
Di ruangan meeting beberapa para pemegang jabatan sedang menjelaskan tentang perencanaan dan melaporkan laporan keuangan, sedangkan Azlan terlihat sangat tidak konsentrasi ia terlihat termenung,dan tiba-tiba akan langsung marah saat beberapa dari mereka melakukan kesalahan walaupun itu sangat kecil, membuat suasana menjadi sedikit tegang dan mereka heran, biasanya Azlan tidak langsung marah,ia akan mencoba memberikan ide atau mencari solusi
Dodi sang asisten harus mengusap dadanya karena menjadi sasaran empuk bos muda nya tersebut, ingin rasanya ia berteriak...* kalau memang Bos ga dapet jatah dari istri jangan karyawan yang jadi imbasnya*
" Tunda rapat nya sampai Minggu depan dan saya ga terima jika masih terjadi kesalahan yang sama seperti hari ini " ucap nya dingin,ia langsung bangkit dari kursi kebesaran nya dan meninggalkan ruang meeting tersebut
" Baik Tuan " jawab yang lain sambil berdiri dan menunduk hormat
Dodi sedikit berlari kecil mengikuti azlan yang tampak akan menuju ruang tamu untuk menemui klien nya yang baru saja datang
" Apakah mereka sudah datang?, kalau belum batalkan dan atur ulang skejul gue buat ketemu mereka,gue ada urusan penting ' ucap Azlan sambil melangkah cepat
" Udah Bos...semua berkas yang mereka ajukan juga udah gue periksa dan OK,Lo tinggal cek aja kalau mungkin ada yang ingin Lo ubah" jawab Dodi menerangkan kan
Azlan tidak menjawab ia langsung menuju ruangan tersebut,Dodi sangat geram, dari kejauhan tampak sang tamu tengah asyik mengobrol dengan putri nya yang terlihat cukup cantik dan anggun,serta asisten pribadinya seorang pria yang terlihat sedikit gemulai, mereka langsung berdiri sebagai tanda menghormati saat melihat Azlan memasuki ruangan tersebut
" Silahkan duduk..maaf kalau anda sedikit menunggu" ucap Dodi sambil tersenyum, sedangkan Azlan sama sekali tidak mengatakan apapun
" Ah tidak masalah tuan, mungkin kami yang terlalu bersemangat sehingga datang terlalu cepat, apalagi putri saya ini,dia sangat penasaran ingin bisa berjumpa langsung dengan tuan muda Abbas yang masih sangat muda sudah bisa menjadi seorang pemimpin" ucap lelaki paruh baya tersebut
" Saya belum memimpin perusahaan ini tuan,saya hanya menggantikan ayah saya saat beliau sedang tidak berada di tempat,saya masih ingin bersenang-senang menikmati masa muda saya" jawab Azlan santai
" Anda benar tuan muda....masa muda itu memang harus dinikmati jangan sampai terlewatkan begitu saja, apalagi sampai tidak memiliki kekasih " ucap pria paruh baya itu menimpali perkataan Azlan
Azlan hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan pria paruh baya tersebut, sedangkan Putrinya tampak tersenyum lembut dengan mata yang terus menatap Azlan dengan tatapan memujanya
" Periksa berkasnya Dodi..." ucap Azlan singkat
" Baik Tuan " jawab Dodi patuh,ia membacanya dengan teliti dan cermat, setelah selesai ia menyerahkan nya pada azlan agar Azlan membacanya walaupun sekilas, karena Azlan lah yang akan memutuskan
" Saya akan pelajari sedikit dan beberapa hari lagi asisten atau sekretaris saya yang akan menghubungi Anda " ucap Azlan pasti
" Silahkan diminum, tapi maaf saya tidak bisa menemani anda... karena ada kepentingan pribadi,tidak masalah bukan kalau anda di temani oleh tuan Dodi... asisten saya?" ucap Azlan meminta izin pada Tamu nya
" Ia tuan muda Abbas tidak masalah" jawab pria paruh baya itu tersenyum kecut sambil menjabat tangan Azlan, sedangkan putri tampak sangat kecewa
" Baik ... terimakasih, silahkan nikmati hidangan nya,hanya itu yang kami punya...permisi" ucap Azlan sambil menjabat tangan pria paruh baya tersebut,ia Sama sekali tidak melirik putri pria tersebut, baginya tidak ada wanita yang lebih menarik dibanding Ara nya,wanita yang sudah halal untuk nya
Azlan meninggalkan ruangan tersebut dan langsung menuju ruang pribadi milik nya,ia langsung masuk dan melihat Aira yang sedang asyik berselancar di dunia Maya, sehingga tidak menyadari kehadiran nya di ruangan tersebut,Aira sedang asyik melihat status Akbar dengan caption sendu seperti biasanya
****Aku minta maaf karena menaruh rasa Sayang begitu dalam untuk mu
Tentang perasaan ku akan aku hapus pelan-pelan
Kamu tidak salah....
