DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
19


__ADS_3

Terhitung sudah hampir dua bulan Aira tinggal dan bersekolah di Jakarta, semakin hari ia semakin jarang ke kantin,ia lebih sering menghabiskan waktunya di ditaman sekolah sambil baca buku dan nitip makanan pada Nia atau melodi, terkadang ia juga memilih perpustakaan sebagai tempat nya menghabiskan waktu istirahat,di perpustakaan ia seringkali bertemu dengan dude dan kesempatan itu ia manfaatkan untuk membahas beberapa hal tentang pelajaran, sehingga mereka terlihat dekat Dimata para pelajar lain


Dude memang mengagumi sosok cantik Aira,bahkan bisa dibilang ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis cantik berhijab tersebut, dan semakin mereka sering bertemu dan ngobrol rasa kagum guru muda tersebut semakin bertambah pada Aira,namun dude tau bahwa Aira tidak mau pacaran membuat ia harus bersabar dan bertekad akan langsung melamar Aira saat ia Lulus sekolah nanti, dan dude yakin kedua orang tuanya pasti akan menyetujui pilihan nya,ia pernah bercerita pada sang Mama dan menunjukkan foto Aira, terlihat sang Mama sangat mengagumi sosok cantik Aira


Hari ini mereka di izinkan pulang lebih awal oleh guru, karena para guru akan mengikuti rapat, karena kebetulan hari Sabtu mereka memutuskan untuk jalan ke mall dan nongkrong di cafe yang kabarnya lagi hits di kalangan para anak Sultan,ketiga Sahabat Aira memaksanya untuk ikutan membuat Aira tidak mampu menolak ajakan ketiganya dan akhirnya ia terpaksa ikut, kebetulan Minggu ini ia tidak banyak jadwal pemotretan dan ketiga Sahabat nya mengetahui hal tersebut


Setelah puas jalan di salah satu mall besar di Jakarta dan membeli beberapa cemilan serta kebutuhan mereka, keempat gadis cantik tersebut langsung menuju cafe yang sejak awal ingin mereka datangi,tak berapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang terlihat sangat mewah, nyaman, dan tampak lumayan ramai dengan para anak muda, mulai dari para pengusaha muda,masiswa dan pelajar, yang pastinya terlihat mereka dari kalangan para anak Sultan


Melodi langsung memarkirkan mobilnya di parkiran, keempat gadis cantik tersebut langsung melangkah memasuki cafe tersebut, kedatangan mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya, khusus nya dengan adanya Aira satu satunya gadis cantik berhijab diantara ketiga Sahabat nya, mereka berjalan menuju salah satu meja yang terlihat kosong


Di salah satu meja yang terletak di sudut cafe Azlan dan sahabatnya sedang nongkrong dan bersantai bareng, Alif sedikit terkejut melihat kedatangan Aira dan ketiga Sahabat nya, pasalnya semenjak mereka sering nongkrong di cafe tersebut ia belum pernah melihat Aira datang ke tempat tersebut, berada dengan intan dan yang lainnya, walaupun tidak sering tapi mereka pernah bertemu beberapa kali di cafe tersebut


" AF... bidadari Lo tuh... jadi pusat perhatian semua pengunjung" ucap Alif membuat Afkar langsung melihat arah pandangan Alif, sementara Azlan masih fokus pada laptop nya,ia terbilang cukup sibuk beberapa Minggu ini,ia harus menggantikan sang Ayah yang tengah berada di luar negeri, sedangkan asisten sang ayah harus ke luar kota untuk menangani beberapa masalah pada perusahaan cabang mereka


Afkar langsung memanggil intan dan yang lainnya, intan Lampung menarik lengan Aira menuju meja Azlan dan sahabatnya, membuat Aira terpaksa mengikuti langkah intan dan yang lainnya, walaupun ia sebenarnya sangat tidak nyaman bertemu dengan Azlan dan ia sangat ingin menghindari cowok dingin tersebut, menurut Aira Azlan terlalu dingin dan angkuh, walaupun Akbar termasuk cowok pendiam tapi Akbar selalu menghargai orang di sekelilingnya, tidak seperti Azlan yang terlihat sangat cuek terhadap siapa saja


