DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
10


__ADS_3

Sesampainya di tempat yang sudah di tentukan Azlan dapat melihat dengan jelas ditempat tersebut sudah dipenuhi oleh para geng motor dan para pemuda yang menggemari kegiatan ilegal tersebut,disana juga terlihat begitu banyak wanita dengan bermacam model, mereka langsung histeris saat melihat kedatangan Azlan, siapa yang tidak tau putra tunggal keluarga Abbas tersebut,selain memiliki wajah yang bagaikan sengaja dipahat sesempurna mungkin, tubuh nya yang atletis dan terlebih ia dari keluarga Sultan


Azlan langsung menghampiri para sahabat nya dan langsung menanyakan apa yang dijadikan dan diminta sebagai taruhannya dan Azlan sangat terkejut saat mendengar jawaban para sahabat nya, rivalnya meminta jika Azlan kalah maka Azlan harus mau menjadi kekasih adik Roni, yang ternyata satu sekolah dengan Azlan,ya orang yang mangajak Azlan taruhan adalah Roni,ia setahun lebih tua dari Azlan


Azlan terdiam sesaat setelah mengetahui apa yang di minta oleh Roni, selanjutnya ia langsung menghampiri pemuda tersebut dan menyatakan keberatannya,tapi Roni bersikeras dan mengatakan akan terus mengusik kehidupan Azlan jika sampai Azlan menerima tantangan nya


" Lo gila ya...Lo pikir menjalin hubungan itu bisa dipaksakan? Lo ga sayang sama adek Lo kalau suatu saat gue mutusin dia dan Lo pasti tau gue ga pernah pacaran lama-lama" ucap Azlan


" Ok kaalu Lo ga mau gue akan terus mengusik kehidupan Lo" jawab Roni pasti


" Ok...tapi kalau Lo kalah gue cuma mau Lo jangan pernah mengusik kehidupan gue" jawab Azlan pasti


Dan akhirnya kedua pemuda tersebut mendapatkan keputusan yang pasti dan mereka langsung memulai taruhan mereka, Azlan terlihat sangat serius dan dalam waktu 20 menit Azlan memenangkan pertandingan tersebut,ia langsung meninggalkan arena tersebut, tapi sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat tersebut ia menatap Roni sesaat seraya berucap" ingat janji Lo dan gue paling benci pria yang suka ingkar janji" ucap Azlan singkat dan langsung melajukan motornya menuju cafe tempat biasa ia dan para sahabatnya nongkrong


Tak berselang lama kedua sahabat nya juga muncul di tempat tersebut, mereka langsung menghampiri Azlan dan memberikan nya kata selamat, mereka nongkrong sebentar sambil menikmati minuman favorit mereka masing-masing dan memesan beberapa cemilan untuk menemani obrolan mereka


Setelah beberapa jam waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, Azlan melajukan motornya menuju mansion utama milik keluarga Abbas, sekitar 25 menit ia sudah memasuki gerbang mewah kediaman keluarga Sultan tersebut, Azlan memarkirkan motor nya dan ia langsung memasuki mansion mewah tersebut,ia melangkah menuju tangga dan langsung menuju kamar nya, sampai di kamar ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, selesai bebersih ia mengenakan pakaian santai dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya


Pagi menjelang Azlan di kejutkan dengan suara sang Bunda yang memanggilnya sambil mengetuk pintu kamar tersebut, Azlan membuka matanya perlahan dan bangkit dari tempat tidur nya,ia menuju pintu kamarnya dan membuka nya dengan sangat malas


" Ya ampun Azlan king Abbas... baru bangun dan kamu belum bersiap untuk ke sekolah?" tanya sang Bunda geram


" Sekolah dong Bun,ni juga mau mandi...bay" jawab Azlan singkat sambil tersenyum dan mengecup singkat pipi sang bunda,ia langsung menuju kamar mandi nya untuk mandi, setelah selesai ia langsung menuju kamar ganti untuk memakai baju seragam nya, setelah selesai dan memastikan bahwa penampilan nya sudah cukup, ia langsung turun menuju ruang makan dan duduk di kursi nya,sang Bunda langsung menyodorkan nya jus dan sandwich


Tanpa berbicara satu kata pun ia langsung menghabiskan sarapan nya dan langsung berangkat ke sekolah nya,ia tidak ingin terlambat,apa kata murid lain seorang ketua OSIS datang terlambat, sedangkan biasanya ia yang memberikan hukuman untuk para pelajar yang datang terlambat


Azlan mengemudikan motor sport nya dengan kecepatan tinggi, dan ia sampai sekolah di waktu yang tepat, dengan keahliannya mengemudi memang tidak diragukan lagi ia dapat menempuh perjalanan setengah dari waktu yang biasa di tempuh orang lain, Azlan langsung memarkirkan motor nya di samping mobil para sahabat nya,di tempat parkir memang khusus untuk nya tersebut


