DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
56


__ADS_3

Setelah kepergian Akbar meninggalkan mereka, Azlan langsung mengambil buket dan coklat yang Aira pegang, Azlan langsung menyerahkan nya untuk Nia dan melody yang memang masih berdiri tidak jauh dari mereka


" Aku bisa kasi kamu buket sebanyak yang kamu mau dan aku juga bisa kasi kamu coklat dari negara manapun bahkan sama pabrik nya sekaligus" ucap Azlan pada Aira


" Ini ambil untuk kalian,Aira akan gue belikan yang lain yang lebih spesial" ucap nya sambil menyerahkan buket dan coklat pada kedua sahabat Aira


" Makasih kak" ucap keduanya sedikit canggung


Aira hanya memasang wajah cemberutnya,tapi Azlan seakan ga perduli dengan semua itu


" Udah jangan cemberut..atau mau aku hukum disini langsung karena udah berani terima coklat dan bunga dari pria lain?" tanya Azlan dengan ancaman


" Posesif" jawab Aira sambil meninggalkan Azlan dan ia langsung melangkah menuju mobil, Azlan tersenyum mendengar jawaban sang istri


Azlan mengikuti Aira dan masuk ke mobilnya,ia langsung menyalakan mobilnya,melaju meninggalkan sekolah tersebut, azlan mengantarkan Aira ke mansion dan ia akan langsung kembali ke kantor karena sang ayah sudah menunggu nya, mereka akan mengadakan rapat dengan para pemegang saham


Sampai di mansion ia langsung menghentikan mobilnya di depan pintu utama, sebelum Aira turun Azlan dengan cepat menarik tengkuk Aira, mencium dan melxxxx dalam bibir manis sang istri,Aira tidak membantah ia mengusap lembut kepala Azlan,Aira tau suaminya pasti cemburu dan tadi ia bisa melihat dengan sudah payah Azlan menahan emosi nya


" Aku langsung balik ke kantor ya...ada rapat dengan ayah juga..ini untuk ngilangin emosi aku" ucap nya lembut sambil mengusap bibir Aira


" Kakak hati-hati nyetir nya jangan ngebut dan jangan pulang malam" nasehat Aira sambil meraih tangan azlan dan mencium punggung tangan nya


" Ia sayang" jawab Azlan sambil mengusap kepala Aira yang masih terbungkus hijab


" I love you forever my wife.." ucap nya


" Love you too so much my husband" Jawab Aira sambil mengecup singkat bibir azlan dan ia langsung membuka pintu mobil dan berlari kecil memasuki mansion


Azlan menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah malunya Aira,ia sangat bahagia bisa memiliki wanita seperti istrinya Tersebut, wanita Solehah,patuh dan penuh dengan kelembutan,serta sangat menjaga dirinya


Rasanya masih seperti mimpi dirinya sudah menikah dengan wanita yang nyaris sempurna, azlan sangat berterimakasih pada kedua orang tuanya karena sejak ia kecil hingga sekarang selalu memberikan yang terbaik untuk nya


Azlan kembali melajukan mobilnya meninggalkan mansion menuju kantor, dalam perjalanan ia tersenyum membayangkan wajah terkejut Aira saat melihat kejutan dari nya di dalam kamar mereka


Sedangkan di mansion Aira Langsung menaiki tangga menuju kamar nya, setelah ia melihat dapur dan ruang keluarga ternyata ibu mertuanya sedang istirahat kata salah satu Art mereka


Dan betapa terkejutnya Aira saat memasuki kamar nya, dari depan pintu tersusun rapi bunga segar dari segala jenis,diatas ranjang juga dipenuhi dengan buket bunga baby barth aneka warna dan coklat aneka merk mulai dari dalam dan luar negeri


Aira meneteskan Air mata nya,ia sangat bahagia dan terharu dengan kejutan yang azlan berikan untuknya, dengan tangan bergetar ia langsung mengambil handphone nya dari saku seragam nya,ia mengetikkan sesuatu dengan air mata yang masih menetes


✉️- Thanks...I love you kakak... please jangan pernah berubah dan lelah bersama Aira" ketik nya dan ia kirim kan ke no Azlan, pesan terkirim tapi belum terbaca,Aira tau bahwa Azlan masih menyetir


Sedangkan Azlan di perjalanan ia tau ada pesan masuk di ponsel nya,tapi ia memutuskan akan membuka nya saat sampai di kantor, bagi Azlan keselamatan dalam berkendara sangat penting


Tak butuh waktu lama dengan keahliannya mengemudi Azlan sudah sampai diparkiran kantor, dengan sangat tidak sabar ia langsung mengambil handphone nya yang ia letakkan di dashboard mobil,ia langsung tersenyum saat membaca pesan dari Aira


✉️- " Love you too baby...tak akan pernah aku lelah bersama kamu, dan mencintai kamu adalah anugerah terindah yang aku rasakan, meninggalkan kamu adalah kebodohan terbesar jika aku melakukan itu,aku bermimpi kamu menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan kita akan merawat dan membesarkan mereka bersama dengan cinta yang kita punya,semoga Tuhan mengabulkan mimpi itu" balas Azlan