Akhirnya mereka memutuskan duduk satu meja dengan para pemuda tampan tersebut dan langsung memesan beberapa menu favorit di cafe tersebut, baru beberapa menit Akbar muncul dan ia sangat terkejut melihat ada Aira di Jakarta, sedangkan Aira terlihat sedikit canggung saat melihat kedatangan Akbar


" Ai bisa kita bicara sebentar?.. yang lain boleh kan gue pinjem Aira nya sebentar..? ada yang harus kami obrolin" tanya Akbar sopan


" A'maa..." belum selesai Aira bicara intan terlebih dahulu memotong ucapan Aira


"Ai please Lo jangan gini, selesai kan masalah kalian dan coba bicara baik-baik, ingat persahabatan kita" mohon intan, membuat Aira tidak bisa menolak dan langsung mengangguk mengikuti Akbar yang lebih dulu melangkah menuju salah satu meja kosong yang terletak tidak jauh dari meja mereka, Azlan Langsung melirik melihat aira


Aira duduk berhadapan dengan Akbar,ia tidak mengeluarkan satu katapun, membuat Akbar tersenyum melihat tingkah laku Aira


" Ai...Lo marah sama gue..?" tanya Akbar dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Aira


" Kalau ga marah kenapa ga mau lagi angkat telpon dan balas chat gue..?, dan Lo juga ga bilang kalau Lo pindah ke Jakarta" tanya Akbar serius tapi Aira masih diam


" Ok gue ngaku salah udah minta hubungan yang lebih dari sahabat sama Lo, gue minta maaf... dan gue janji ga akan ngilangin itu lagi, tapi please Lo jangan menghindar kayak gini, kita tetap sahabat kayak biasanya,Lo mau kan?"tanya Akbar dengan wajah memohon nya


Aira Langsung mengangguk,ia juga ga pernah berniat untuk menjauhi Akbar, apalagi merusak persahabatan mereka yang sudah mereka jalani beberapa tahun tersebut, sementara di meja lain intan dan Nia tersenyum lega melihat wajah Akbar yang tampak tersenyum setelah berbicara dengan Aira, mereka yakin kedua sahabat mereka itu sudah menemukan solusi terbaik, melodi mulai menerka bahwa Akbar lah cowok yang Aira kagumi, Alif dan afkar hanya melihat karena mereka memang tidak mengetahui tentang hubungan keduanya, sedangkan Azlan sesekali melirik meja Aira tanpa ada yang menyadari itu


Setelah merasa cukup dengan pembicaraan mereka, keduanya kembali bergabung dengan yang lainnya


" Udah selesai bicara empat mata nya..?" tanya Nia sedikit meledek


Akbar menjawab dengan mengangguk pelan dan Aira tersenyum tipis menjawab pertanyaan Nia,Aira langsung duduk di bangku semula yang bersebelahan dengan Azlan, sedangkan Akbar duduk di tempat di sebelah afkar dan intan

__ADS_1


Mereka menikmati pesanan masing-masing sambil sesekali mengobrol, sedangkan Azlan masih terlihat sibuk dengan laptop nya, walaupun sesekali ia juga menjawab pertanyaan yang lain


Derrrrrrt


Ponsel Aira berdering dan mengalihkan perhatian yang lain, termasuk Azlan yang melihat jelas nama kontak yang memanggil


📱-" Assalamualaikum Bun...?" jawab Aira pelan dan terdengar sangat lembut


📱-"......


📱-" Bunda sekarang dimana...? udah di apartemen Ai,ya udah bunda tunggu sebentar ai langsung pulang ya, kebetulan ai ga jauh kok Ai lagi di cafe xxxxcc" jawab Aira terdengar sedikit bersalah


📱-".....


📱-" Ia bunda sayang..ai janji ga akan lama,maaf tadi ai ga lihat pesan masuk dari bunda, mumpung ai masih disini bunda ga mau ai belikan sesuatu?" tanya Aira lembut


📱-".....