Azlan langsung menuju kelas nya untuk meletakkan tasnya dan setelah nya ia langsung menuju ruang OSIS, sesampainya di sana para sahabat nya dan anggota OSIS lainnya sedang duduk bersama dan mengobrol kan hal- hal yang menyangkut tentang kegiatan sekolah atau kegiatan OSIS, berhubung hanya dalam hitungan Minggu mereka akan mengikuti ujian kenaikan kelas, sementara para senior mereka baru sabtu yang lalu menyelesaikan ujian kelulusan


Melihat kedatangan sang ketua OSIS mereka langsung menyampaikan hasil diskusi mereka dan jika Azlan setuju maka mereka akan segera mengadakan rapat OSIS sebelum mengikuti ujian kenaikan,sebab setelah ujian mereka juga harus menyiapkan beberapa keperluan untuk acara ospek para calon junior mereka yang baru

__ADS_1


Azlan menyetujui beberapa ide dari teman teman OSIS nya dan ia juga memberikan beberapa ide serta menambahkan ide yang lain yang menurutnya masih kurang cocok,semua anggota OSIS yang lain langsung menyetujui apa yang pemuda tampan itu sampai kan, mereka mengakui sang ketua OSIS mereka memang memiliki IQ yang tinggi dan smart,ia juga sangat menunjukkan sikap kepemimpinan yang bijaksana dan cerdas,para guru juga mengakui itu


selesai dengan acara di ruang OSIS mereka semua langsung menuju kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran, sekilas Azlan melihat adik Roni yang tengah menatapnya, Sinthya nama gadis cantik tersebut,ia memang termasuk gadis cantik dan juga lumayan pintar, mereka tidak satu kelas dan Azlan memang tidak mengenal Shintya sebelumnya


Azlan kembali melanjutkan langkahnya dan langsung berbelok menuju kelas nya, walaupun tergolong cantik tetapi sepertinya Azlan tidak tertarik pada wanita cantik tersebut, walaupun mungkin Azlan tidak akan menolak jika wanita tersebut mengajak nya berpacaran, tapi tidak dengan cara taruhan seperti yang dilakukan oleh Roni kakak laki-laki dari wanita cantik tersebut


Azlan menggeleng sendiri mengingat Betapa bodohku Shintya yang meminta kakak laki-laki nya menantang Azlan hanya untuk membuat Azlan menerima cintanya,kenapa ia tidak langsung berusaha sendiri aja dalam benak Azlan tertawa miris


Azlan tidak menyadari sikapnya yang terlihat dingin, cuek dan sedikit angkuh serta datar, membuat tidak semua orang berani mendekati nya, hanya wanita yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi yang berani mendekati nya


Azlan dan temannya yang lain mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal yang ditentukan, setelah beberapa jam akhirnya mereka istirahat, ketiga pemuda tampan tersebut langsung menuju kantin sekedar untuk minum atau mengisi perut mereka dengan menu favorit masing-masing


Seperti biasanya setiap kali kemunculan para pria tampan tersebut di pastikan akan membuat suaana yang awalnya tenang seketika menjadi gaduh,akan tetapi itu tidak membuat ketiga pemuda tampan tersebut merasa terganggu, karena para wanita tersebut tidak pernah berani mengusik mereka, mereka hanya sedikit merasa jengah dengan tingkah para wanita tersebut


Azlan dan ketiga Sahabat nya langsung menuju meja yang selalu menjadi tempat mereka,ga akan ada satu murid pun yang berani duduk di bangku tersebut, ketiga nya langsung memesan beberapa menu cemilan dan beberapa jenis minuman sesuai selera mereka masing-masing


" Bro gue perhatiin dari semalem muka Lo kusut banget deh kayanya, ada masalah Lo?" tanya Afkar saat mereka sedang menunggu pesanan mereka datang


" ya mana kita tau, hidup Lo itu bagaikan drama yang sering terdapat konflik, kenapa sih Lo lebih milih tinggal sendirian di apartemen, padahal orang tua Lo sayang banget sama Lo"jawab Alif


" males aja gue di rumah itu banyak banget aturannya dan gue ga suka" jawab Azlan jelas


mereka menyelesaikan makan dan minum mereka, selanjutnya mereka akan kembali mengikuti pelajaran, baru setelah nya mereka akan pulang, begitulah terus menerus sampai akhirnya dua hari lagi mereka akan mengikuti ujian kenaikan kelas


Begitu pula dengan remaja cantik yang saat ini baru saja menyelesaikan ujian kelulusan nya, hari ini adalah hari terakhir ia dan teman-temannya kelas sembilan mengikuti ujian kelulusan dan mereka tinggal menunggu pengumuman hasil dari usaha mereka tersebut,Aira dan Nia memutuskan untuk menerima beberapa tawaran pemotretan dari beberapa brand muslimah untuk Aira


Awalnya Aira menolak tapi dengan bujukan Nia akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut,mengingat ia juga membutuhkan biaya yang semakin besar kedepannya, tapi ia meminta pada pihak manajemen untuk tidak menampilkan wajah nya secara terang terangan dan mereka menyetujui permintaan Aira


Pada sang Umi ia tidak berani untuk mengatakan sejujurnya bahwa ia sedang menjalin kerjasama dengan sebuah agenci permodelan dan kini ia sedang menjalani kontrak pertamanya dengan salah satu brand ternama


