
Di kota xccccc tuan Omar dan sang istri sangat terkejut saat mendapat berita bahwa menantu kesayangan mereka mengalami kecelakaan, mereka sangat khawatir dan memutuskan untuk langsung pulang dijam itu juga, dengan menggunakan pesawat pribadi mereka, padahal baru satu jam yang lalu mereka sangat bahagia karena mendapat kabar dari bik asih sang mata-mata nyonya besar, mengatakan bahwa Aira sedang hamil
Tak jauh berbeda dengan di kampus xxxcc kedua sahabat Azlan juga sangat terkejut saat melihat di sebuah berita di medsos yang mengatakan terjadi sebuah kecelakaan dikawasan perusahaan yang menunjukkan sebuah mobil sport mewah buatan Eropa yang terlihat penyok di pintu bagian kemudi dan mereka masih ingat itu adalah mobil terbaru milik Azlan, karena baru beberapa hari yang lalu Azlan menggunakan mobil tersebut ke kampus
Mereka semua langsung menghubungi handphone azaln,tapi sayang ga diangkat, ternyata handphone azlan tertinggal di meja ruangannya di kantor, mereka meminta pada intan untuk menghubungi Aira, lagi-lagi sama tidak ada jawaban, akhirnya kedua sahabatnya tersebut menghubungi telfon mansion keluarga Abbas dan salah satu pelayan mengatakan bahwa tuan muda mereka sedang berada di rumah sakit milik keluarga Abbas yang terletak di daerah xxxxcc
Akhirnya kedua sahabat Azlan ditambah dengan intan, mereka memutuskan untuk langsung ke rumah sakit tersebut, hampir satu jam karena macet, akhirnya mereka sampai di rumah sakit tersebut, afkar langsung memarkirkan mobil nya di parkiran, mereka memutuskan hanya menggunakan satu mobil saja agar lebih cepat
Ketiganya langsung berlari ke informasi yang berada di IGD dan bertanya tentang pasien kecelakaan, tapi karena Dodi sudah mengingatkan untuk merahasiakan dari publik mereka tidak mau memberikan informasi yang diminta oleh Alif barusan, membuat mereka sangat geram
Ditengah emosi yang amat sangat,secara kebetulan intan melihat Dodi yang baru memasuki ruang IGD seraya menenteng sebuah kantong plastik, membuat intan Lampung menepuk bahu Alif dan menunjukkan ke arah Dodi, membuat kedua pemuda tampan tersebut langsung tersenyum kemenangan
Ya tadi Dodi izin sebentar untuk membeli air mineral dan beberapa jenis roti, mengingat mereka belum makan siang, walaupun kini mereka tidak memiliki selera untuk makan,tapi mereka juga butuh tenaga untuk menjaga Aira dan memberikan nya semangat
" Taun Dodi..." panggil Alif seraya sedikit berlari mendekati Dodi
" Oh mas Alif... sedang apa disini? ada yang sakit?" tanya Dodi
" Kami liat berita tentang kecelakaan itu,dimana Azlan?" tanya afkar to the point
" Oh ternyata anda semua sudah tau,maaf handphone tuan muda tertinggal di kantor,jadi kami tidak bisa mengabari kalian, tuan muda ada itu,mari ...saya juga mau kesana" jawab Dodi apa adanya
Ketiganya langsung mengikuti Dodi menuju ruangan IGD yang di khususkan untuk tamu VVIP, jantung mereka sangat berdebar menghawatirkan tentang keadaan sang sahabat, sedangkan intan sejak tadi sibuk menghubungi Nia dan melody menanyakan apakah Aira ada menghubungi mereka,dan intan juga mengatakan bahwa Azlan mengalami kecelakaan, membuat kedua gadis cantik tersebut sangat terkejut dan langsung menghubungi no Aira,tapi lagi-lagi sama tak ada jawaban
Saat tiba di depan ruangan IGD tersebut, lagi-lagi mereka dibuat sangat terkejut,saat melihat Azlan yang terlihat baik-baik saja sedang duduk di kursi tunggu, hanya saja wajahnya terlihat sangat panik dan khawatir,ia terlihat sangat berantakan dengan beberapa bercak darah di bajunya, matanya terlihat sembab, dalam hati mereka tertanya' siapa sebenarnya yang kecelakaan dan terluka?"