📱-" ok, Cheese cake sama salad buah tapi ga pakai mayonaise, itu aja..? " tanya Aira sambil tersenyum cantik


Deg


📱-" Ok bunda langsung masuk aja dan tunggu ai di dalam jangan di lobby,ai janji ga akan lama, Assalamualaikum" ucap Aira sambil tersenyum terlihat sangat bahagia


"Semuanya maaf Ai duluan ya, kasian kalau sampai bunda nunggu terlalu lama" ucap Aira sopan


" Lo pesan aja dulu pesanan Lo dan tunggu di sini sambil nunggu taksi online Lo datang " ucap Nia memberi saran dan di setujui oleh Aira


Saat menunggu pesanan nya, tiba-tiba Cindy dan beberapa teman nya datang dengan wajah yang terlihat tidak bersahabat, dengan arogannya ia langsung mendorong Aira yang memang duduk di samping Azlan, kelakuan Cindy membuat yang lain terkejut terlebih Aira


" Heh wanita murahan dari mana Lo berani- beraninya godain pacar orang?" bentak Cindy dengan suara lantang membuat perhatian perhatian pengunjung lain tertuju ke meja mereka


" Eh maksud Lo apa datang- datang langsung marah- marah ga jelas ke sahabat gue, dan apa ini kelakuan Lo dorong dia sampai jatuh" bentak intan tak kalah galak


" Oh jadi ni cewek ganjen dan ga jelas sahabat Lo?, gayanya aja sok muslimah ternyata suka sama pacar orang" jawab Cindy sambil mencibir,para lelaki hanya diam dan memperhatikan, mereka akan bertindak jika memang lebih parah


" Jaga ya mulut Lo,dia ga kayak Lo....." belum selesai intan bicara terdengar suara lembut Aira yang membuat yang lain tercengang


" Maaf kakak siapa...? pacar nya kakak ini..?" tanya Aira lembut sambil menunjuk ke arah Azlan

__ADS_1


" ga usah pura- pura ga tau deh Lo,Lo anak baru di sekolah xxxxc kan? ingat baik-baik wajah gue,gue Cindy prayuga kekasih nya Azlan" jawab Cindy sombong,Aira mengangguk paham


" Kasian kali ya kakak,baru jadi pacar nya aja udah seheboh ini, kalau besok di putusin gimana...kakak ga malu...?dan satu lagi..saya Almaira Az-Zahra belum merasa tertarik tuh dengan pacar kakak, tolong jaga baik-baik pacar nya jangan di tikung cewek lain" ucap Aira terdengar santai


" Dan buat kak..... Azlan ya..? tolong dong ajari pacar nya tentang attitude pada orang lain, sedikit aja, bagaimana kalau ntar ada Aira- Aira yang lain yang secara kebetulan duduk di samping kakak,bisa Jedi trending topik dong setiap hari,ini aja mungkin ntar sore udah heboh di dunia Maya dengan judul* seorang pria muda kepergok selingkuh oleh pacarnya sehingga terjadi keributan di cafe xxxxc" yang lain Aira duluan ya pesan Ai udah selesai dan taksi nya juga udah nunggu, Assalamualaikum" ucap Aira lembut sambil tersenyum tipis dan langsung melangkah meninggalkan meja tersebut


Perkataan Aira barusan benar- benar bagaimana cambuk bagi Azlan dan bagaikan dilempar kotoran bagi Cindy, membuat Cindy merasa sangat membenci Aira dan Azlan menatap kepergian Aira dengan sangat geram, sedangkan yang lain masih terbengong-bengong mereka seperti shock mendengar ucapan pedas Aira yang mereka tau adalah gadis yang sangat lembut dan pemalu, bahkan intan dan Nia masih belum percaya sahabat yang mereka kenal bertahun- tahun bisa se pedas itu dalam membalas perlakuan orang lain


Belum selesai mereka dengan keterkejutan dari Aira,kini malah suara dingin Azlan menambah keterkejutan mereka, bagaimana tidak pemuda tampan tersebut langsung mengeluarkan kata-kata yang membuat Cindy bungkam seribu bahasa dan semakin membuat hatinya meradang pada Aira


" Mulai sekarang kita putus,gue sama Lo udah ga ada hubungan apapun lagi,jadi gue minta Lo jangan pernah ganggu gue lagi" ucap Azlan singkat dan langsung meraih laptop dan ponselnya melangkah meninggalkan meja tersebut


" Afkar jangan lupa bayar semua tagihan nya" ucap nya sambil langsung meninggalkan tempat tersebut dan langsung di angguki oleh afkar


