DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
66


__ADS_3

Dimansion mewah keluarga Abbas sang nona muda baru saja menghabiskan minuman jahe hangat nya yang dibuatkan oleh bik Asih


" Bik makasih ya.." ucap Aira pada bik Asih yang menemaninya minum dan baru saja membantu Aira berjalan dari kamar mandinya menuju ranjang, sebelum berangkat Azlan terlebih dahulu menemui bik asih dan meminta agar menjaga istrinya karena kurang sehat dan muntah


" Ia non..udah tanggung jawab bibi buat bantu non,sesuai permintaan tuan muda, tapi apa non yakin baik- baik aja? wajah non pucat banget loh,bibi panggilkan dokter keluarga ya?" tanya BIK asih khawatir dan merasa sangat kasihan melihat wajah cantik sang nona muda yang terlihat sangat pucat dan lemah


" Ga pa pa bik, beneran..ini aja udah enakan banget, tadi tu cuma mual dan sedikit pusing aja bik, mungkin masuk angin aja, tapi bik Aira kayak nya pengen banget makan sandwich isi daging dan jus mangga" ucap nya sambil tersenyum manis


" Baik lah biar bibi bilang sama Mbak Wina untuk buatin ya, sandwich seperti yang biasa tuan muda makan kan?" ucap bik Asih memastikan, walaupun sedikit bingung dengan permintaan sang nona muda tapi ia tetap menurutinya, karena sejak pertama Aira masuk ke mansion mewah tersebut ia tidak pernah meminta sandwich,ia lebih suka roti bakar keju atau roti gulung telur dan sosis,dan Aira juga tidak pernah terlihat minum jus mangga di pagi hari


Aira lebih sering minta coklat panas atau susu bila pagi hari,menu yang Aira minta barusan adalah menu favorit break fast khas Azlan banget, karena Azlan memang lebih suka menu western dan ia terbilang sangat jarang makan nasi bila pagi hari


" Non maaf kalau bibi lancang, kalau boleh tau kapan non Aira terakhir datang bulan?" tanya bik Asih tiba-tiba karena merasa sedikit curiga dengan sang nona muda, yang memang terlihat agak berbeda


Aira tidak langsung menjawab,ia terdiam mengingat kapan ia terakhir kedatangan tamu bulanan nya itu,dan setelah di ingat - ingat dia sudah terlambat hampir dua Minggu


" Sepertinya hampir sebulan lebih deh bik,ini telat hampir dua Minggu, mungkin karena terlalu capek bik, emang kenapa bik?" tanya Aira belum menyadari maksud dari pertanyaan sang art


" Jangan - jangan non hamil non.. gimana kalau kita beli tes pack non, supaya pasti " ucap bik Asih semangat


Aira langsung mengaga dengan mata melotot sempurna,ia sangat terkejut dan mengingat kembali setiap melakukan penyatuan Azlan tidak pernah mau memakai pengaman dan ia juga tidak pernah mengkonsumsi pil pencegah kehamilan,Aira bingung antara harus bahagia atau sedih karena sesungguhnya ia memang belum siap


" Masak ia bik..? tapi Aira belum siap seratus persen bik,Aira juga masih sekolah dan baru mau ujian semester satu BIK masih beberapa bulan lagi baru ujian akhir " jawab Aira terdengar cemas


" Non jawab jujur apa selama ini non mengkonsumsi pil pencegah kehamilan atau mungkin tuan muda menggunakan pengaman? maaf" tanya bik asih memastikan


" Gak dua - dua nya bik,kak Azlan ga mau dan ngelarang Aira minum pil tersebut " jawab Aira lesu


" Ya udah non ga perlu khawatir,itu berarti tuan muda memang ingin non cepet hamil, lagian sekolah itu kan punya keluarga Abbas jadi non tenang aja,semua pasti bisa diatasi dengan mudah, yang terpenting non jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran" bujuk BIK Asih menenangkan Aira,beliau tau Aira masih sangat muda pasti sedikit terkejut mengalami semua itu


