
Aira Langsung tertidur pulas sambil menyembunyikan wajahnya di ketiak Azlan, sedangkan Azlan membuka matanya saat merasakan nafas Aira yang teratur karena sudah tertidur , Azlan merubah posisi tidur nya menghadap Aira dan menarik istrinya dalam dekapan nya,ia menciumi seluruh wajah Aira,wanita yang barusan mengeluarkan keluh kesahnya dan berjanji akan menyayangi nya,Azlan sangat bahagia saat mendengar bahwa Aira akan selalu menyayangi nya
Azalan yakin lambat laun Aira pasti akan membuka hatinya untuk Azlan dan akan membalas cintanya,akan menjadi wanitanya seutuhnya dan selamanya,Azlan akan terus mencuri hati wanita yang sudah beberapa bulan ini menyandang status sebagai istri sahnya tersebut
Akhirnya Azlan ikut tertidur sambil memeluk Aira posesif, seakan ia sangat takut wanita cantik tersebut akan pergi meninggalkan nya, sementara bibik penjaga danau tersebut sangat terkejut saat mendatangi pondok tersebut dan melihat azlan yang tertidur sambil memeluk seorang wanita
Bibik tersebut mengira Azlan tidak tidur karena melihat pintu pondok tersebut hanya tertutup setengah,bibik tersebut dan suami nya memang tidak ada saat azlan datang,beliau dan suaminya sedang ke pasar berbelanja kebutuhan dapur,makanya beliau juga ga tau kalau Azlan datang bersama seorang wanita, karena belum pernah sekalipun beliau melihat azlan membawa siapapun ke danau pribadi miliknya tersebut
Bik Ida langsung berbalik dan sedikit berlari kecil menuju suaminya yang sedang asyik menanam sayuran tidak jauh dari danau buatan tersebut, beliau langsung menceritakan tentang apa yang ia lihat barusan
" Namanya juga anak orang kaya raya buk, tampan lagi..ya udah pasti banyak perempuan yang mau" ucap suami bik Ida santai
" Tapi biasanya ga pernah bawa temen apalagi perempuan pak" jawab bik ida
" terserah nya dong buk,kita ga perlu ikut campur urusan pribadi nya,kita jalani aja tugas kita, disini kita di gaji dan diizinkan untuk berkebun juga, yang penting selama ini den Azlan itu baik banget sama kita" jawab suami bik Ida
" Ia sih bapak bener" jawab bik ida
Tapi tiba-tiba azlan muncul membuat pasangan suami istri tersebut sangat terkejut
" Bik tolong nanti buatkan teh jahe ya, takutnya istri saya masuk angin,mungkin kami akan sampai malam di sini" ucap Azlan
Sementara bik Ida dan suami masih sangat terkejut mendengar sang majikan mengatakan bahwa wanita yang bersama nya itu adalah istrinya, sementara yang mereka tau majikan mereka tersebut masih sekolah
" Ia den,apa Aden akan menginap atau apa perlu bibik siapkan makan malam?" tanya bik Ida berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya
" Kami ga nginap bik, besok kami harus sekolah, kalau ga merepotkan bibik boleh juga sih, tapi tolong jangan ada olahan apapun dari jamur karena istri saya alergi jamur " jelas nya
" Baik den" jawab bik Ida
Azlan kembali menuju pondok nya, tadi ia terbangun karena ia merasa sangat haus,namun saat ia melihat keluar pondok ternyata nih Ida dan suami nya sudah pulang,ia langsung menghampiri pasangan suami istri tersebut untuk memesankan minuman penghangat untuk Aira, karena sebentar lagi sore dan cuaca akan menjadi dingin
