
Tak terasa sudah seminggu Aira menjadi murid di sekolah baru nya tersebut, hari ini adalah Minggu kedua ia bersekolah di sekolah di SMU xxxxcc,Aira tampak sedikit terburu-buru menyiapkan segala keperluan belajar nya, semalam ia melakukan pemotretan dan pulang sedikit larut,ia lupa hari ini adalah hari Senin yang sudah dipastikan mereka akan mengikuti upacara bendera
Selesai semua nya dan merasa sudah lengkap Aira segera berlari kecil keluar dari unit apartemen nya menuju lift, sampai di lantai dasar ia melihat Rama yang sudah menunggu nya di mobil,Aira langsung memasuki mobil sang sepupu tampannya
" Ayok bang buruan Ai dah hampir terlambat nih" ucap nya pada Rama
" Makanya kalau udah tau esok sekolah jangan mau kalau diminta buat pemotretan sampai malam,kan aku udah ingetin beberapa kali, sekolah kamu itu lebih penting" omel Rama seraya menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan apartemen mewah tersebut
" Ia ia maaf... besok ga lagi deh,semalam yang terakhir,itu juga kan untuk menggantikan jadwal hari Sabtu, Ai ga tega nolak permintaan bunda buat nemenin arisan,jadinya kemaren harus lembur" jawab Aira apa adanya
Rama tidak menjawab lagi, ia tau siapa yang Aira maksud bunda tersebut dan Rama juga sudah tau bahwa bunda Maya adalah calon mertua dari adik sepupu nya tersebut,hanya Aira saja yang belum tau yang sebenarnya,tapi Rama juga belum pernah tau siapa anak dari bunda Maya,ia pernah bertanya pada kedua orang tuanya tapi mereka juga belum mengenal putra tuan Omar,menurut kabarnya identitas putra mereka masih di rahasiakan dari publik dan katanya putra mereka tinggal di Roma Italia bersama kedua orang tuanya tuan Omar
Rama mengendarai mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi,dan dalam waktu yang tepat mereka sampai,Aira langsung menghambur keluar setelah mengucapkan salam kepada Rama, sedangkan Rama menggeleng melihat tingkah sang adik sepupu nya tersebut,Rama kembali melakukan mobilnya meninggalkan sekolah Aira
Aira berlari kecil menyusuri koridor sekolah,matanya sibuk menatap jam yang melingkar di tangan nya,ia takut terlambat dan berujung mendapatkan hukuman dari ketua OSIS yang katanya sangat dingin, tanpa ia sadari dari arah berlawanan ada seseorang yang tengah berjalan sambil berbicara dengan beberapa teman lainnya
Brakkkk
Au....ish....keluh Aira saat merasakan sedikit sakit pada kening nya,ia belum menyadari bahwa dirinya kini tengah berada dalam pelukan seseorang
" kalau jalan pake mata.." suara dingin seorang pria menyadarkan Aira dan membuat gadis cantik tersebut langsung membuka lebar matanya
Mata Aira melotot sempurna saat ia menyadari posisinya saat ini,tangan pria tersebut melingkar erat di pinggang ramping nya, sedangkan kedua tangan Aira memegang erat baju dibagian dada pria tersebut, wajah mereka sangat dekat,membuat tubuh mereka menempel tanpa jarak seakan mereka tengah berpelukan, dengan spontan Aira langsung mundur dari pria tersebut , ia tidak berani marah, karena memang itu kesalahan nya yang tidak memperhatikan jalan
" Ma...aaf..." ucap Aira gugup seraya menunduk,tanpa terasa air matanya telah menetes membasahi pipinya,ia kecewa pada dirinya sendiri, karena kecerobohan nya sehingga sampai bersentuhan seintim itu dengan lelaki yang bukan muhrimnya
" Oke gue maafin untuk kali ini, kedepannya gue anggap Lo sengaja nyari kesempatan untuk Deket sama gue" jawab Azlan terdengar mencibir,ya pemuda tadi adalah Azlan sang ketua OSIS yang tengah berjalan di koridor sambil berbicara beberapa hal penting sesama beberapa anggota OSIS lainya, termasuk kedua sahabat nya, jawaban Azlan barusan membuat emosi Aira muncul, dengan berani ia langsung mengangkat wajahnya dan menatap Azlan tajam
