DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
41


__ADS_3

Pagi menjelang,samar-samar terdengar suara azan di salah satu masjid terdekat perumahan mewah tersebut, membuat sepasang bola mata indah yang dihiasi dengan bulu mata lentik mulai mengerjab dan perlahan membuka matanya dengan sempurna


Almaira gadis cantik yang beberapa bulan ini telah berstatus sebagai istri dari seorang azlan,putra tunggal keluarga Abbas, keluarga yang sangat di kenal dan disegani di kalangan para pembisnis, menjadi menantu dari keluarga yang sangat terpandang tersebut terkadang membuat nya merasa sedikit tertekan walaupun publik belum mengetahui tentang pernikahan mereka, Tapi tetap saja ia harus menjaga nama baik keluarga Abbas


Aira mendongakkan kepalanya, melihat wajah sang suami yang terlihat sangat damai dalam tidurnya,lelaki yang sejak pertama bertemu selalu membuat nya merasa dilecehkan dan selalu terlihat arogan,tapi sialnya lelaki tersebut memiliki wajah yang sangat tampan, sehingga membuat begitu banyak wanita yang sangat tergila-gila pada nya, bahkan sampai ada yang rela jika hanya dijadikan sebagai teman ranjang nya saja, beruntung Azlan bukanlah pemain wanita, walaupun Dimata orang ia seorang player


Perlahan Aira mengangkat tangan nya dan membelai lembut rambut dan wajah Azlan, dalam hati ia bertanya* mungkin kah ia akan menjadi wanita satu-satunya di hati dan hidup Azlan?* jika itu benar, mungkin ia akan rela untuk selamanya berada di sisinya,aira menertawakan dirinya sendiri dalam hati, harapan nya terlalu tinggi, siapa dia yang ingin menjadi wanita satu-satunya di hati dan hidup pria tampan tersebut


Aira mengangkat tangan menjauh dari kepala dan wajah azlan, perlahan ia melepaskan dekapan hangat Azlan dan menuju kamar mandi, setelah selesai ia membangunkan Azlan untuk Shalat subuh


" Kak... kakak... bangun udah Subuh" ucap nya lembut sambil sedikit menggoyangkan lengan Azlan


" Bentar lagi Ara..... masih ngantuk banget..." ucap Azlan dengan mata terpejam


" Bentar lagi waktu Subuh nya habis kak" ucap Aira sambil terus menggoyang lengan Azlan


" Morning kiss nya mana? " Tanya Azlan sambil membuka matanya


" Aira udah wudhuk kak...ya udah Aira shalat duluan ya" ucap Aira sambil berbalik menjauh dari ranjang


" No.. sayang... tunggu aku, sepuluh menit..ok" Jawab Azlan sambil langsung bangun dan menuju kamar mandi


Setelah selesai Azlan langsung memakai baju yang telah Aira siapkan dan mereka melaksanakan Shalat subuh berjamaah, entah mengapa Aira merasa sangat bahagia setiap kali Azlan menjadi imam shalat untuk nya,ia merasa seakan memiliki pelindung dalam hidup nya,ia merasa kenyamanan yang belum pernah ia rasakan saat bersama orang lain, kenyamanan yang hampir sama dengan almarhum sang Abi,umi dan abang nya berikan saat mereka masih bersama dulu


Setelah mengucapkan salam dan berdoa, Azlan berbalik menghadap Aira dan menjulurkan tangannya untuk Aira cium,Aira langsung meraih tangan sang suami dan menciumnya hikmat, hati nya sangat bahagia saat azlan mengusap lembut kepala nya dan mengecup nya dalam,Aira menatap Azlan yang tersenyum melihat kearahnya membuat Aira sedikit salah tingkah, Azlan mencium lembut kening dan kedua mata Aira, membuat pipi Aira merona dan langsung menunduk malu