Azlan duduk di sisi jendela sambil menatap keluar pondok, sesekali ia melihat Aira yang masih terlihat sangat nyaman dengan tidur nya, azlan tersenyum melihat wajah cantik Aira,ia merasa seperti tidak nyata bahwa gadis cantik tersebut sudah sah menjadi istrinya,ia masih mengingat bagaimana kedua sahabat nya yang sangat eksited saat melihat kecantikan Aira di pertemuan pertama mereka di depan gerbang pemakaman ponpes di kota xxxxcc
Aira terlihat sedikit menggeliat dan mengerjabkan matanya, perlahan ia membuka matanya dan melihat sekitar, setelah beberapa detik matanya perlahan melihat ke arah jendela pondok dan ia melihat azlan yang duduk di sisi jendela sambil menatap keluar
Aira bangun dari posisi tidur nya dan berlahan melangkah memasuki kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, setelah selesai Aira keluar dan menghampiri azlan yang berada di tempat yang sama,Aira berdiri di samping azlan, menatap wajah suaminya tersebut sesaat kemudian ikut melihat keluar jendela
" Kok udah bangun?" tanya Azlan sambil menatap wajah Aira
" Udah sore juga kan?, kakak udah bangun dari tadi?" tanya Aira, Azlan mengangguk
" Ya,itu gara-gara tadi aku mimpi ada yang cium aku" jawab Azlan sambil tersenyum tipis
__ADS_1
Blusssh
Wajah Aira Langsung memerah menahan malu, karena ucapan azlan barusan, apakah azlan tau saat ia mencium nya? bukankah suaminya tersebut tadi sedang tidur?, Azlan tersenyum tipis melihat Aira yang salah tingkah
" Padahal tadi aku berharap kamu yang cium aku dan itu bukan mimpi, tapi ternyata itu mimpi" ucap Azlan bersandiwara dengan wajah sedikit menunduk
" Kita jam berapa pulang?" tanya Aira mengalihkan pembicaraan
" Malam aja ya, atau mau pulang sekarang?" tanya Azlan
" Terserah kakak aja" jawab Aira
" malam aja ya, sebenarnya sih aku pengen ngajak kamu nginap di sini, kalau malam disini dingin pasti romantis banget, sekalian bulan madu" jawab Azlan menggoda Aira
" Apaan sih kakak sok dewasa pakai acara bulan madu segala" Jawab Aira
" Jadi kamu mau tau sedewasa apa aku? biar aku buktikan sama kamu gimana dewasanya aku" jawab Azlan menatap wajah Aira
" Ia....ia ...deh yang udah dewasa.., namanya juga udah punya istri ya pastinya udah dewasa donk,maaf deh Aira lupa " ledek Aira sambil tersenyum mengejek
" kamu ya" ucap Azlan sambil menarik Aira dalam pelukannya dan menggelitik wanita cantik tersebut, membuat Aira kegelian dan tertawa terbahak-bahak sambil terus meronta meminta ampun agar Azlan melepaskan nya
" Kakak geli kak... hahahaha" ucap Aira sambil tertawa
" Kakak lepasin .... " Mohon Aira yang tanpa sadar langsung memeluk erat tubuh azlan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan, membuat Azlan sedikit terkejut dan tertegun
" Ok... Udah aku lepasin,trus aku dapat apa?,ini ga gratis loh" goda Azlan
Aira Langsung mengangkat wajahnya menatap azlan,ia masih memeluk tubuh atletis itu dan ia sangat suka dengan wangi maskulin suaminya tersebut,Aira mengerjabkan matanya perlahan ia menjinjit dan menarik leher Azlan agar sedikit menunduk
CUP...