Akulah yang salah..
Telah menganggap mu lebih dari sahabat**""
Itulah isi status Akbar, membuat Aira tersenyum kecut, Aira bukan gadis bodoh yang tidak memahami pada siapa itu ditujukan, terlebih Akbar memang pernah menyatakan isi hatinya pada Aira, tapi Aira memang tidak ingin menganggap serius itu semua,ia ingin membalas status Akbar dengan ucapan yang sedikit konyol
__ADS_1
Akan tetapi baru saja tangan Aira ingin mengetik di layar handphone nya,Azlan langsung menarik handphone tersebut dan mengantongi nya, membuat Aira sangat terkejut
" kakak kok di ambil sih Aira mau balas status nya Aa Akbar" protes Aira pada Azlan dengan wajah cemberut
" Ga penting juga" jawab Azlan singkat dan langsung menuju kursi kebesaran nya,ia mendudukkan dirinya dan memejamkan matanya sejenak, melepaskan penatnya dan memikirkan ide untuk memulai membuat perhitungan dengan Aira yang sudah membuatnya emosi pagi ini
Sedangkan Aira langsung beralih meraih sebuah majalah fashion sebuah brand milik Abbas group,ia melihat beberapa model dress mulai dari yang seksi,biasa aja,dan yang muslimah juga,Aira tersenyum tipis saat melihat foto dirinya dengan wajah disensor saat di majalah,ia sedikit kangen dengan teman-teman se agenci nya dulu yang terlihat baik padanya
"Ara.." panggil Azlan singkat
" Ya kak.." jawab Aira sambil menatap wajah Azlan
" menurut kamu yang sudah terbiasa di ponpes...Apa itu pernikahan?" tanya Azlan tiba-tiba membuat Aira sedikit mengerutkan keningnya karena heran,Aira bangun dari duduknya dan berdiri di dekat jendela ruangan tersebut,ia menatap keluar jendela
" kalau menurut Aira sih...Pernikahan itu...
-Adalah Ibadah
-Suatu ikatan yang sah antara pria dan wanita yang bukan mahram nya, sehingga mereka memiliki hubungan yang halal
-suatu awal dari berubahnya status seseorang dari lajang menjadi beristri atau bersuami
- Suatu ikatan yang suci dan indah apalagi keduanya menjalankan pernikahan itu dengan ikhlas, dan masih banyak lagi lainnya, emang kenapa kak?" tanya Aira sambil kembali menatap Azlan
" Lalu apa arti pernikahan kita bagi kamu?" tanya Azlan dingin
" Ya sama aja dong kak dengan yang Aira jawab tadi,cuma..... karena kita sama-sama tidak menginginkan pernikahan ini jadi terlihat seperti biasa saja, tapi kita tetap harus mencoba menghargai ikatan suci ini" jawab Aira sambil menunduk
" Kak...." ucapan Aira terpotong
" Sudah kamu ga harus jawab karena aku tau jawabannya bahwa bagi kamu pernikahan ini ga ada artinya,hanya untuk mengabulkan permintaan kedua orang tua,makanya kamu ga perduli dengan siapa aku bertemu, walaupun status aku suami kamu" ucap Azlan dingin
Aira Langsung menggeleng, azlan salah paham padanya, bukan ia ga perduli,tapi ia takut sakit jika nantinya azlan akan marah atau tidak terima karena ia mencampuri urusan nya
" Aira bukan ga perduli... tapi Aira takut untuk ikut campur dalam urusan pribadi kakak...." ucap Aira lirih
" Takut....? aku siapa kamu Ara...?" tanya Azlan serius sambil tersenyum pahit
" Suami..... tapi waktu itu kakak sendiri yang bilang kalau Aira ga boleh ikut campur urusan pribadi kakak" jawab Aira sambil terus menunduk
" Cukup Ara....udah aku bilang.. lupakan semua itu,kita akan memulai untuk menjaga pernikahan kita" ucap Azlan terdengar sedikit emosi
" Tapi Aira ga mau.. karena kakak melakukan itu hanya untuk kebahagiaan ayah dan bunda,Aira ga mau kakak tersiksa harus hidup dengan wanita yang ga kakak cintai dan harapkan..." jawab Aira dengan mata yang mulai berkaca-kaca