" Siapa anda sehingga membuat saya harus mengorbankan harga diri saya demi bisa mendekati Anda..?salah jika Anda mengira saya sama dengan para wanita yang rela mengorbankan harga dirinya hanya untuk mendekati Anda" jawab Aira lantang dan langsung melangkah meninggalkan Azlan dan beberapa anggota OSIS lainnya
mereka semua langsung melongo mendengar jawaban dari bibir Aira,ternya gadis cantik yang terlihat sangat pendiam tersebut bisa mengeluarkan kata-kata yang terdengar sangat pedas, kedua sahabat azlan diam membisu, sedangkan azlan menatap kepergian Aira seraya mengepalkan tangan nya, ia semakin penasaran dengan gadis desa tersebut, akan tetapi Azlan juga merasakan ada yang aneh saat ia melihat wajah cantik Aira yang dipenuhi dengan air mata
"kenapa ia menangis...? apakah ia benar-benar tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenis? tapi..bukan nya pria yang setiap hari mengantar jemput nya itu adalah kekasih nya..?" batin Azlan dengan seribu tanda tanya di benaknya
Sedangkan yang lain juga merasa heran kenapa anak baru itu terlihat menangis tadi,apaka karena perkataan Azlan untuk nya, tapi dari cara gadis itu menjawab sangat jelas bahwa ia marah bukan sedih,atau dia merasa malu karena banyak orang yang melihat dan mendengar kejadian tersebut, entahlah mereka juga ga ingin ambil pusing
Aira melangkah cepat menuju toilet, sesampainya di toilet ia langsung membasuh wajahnya untuk menyamarkan bekas air matanya, merasa cukup Aira keluar dan langsung menuju kelasnya, sesampainya di kelasnya ia dikejutkan dengan adanya Nia sang sahabat,begitu juga sebaliknya, sedangkan melodi terlihat tersenyum puas dengan pemandangan dihadapan nya, semuanya sesuia dengan yang ia rencanakan
Nia langsung berlari berhambur memeluk Aira,ia sangat merindukan sahabat cantik nya tersebut
" Cantik Lo kok ada di sini..? ini beneran lo kan, sahabat gue? kok Lo ga kabari gue pindah ke Jakarta Hem..?" tanya Nia dalam pelukan Aira
" Maaf..ai ga enak kalau akan merepotkan kalian,ai juga ga tau kalau Nia sekolah disini" Jawab Aira jujur, sedangkan Nia masih terus menatap wajah cantik Aira,ia juga ga mau kasih tau bahwa intan juga satu sekolah dengan mereka,biar nanti saja saat istirahat keduanya ketemu
Kedua nya menghentikan acara temu kangen mereka, setelah meletakkan tasnya Aira dan yang lain langsung keluar meuju lapangan untuk mengikuti upacara bendera yang rutin di adakan setiap hari Senin, mereka berbaris sesuai kelas masing-masing, upacara berjalan lancar dan semua murid di izinkan kembali ke kelas mereka masing-masing
Aira,Nia dan melodi mengikuti pelajaran seperti biasanya, kebetulan jam pertama mereka di isi oleh sang guru magang yaitu dude,Aira tersenyum tipis saat guru muda tersebut memandang nya sekilas, beberapa hari kebelakang secara tidak sengaja mereka terbilang sering bertemu di lobby apartemen mereka dan mereka juga sering ngobrol ringan selayaknya teman
Setelah beberapa jam akhirnya bel istirahat berbunyi, menandakan proses belajar mengajar telah selesai untuk jam pertama dan semua murid di izinkan untuk istirahat
" Almaira tolong kamu antarkan hasil ulangan semua teman kamu ke meja saya di ruang guru ya..dan untuk yang lainnya kumpul kan jawaban kalian pada Aira" ucap dude terdengar serius,guru muda nan tampan tersebut memang terlihat serius setiap kali sedang dalam kelas
__ADS_1
" Baik pak" Jawab Aira dan yang lainnya kompak