Aira mencium singkat kening Azlan dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan seraya kembali memeluk erat tubuh azlan
Kelakuan wanita cantik itu membuat Azlan sangat gemas,ingin rasanya ia memakan istrinya tersebut, tapi ia harus menahan diri sampai Aira benar-benar merasa lebih nyaman lagi bersamanya
" Apaan tuh..? itu kiss nya bocah, mau aku ajari gimana kiss yang bener?" goda Azlan, membuat Aira langsung menggeleng cepat
Keduanya tidak menyadari bahwa sejak tadi bik Ida dan suaminya melihat kelakuan mereka dari dapur pondok mereka yang terletak di belakang pondok, pasangan paruh baya itu dapat melihat jelas betapa cantiknya wajah gadis yang di akui istri oleh majikan mereka tersebut, yang membuat mereka bertanya-tanya kenapa dua muda mudi itu memutuskan menikah di usia yang masih sangat muda, apakah mereka melakukan sesuatu yang terlarang?" berbagai pertanyaan muncul di benak pasangan paruh baya tersebut
Azlan mengajak Aira keluar dari pondok dan duduk di sebuah gazebo yang terletak di tepi danau buatan tersebut,tak berselang lama bik Ida datang dengan membawa dua gelas teh jahe panas dan beberapa ubi serta pisang goreng, Aira tersenyum dan menyalami wanita paruh baya tersebut seraya mencium punggung tangan nya, membuat Bik Ida sangat terkejut dengan kelakuan istri majikan nya tersebut
Bik Ida ga menyangka kalau gadis cantik tersebut sangat sopan dan lembut,ia mengira Aira akan sama seperti anak orang kaya atau istri konglomerat lainnya yang kebanyakan bersikap sombong bahkan angkuh
__ADS_1
" Bik ini istri saya.. namanya Almaira,kami nikah udah beberapa bulan yang lalu, tapi bibik jangan mikir yang aneh-aneh ya karena kami masih sekolah tapi udah nikah,kami emang udah di jodohin dari kecil bik, karena beberapa bulan lalu Uminya Ara meninggal makanya Ayah sama bunda memutuskan untuk segera menikahkan kami, karena Aira sudah ga memiliki kedua orang tua lagi" jelas Azlan pada bik Ida,ia ga mau orang akan memandang buruk istrinya
" Ia den...bibik doain semoga langgeng dan diberikan keturunan yang shaleh dan shaleha,non Ara cantik banget seperti artis luar negeri, kalau ga dinikahi terus takutnya di rebut orang den" ucap bik Ida sedikit bercanda
Aira hanya tersenyum mendengar ucapan bik Ida, Azlan langsung mengangguk setuju dengan ucapan penjaga danau pribadi miliknya tersebut
" Sekarang aja masih banyak banget yang naksir bik,mau di suauh hamil masih kelas 11 bik sekolah nya" ucap Azlan, membuat Bik Ida sedikit terkejut dan langsung menatap wajah Aira
Sedangkan Aira hanya tersenyum canggung dan malu karena ucapan vulgar suaminya tersebut,ia mencubit perut sixpack Azlan karena geram dengan ucapan pria tampan tersebut, azlan pura-pura meringis kesakitan sambil menggenggam tangan Aira dan mencium nya lembut
" Sakit yang...." ucap Azlan berbohong
Bik Ida yang melihat pasangan muda tersebut merasa sangat senang,beliau langsung izin kembali ke pondok nya, untuk menyiapkan makan malam mereka
" Bibik izin ke pondok ya den..kalau butuh sesuatu panggil aja" ucap Bik Ida dan di angguki oleh Azlan dan Aira seraya mengucapkan terimakasih
Bik ida melangkah meninggalkan pasangan muda tersebut,beliau tersenyum bahagia melihat azlan yang terlihat lebih ceria dan sedikit hangat, biasanya pemuda tampan itu sangat dingin dan irit bicara, walaupun bik Ida akui Azlan adalah salah satu anak dari seorang konglomerat yang berhati baik dengan jiwa sosial yang tinggi
Bik Ida dan suami mengenal Azlan karena lahan yang azlan Bali tersebut adalah milik beliau, mereka bertemu secara tidak sengaja saat azlan dan timnya datang ke desa tersebut untuk melakukan pengecekan pembangunan proyek villa yang berjarak tak terlalu jauh dari kebun bik Ida dan suami
