
Azlan langsung melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya dan Aira,ia sangat tidak sabar ingin segera menemui gadis tersebut, ia ingin memastikan semua yang di ceritakan intan dan Nia padanya, sesampainya di apartemen ia menyerahkan kunci mobilnya pada satpam agar memarkirkan mobilnya dan ia langsung menuju lift khusus dirinya dan menekan angka lantai unit milik Aira
Sesampainya di lantai tujuan ia melangkah menuju pintu apartemen Aira, Azlan menekan bel beberapa kali, sebenarnya ia bisa saja langsung masuk tapi ia ga mau jika Aira tau bahwa Azlan sudah mengetahui sandi apartemen miliknya
Tak berselang lama pintu terbuka, setelah melihat dari layar yang datang Azlan,Aira membuka pintu walaupun dengan penuh tanda tanya, Azlan terbengong didepan pintu melihat pemandangan di depannya,Aira yang menggunakan baju tidur berbahan satin dan hijab rumahan, sungguh membuat hati Azlan goyah
" Ada apa lagi kakak malam-malam datang ke sini, ganggu banget tau ga sih" tanya Aira sambil sedikit ngomel, Azlan jadi tersenyum tipis
" Ada yang perlu kita bicarakan sekarang dan ini penting banget" jawab nya singkat dan langsung melangkah memasuki apartemen aira
" Tapi ini udah hampir tengah malam kak, apa kata orang kalau ada yang liat kakak masuk apartemen saya di jam segini?, mereka pasti akan berfikir negatif dan mengira kalau saya sering bawa masuk laki- laki" omel Aira masih berdiri di depan pintu, sedangkan Azlan Langsung duduk di sofa ruang tamu
" Kalau gitu kita bicara di Unit gue aja,unit gue ga ada tetangga nya dan gue ngizinin Lo sampai pagi disana" jawab Azlan santai
" Kak.....saya ga lagi becanda loh" ucap Aira dengan suara terdengar manja di telinga Azlan,ia sangat menyukai kalau gadis cantik tersebut terlihat dekat dengan nya seperti itu
" Ara...Lo bisa tenang dan duduk dulu gak? ntar gue bawa ke kamar Lo biar anggapan tetangga Lo jadi bener" tanya Azlan terdengar serius
Aira mencebikkan bibir nya kesal,apa tadi dia panggil Ara?, Aira langsung teringat almarhum Abinya yang selalu panggil dia Ara, katanya itu adalah panggilan sayang sang Abi, setelah 5 tahun ia ga pernah dengar lagi panggilan tersebut, malam ini ia kembali mendengar nya, tapi sayang itu keluar dari mulut cowok yang paling menyebalkan baginya
" Udah cepetan mau ngomong apa? ai ngantuk ni" ucap nya ketus setelah duduk di depan Azlan
" Sejak kapan...?" tanya Azlan terdengar ambigu
" Apanya...?" tanya aira bingung
" Lo ngandung anak gue...?" ucap Azlan terdengar serius, membuat Aira langsung melotot sempurna
" kakak gila ya...? siapa juga yang hamil, apalagi anak kakak, bersentuhan sama lawan jenis aja ga pernah kecuali kakak aja yang melebihi batas sama Ai, untung tinggal beberapa Minggu lagi" protes Aira, dan ngomel dengan sedikit bergumam
" Sejak kapan Lo jadi model dan agenci mana yang ngontrak Lo?" tanya Azlan serius
" Kenapa sih kakak mau tau banget urusan pribadi ai? perjanjian kita itu cuma sandiwara di depan temen sekolah, lagian kontrak nya juga udah tinggal beberapa kali pemotretan lagi kok" jawab Aira santai membuat Azlan geram
" Gue nanya serius ARA......" ucap Azlan dengan penuh penekanan, membuat Aira sedikit terkejut dan langsung menelan sliva nya
" Sejak sekolah menengah pertama di kota xxxxcc dengan agenci xxxxc brand milik Abbas group,kan Tante Rani salah satu desainer dan model di brand Abbas group, tapi sejak pertama ai masuk di agenci mereka ga ada hubungannya dengan Tante, kebetulan mereka ngadain pemotretan di kota xxxxcc dan mereka ketemu ai, lagian ai ga anggap itu sebagai job,ai mau terima karena merasa suntuk aja, apalagi pas baru pindah ke Jakarta dan belum ada temen" jawab Aira