Sementara Cindy masih terpaku di tempatnya, teman- temannya masih melongo melihat kejadian tersebut, sedangkan intan dan yang lainnya langsung menuju meja kasir dan membayar bill mereka, semuanya bagaikan mimpi bagi mereka, Azlan yang langsung mutuskan Cindy dan Aira yang terlihat biasa saja dan tidak terlihat emosi dengan kelakuan Cindy, tapi siapa sangka ia membalas nya dengan kata- kata yang menurut mereka sangat memalukan


Aira Langsung memasuki taksi nya dan meninggalkan cafe tersebut, rasanya ia sangat menyesal datang ke cafe tersebut terlebih bertemu dengan Azlan,laki- laki itulah yang membuat ia merasa sangat malu karena menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya


"Dasar aneh, masih juga pacaran udah se posesif itu, gimana kalau udah nikah ya..?" batin Aira sambil bergidik ngeri


Aira Langsung ber istighfar menyadari kesalahannya telah berfikir negatif pada orang lain,ia kembali berpikir positif mungkin itulah yang dikatakan orang- orang cinta memang bisa mengalahkan segalanya,ia belum paham karena ia belum pernah merasakan jatuh cinta dan berpacaran


Sedangkan Azlan langsung melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya, ingin sekali rasanya ia menemui Aira,sigadis desa yang menurutnya sangat sombong setiap berbicara, tapi niatnya harus ia urungkan mengingat bahwa saat ini Aira sedang kedatangan tamu di apartemen nya, Azlan akan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara empat mata dengan Aira dan ia ingin membuat Aira tidak lagi berani bicara pedas padanya


Sesampainya di apartemen keduanya langsung menuju unit masing-masing, mereka tiba hampir bersamaan,Aira sangat bahagia saat melihat sang bunda sedang asyik bersantai di ruang tamu milik nya,ia langsung menghampiri dan mengecup singkat pipi bunda Maya sambil meraih tangan dan mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut, membuat sang bunda sangat terharu dan bahagia, rasanya ia ingin segera menjadikan gadis cantik tersebut menjadi menantu nya dan membawanya pulang ke istana megah keluarga Abbas


Sedangkan Azlan langsung membanting pintu apartemen nya dan menuju kamar mandi,ia ingin berendam sebentar agar bisa merasa lebih tenang,ia emosi bukan karena mengakhiri hubungan nya dengan Cindy,tapi ia merasa Mali karena kelakuan arogan Cindy, sehingga membuat ia menjadi pusat perhatian orang lain hanya karena masalah sepele tersebut, baginya Cindy benar- benar norak


Tak berselang lama Afkar dan Alif datang, mereka langsung masuk karena mereka memang sudah tau sandi apartemen Azlan, membuat Azlan berdecih pelan melihat kedua sahabat nya yang asyik tiduran di atas ranjang king size nya


" Ngapain Lo pada kesini?, mau ngetawain gue karena ucapan cewek pujaan kalian itu?" tanya Azlan sambil menuju ruang ganti nya, setelah selesai ia keluar dan ikut berbaring di ranjang


" Santai dong bro...kita kesini cuma mau mastiin Lo baik-baik aja Abis mutusin pacar kesayangan Lo" jawab afkar sambil tersenyum meledek


" Ga akan ada sejarah nya seorang Azlan frustasi gara- gara wanita, apalagi yang kayak dia, diluaran masih banyak banget yang mau sama gue dan lebih dari dia" jawab Azlan santai,afkar dan Alif mengangguk


" Trus yang bikin wajah Lo keliatan suntuk banget apa? kata- kata Aira tadi...? udah deh dia juga pasti malu diperlakukan kayak gitu sama si Cindy" jawab Alif dan di angguki oleh afkar


Azlan tidak menjawab ia larut dengan pikirannya sendiri, sampai akhirnya ia tertidur pulas karena kelelahan, kedua sahabat nya hanya menggeleng melihat sahabat mereka yang ternyata sudah tertidur pulas, ingin rasanya mereka menjitak kening Azlan tapi apa daya mereka belum seberani itu pada keturunan keluarga Abbas tersebut

__ADS_1


__ADS_2