Ia keluar dari mobilnya meninggalkan parkiran dan langsung memasuki lobby kantor megah tersebut,Azlan menaiki lift khusus dan langsung menuju ruangan sang ayah yang sudah di pastikan sedang menunggunya


" Maaf yah..Azlan telat" ucap nya sopan pada sang ayah

__ADS_1


" It's okay..ayah maklum kalau pengantin lama serasa baru emang gitu, pasti selalu pengen lebih dan manfaatin kesempatan yang ada,tapi ga apa yang penting ayah cepat dapet cucu" jawab sang ayah ambigu


" Ayah ini kebanyakan ngawur" jawab Azlan


" Yok kita langsung ke ruangan rapat..semua sudah hadir pasti" ajak sang Ayah seraya merangkul pundak putra sematawayang nya


Tiba di ruang rapat kedua nya langsung disambut oleh asisten masing-masing yang sudah menunggu di depan pintu ruangan tersebut, sampai di dalam rapat langsung di mulai dengan sangat tenang dan serius,dan akhirnya rapat pun selesai sesuai dengan yang di harapkan, semuanya meninggalkan ruang rapat setelah tuan Omar dan Azlan serta para asisten pribadi mereka keluar


Azlan dan tuan Omar kembali keruangan masing-masing begitu pula dengan para asisten, mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing yang masih tertunda


Menjelang sore Azlan langsung pulang, sedangkan tuan Omar dan asisten pribadi serta asisten azlan menghadiri acara salah satu kolega bisnis mereka, Azlan menolak untuk ikut karena ia sudah berjanji akan pulang sebelum malam dan ia selalu berusaha untuk tidak membuat sang istri kecewa


Sampai di mansion Azlan langsung masuk dan melihat Aira yang sedang asyik bercanda dengan beberapa Art sambil berkutat di dapur, Azlan melangkah pelan menuju dapur,para art yang tau hanya diam saja karena sudah mendapatkan kode dari Azlan dan mereka diam-diam meninggalkan Aira sendiri di dapur


" Asyik banget sih... masak apa?" tanya Azlan tiba-tiba seraya memeluk Aira dari belakang dan mencium lembut tengkuk Aira


" Kakak..... ngagetin deh... rusak ni jadinya,Aira kan lagi belajar buat kue dan masak" jawab Aira sedikit ngomel


" Aku ga suruh kamu buat ke dapur sayang...ada Art..ingat kamu itu bukan pembantu tapi istri aku,ratu di istana dan hati aku,aku ga mau kamu capek dan akhirnya kamu ga full kasih perhatian ke aku" jawab Azlan


" Gombal banget sih,lepas dulu kak...malu di liatin para bibik...Aira juga pengen dong sesekali masakin atau buat sesuatu untuk suami " jawab Aira membuat Azlan tersenyum devil


" Kamu cucup jadi fatner aku buat Azlan junior atau Ara junior " bisik Azlan di telinga Aira,membuat Aira langsung merinding karena geli


" mesum" jawab Aira sambil membalikkan badannya dan mengecup singkat bibir nakal suami tampan nya tersebut


" Sayang...kamu mancing aku..? " tanya Azlan dan hendak membalas kecupan Aira, dengan cepat Aira menahan wajah azlan


" Ok...tapi aku suka panggilan kamu yang barusan..aku mau kamu panggil aku seperti itu terus" ucap Azlan patuh dan ia meninggalkan Aira di dapur tapi sebelumnya ia sudah mencuri kecupan di bibir manis sang istri


Para Art di buat baper oleh keromantisan pasangan muda tersebut,ini pertama mereka lihat sang tuan muda mereka yang dingin ternyata bisa se hangat dan seromantis itu pada seseorang,para art ternyata mengintip mereka dari balik tembok pembatas antara ruang makan dan dapur


Sedangkan bunda Maya yang awalnya ingin kedapur setelah dari taman belakang akhirnya juga membatalkan rencananya saat melihat sang putra sedang menggoda istrinya,bunda Maya sangat bahagia saat melihat kedua nya yang terlihat saling menyayangi


Beliau langsung berkhayal akan segera memiliki cucu dari putra tunggal nya tersebut, bunda Maya sudah tidak sabar jika harus menunggu Aira Lulus terlebih dahulu dan ia akan membicarakan hal tersebut pada suami dan putranya,tapi ia juga tidak mau jika membuat Aira merasa terbebani


Aiar sudah selesai dengan kueh nya,ia langsung memotong nya dan menatanya di piring,Aira juga membuat jus mangga kesukaan azlan, dikatakan di nampan dan Aira langsung menuju lantai atas seraya membawa nampan tersebut


Setelah kepergian Aira para art langsung kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sedangkan bunda Maya menggeleng melihat tingkah para art nya sampai -sampai beliau juga ikut -ikutan ngintip