Hubungan persahabatan antara Aira,Nia, intan, Akbar dan Andi masih tetap berjalan baik, walaupun Akbar dan intan kini jauh, mereka tidak pernah loos kontak, Andi juga sering menemani Aira dan Nia saat pemotretan Aira,ia melakukan itu karena Andi tau Nia akan melanjutkan sekolah nya di Jakarta,Maka hanya ia dan Aira yang akan tinggal di kota tersebut

__ADS_1


Andi memang tidak pernah berencana untuk pindah sekolah kemanapun, walaupun kedua orang tuanya sering pinah dari satu kota ke kota yang lain,itu dikarenakan papa dan Mamanya adalah seorang pejabat negara,ia memutuskan untuk tetap tinggal di kota tersebut demi untuk menemani Omanya,ia tidak tega bila harus meninggalkan wanita paruh baya itu sendiri, walaupun masih ada beberapa Art di rumah tersebut


Aira yang juga tau tentang keputusan Nia untuk melanjutkan sekolah nya di Jakarta karena harus menemani tantenya, membuat Aira merasa sangat sedih dan kehilangan, walaupun masih ada Andi tapi ia juga tidak mungkin bisa terlalu dekat dengan seniornya tersebut, mengingat mereka bukan muhrim


" Ai lo janji ya jaga kesehatan dan ingat jangan sungkan kerumah gue kalau memang Lo harus nginap" ucap Nia mengingatkan


" Ia kamu tenang aja,Ai janji akan jaga kesehatan dan sesekali akan jenguk keluarga kamu, tapi kan sekarang Ai udah sewa kost- kostan berarti Ai akan nginap di kost- kostan dong" jawab Aira sambil tersenyum cantik


" Ia ya lupa gue,kan sekarang Lo udah punya penghasilan sendiri dan ga perlu minta ke Umi lagi" jawab Nia sambil memeluk Aira


Andi yang melihat kedua remaja cantik tersebut juga merasa sedikit terharu, kalau Nia di Jakarta akan bertemu lagi dengan intan dan Akbar, tapi Aira disini..?, Andi cukup mengenal remaja cantik tersebut,ia tau Aira termasuk orang yang sedikit sulit untuk dekat dengan sembarangan orang dan Aira termasuk tipe yang tertutup dan sedikit pendiam


Andi juga ingin menjadi sahabat dekat wanita cantik tersebut,tapi ia juga cukup tau bahwa Aira selalu berusaha untuk menjaga jarak dengan lawan jenis siapa pun itu,Aira masih sangat patuh pada aturan keluarga nya yang Andi tau dari keluarga yang taat agama


Itulah yang membuat Andi sangat mengagumi sosok Aira, tapi sayang ia juga tidak ingin mendekati wanita cantik tersebut karena ia tau sang sahabat sangat mencintai Aira, hampir setiap hari Akbar menelfon nya hanya untuk menanyakan tentang gadis pujaannya tersebut, dan semua itu sungguh sebenarnya menyakitkan untuk Andi


Setelah beberapa Minggu Akhirnya Aira,Nia dan teman teman lainnya dapat melihat hasil kerja keras mereka, hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian kelulusan mereka dan mereka juga akan tau siapa diantara mereka yang akan memegang nilai terbaik untuk tahun ini


Lagi - lagi Aira lah yang menjadi juara umum di sekolah tersebut,ia mendapatkan nilai yang sangat memuaskan, membuat sang Umi sangat bahagia dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh sang putri cantik nya tersebut


Aira mendaftar dirinya di sekolah yang sama dengan Andi yang masih satu lingkungan dengan sekolah nya saat SMP dan sekolah tersebut memang satu yayasan,Aira akan memulai sekolah nya beberapa Minggu lagi


Begitupun dengan Nia, ia sudah di Jakarta dan tinggal bersama sang Tante, beberapa Minggu lagi ia akan mengenakan seragam putih abu-abu dan menjadi salah satu murid di sekolah elit milik keluarga Abbas,ia akn bertemu intan di sekolah tersebut


Akbar memutuskan pulang ke kampung halaman sang Mama saat liburan,ia juga sangat merindukan sosok cantik Aira, wanita yang hanya mau menganggap nya sahabat, tidak lebih dari itu


Walaupun di desa mereka jarang banget ketemu apalagi ngobrol, tapi Akbar sudah sangat bahagia, baginya bisa melihat sosok Aira setiap hari adalah sesuatu yang cukup membuat ia begitu beruntung


Akbar belum mengetahui tentang profesi Aira sekarang dan Andi juga tidak berniat memberitahu semua nya,itu adalah hak Aira pada siapa ia akan mengatakan tentang kehidupan nya, Andi tidak memiliki wewenang tentang hal tersebut walaupun mereka sahabat


Andi juga ikut menyusul Akbar ke desa tersebut atas permintaan Akbar, mereka berlibur bersama walaupun Aira sangat jarang bisa menemui mereka, karena setau mereka Umi nya Aira sedang sakit

__ADS_1


__ADS_2