" Sekarang udah ada temen kan?" tanya Azlan serius dan di angguki oleh Aira
__ADS_1
" Berati mulai besok kontrak kerja sama Lo dengan mereka selesai dan jangan pernah sekalipun lagi gue denger Lo jadi model di agenci atau brand manapun" ucap Azlan dingin
" Mana bisa gitu,ai harus bayar denda kalau ga sampai tuntas,dan satu lagi..emang kakak siapa ai? ngurusin masalah pribadi ai,kita itu cuma terikat perjanjian palsu yang kakak buat dan itu akan segera berakhir, sekarang kakak silahkan keluar ai mau istirahat" ucap Aira emosi sambil berdiri menuju pintu
" Almaira...." bentak Azlan yang sangat emosi mendengar ucapan Aira
" Lo bener banget hubungan kita memang hubungan palsu,atau Lo mau kita buat hubungan kita ini serius? Lo siap buat jadi ibu muda? kalau Lo siap Ok gue akan buat hubungan antara kita serius, serius banget malah" ucap Azlan terdengar sangat serius sambil tersenyum tipis menarik Aira dalam pelukannya, membuat tubuh Aira menegang
" Kak lepasin please... jangan seperti ini,kakak sangat merendahkan harga diri Ai kalau seperti ini" ucap Aira lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca, azlan menyadari itu dan langsung melepaskan nya
"Sekali lagi gue ingetin mulai malam ini tinggalkan profesi model Lo,Lo tau kan apa yang akan gue lakuin kalau Lo berani bantah gue? dan satu lagi jauhi anak pemilik agenci itu,dia ga baik buat Lo, gue kenal dia sejak sekolah menengah di Roma" ucap Azlan serius
" Ia karena kalian sama kan? sama- sama play boy dan player" jawab Aira singkat, Azlan tersenyum miring
" Tapi kayaknya gue bakalan berubah kalau yang jadi obat nya Lo" jawab Azlan singkat dan langsung melangkah keluar meninggalkan apartemen Aira, tanpa mereka sadari ternyata dude melihat kedatangan Azlan dan saat Azlan pergi, tapi ia juga ga terlalu berani ikut campur karena ia sangat tau siapa Azlan,ia ga mau bisnis keluarga nya hancur hanya karena berurusan dengan putra tunggal keluarga Abbas tersebut
Dan dude juga yakin Aira ga mungkin berbuat sesuatu yang tidak baik,ia sudah mulai tau asal usul gadis cantik tersebut, yang ada dalam benak nya saat ini apakah benar tentang gosip para guru yang mengatakan bahwa calon menantu kesayangan keluarga Abbas bersekolah di sekolah tempat nya magang, apakah Aira orang nya? tapi Mereka tidak pernah terlihat romantis,malah sebaliknya sering terdengar berselisih paham
Aira Langsung menutup rapat pintu nya dan menyandarkan tubuhnya di balik pintu,ia menyeka air matanya yang membasahi pipinya, Aira meremas kuat dadanya yang terasa sangat sesak, kenapa semenjak ia tinggal di Jakarta hidup nya terasa begitu banyak masalah dan masalah tersebut selalu datang dari azlan, ingin rasanya ia kembali ke kota asal nya dan tidak lagi bertemu dengan orang-orang yang menurutnya sangat aneh dan pemaksa
Aira melangkah dengan sedikit sempoyongan menuju kamar nya,ia ingin langsung tidur agar bisa melupakan masalah nya walaupun cuma sejenak saja, dan besok pagi baru ia akan memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya
Sementara Azlan masih sangat merasakan emosi atas ucapan Aira, ingin rasanya ia membungkam mulut gadis cantik itu dengan bibirnya, " bukan nya berterimakasih malah marah" batin Azlan geram
Azlan memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing, besok sudah pasti ia tidak akan datang ke sekolah, setelah membersihkan wajahnya dan berganti pakaian ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya,ia kembali teringat dengan ucapan Aira yang mengatakan sandiwara mereka hanya tinggal beberapa Minggu lagi,ia harus kembali menghadapi para wanita alay
