
Tiba di mansion azlan langsung menggendong Aira ala bridal style, wanita nya tersebut tertidur dan terlihat sangat pulas, membuat Azlan sangat tidak tega jika harus membangunkan sang pujaan hatinya tersebut
Aira sedikit menggeliat dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan, kedua lengannya ia kalungkan di leher Azlan, seakan ia sangat yakin bahwa yang menggendong nya adalah sang suami tercinta nya
Azlan langsung menuju kamar mereka, ia meletakkan Aira secara perlahan dan sangat hati-hati di atas ranjang mereka, azlan melepaskan semua pakaian Aira dan langsung menutup tubuh indah istrinya dengan selimut, azlan melanjutkan membersihkan dirinya, berganti pakaian tidur dan langsung bergabung bersama sang istri menuju alam mimpi
Tanpa terasa pagi pun tiba, azlan dikejutkan dengan suara Aira yang sedang memuntahkan semua isi perut nya di westafel kamar mandi mereka, dengan sangat terburu-buru dan khawatir azlan langsung masuk ke kamar mandi untuk melihat secara langsung keadaan Aira
" Sayang...kamu kenapa Hem?kok ga bangunin aku sih?" tanya Azlan khawatir seraya memijat lembut tengkuk Aira,ia sangat khawatir melihat wajah cantik Aira yang terlihat sangat pucat
" Tiba-tiba kak" jawab Aira lemah dan langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Azlan
Dengan sigap azlan langsung merangkul pundak Aira dan membantunya membilas wajah nya,merasa cukup, azlan langsung menggendong Aira ala bridal style dan mendudukkan nya di ranjang seraya memijat lembut kaki Aira
" Kamu kenapa sayang.....kita ke dokter ya, atau aku panggilkan dokter pribadi keluarga kita untuk datang ke sini?" tanya Azlan serius sambil terus menatap wajah pucat Aira
" Ga usah deh kak,ini udah enakan kok, mungkin masuk angin karena semalam kita agak sedikit larut pulang nya" jawab Aira sambil tersenyum lembut, membuat kekhawatiran azlan sedikit berkurang
" Kamu yakin yang...? tapi wajah kamu terlihat pucat banget loh" tanya Azlan serius
" Hem... tapi kakak temenin Aira tidur sebentar lagi aja ya.. please...." jawab Aira seraya meminta agar azlan menemaninya untuk tidur lagi
" Ya udah yok" jawab Azlan sambil naik ke atas ranjang dan menarik Aira dalam pelukannya, perlahan ia mengusap lembut punggung Aira,membuat wanita nya tersebut kembali tertidur pulas dengan nafas teratur, membuat Azlan sedikit lebih tenang
Setelah memastikan Aira sudah tertidur pulas, dengan perlahan dan sangat hati-hati azlan melepaskan pelukannya dan Aira,ia menuruni ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu
Azlan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang Muslim,ia ga tega untuk membangunkan Aira yang baru saja tertidur setelah muntah berkali-kali sehingga membuat wanita cantik tersebut terlihat sedang lemah dan pucat
Selesai dengan semua nya, azlan langsung turun ke lantai bawah untuk menemui BIK Asih dan meminta agar disiapkan sarapan untuk Aira serta dirinya dan azlan meminta agar di antar ke kamar
" Bik.. tolong siapkan sarapan sehat dan panas untuk Ara ya, untuk saya seperti biasanya aja, dan tolong langsung diantar ke kamar saya" pintanya saat sudah menemukan wanita paruh baya tersebut di dapur
" Baik Tuan muda, akan bibik sampaikan pada chef dan akan langsung bibik antar kalau sudah selesai" jawab bik Asih patuh
" Oh ia satu lagi bik.. tolong buatkan minuman yang bisa mengurangi masuk angin ya, tadi subuh Ara muntah-muntah bik, mungkin karena semalam kami pulang kemalaman,Ara ga terbiasa kena angin malam" jelas nya pada bik Asih
" Baik Tuan muda biar bibik buatkan air jahe dan madu " jawab lagi bik Asih
" Ya udah bik aku tinggal ke atas " jawab Azlan singkat sambil melangkah menaiki tangga menuju kamar nya
Sampai di kamar azlan langsung menuju ranjang dan mengecek kondisi Aira,ia merasa sedikit lega karena Aira tidak menunjukkan tanda-tanda demam
Setelah memastikan bahwa sang istri baik-baik saja azlan menuju sofa di kamar nya seraya membawa laptop nya,ia memeriksa beberapa Email yang masuk dan memutuskan untuk kerja dari rumah hari ini, setelah tadi ia menelfon Dodi mengatakan bahwa ia tidak masuk kantor dan juga tidak kekampus