" Kalian duluan aja ke kantin nya,ntar ai nyusul setelah dari ruangan guru" ucap iara pada Nia dan melodi
" Lo yakin ga mau kita temenin..?" tanya kedua sahabat nya tersebut
" Hem.." jawab Aira seraya mengangguk pasti dan langsung melangkah meninggalkan kelas mereka menuju ruang guru
Sedangkan Nia dan melodi langsung menuju kantin, setibanya di kantin keduanya langsung memesan beberapa menu untuk mereka dan juga Aira, intan langsung memanggil keduanya dan mengajak mereka gabung dengan nya yang kebetulan semeja dengan Azlan dan kedua sahabat nya
Nia dan melodi akhirnya duduk semeja dengan ketiga Most wanted sekolah tersebut,tak berselang lama dari kejauhan melodi melihat Aira memasuki kantin,ia menyenggol lengan Nia memberikan kode untuk melihat arah pandangan nya,Nia yang mengerti pun langsung melihat arah pandangan melodi,ia mengangguk paham
" Cantik..." teriak Nia sedikit menggema di ruangan kantin, mengundang perhatian beberapa murid lain yang berada di tempat tersebut, nia tersenyum kecut karena malu
" Aira yang sangat familiar dengan suara sang sahabat langsung melihat ke arah suara dan melangkah menuju meja Nia dan beberapa pelajar lain nya,ia belum menyadari di meja tersebut ada intan sang sahabat satunya dan juga ada Azlan pria yang tadi pagi berhasil membangun kan emosi nya, kedua sahabat Azlan masih menatap kedatangan gadis cantik tersebut, intan masih tertegun di kursinya melihat sahabat kesayangan nya ada di hadapannya, sedangkan Azlan masih sibuk dengan ponselnya
" Sini duduk di samping gue" ucap Nia semangat sambil menunjukkan kursi kosong di samping nya dan intan
" Lo sengaja ga kasih kabar ke kakak ..? tanya intan tiba- tiba membuat Aira langsung melihat ke samping kanannya
" Loh kak intan juga sekolah disini...? Ai ga tau, handphone lama Ai hilang pas umi di rumah sakit, maaf..ai belum sempat minta nomor kakak sama A' Andi" jawab Aira sambil tersenyum memelas
Deg...
Azlan langsung mengangkat wajahnya saat mendengar suara Aira,ia menatap wajah cantik Aira yang tengah tersenyum memelas pada intan,dan secara spontan Aira juga menatap kedepan tepat menghadap ke wajah Azlan,iara langsung menunduk saat melihat mata Azlan, kedua sahabat Azlan tersenyum. mengingat kejadian tadi pagi, dalam hati mereka akan ada kejadian seru lagi antara dua insan yang sepertinya sama- sama miliki prinsip yang kuat
" Ia gue sama Nia sekolah disini dan Aa Akbar Lo di SMK sebelah,ini Alif sepupunya Akbar" ucap intan spontan dan membuat Alif langsung terngaga dan melihat kearah intan dengan penuh tanda tanya, sedangkan Aira terlihat tersenyum kecut
" Maksudnya..?" tanya Alif sedikit ingin tau
" Ini Almaira sahabat kami juga Akbar dan Andi,kami sering bareng waktu masih sama-sama sekolah di kota xxxxc dan Aira ini yang tinggal nya sekampung sama Oma kalian" jawab intan menjelaskan, Alif mengangguk paham dan kini ia yakin gadis yang didepannya sekarang lah yang sangat di kagumi oleh sepupu nya
Derrrrrrt
Suara salah satu handphone yang terletak di meja mereka menghentikan obrolan mereka,Aira langsung meraih benda pipih tersebut dan menekan tombol merah,ia meletakkan kembali handphone nya dan memulai makannya, beberapa menit kemudian kembali terdengar dan Aira kembali menolak panggilan tersebut
" Kok gak di angkat ...siapa tau penting..?" tanya melodi seraya menatap handphone Aira, sedangkan Nia dan intan sudah tau siapa yang menelepon
" Ga penting juga kok" Jawab Aira singkat
Derrrrrrt
Kembali terdengar suara getaran di handphone yang sama
" Angkat cantik.. kasian dia pasti khawatir sama Lo" ucap intan serius
📱 - "Assalamualaikum..." ucap Aira pelan
📱-.......