Sampai di kamar Aira melihat kamar kosong, terdengar suara gemericik air di kamar mandi dan ia yakin azlan sedang mandi,Aira meletakkan nampan yang ia bawa di meja yang berada di balkon kamar mereka,ia langsung menuju walk in closet untuk menyiapkan baju ganti Azlan


Sedang asyik memilih baju untuk Azlan tiba-tiba ia kembali dikejutkan dengan pelukan Azlan, membuat Aira berjingkrak kaget saat lengan kekar itu kembali memeluk nya dari belakang, membalikkan badannya dan menatap wajah azlan


" Suka banget sih ngagetin... kalau Aira jantungan gimana?" tanya nya sambil menarik hidung mancung azlan, sebelah tangan nya meraih handuk kecil untuk mengeringkan rambut azlan


" I love you" jawab Azlan ga nyambung banget,ia menundukkan kepalanya agar mempermudah Aira mengeringkan rambutnya


Aira tidak menjawab,ia hanya tersenyum dengan tingkah absurd Azlan,ia membayangkan bagaimana arogannya Azlan dulu saat pertama mereka bertemu di sekolah, berbanding terbalik dengan Azlan yang sekarang berada di hadapannya


Azlan melihat Aira tersenyum sendiri menjadi penasaran

__ADS_1


" kenapa Hem senyum-senyum sendiri? " tanya Azlan


" Lagi kebayang kakak yang dulu, yang selalu cuek dan jutek banget sama Aira, rasanya kalau masih seperti dulu Aira pasti ga akan bertahan lama di mansion ini" jawab Aira jujur


" Sorry habisnya kamu juga cuek banget setiap kita ketemu,ga ada gitu rasa tertarik nya sedikit pun sama aku,beda banget sama cewek-cewek yang aku jumpai lainnya" jawab Azlan jujur


" Jadi berharap Aira harus ganjen gitu kalau ketemu cowok?" tanya Aira


" ya ga juga sih.. minimal lirik dikit kek,ini sama sekali ga peduli banget" jawab Azlan


" Udah ...pakai baju kakak.. Ara udah bawain kueh sama jus,Aira tunggu di balkon Ok" ucap Aira sambil mengusap wajah Azlan dan meninggalkan nya di walk on closet


Aira duduk di balkon menatap indahnya sunset sambil menunggu Azlan seleai,ga lama Azlan datang dengan pakaian santai nya,ia langsung mengecup pipi Aira,dan duduk di sebelah gadis cantik tersebut


" Liatin apa?" tanya Azlan


" liat sunset indah banget" jawab Aira


" Ia memang indah,tapi bagi aku ada yang lebih indah" Jawab Azlan seraya terus menatap wajah cantik Aira


" Apa?" tanya Aira memalingkan wajahnya menatap Azlan


" Kamu..kamu lebih indah dari segalanya yang ada dimuka bumi ini, melihat keindahan yang lain aku akan merasa puas,tapi ...melihat wajah kamu aku ga pernah bisa puas" jawab Azlan


" sejak kapan sih suami Aira jadi tukang gombal banget" tanya Aira


" Sejak aku sadar bahwa ternyata aku jatuh cinta sama kamu,dan semakin cinta" jawab Azlan


" Hahaha... thanks my hubby...udah cinta sama wanita yang banyak kekurangan seperti Aira" jawab Aira


"Nih jus dan cake nya,coba di rasa..enak ga" ucap Aira


Azlan langsung mengambil gelas dan meminum jus nya,ia juga memakan cake buatan sang istri tercinta nya,Azlan sedikit mengangguk-angguk seraya menikmati cake tersebut


" Gimana..?" tanya Aira ga sabaran


" Sabar sayang...ni lagi di nikmati" goda Azlan


" Ih.. Kakak..masa lama banget nyicip nya" gerutu Aira


" Ini...enak sayang...enak banget,aku suka" jawab Azlan jujur,membuat wajah Aira langsung tersenyum bahagia setelah mendengar komentar dari Azlan


" Makasih" ucap Aira manja sambil langsung meeluk Azlan


Azlan membalas pelukan Aira dan mencium kepala nya berulang-ulang,ia bangga istrinya tidak hanya cantik dan pintar dibidang akademik,tapi juga jago masak kalau ia benar-benar ingin belajar,tapi Azlan ga akan mengizinkan jika Aira setiap hari memasak di dapur,ia takut Aira kelelahan dan terjadi sesuatu


Keduanya menikmati sore mereka seraya menikmati cake dan jus buatan Aira, mereka baru meninggalkan balkon saat terdengar suara Azan berkumandang menandakan waktu Maghrib telah tiba,dan saat nya pula mereka harus menuntaskan kewajiban mereka sebagai umat muslim


Azlan dan Aira shalat berjamaah seperti biasanya Azlan yang menjadi imam,selesai shalat dan berdoa, keduanya langsung keluar dari kamar,menuruni tangga menuju ruang makan, karena sudah di pastikan ayah dan bunda sudah menunggu di meja makan


Ayah dan bunda lebih sering melakukan shalat di ruang shalat lantai dasar, sehingga mereka pasti akan selesai duluan

__ADS_1


__ADS_2