Baru saja mereka tiba di dekat a
Azlan dan baru akan bertanya, tiba-tiba pintu ruangan tersebut sebut terbuka, menampilkan beberapa perawat yang tengah mendorong dan menarik brankar yang Aira dan membawanya ke ruangan khusus, untuk melakukan tindakan lebih lanjut
Azlan langsung berdiri dan mengikuti para perawat dan dokter yang membawa Aira,ia sama sekali tidak menyapa kedua sahabatnya seakan-akan ia tidak melihat mereka, sedangkan kedua sahabatnya, intan dan Dodi juga langsung mengikutinya tanpa berani banyak bertanya terlebih dahulu,melihat azlan yang Terkesan sangat dingin
Sekitar dua puluh menit kemudian, seorang dokter wanita keluar dengan wajah yang terlihat sedikit lebih tenang dan dengan senyuman tipis di bibirnya
__ADS_1
" Maaf tuan muda, nona sudah siuman dan proses kuret nya juga berjalan lancar, semoga anda dan keluarga bisa lebih ikhlas dengan kehilangan janin tersebut terlebih nona,nona masih sangat muda dan masih banyak kesempatan untuk nona hamil lagi,terus berusaha dan jangan lupa berdoa " nasehat dokter tersebut terdengar sangat bijak
Jika afkar terkejut dengan kabar tersebut,maka lebih terkejut lagi intan dan Alif yang belum mengetahui hubungan yang sebenarnya antara Aira dan Azlan, sehingga membuat mereka sangat shock saat mengetahui bahwa Aira mengalami keguguran, ribuan pertanyaan muncul di benak mereka
" Apakah saya bisa menemui istri saya dok?" tanya Azlan lesu, lagi-lagi kata-kata yang keluar dari mulut Azlan bagaikan suara petir di siang hari yang membuat Alif dan intan sangat terkejut dan shock
" Tentu tuan muda" jawab dokter tersebut dengan sedikit senyuman dan langsung bergeser dari pintu tersebut memberikan jalan untuk azlan masuk
Alif dan intan saling berpandangan dan setelah nya melihat Afkar yang terlihat biasa saja tidak terlihat wajah terkejut nya, Afkar yang menyadari sahabat nya da kekasih dari sahabat nya melihat ke arah nya,ia hanya menggidikkan bahunya, sedangkan dodi sedikit menyunggingkan senyumnya
" Tuan muda dan Nona Aira memang sudah lama menikah, sudah sekitar setengah tahun lebih, mereka memang sudah di jodohkan sejak lama" jelas Dodi karena melihat wajah terkejutnya sahabat dari Tuan muda dan Nona mudanya tersebut
Glek
Alif dan intan menelan ludahnya kasar, sedangkan afkar biasa saja,dia hanya menanggapi perkataan Dodi dengan sebuah anggukan kecil dan tersenyum tipis, sedangkan Alif dan intan memilih duduk di kursi tunggu untuk menenangkan pikiran mereka yang cukup shock mendengar berbagai berita hari ini
Tak berselang lama Nia dan melody menyusul mereka ke rumah sakit tersebut, wajah khawatir mereka terlihat jelas, keduanya menghampiri intan dan bertanya,tapi rasanya intan belum mampu untuk menjelaskan,dan tak lama kemudian tampak sepasang suami istri paruh baya yang juga baru tiba di tempat tersebut
Kedatangan sang pemilik lebih dari lima puluh persen saham di rumah sakit mewah tersebut membuat semakin heboh suasana, terlihat jelas wajah keduanya sangat khawatir, sedangkan di dalam ruangan suasana sangat berbeda, dingin nya AC seakan mengalahkan dingin nya Sikap Almaira