Azlan tersenyum tipis sambil menggeleng melihat wajah cantik Aira yang terlihat sangat menggemaskan jika sedang malu, Azlan tertawa meledek Aira, membuat gadis cantik itu memasang wajah cemberut dan langsung membereskan perlengkapan sholat mereka


Keduanya langsung memakai seragam sekolah, setelah merasa cukup keduanya keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan, tampak bunda Maya sedang asyik membantu bik Asih menata sarapan di meja makan


" Assalamualaikum Bunda..." ucap keduanya kompak dan Aira langsung mencium lembut pipi sang Mama mertua, membuat bunda Maya sangat bahagia


" Maaf bunda..Aira Belum kasih kado untuk Anniversary bunda dan ayah,kak Azlan bilang nya mendadak sih" ucap Aira manja sambil memeluk bunda Maya


" Kami mau kado yang paling special dari kalian terutama dari kamu" sambung tuan Omar yang baru datang


" Emang ayah mau kado apa? Ayah sama bunda itu udah punya segalanya" jawab Aira polos, sedangkan Azlan langsung tau maksud ayahnya sehingga ia langsung tersenyum


" Tanya tuh sama suami kamu apa yang kami belum punya,dia pasti tau, betul kan boy?" jawab tuan Omar sambil menatap Azlan, sedangkan Azlan hanya mengangguk


" Apa kak....?" tanya Aira penasaran sambil duduk di kursinya disamping Azlan


" Sarapan aja dulu, nanti di mobil aku kasih tau" jawab Azlan santai


" ih....kakak ga seru" jawab Aira sambil cemberut, azlan menggeleng sambil tersenyum,ia langsung memulai sarapan pagi nya


" Yah..Bun..kami berangkat ya" ucap keduanya saat sudah selesai dengan sarapan mereka dan langsung mencium punggung tangan keduanya


" Hati-hati ya sayang..." jawab bunda Maya sambil mengusap lembut kepala keduanya, sedangkan tuan Omar mengangguk


" Ia Bun.. assalamualaikum" jawab keduanya sambil mengucapkan salam dan meninggalkan meja makan setelah mendapatkan balasan salam dari keduanya

__ADS_1


Aira Langsung mengikuti azlan memasuki mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama mansion, keduanya meninggalkan mansion menuju sekolah mereka, beberapa bulan lagi azlan akan lulus dan melanjutkan studi nya ke jenjang yang lebih tinggi, azlan sudah membatalkan rencananya untuk kuliah di luar negeri,ia tidak mau meninggalkan Aira


" Kak.. emang Ayah sama bunda minta kado apa sih dari kita..? tadi kakak udah janji mau kasih tau" tanya Aira saat mereka sedang menuju sekolah


" Yakin kamu mau tau banget?" tanya Azlan serius sambil terus mengemudi


" Ya iya lah,masak Aira ga boleh tau, itukan kado dari kita berdua" jawab Aira yakin, membuat Azlan tersenyum tipis


" Ayah sama Bunda itu maunya kita kasih cucu, minimal kabar bahwa kamu hamil" jawab Azlan santai tanpa melihat wajah Aira yang sudah memerah menahan malu


Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk


Aira Langsung tersedak ludahnya sendiri, saat mendengar jawaban dari azlan,ia menelan sliva nya dan menatap wajah Azlan sekilas, rasanya jantung nya mau copot membayangkan ia melakukan kewajiban nya sebagai istri pada Azlan,ia benar-benar belum siap


" kenapa... pasti kamu ga mau kan..? aku udah yakin itu" tanya azlan tersenyum kecut


" Bu..Bu.. bukan begitu...kita kan masih sama-sama sekolah, dan Aira juga masih kelas 11,Aira belum siap dan masih takut,kata orang itu akan sakit" jawab Aira tertunduk sambil memilin ujung hijab nya