📱-" Maaf ai ga bisa.. assalamualaikum" jawab Aira singkat dan langsung memutuskan panggilan tersebut
__ADS_1
" Akbar Ai..? kalian kenapa sih..? kok kata Akbar Lo berubah.." tanya intan to the point
" ia.. bukan Ai yang berubah tapi A akbar yang berubah, Ai duluan ya" jawab Aira singkat dan langsung bangkit dari duduknya melangkah meninggalkan kantin
Azlan melirik dan menatap kepergian Aira,ia semakin bertambah penasaran dengan kehidupan gadis cantik tersebut
" Mereka ada hubungan?" Tanya Alif sedikit penasaran,Azlan langsung melihat wajah intan, intan menggeleng sambil tersenyum kecut
" Akbar memang menyukai Aira sejak pertama kali kenal, tapi ga tau kenapa dia ga pernah berani jujur, mungkin karena ia tau Aira termasuk dari keluarga yang taat beribadah, dan ia tau Aira tidak pernah mau pacaran,maka dari itu kami menjadi sahabat, tapi sejak Umi nya meninggal Aira semakin tertutup dan terbilang cukup jarang menghubungi kami, dari itu beberapa bulan lalu Akbar nekat jujur tentang perasaan nya ke Aira dan itu semakin membuat dia menjauh dari kami" jawab intan apa adanya
" jadi dia belum pernah pacaran?" tanya melodi spontan
" belum dan kayak nya ga bakalan" jawab intan dan Nia kompak
" wow..." jawab afkar dan Alif dengan ekspresi sedikit terkejut
" Pantes dia tinggal di asrama" jawab Afkar spontan
" Bisa jadi,dia punya Tante sih di Jakarta,tapi di daerah xccc jauh dari sekolah, lagian Tante nya model dan suaminya pilot,mungkin mereka sibuk makanya Aira memilih tinggal di asrama" jawab Nia menimpali
yang lain mengangguk paham, sedangkan Azlan hanya diam mendengarkan cerita mereka,ternyata gadis tersebut hidup sendiri,ia jadi memikirkan sesuatu yang menarik dan mungkin akan menguntungkan untuk nya
"Gue juga duluan ya..biar gue yang samperin Aira" ucap melodi terdengar sedikit khawatir
" Ia coba Lo hibur dia, mungkin kalau sama Lo dia bisa happy dan tolong jangan Lo ungkit masalah tadi" ucap Nia memohon dan di balas dengan mengacungkan jempol tanda ok
Melodi langsung melangkah meninggalkan kantin dan mencari keberadaan sahabat baru nya tersebut,ga butuh waktu lama ia melihat Aira duduk di salah satu bangku taman sekolah mereka,melodi langsung merjalan menghampiri Aira
" ternyata Lo disini,gue kira tadi Lo nyebur ke kolam renang sekolah" canda melodi membuat Aira tersenyum dan memukul lengan melodi
" Mel... seandainya kamu di posisi saya kira-kira apa yang bakal kamu lakukan..? " tanya Aira pelan
" Posisi yang gimana dulu..? kalau posisi cantik nya,gue akan ikut audisi model atau artis terkenal, kalau posisi jenius nya gue akan ikuti semua olimpiade" jawab melodi sembarangan
" Seandainya kamu mengagumi seseorang walaupun belum bisa dikatakan suka atau cinta, tapi ternyata kamu sudah di jodohkan dengan seseorang sejak kecil" ucap Aira pelan
" Maksudnya Lo naksir seseorang tapi Lo udah di jodohin...?" tanya melodi sedikit terkejut,Aira mengangguk lesu
" Lo udah tau dengan siapa Lo di jodohin atau udah pernah ketemu gitu?" tanya melodi penasaran,Aira menggeleng pelan
" Ai belum pernah ketemu atau liat orang nya, keluarga nya juga ai belum kenal, umi cuma pernah bilang mereka dari keluarga yang sangat terpandang dan katanya usia kami ga jauh beda,tapi kamu janji ya jangan cerita ke siapapun ai malu" jawab Aira pelan
" Lo tenang aja,gue janji akan jaga rahasia ini sampai Lo sendiri yang siap buat cerita ke yang lain" jawab melodi pasti,Aira langsung tersenyum dan mengangguk
" Terimakasih.." jawab Aira sambil memeluk melodi,ia merasa sedikit lega setelah mengatakan hal tersebut pada Aira
" kalau menurut gue Lo coba ketemu aja dulu sama tu cowok dan keluarganya, siapa tau kalian cocok,atau kalau ngerasa ga cocok Lo bisa kasi alasan yang masuk akal dan ga bikin mereka tersinggung" saran melodi bijak
" Lo bener, mungkin kalau keluarga nya Tante gue kenal, tapi kalau tu cowok kabarnya ga tinggal di indo,dia sekolah di Roma Italia bersama keluarga orang tuanya dan umi pernah bilang suatu saat keluarga mereka yang akan menjumpai kami" jawab Aira terlihat sedikit kecewa
" ya udah kalo gitu Lo sabar dan berdoa aja yang terbaik buat Lo, lagian Lo juga ga mau pacaran kan..? jadinya gampang kan" jawab melodi dan di angguki oleh Aira
__ADS_1