" Ya udah..bibi tinggal sebentar ya,bibi mau suruh Fifi buat ke apotik beli alat tes kehamilan,biar lebih pasti " ucap BIK Asih


" Ia BIK.. terimakasih " jawab Aira dengan senyuman manis dan mengangguk


Setelah kepergian bik Asih,secara spontan Aira mengusap perut ratanya dan tersenyum tipis, hati nya berkata ia bahagia walaupun ada sedikit ketakutan dan belum siap,tapi ia yakin semua akan baik-baik saja dan yang dikatakan oleh BIK Asih benar bahwa Azlan sangat ingin ia hamil secepat mungkin


Setelah melewati proses yang mendebarkan bersama BIK asih, akhirnya Aira mengetahui hasil nya, yang menunjukkan garis dua pada alat tersebut, membuat bik Asih kegirangan dan sangat bahagia,beliau berdoa semoga sang nona muda dan calon bayinya diberikan kesehatan


"Akhirnya.... setelah 19 tahun,akan ada lagi suara bayi di mansion mewah nan megah ini,bibik jadi ga sabar pengen liat anaknya tuan muda" ucap bik Asih terlihat sangat antusias

__ADS_1


" Bibik bisa aja masih lama bik, sembilan bulan loh.." jawab Aira sambil menggeleng


" Oya bik tolong suruh cef siapin menu makana siang buat kak Azlan ya,Aira mau antar makan siang ke kantor, sekalian buat kejutan untuk kak Azlan" pinta Aira pada bik Asih


" Siap non, beneran tu pasti tuan muda bahagia banget pas denger berita bahagia ini" jawab bik Asih mendukung rencana sang nona muda


" Ya udah bik,Aira mandi dulu ya,biar lebih fresh, lagian juga udah enakan banget kok" jawab Aira


" Ia non udah bibik siapain Air hangat nya,keburu dingin nanti, jangan lupa dandan yang cantik,biar tuan muda tambah cinta,ya udah bibik mau ke bawah ya, bantu siapin bekal buat tuan muda,non mau di buatkan apa?" tanya bik Asih


" Samain aja dengan menu kak Azlan bik,cuma tolong tambahkan buah potong aja ya bik" jawab Aira yang sudah melangkah menuju kamar mandi


" Baik non" jawab bik Asih


Sementara di kantor, Azlan benar-benar sangat sibuk, jadwalnya pagi ini benar-benar full,ia ingin menyelesaikan semuanya sebelum waktunya makan siang,ia ingin menikmati makan siang nya bersama Aira,dan akan melanjutkan memeriksa berkas yang harus ia tandatangani,ia ingin Aira menemani nya dikantor sampai sore,makanya ia harus menyelesaikan semua kegiatan nya yang harus ia lakukan di luar ruangannya


Waktu berjalan sangat lambat bagi Azlan, rindunya pada sang istri membuatnya sangat tidak sabar lagi menunggu waktu makan siang,ia baru saja selesai mengadakan meeting dengan para investor asing dan mendapatkan kesepakatan yang baik


" Dod tolong belikan cemilan yang sehat ya untuk Ara, sebentar lagi dia datang,aku ingin dia nemenin aku di kantor, mumpung dia belum masuk sekolah" perintah Azlan pada sang asisten pribadinya


" Siap Bos" jawab Dodi langsung meninggalkan ruangan Azlan


sedangkan Azlan sudah duduk di kursi kebesarannya,ia merasa sedikit ngantuk, mungkin karena semalam ia kerja lembur menguasai sang istri di atsa ranjang mereka, karena rasa kangen yang luar biasa