" Apa aku harus izin untuk mencintai seseorang? apa aku juga harus minta izin untuk menentukan pada siapa hati aku merasa nyaman?" tanya Azlan serius,Aira menggeleng lemah
" Trus dari mana kamu tau aku terpaksa melakukan itu? dari mana kamu tau aku ga mencintai istri ku? atau mungkin kamu memang sangat ingin pisah sama aku agar bisa bersama Akbar atau karrel?" tanya Azlan sinis,lagi-lagi Aira menggeleng
" jawab Ara..." perintah Azlan tegas
" Suatu dosa besar bagi wanita yang sudah bersuami meminta perpisahan pada suaminya jika sudah berencana untuk bersama pria lain " ucap Aira lirih
__ADS_1
"Sekarang kamu jawab....apakah seseorang istri diharuskan mencintai suami nya?" tanya Azlan serius,Aira mengangguk pelan
" Seorang istri memang diharuskan mencintai, menyayangi dan menghormati suaminya,tapi jika suaminya yang tidak mengizinkan istrinya seperti itu apa salah jika istrinya cukup diam dan ga akan mencampuri urusan suaminya?" tanya Aira sambil menatap Azlan
" Kalau aku menginginkan semua itu dari kamu...apakah kamu sanggup untuk memberikan segalanya untuk aku? tanpa merasa terpaksa?" tanya Azlan tegas
" Aira belum pernah sekalipun mencintai maklum Tuhan, pria yang paling Aira sayangi itu Abi dan Abang,Umi selalu bilang jika Aira menikah nanti maka Aira harus mencintai, menyayangi dan menghormati suami" jawab Aira sambil menunduk
" Terus kenapa kamu ga lakukan itu ke aku..? " tanya Azlan frustasi
" Aira sayang sama kakak,Aira juga selalu berusaha untuk menghormati dan patuh sama kakak, tapi Aira ga berani mencintai kakak...Aira takut saat kakak memutuskan untuk bersama wanita yang kakak cintai itu akan sangat sakit untuk Aira... sehingga membuat Aira ga akan sanggup untuk kita bertemu lagi, walaupun Aira Belum pernah tau seperti apa rasanya mencintai....Aira berharap saat kita sudah ga bersama lagi kita akan seperti saudara,Aira ingin tetap menjadi anak Ayah dan bunda,Aira tulus menyayangi mereka dengan ada tidak nya hubungan kita ini" jawab Aira dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Azlan bangun dari duduknya dan melangkah mendekati Aira,ia langsung memeluk Aira dari belakang dan mencium kepala Aira lembut, membuat Aira sangat terkejut, tubuh nya terasa kaku dan jantung yang berdetak kencang
" Aku ingin kamu memberikan semuanya untuk ku,...... cinta mu, sayang mu,aku ingin itu,aku mau kamu cemburu saat ada wanita lain yang menginginkan aku,aku mau kamu marah saat kamu melihat aku bersama wanita lain.. karena aku merasakan hal itu untuk kamu...aku marah saat kamu dipandang oleh pria lain,saat kamu dekat dengan pria lain" ucap Azlan lirih
" Lalu bagaimana dengan dia...? kakak ga mau melepaskan Aira tapi kakak juga mencintai wanita lain,Aira ga sekuat itu..kak yang akan sanggup jika melihat pria yang sudah menjadi suami Aira bersama wanita lain, terlebih jika Aira sudah mencintai nya,Aira yakin itu akan membuat Aira sakit kak" jawab Aira yang sudah meneteskan air matanya
Azlan langsung membalikkan tubuh Aira menghadap dirinya,ia melihat air mata Aira yang sudah membasahi pipinya, perlahan Azlan menghapusnya lembut,ia menatap intens wajah Aira
"Dia siapa Hem...?Susi..? tanya Azlan lembut sambil tersenyum tipis,Aira mengangguk pelan