Azlan langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Aira intens


" Kalau karena sekolah kamu bisa home schooling, apa yang buat kamu takut...? takut aku ga akan tanggung jawab? mana ada suami yang lari dari tanggung jawab kalau istrinya hamil, kecuali suami brengsek dan tidak bertanggung jawab" ucap Azlan dingin


" Tapi kata orang itu akan sakit" ucap Aira lirih nyaris tak terdengar, azlan mengerutkan keningnya mencerna ucapan Aira,ia tersenyum saat paham apa yang dimaksud oleh istri polosnya tersebut


" Sakit kalau secara terpaksa, kalau ngasih nya ikhlas ga akan sakit,makanya aku nunggu kamu ga ragu lagi sama aku dan ikhlas untuk jadi milik aku seutuhnya" ucap Azlan lembut seraya mengusap kepala Aira


Aira Langsung mengangkat wajahnya menatap azlan yang terlihat tersenyum,Aira langsung kembali menunduk karena malu, jantung nya berdengup kencang, membuat Aira semakin salah tingkah, jantung nya benar-benar tidak bisa di ajak kerja sama


Azlan kembali melajukan mobilnya melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah yang memang berjarak tidak terlalu jauh lagi, ia memasuki gerbang sekolah dan langsung menuju parkiran yang sudah terlihat ramai,juga kedua sahabat nya yang terlihat sudah menunggu nya sambil bersandar di mobil, termasuk intan,Nia dan melodi sahabat Aira


" Kamu ga lupa kan Sama tugas pagi kamu?" tanya Azlan saat Aira sudah melepas sealbet nya,Aira mengeryit kan keningnya tanda bertanya


" Sini deketan lagi" ucap Azlan terlihat serius, membuat Aira langsung patuh tanpa merasa curiga


Cup....


Azlan langsung mengecup bibir ranum Aira, tangan kanan nya menahan tengkuk Aira,ia sedikit ******* dengan sangat lembut bibir Aira dan melepaskan nya setelah beberapa menit, Azlan mengusap lembut bibir Aira yang basah karena ulahnya


" Itu tugas pagi kamu, jangan lupa lagi..ok" ucap Azlan lembut sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Aira, tanpa mereka sadari semua sahabat mereka melihat nya dan langsung melotot sempurna, kecuali Afkar yang hanya bisa tersenyum kecut


" Kakak ga tau tempat, kalau ada yang liat gimana...kan malu" omel Aira sambil menatap Azlan sekilas


" Biarin aja, ngapain juga mereka kepoin kita dalam mobil kita sendiri" jawab Azlan cuek,ia ga sadar bahwa mobil yang ia pakai sekarang adalah mobil terbarunya yang masih menggunakan kaca transparan


" Tapi ... kacanya transparan kak.." jawab Aira sambil melihat kaca mobil tersebut


" Oh....****.." umpat Azlan yang baru menyadari bahwa ia membawa mobil nya yang baru sampai kemaren sore, Azlan langsung tersenyum melihat ke wajah Aira yang terlihat malu


" sorry...ya udah yok kita turun bareng aja" ucap Azlan dan di angguki oleh Aira, membuat Azlan tersenyum bahagia


Keduanya turun dengan wajah yang berbeda,Aira terlihat sedikit menunduk malu, sedangkan Azlan ia terlihat biasa saja dengan wajah dingin nya, seakan-akan tidak terjadi apapun

__ADS_1


"Wow..wow wow ... pangeran Bucin kita udah datang... pagi-pagi udah bikin orang kepanasan Lo" ledek Alif saat Azlan keluar dari mobilnya


" Berisik.." Jawab Azlan sambil melangkah meninggalkan mereka,ia menarik tangan Aira dan menggenggam nya lembut


Para siswi dan siswa lain yang melihat hal itu menjadi heboh,ada yang iri,ada yang mengatakan mereka adalah pasangan yang perfect, sedangkan Cindy tidak menunjukkan respon apapun,ia masih seperti tidak percaya kalau lelaki pujaannya sudah menikah


