keluar masuk club dan bergonta ganti pacar, seolah-olah itu semua memberikan kamu kesenangan,tapi apa kamu tau bahwa itu semua hanyalah kesenangan sesaat" ucap sang Ayah tegas dan langsung melangkah menuju ruang kerjanya


Azlan tidak menjawab, ia kembali melanjutkan langkahnya manaiki tangga dan langsung memasuki kamar mewah nya,ia langsung membanting tubuhnya di atas ranjang dan berteriak sekuat tenaga


Arkhhhhh..".brengsek awas Lo, siapapun Lo gue janji gue akan buat Lo menderita selama Lo masih hidup sama gue dan Lo akan menyerah dan memilih pergi" Ucap Azlan sambil berteriak mengucapkan sumpah serapah nya untuk wanita yang sama sekali belum ia kenal, tapi rasanya ia sudah sangat membenci wanita tersebut, Azlan mengeluarkan segala emosinya dan membanting hampir semua barang yang ada di kamar nya, karena kamar nya tersebut kedap suara sehingga ia bebas mengeluarkan semua amarah nya


Setelah merasa cukup tenang dan kelelahan, pemuda tampan tersebut langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia ingin berendam sebentar untuk menyegarkan tubuh dan pikiran nya, rasanya ia terlalu lelah dan malam ini ia sudah berjanji akan memenuhi permintaan salah satu geng motor yang selalu mencari masalah dengan nya, mereka akan melakukan balapan liar di salah satu jalan yang memang sering dilakukan untuk balapan para geng motor


Azlan memang terbilang pemuda yang sedang menanjak menjadi dewasa,ia masih ingin hidup bebas dan tidak terikat dengan siapapun,ia pacaran hanya untuk hiburan dan para wanita tersebut lah yang selalu menawarkan diri mereka untuk menjadikan mereka kekasih nya, bahkan mereka rela jika hanya dijadikan teman ranjang pemuda tampan tersebut,tapi senakal dan se brutal apapun seorang Azlan ia masih belum pernah melakukan hubungan **** bebas, dan mengkonsumsi Alkohol terlebih Narkoba,ia hanya menjadikan para wanita tersebut sebagai pajangan


Setelah selesai dengan mandi nya Azlan langsung menuju walk in closet untuk memakai bajunya, ia memilih pakaian yang terbilang cukup santai dan tidak terlalu menampilkan bahwasanya ia akan keluar dari mansion mewah tersebut


kamar mewah nya tersebut masih terlihat berantakan dan ia langsung meraih gagang telepon yang menghubungkan langsung dengan para maid,ia meminta salah seorang maid untuk datang dan membersihkan kamar nya



📱xxxcc_ halo bro


📱 Azlan_" Lo siapin satu motor terbaik gue untuk nanti malam dan Lo antar langsung ke apartemen gue" ucap Azlan singkat padat dan jelas


📱xxxcc _ Ok aman itu


Panggilan langsung terputus dan Azlan melangkah ke balkon ia mengirim pesan pada kedua sahabat nya untuk tidak menjemputnya ke mansion utama,ia meminta mereka langsung menunggu nya di lokasi yang sudah mereka dapatkan dari calon rival mereka


Azlan tau rivalnya kali ini tidak bisa di katakan lemah, karena mereka termasuk geng motor yang cukup di takuti di kawasan tersebut, Azlan juga tidak tau alasan apa yang membuat ketua geng motor tersebut begitu menginginkan melakukan balapan dengan nya, yang Azlan tau Minggu lalu mereka menjadi lawan di acara turnamen basket antar sekolah dan tim mereka kalah, tapi menurut Azlan kalah dalam bertanding itu adalah hal yang biasa, walaupun ia sendiri selalu berusaha untuk menang di setiap pertandingan, tapi ia juga termasuk salah satu tipe orang yang masih bisa menerima kekalahan dalam pertandingan terlebih itu suatu Tim,walau pada kenyataannya ia belum pernah kalah dalam bertanding


Azlan membuka beberapa sosial media, tapi tiba-tiba tanpa disengaja matanya seperti melihat sosok wanita yang pernah menamparnya,tapi Azlan tidak terlalu yakin mengingat wanita tersebut hanya seorang gadis yang tinggal di desa,mana mungkin menjadi seorang model salah satu brand ternama dan ia tau betul itu adalah brand milik keluarga Abbas dan wajah model tersebut juga tidak terlalu jelas karena mereka memang seperti sengaja menutupi wajah model tersebut


Azlan menggeleng saat menyadari lamunannya tentang gadis desa tersebut, Azlan mengakui wanita tersebut memiliki daya tarik yang sangat besar, kecantikan nya bagaikan sebuah magnet yang mampu menarik perhatian pria manapun, tapi Azlan tidak ingin mengakui itu,ia lebih mengutamakan dendam nya atas perlakuan wanita tersebut yang sudah berani menamparnya

__ADS_1


Andai saja ia tau nama gadis tersebut ia akan melacak identitas lengkap gadis tersebut,dimana ia bersekolah dan Azlan kembali teringat dengan buku yang ia temukan terhanyut itu,ia sangat jelas membaca buku tersebut adalah milik pelajar sekolah menengah pertama, dan ia tau pasti gadis desa tersebut akan mengikuti olimpiade,tapi apakah mungkin gadis desa tersebut masih seorang pelajar sekolah menengah? mengingat bentuk tubuh nya yang sangat proporsional dan mampu membuat seorang Azlan bagaikan tersengat listrik saat menggendong gadis tersebut