__ADS_1
Dodi hanya bisa pasrah dan patuh atas perintah sang Bos,ia menghela nafas panjang, karena jika sudah seperti itu maka akan dipastikan ia akan sangat repot dan lelah karena harus menghandle semua pekerjaan sang Bos, untung saja gaji dan bonus perusahaan tersebut berikan selalu sesuai dengan keringat yang para pekerjanya keluarkan
"UMM.." terdengar suara lenguhan lembut disertai dengan sedikit pergerakan dari ranjang king size milik tuan muda tersebut, membuat azlan langsung mengalihkan perhatian dari laptop kini beralih ke ranjang
" Kamu udah bangun sayang...? gimana udah enakan atau belum..? atau kita ke dokter ya..? tanya Azlan lembut seraya mengusap lembut kepala Aira dan duduk di hadapan wanita cantik tersebut
" Alhamdulillah udah ga pa pa kok , kakak tenang aja" Jawab Aira lembut sambil mengelus tangan dan pipi azlan, disertai dengan senyuman yang selalu mampu membuat seorang Azlan terpana dan lemah
" Ya udah yok aku bantu ke kamar mandi,biar setelah nya kita langsung sarapan,tadi aku udah minta dibuatkan sarapan, minuman hangat dan air jahe,kita sarapan di kamar aja ya" ajak Azlan lembut
" yok.. terserah kakak aja,kakak ga ke kantor atau kampus?" tanya Aira sambil perlahan melangkah menuju kamar mandi dengan di gandeng oleh azlan
" Aku lagi ga ada jam kuliah, meeting ga ada hari ini, jadi aku bisa kerja dari rumah, sekalian jagain kamu dan seharian bisa bareng kamu " jawab Azlan singkat membantu Aira ke kamar mandi
"Aira ga pa pa kok , kakak ga perlu terlalu khawatir,ini cuma masuk angin aja,ntar kalau udah makan pasti ga pa pa lagi " jawab Aira meyakinkan
Azlan tidak menjawab lagi ucapan Aira,ia langsung mendudukkan Aira di pinggir buth up serta membuka kran air hangat agar Aira berendam terlebih dahulu, azlan yang sudah selesai membalikkan tubuhnya dan melihat Aira yang sudah membuka pakaiannya bersiap untuk mandi
Azlan tersenyum smirk saat menyadari bahwa sang istri dalam keadaan polos,Aira hanya menggunakan jubah mandi untuk menutupi tubuh indahnya, dengan spontan jiwa kelelakian azlan langsung bangkit
Tapi ia ingat bahwa Aira masih sangat lemah, membuatnya harus rela mengalahkan pikiran nya yang sudah traveling kemana-mana,ia harus bersabar untuk kebaikan wanita yang sangat ia cintai tersebut
Setelah selesai dengan mandinya Aira memilih pakaian rumahan dan langsung melangkah menghampiri azlan yang terlihat sudah menunggu nya di sofa yang terdapat di dalam kamar mereka, dan juga terlihat sudah ada beberapa menu sarapan yang tertata rapi di meja tepat di depan azlan
"Sini sayang kita sarapan dulu,perut kamu pasti sudah kosong" ucap Azlan saat mengetahui bahwa Aira sudah selesai dan sedang menuju ke arahnya
"Makasih" ucap Aira lembut seraya mulai menikmati bubur yang azlan letakkan di hadapannya,dan dibalas dengan senyuman dan Anggukan kepala oleh Azlan,dan azlan juga ikut menyantap sarapan milik nya,seraya terus memperhatikan Aira
Tapi baru beberapa sendok bubur tersebut masuk ke mulut Aira, wanita cantik tersebut langsung kembali merasakan mual yang luar biasa,Aira langsung bangun dari duduknya dan berlari menuju kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya, membuat Aira kembali merasa lemah lagi
Azlan langsung panik,ia juga berlari menuju kekamar mandi dan mengusap lembut punggung dan tengkuk Aira, memberikan kenyamanan pada sang istri,Aira yang sudah sangat lemah langsung menyandarkan tubuhnya di bahu kokoh Azlan dan menyusupkan wajahnya di dada bidang Azlan
Melihat istrinya yang terkulai lemah membuat Azlan semakin panik dan langsung mengangkat tubuh lemah Aira, menggendongnya ala bridal style dan langsung membaringkannya di atas ranjang mereka
Tanpa meminta persetujuan dari Aira ia langsung mengambil handphone nya dan menghubungi dokter pribadi keluarga Abbas,meminta sang dokter untuk segera datang ke mansion utama milik keluarga Abbas dengan secepat mungkin