" wah sungguh pasangan serasi banget ya"


" Best couple itu mah"


" Kabarnya aja pacaran sama si ini si itu,eh romantis nya sama anak baru"


" Palingan juga sama kayak yang lain,dua atau tiga bulan di putusin"


" Memang ya Sultan selalu di depan, yang bening langsung bisa di gandeng"


Begitulah ocehan para pelajar lain baik yang laki-laki maupun perempuan, mereka merasa bahwa Aira dan Azlan itu terlihat bagaikan Pasangan yang saling memanfaatkan peluang yang ada bukan hanya sekedar pacaran seperti para pemuda lainnya


Azlan mengusap lembut tangan Aira agar ia tidak terlalu perduli dengan ocehan teman sekolah mereka,Azlan mengantarkan Aira sampai di depan kelasnya dan mengusap kepala Aira pelan lalu meninggalkan kelas tersebut


" Kami langsung masuk ya, jangan kemana-mana lagi,aku ga mau kejadian itu sampai terulang lagi, kalau mau ke toilet atau kemanapun ajak salah satu sahabat kamu,atau chat aku" perintah Azlan tegas


Aira hanya mengangguk patuh,ia mulai merasa bahwa suaminya tersebut semakin terlihat posesif, entah itu tulus karena rasa sayangnya ataukah hanya sekedar untuk membuat kedua orang tuanya bahagia, yang pasti Aira tidak mau terbuai dengan semua itu,ia masih harus menjaga hatinya agar tidak terluka


Azlan melangkah menuju kelasnya, kedua sahabat nya berlari mengejar nya


" Wuih...pacar baru..mobil baru nih nampaknya?" ledek Alif saat sudah di samping Azlan


" Norak Lo" jawab Azlan cuek


" Sombong amat mentang-mentang dapat pacar yang orisinil bukan jadi-jadian" omel Alif meledek


Azlan langsung melotot dan menjitak kening Alif, sedangkan afkar tertawa terbahak-bahak melihat Alif yang terlihat kesakitan sambil mengusap keningnya


" Woi selow lah bos...tapi ni sekedar saran ya,Lo ganti dulu tu kacanya kalau mau kayak tadi di mobil,mau demam rasanya gue liat nya" ledek Alif sambil tertawa geli


" Kalau kacanya gue ganti takutnya bulan depan Ara positif garis dua" jawab Azlan santai


" Lo jangan Gilak ya bos..punya banyak hotel mewah juga, masak ia buat anak di mobil" ledek Alif membuat Azlan menggeleng


" Enkakan di mansion...lebih resmi dan diakui kalau itu cucu ya tuan Omar Abbas" jawab Azlan tersenyum jahil


" Kali ini gue percaya Lo udah Bucin sama tu bocil,ati-ati Lo di tinggal depresi ntar" ledek Alif sambil tertawa ringan


" Udah gue siapin penjara untuk dia supaya ga bisa kabur dari gue" jawab Azlan sombong


" Penjara hati seorang sultan" sambung afkar menimpali dan di angguki oleh Azlan


" Jangan sombong Lo...Awas hati Lo yang terpenjara sama pesona nya tu bocil,gue yakin itu bakal terjadi sama Lo" ledek Alif sambil tersenyum tipis,ia sudah sangat yakin sahabat nya tersebut sudah jatuh cinta pada Almaira


" Mana ada gue sombong...Lo catat baik-baik ya Almaira itu..udah jadi milik gue,dan akan terus gitu selamanya,you now?" tambah azlan tegas

__ADS_1


" Amiin" sambung kedua sahabat nya membuat Azlan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua sahabat konyolnya tersebut, kekonyolan mereka terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri bagi Azlan saat mereka bareng, walaupun Azlan terlihat cuek tapi ia selalu menikmati saat-saat bareng sahabat gesrek nya tersebut


__ADS_2