Di pantry Susi baru saja selesai mengganti baju seragam nya dengan sebuah dress selutut lengan pendek, dress yang juga akan ia pakai untuk ke kampus, kedua temannya sedang mengantarkan pesanan minuman para staf lainnya dan akhirnya ialah yang akan membuatkan kopi pesanan sang sekretaris dan menurut Susi ini adalah kesempatan terbaik bagi nya untuk bisa bertemu Azlan dan menunjukkan penampilan nya


Di mansion mewah keluarga Abbas Aira sudah selesai dengan semua nya,ia akan diantarkan oleh sang supir menuju Abbas group, Aira berpenampilan sangat cantik dan elegan,ia sudah memasukkan tes pack kedalam sebuah kotak kecil dan yang sangat cantik dan ia letakkan di atas kotak bekal milik azlan,agar pria itu sendiri yang langsung membukanya



Perjalanan hampir satu jam menuju Abbas group,kini Aira sudah sampai didepan perusahaan megah tersebut,sang supir menghentikan mobil di depan lobby dan langsung membukakan pintu untuk sang nona muda,Aira dengan anggunnya melangkah menuju resepsionis seraya membawa sebuah paper bag yang berisikan kotak bekal makan siang untuk nya dan azlan


Semua mata tertuju padanya, mereka sangat penasaran siapa gadis cantik tersebut,ini kedua kalinya mereka melihat Aira datang ke perusahaan tersebut,Aira tersenyum cantik dan langsung menuju meja resepsionis


" Siang mbak...kak...eh maksud saya pak Azlan nya ada?" tanya Aira sopan


" Siang.. udah buat janji dek..? " tanya sang resepsionis seraya menatap penasaran sekaligus kagum pada gadis cantik yang berada di hadapannya kini, yang mereka yakini masih sangat muda dan pasti masih sekolah, melihat wajah baby face nya Aira


" Belum sih mbak...tapi tadi pagi kak Azlan pesan minta di bawakan makan siang ke kantor,atau tolong mbak telfon kak Dodi asisten pribadinya kak Azlan dan bilang Aira datang" jawab Aira lembut dengan wajah sedikit memohon

__ADS_1


" Sebentar ya dek" jawab resepsionis tersebut, sedangkan kedua teman sang resepsionis terlihat kurang suka pada Aira, mereka mengira Aira salah satu gadis yang menggilai Azlan, sedangkan Aira mengangguk patuh,ia tiba-tiba sedikit pusing dan mual


" Mani dek saya antar ke ruangan pak Azlan" ucap sang sekretaris setelah berhasil menghubungi asisten Azlan,dan Dodi memerintahkan pada resepsionis tersebut untuk langsung mengantar Aira ke ruangan Azlan, karena gadis cantik tersebut adalah keluarga Abbas, membuat ketiga resepsionis tersebut semakin penasaran


Dilantai Paling atas Abbas group,Susi baru saja memasuki ruangan Azlan dengan membawa nampan yang berisi satu gelas kopi pesanan sang bos


Tok tok tok


" Masuk" terdengar suara dari dalam ruangan yang mengizinkan orang di luar untuk memasuki ruangan tersebut, membuat Susi langsung mendorong pintu tersebut dengan cara perlahan dan mulai memasuki ruangan tersebut, kebetulan sekretaris Azlan tidak berada di mejanya yang terletak di depan ruangan Azlan, mungkin ke toilet, batin Susi


" Ini kopi nya tuan" ucap Susi seraya melangkah mendekati meja kerja Azlan


" Ya letakkan saja di meja saya" ucap Azlan singkat tanpa mengangkat wajahnya melihat lawan bicaranya


" Em.. tuan.. maaf saya mau menyampaikan kalau ibu saya mengucapkan terimakasih banyak karena sudah memberikan saya pekerjaan di sini,dan ibu nitip ini untuk anda,maaf kalau anda tidak suka bisa anda bagi ke orang lain" ucap Susi seraya meletakkan sebuah paper bag yang berisikan setoples cookies keju buatan ibunya