" Untuk apa seorang tuan muda Abbas menghawatirkan seorang wanita? bukankah hidup anda sudah di kelilingi oleh banyak wanita?" jawab Aira singkat tanpa menatap wajah lawan bicaranya, matanya menatap kosong keluar jendela dengan tangan meremas sepray
" Kamu salah paham yang....aku bahkan tidak tau kalau dia tiba-tiba meluk aku, tadi aku sedang bicara di telepon dengan Bunda, awalnya dia datang untuk menyampaikan terimakasih dari ibunya karena aku menerima dia bekerja di kantor kita" jawab Azlan apa adanya
" Anda benar..saya memang salah paham,salah banget malah.. karena telah berfikir dan berharap bahwa hanya saya satu-satunya wanita Anda,saya lupa kalau anda bisa mendapatkan ribuan wanita di luaran " jawab Aira pelan, azlan langsung menggeleng mendengar ucapan Aira
Grep
" Sayang..... please... jangan berfikir seperti itu, dan jangan katakan itu,aku bersumpah saat ini hanya kamu wanita ku, hati aku hanya dipenuhi oleh kamu,kamu dan kamu,almaira Az-Zahra king Abbas, tidak ada yang lain dan tidak terbesit dalam hati aku untuk melakukan apa yang kamu katakan,aku hanya ingin kamu sayang yang mengisi hidup ku dan menjadi ibu untuk anak-anak ku" jawab Azlan lembut seraya memeluk tubuh Aira
" Anda menyematkan nama belakang anda di belakang nama saya..? sungguh manis terdengar,apa Anda juga akan melakukan hal yang sama pada dia? Anda ingin saya menjadi ibu untuk anak anda? anak yang mana? oh mungkin anak yang ada padanya, karena calon anak saya sudah pergi untuk selamanya " jawab Aira dengan tersenyum tipis dan tanpa terasa air matanya sudah membasahi pipinya
" Almaira Az-Zahra king Abbas...aku katakan pada kamu .. belum pernah ada wanita lain yang aku sentuh terlebih aku gauli selain kamu istri ku, wanita halal untuk ku, calon anak kita memang sudah pergi, tapi kita masih bisa berusaha lagi, percayalah Tuhan lebih tau yang terbaik untuk kita" ucap Azlan sedikit bersuara tinggi
__ADS_1
Aira diam,ia tidak menjawab lagi, hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipi mulusnya, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka menampilkan tuan Omar dan bunda Maya, mereka sudah hampir setengah jam menunggu diluar, tapi azlan tak kunjung keluar, membuat mereka tidak sabar dan langsung menyusul kedalam
" Sayang nya bunda...kamu sudah lebih baik kan sayang..? bunda khawatir banget sama kamu " ucap bunda Maya lembut seraya memeluk Aira
" Bunda....maaf Aira tidak bisa menjaga calon cucu bunda,Aira belum bisa menjadi ibu yang baik Bun" jawab Aira dengan tangisan pilu,ia menumpahkan segalanya dengan menangis sepuasnya dalam pelukan sang ibu mertua
" Sayang.. sudah nak, jangan bicara seperti itu,kamu jangan gampang putus asa,mana putri cantik bunda yang biasanya selalu kuat? kalian masih sangat muda, kalian masih bisa mencoba nya lagi dan kami akan sangat mendukung dan sabar kapanpun kalian kasih kami hadiah cucu" jawab sang Bunda memenangkan
" Tapi Aira ga mau lagi lihat dia Bun,dia bohong sama Aira" jawab Aira lirih
" Ara....I love you forever my wife" ucap Azlan pelan,Aira menggeleng kuat
" Bohong.. kakak bohong sama Ara.." jawab Aira lirih