" Dia bukan siapa-siapa untuk aku...dia hanya salah satu dari yang aku tolong, keluarga nya membutuhkan uluran tangan kita,aku memintanya untuk setiap pagi menunggu ku di depan merket itu karena aku ingin membelikan air mineral xxxxcc untuk ayah, karena ayah nya harus mengkonsumsi air tersebut minimalnya selama empat bulan,dan tadi itu hanya kebetulan aku lihat ibu nya sedang bebersih di halaman tempat aku beli sarapan untuk kita, karena sudah beberapa Minggu kami ga ketemu makanya aku menanyakan tentang kabar mereka dan memberikan sedikit uang untuk kebutuhan mereka" jelas Azlan panjang lebar
" Tapi dia memiliki rasa sama kakak,Aira pernah mendengarnya langsung" jawab Aira jujur, Azlan tersenyum tipis dan langsung memeluk erat tubuh Aira
" Aku gak punya hak untuk melarang seseorang untuk menyukai orang lain, kecuali kamu..aku menolong mereka atas dasar kemanusiaan dan bukan baru mereka saja yang pernah aku tolong, hanya saja dia memiliki banyak adik yang masih kecil, dia dan ibunya bekerja sebagai OG di GOR,itu yang membuat kami secara ga sengaja sering ketemu" jelas Azlan sambil mengusap punggung Aira
" Maaf" Jawab Aira lirih, Azlan tersenyum tipis mendengar jawaban Aira
" Untuk...?" tanya Azlan singkat sambil merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Aira
" karena sudah mengira kakak ada hubungan sama dia" jawab Aira jujur, Azlan tersenyum jahil
" Aku gak akan pernah selingkuh dari kamu, apalagi kalau kamu penuhi semua kebutuhan aku,dan kasih ayah sama Bunda cucu secepatnya" jawab Azlan santai, membuat Aira langsung menatap wajah Azlan yang sedang tersenyum jahil padanya
" Jadi kalau seandainya Aira ga bisa kasih kakak keturunan atau suatu saat Aira sakit sehingga Aira ga bisa lagi jadi istri yang sempurna untuk kakak,maka kakak akan selingkuh gitu? emang ya kalau dasar nya play boy itu tetep aja play boy" omel Aira dengan wajah cemberut
" Gak dong sayang...kamu itu salah kalau nuduh aku seperti itu, apalagi bilang aku playboy" jawab Azlan santai
"Trus apa namanya kalau pria yang sering gonta-ganti pacar? kalau bukan play boy?" tanya Aira geram
" Itu karena mereka yang mau, buktinya setelah aku memutuskan kamu jadi pacar aku, sejak saat itu aku ga pernah cari pacar lagi,kamu aja yang mutusin aku tepat di malam pernikahan kita" jawab Azlan sambil tersenyum tipis
" Mana pernah kita pacaran.... itukan boongan aja, kakak yang maksa Aira" jawab Aira sambil mencubit lengan Azlan
" Mana ada boongan,aku serius.... kalau aku ga maksa pasti kamu ga akan jadi pacar aku, dan ternyata aku dapat bonus,kamu mutusin aku, yang ternyata kamu juga yang jadi istri aku" jawab Azlan santai
" Kalau Aira tau yang dijodohin sama Aira itu kakak, pasti akan Aira tolak..masak ia nikah sama cowok yang banyak banget mantan nya,ga adil banget untuk Aira" jawab Aira cemberut, membuat Azlan langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos Aira
" Tapi kamu tetep yang pertama segalanya untuk aku..." jawab Azlan pasti dan langsung mengecup bibir ranum Aira seraya melxxxxc nya lembut dan dalam, sebelah tangan azlan menekan tengkuk Aira untuk memperdalam ciuman mereka dan azlan baru melepaskan saat ia merasakan Aira yang menepuk dadanya pelan
__ADS_1
Azlan tersenyum melihat wajah Aira yang memerah karena malu, wanita nya masih saja malu padahal itu bukan ciuman pertama lagi untuk mereka, azlan mengusap lembut bibir Aira yang terlihat basah dan sedikit membengkak karena ulahnya