"Sayang... kamu sebenarnya kenapa Hem? please jangan bikin aku khawatir gini dong yang" ucap Azlan lirih sambil terus mengusap lembut kepala dan wajah Aira
" Aira ga pa pa kak..ini aja udah enakan,cuma sedikit lemah aja kok" jawab Aira lembut sambil tersenyum dan meraih tangan azlan serta menciumnya berulang kali, memberikan ketenangan pada pria tampan tersebut
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dan menampakkan BIK Asih yang masuk setelah mendengar Izin dari pemilik kamar, dan diikuti oleh seorang dokter yang tak lain adalah dokter pribadi keluarga Abbas
Sang dokter langsung memeriksa Aira setelah mendapatkan persetujuan dari azlan, dokter tersebut memeriksa dengan teliti dan hati-hati sampai berulang kali,ia takut akan salah mendiagnosa dan akan berakibat fatal
__ADS_1
"Tuan muda mohon maaf sebelumnya,saran saya sebaiknya nona di bawa ke dokter khusus OBGYN , karena sepertinya nona sedang mengandung dan dari hasil pemeriksaan saya nona baik-baik saja, mungkin karena terlalu banyak muntah atau kelelahan mengakibatkan nona pingsan" ucap sang dokter setelah melakukan pemeriksaan pada Aira, membuat Azlan sangat terkejut dan terdiam sesaat
"Tuan muda.... tuan.. dokter sedang berbicara dengan tuan" ucap BIK asih seraya menepuk pelan pundak azlan, yang langsung membuat pria muda tersebut tersadar dari keterkejutan nya
" Ah..iya bik,saya dengar kok,..baik dok saya akan bawa Aira ke rumah sakit besok dan saya minta tolong lakukan persiapan nya dengan baik dan tertutup,saya ga mau ada yang membocorkan berita ini, hingga diketahui oleh publik" jawab Azlan singkat dan jelas
" Baik Tuan muda, akan saya siapkan untuk besok pagi dengan sangat tertutup " jawab sang dokter patuh
" Saya permisi tuan.." ucap sang dokter lagi
"Hem ." jawab Azlan singkat tanpa memalingkan wajahnya dari Aira yang masih belum sadarkan diri
Sang dokter hanya tersenyum kecut dan menggeleng seraya meninggalkan kamar tersebut dan langsung di antar oleh BIK Asih yang mengikuti nya di belakang dan juga terlihat tersenyum
"Saya permisi BIK" izin dokter tersebut pada BIK asih
" Iya dok terimakasih atas kunjungannya " jawab BIK asih sopan
Setelah kepergian sang dokter bik Asih kembali melanjutkan tugasnya sebagai ketua Art di mansion mewah milik keluarga Abbas tersebut
Sedangkan di dalam kamar mewah milik pasangan muda yang tak lain adalah tuan muda keluarga Abbas, azlan terlihat sangat bahagia dan terharu,ia tak henti hentinya mencium tangan dan seluruh wajah cantik sang istri
" Sayang... cepat sadar dong,aku udah ga sabar pengen bilang berita bahagia ini ke kamu yang...."bisik Azlan lembut di telinga Aira
Dan tak berselang lama terdengar lenguhan lembut dari bibir indah Aira, membuat Azlan tersenyum bahagia saat melihat Aira sudah membuka matanya perlahan dan menatap wajah nya
"Sayang.....kamu udah sadar...? kamu udah bikin aku khawatir banget yang..." ucap Azlan lembut seraya mengusap kepala Aira dan mencium kepala nya
" Aira kenapa kak?" tanya Aira lembut
" Kamu tadi pingsan sayang...." jawab Azlan lembut
" Maaf udah buat kakak khawatir " ucap Aira lirih sambil menatap wajah Azlan, membuat Azlan langsung menggeleng cepat dan tersenyum lembut
"Kamu ga salah sayang... dan ga perlu minta maaf, justru kamu udah bikin aku bahagia banget hari ini,kamu udah kasih aku kabar yang sangat aku nantikan sayang..." ucap Azlan lembut seraya kembali mencium kepala Aira
" Maksud kakak?" tanya Aira bingung
" Kata dokter pribadi keluarga kita.. kemungkinan besar kamu hamil sayang.... dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, besok kita ke rumah sakit ya sayang..." ucap Azlan menjelaskan, membuat Aira terkejut dan langsung menitikkan air matanya
" Kakak ga lagi Frank kan?" tanya Aira polos seakan tak percaya
" Ga sayang....aku serius" jawab Azlan sambil tersenyum tampan
__ADS_1
" Alhamdulillah ya Allah... terimakasih Engkau telah kembali menitipkan calon malaikat kecil pada kami, tolong lindungi kami... Amin" ucap Aira lirih dengan air mata
" Amiiiin " jawab Azlan cepat seraya memeluk Aira lembut