" Ok aku akan kasih kamu buktinya,aku akan tunjukkin CCTV di ruangan aku" jawab Azlan tegas, membuat kedua orang tuanya penasaran apa yang sebenarnya terjadi, azlan yang tau ekspresi tanda tanya kedua orang tuanya akhirnya ia menceritakan semuanya dari awal ia menerima Susi bekerja di Abbas group sampai kejadian tadi siang
Kedua orang tua azlan mengangguk paham dan mereka mengerti, ternyata menantu kesayangan mereka sedang cemburu dan mereka tidak menyalahkannya, karena wajar ia marah melihat suaminya dipeluk mesra oleh wanita lain, terlebih Aira bukan tipe wanita yang mengusung budaya barat yang sudah terbiasa laki-laki dan wanita berpelukan walaupun tanpa ikatan yang sah
Setelah perdebatan panjang tersebut,Aira dipindahkan keruangan VVIP, Azlan sedikit tenang melihat Aira yang tampak lebih tenang dengan kedua orang tuanya, walaupun wanita cantik tersebut belum mau menatapnya dan berbicara banyak dengan nya, yang terpenting baginya wanita cantik tersebut sudah tidak lagi menunjukkan kemarahannya pada nya
Azlan meminta pada Dodi untuk melihat rekaman CCTV dan mengirimkan ke email nya,dia juga melarang Dodi memecat Susi, azlan hanya minta pada Dodi untuk mengingatkan siapa dirinya dan siapa azlan serta Aira, azlan masih tidak tega jika keluarga Susi juga menjadi korban kecerobohan putri mereka
Azlan meminta pada Dodi untuk memindahkan Susi ke lantai dasar atau kelantai yang lainnya, agar mereka tidak bertemu lagi dan Susi juga tidak memiliki alasan untuk datang ke ruangan nya atau ke lantai atas Abbas group
Azlan juga menjelaskan niatnya tersebut pada kedua orangtuanya dan juga di hadapan Aira, alasan ia tidak langsung memecat Susi,dan kedua orang tuanya juga mendukung walaupun sebenarnya sedikit keberatan, tapi mengingat keluarga Susi yang kesusahan ekonomi sehingga mereka sedikit berdamai
Sedangkan Aira sama sekali tidak menjawab apapun keputusan sang suami,ia hanya diam tidak ada niat untuk berkomentar, terlebih ia baru tau kalau azlan menerima Susi bekerja di Abbas group juga karena saran dari Alif dan afkar, karena rasa empati mereka terhadap keluarga Susi
" Sayang gimana kamu setuju dengan keputusan aku? atau mau aku pindahin dia ke perusahaan cabang ? atau mungkin kamu maunya aku mecat dia? Hem .." tanya Azlan lembut
Aira tidak menjawab ,ia hanya diam dan tidak mau berbicara dengan azlan, membuat pria tampan tersebut kelimpungan dan merasa frustasi menghadapi sikap diam sang istri
" Ya udah kalau kamu ga mau jawab, diam kamu aku anggap itu tandanya kamu setuju, diluar ada sahabat-sahabat kamu, mungkin kamu ingin ketemu mereka biar aku panggil" ucap Azlan seraya melangkah menuju pintu
__ADS_1
Azlan keluar dengan perasaan sedih bercampur kecewa pada dirinya sendiri yang merasa menjadi penyebab kerugian calon buah hatinya yang sudah sangat ia nantikan
Azlan menghampiri semua yang ada di depan ruangan Aira,ia mempersilakan sahabat Aira masuk jika ingin bertemu dengan wanita cantik tersebut, sedangkan kedua orang tuanya ia minta untuk pulang terlebih dahulu dan istirahat, sedangkan dirinya melangkah mendekati kedua sahabatnya dan duduk bersama mereka,Dodi sang asisten sudah kembali ke kantor untuk mewakili sang Bos, karena mereka memiliki beberapa jadwal