Mendengar ucapan Susi Azlan langsung mengangkat wajahnya dan melihat paper bag tersebut,Azlan menatap wajah Susi sekilas dan tersenyum tipis,serta menganggukkan kepalanya


" Sampaikan terimakasih saya pada ibu kamu,dan tolong jangan repot- repot seperti ini,saya ikhlas bantu kamu dan keluarga kamu" Jawab Azlan tegas


Dan tiba-tiba handphone Azlan berdering,ia langsung mengangkat handphone nya dan berbicara dengan orang yang menghubungi nya, yang ternyata adalah bundanya yang khawatir menanyakan apakah Aira sudah sampai dikantor atau belum,bunda Maya baru saja menghubungi bik Asih menanyakan dimana Aira karena tidak menjawab telfon dari nya,dan BIK Asih mengatakan bahwa Aira sedang ke kantor Abbas group


Susi yang melihat dari kaca ruangan tersebut bahwa ada yang datang dan ternyata Aira,ia ingin mengambil kesempatan agar hubungan Azlan dan Aira putus,di ruangan Azlan memang terdapat beberapa sisi dinding nya dari kaca dan bila dari dalam akan dapat melihat keluar ruangan tersebut,tapi tidak bisa jika dari luar


Azlan sangat serius berbicara dengan sang bunda sehingga ia tidak menyadari kalau Susi melangkah mendekati nya,dan langsung memeluk nya dari belakang seraya mengucapkan terimakasih,Azlan yang dalam posisi berdiri menghadap kaca yang menunjukkan ke arah jalan dan ia sedang melihat ke area parkir kantor nya


Diluar ruangan Aira baru saja sampai di depan pintu ruangan Azlan,ia langsung menuju meja sekretaris untuk meminta izin masuk ke ruangan Azlan, sedangkan resepsionis yang mengantarkan Aira tadi sudah kembali kedalam lift menuju lantai bawah


" Siang mbak...kak Azlan nya ada di dalam kan?" tanya Aira sopan seraya tersenyum cantik


" Siang ...ada kok, silahkan langsung masuk aja" jawab sang sekretaris seraya tersenyum manis,ia masih ingat kalau Aira pernah datang ke kantor tersebut beberapa bulan lalu bersama Azlan


Aira langsung melangkah menuju pintu dan membukanya secara berlahan,dan betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan didalam ruangan tersebut,sang suami sedang di peluk mesra oleh seorang wanita yang menurut Aira berpakaian seksi,Azlan belum menyadari kedatangan Aira, karena ia masih terkejut dan terpaku saat Susi yang tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang


Trang......


Suara paper bag ditangan Aira terjatuh ke lantai, bersamaan dengan menetes nya air mata gadis cantik tersebut, tubuh nya membatu, mulutnya membisu dengan jantung nya seakan berhenti berdetak,kaki Aira bergetar hebat, hanya air mata yang terus menetes tanpa bisa ia tahan


Secara bersamaan Dodi datang dan juga terkejut saat melihat kotak bekal yang Aira bawa sudah terjatuh tepat di kaki Aira,Dodi juga melihat sebuah kotak kecil yang cantik yang sedikit terbuka

__ADS_1


" Sayang...kamu.." belum selesai Azlan bicara Aira sudah membalikkan badannya dan akan meninggalkan ruangan tersebut,ga sengaja ia melihat sebuah kunci mobil di tangan Dodi,Aira langsung mengambilnya dan berlari meninggalkan tempat tersebut memasuki lift khusus


"Sayang...tunggu..ini salah paham" teriak azaln kuat,tapi Aira sudah memasuki lift,sang sekretaris sangat terkejut sama halnya dengan Dodi yang juga terkejut karena Aira mengambil kunci mobil di tangan nya, azalan baru akan berlari melewati dodi, tapi dengan cepat dodi menahan nya, sedangkan Susi terlihat diam membisu


__ADS_2