Azlan kembali menggeleng dan tersenyum kecut,dia merutiki dirinya sendiri yang malah mengingat sesuatu hal menurutnya sangat tidak penting tersebut, ia langsung bangkit dari duduknya dan melangkah kedalam kamar nya,ia melihat sang maid yang baru saja selesai membereskan kamar nya dan langsung menunduk hormat saat melihat nya,sang maid langsung meninggalkan kamar tersebut


Azlan juga melangkah keluar dari kamar nya dan langsung menuju dapur,ia meminta pada bik Asih untuk membuatkan nya jus dan nasi goreng, langsung di angguki oleh sang maid yang sudah sangat lama bekerja pada keluarga Abbas, dan beliau jugalah yang menjadi pengasuh Azlan saat kecil, sehingga beliau sangat tau dan hafal hal dan makanan apa saja yang disukai dan tak di sukai sang tuan muda nya tersebut


Azlan sangat tidak menyukai makanan pedas dan terlalu manis,ia lebih menyukai makanan western dan segala jenis seafood, untuk cemilan pemuda tampan tersebut sangat menyukai aneka keripik dan beberapa jenis cake yang mengandung coklat atau keju,ia termasuk sedikit pemilih dalam makanan dan ia juga sangat jarang terlihat memakan makanan yang terbilang seperti jajanan pasar


Setelah beberapa menit bik Asih muncul dengan membawa segelas jus mangga dan satu porsi nasi goreng seafood untuk sang tuan muda yang tengah menunggu nya di ruang makan,bik Asih langsung meletakkan menu tersebut di hadapan Azlan dan menuangkan segelas air putih untuk putra sang majikan


" Ayah sama Bunda mana bik?" tanya Azlan singkat sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya


" Barusan nyonya keluar katanya ada arisan tuan, kalau tuan besar sepertinya ada di ruang kerjanya bersama mas Andre dan mas Adit" jawab Bik asih sopan dan langsung di angguki oleh Azlan


" Bik ...bibik kenal ga dengan cewek yang katanya mau di jodohkan sama gue?" tanya Azlan tiba-tiba membuat bik Asih sedikit terkejut dan gugup


" Bibik ga kenal Tuan, tapi kalau ga salah sih putri dari seorang Ustadz " jawab bik Asih dengan hati yang berdebar-debar takut Azlan tau bahwa dirinya mengenal keluarga wanita Tersebut


Azlan melihat bik Asih sekilas dan mengangguk pertanda ia sudah cukup mengerti dan itu membuat bik Asih sangat lega karena Azlan percaya padanya dan tidak bertanya apapun lagi tentang wanita tersebut


Azlan melanjutkan makannya sampai habis, setelah menghabiskan jus nya pemuda tampan tersebut langsung meninggalkan meja makan dan menuju pintu utama, sebelum keluar ia berpesan pada bik Asih


" Bik kalau Bunda tanya aku keluar sebentar ya dan malam ini aku pulang ke sini" pesan nya dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari mansion mewah tersebut,ia mengambil salah satu koleksi mobil sport mewah nya dan melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah tersebut,ia langsung menuju apartemen miliknya untuk mengambil motor nya dan akan menuju arena yang sudah di tentukan oleh rivalnya


Ia belum tau apa yang diminta rivalnya sebagai jaminan taruhan mereka dan apa yang akan rivalnya jadikan jaminan untuk nya, sebenarnya ia tidak pernah perduli dengan taruhan yang para rivalnya berikan untuk nya saat ia memenangkan taruhan mereka,ia selalu langsung meninggalkan arena taruhan setelah melakukan taruhannya dan ia selalu meminta pada rivalnya untuk jangan pernah mengusik ketenangan dan kehidupan pribadi nya


Semua hasil taruhannya di jadikan uang oleh para pendukung nya dan mereka akan membagikan pada beberapa anak jalanan,pengemis dan gelandangan yang sering mereka jumpai di pinggiran jalan kota Jakarta, bagi Azlan hasil taruhan nya tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penghasilan nya setiap kali ia berhasil menjalin kerjasama dengan klien Ayahnya dan barang- barang yang mereka pertaruhkan juga terbilang jauh di bawah barang- barang miliknya


Tapi Azlan tidak pernah mau ikutan taruhan jika yang mereka jadikan bahan taruhan adalah wanita,ia akan langsung mundur saat mereka menjadikan wanita sebagai taruhannya dan ia juga akan langsung memutuskan pacarnya jika memang rivalnya menginginkan pacar nya,ia akan mengatakan bahwa ia sudah memutuskan wanita tersebut dan tidak lagi memiliki hubungan apapun,jadi rivalnya bebas mendekati wanita tersebut tergantung apa keputusan wanita tersebut apakah menerima pria tersebut atau tidak


Perbuatan Azlan tersebut selalu menjadi tanda tanya besar,apakah pemuda tampan tersebut tidak mencintai satu pun dari semua wanita yang pernah ia pacari? karena mereka semua dapat melihat secara langsung Azlan memutuskan para pacar nya dan memberikan kebebasan pada pacarnya untuk memutuskan apa yang akan menjadi keputusan mereka

__ADS_1


__ADS_2