Bik Ida menawarkan lahan nya untuk azlan, karena beliau tidak memiliki keturunan dan merasa sudah tidak sanggup lagi untuk membersihkan lahan tersebut, sehingga beliau ingin menjual sebagian,tapi azlan malah meminta membeli semuanya tapi beliau masih boleh tinggal dan berkebun di lahan tersebut yang sebagian akan azlan jadikan danau buatan
Bik Ida dan suami akhirnya setuju karena Azlan juga akan memberikan gaji pada mereka jika mereka mau menjaga dan merawat tempat tersebut,serta mereka juga masih tetap bisa berkebun, Azlan menyelesaikan proyeknya sangat cepat,danau itu selesai dan di lengkapi dengan taman yang ditanami beraneka ragam bunga, menyediakan pondok pribadi untuk nya dan untuk buk Ida bersama suami
Bik Ida dan suami nya hanya tinggal menjaga dan merawat tempat tersebut, yang mengerjakan pekerjaan awal nya adalah orang suruhan Azlan, hampir setiap bulan Azlan datang, terkadang baru beberapa Minggu ia sudah datang lagi, kecuali Azlan sedang berada di luar kota atau luar negeri,tapi biasanya ia datang dengan wajah lelah dan terlihat selalu mengerjakan sesuatu menggunakan laptop nya
Bik Ida dan suami belum pernah melihat kedua orang tua Azlan, yang mereka yakini pemuda tampan tersebut pasti bukan dari keluarga sembarangan, mereka yakin Azlan adalah putra dari salah satu pejabat atau pengusaha hebat, terlihat jelas dari mobil nya yang sering bergonta-ganti dan pakaian nya yang terlihat barang mewah,serta makanan yang sering azlan bawa selalu terlihat jelas dari restoran atau tempat makan yang pasti mewah
Tapi yang membuat Bik Ida dan suami sedikit heran dan bertanya-tanya kenapa pemuda tampan tersebut tidak pernah membawa keluarga nya, apakah keluarga nya tidak berada di Jakarta atau Indonesia,dan juga apakah ia anak tunggal yang hanya sendiri tanpa saudara lainnya? pertanyaan itu sering muncul dalam hati pasangan paruh baya tersebut
Dan mereka juga belum pernah melihat wajah Azlan di layar televisi yang juga sering menampilkan wajah anak pa pejabat atau pengusaha hebat, yang mereka tau ada beberapa nama keluarga yang merajai dunia bisnis yang memiliki kekayaan luar biasa banyak, mereka memang tidak pernah tau nama panjang Azlan, karena Azlan terbilang sangat jarang menggunakan identitas keluarga nya di luar urusan bisnis,ia lebih sering memakai nama awalnya saja
Bik Ida dan suami suadah selesai membuat beberapa ikan bakar beserta dengan sambalnya,beliau langsung menata makanan yang sudah di lengkapi dengan buah-buahan dan minuman hangat serta air mineral di sebuah gazebo yang terletak tak jauh dari pondok pribadi milik Azlan
" Den .. makanannya udah siap " ucap Bik Ida seraya mengetuk pintu pondok tersebut
" Ia Bik sebentar,Ara baru selesai Shalat" jawab Azlan singkat
Bik Ida meninggalkan pondok tersebut dan menghampiri gazebo yang sudah menyediakan menu sederhana tersebut
Azlan dan Aira keluar dari pondok dengan pakaian yang berbeda, keduanya sudah berganti baju,Aira memakai dress rumahan dan hijab sederhana,Azlan memakai kaos dan celana jeans,terlihat lebih santai, keduanya langsung menuju gazebo tersebut dan langsung di layani dengan sangat baik oleh Bik Ida
__ADS_1
keduanya langsung makan dengan lahap membuat Bik Ida senang melihat pasangan muda tersebut yang memang tidak terlalu memilih tentang makanan,selesai makan Aira dan Azlan memutuskan untuk langsung pulang agar tidak terlalu larut sampai mansion,dan Aira juga mengatakan ia agak sedikit takut karena jalan yang harus mereka lalui sepi dan banyak terdapat perkebunan warga dan hutan bambu, jarak rumah warga saling berjauhan