Azlan bahkan belum menemui kedua orang tuanya untuk bernegosiasi tentang perjodohan yang sudah mereka rencanakan,ia belum menunjukkan pada kedua orang tuanya bahwa ia sudah memiliki kekasih yang juga wanita baik- baik dan berhijab pula, walaupun sebenarnya palsu, yang terpenting ia bisa meminta agar kedua orang tuanya membatalkan perjodohan tersebut
Akhirnya Azlan tertidur dengan sendirinya,ia benar-benar sangat kelelahan, walaupun demikian ia masih bisa meraih nilai terbaik di sekolah dan menyelesaikan pekerjaan nya di kantor walaupun ia dibantu oleh sang asisten pribadinya dan asisten sang ayah, tapi kecerdasan nya memang patut di acungi jempol, membuat banyak dari rekan bisnis ayah nya meminta menjodohkan nya dengan putri mereka,tapi sayang tuan Omar langsung menolak secara halus dan mengatakan dengan terang- terangan bahwa sang putra telah mereka jodohkan dengan putri dari salah satu Almarhum pemuka agama
Pagi menjelang mentari pagi mulai bersinar memasuki setiap celah gorden di kamar kedua insan muda yang terlihat masih sangat nyaman dibalik selimut halus nya,mata indah dengan bola mata biru tersebut mulai mengerjab berlahan dan ia baru mulai menyadari ternyata hari sudah sangat terang,bergegas ia bangkit dari ranjang empuk nya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan sekolah, karena sedang cuti Shalat Aira tidak terlalu terburu- buru
Begitu pula dengan Azlan ia yang juga baru terbangun langsung menuju kamar mandi,ia sedikit terburu-buru, selesai dengan mandinya ia langsung menuju walk in closet untuk berpakaian, Azlan memakai jas lengkap dengan dasinya,ia benar-benar terlihat tampan dan sangat berwibawa, setelah merasa cukup ia langsung meraih handphone nya dan notebook kerja miliknya, Azlan melangkah menuju pintu seraya mengenakan jam tangan branded nya
Hal yang sama juga dilakukan Aira, setelah merasa cukup rapi dan tidak kurang apapun,ia memakai jam tangan nya dan meraih handphone dan tas sekolah nya,ia langsung meninggalkan apartemen nya menuju lift, saat lift terbuka Aira sedikit terkejut dan tertegun saat melihat ada Azlan di dalam lift, yang membuat nya tertegun adalah penampilan pria tampan tersebut, kenapa ni cowok ga menggunakan seragam sekolah dan malah berpakaian seakan ia adalah seorang CEO
" Cepetan masuk dah siang ni,Lo mau telat masuk sekolah dan dapat hukuman?" tegur Azlan menyadarkan Aira dari lamunannya
Aira Langsung melangkah memasuki lift, kedua insan muda tersebut sama-sama diam, keduanya terhanyut dengan fikirkan masing-masing sampai lift berhenti di lantai dasar
__ADS_1
Aira Langsung menuju lobby dan menunggu taksi online pesanan nya datang, sedangkan Azlan langsung menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan lobby apartemen mewah tersebut bersama sang supir pribadinya, sebelum masuk ia melihat Aira yang masih berdiri sambil melihat jam yang melingkar di tangan nya
" Masuk.. waktu Lo cuma tinggal 30 menit lagi" ucap Azlan terdengar memerintah
" Siapa..,saya..?" tanya Aira sambil menunjuk dirinya
" Emang ada orang lain di sini,ayok cepetan" ucap Azlan terdengar maksa, sedangkan sang supir masih setia berdiri tegak di samping pintu mobil sang tuan muda
" Ga usah kak,ai udah pesan taksi online.. sebentar lagi juga nyampe" jawab Aira sedikit tidak enak melihat supir Azlan yang terlihat sedikit menunduk hormat pada nya
" Mau masuk sendiri atau gue gendong...? batalin taksi Lo" ucap Azlan tegas membuat Aira langsung melangkah memasuki mobil mewah buatan Eropa tersebut,ia duduk tepat di sebelah Azlan dan sang supir langsung menutup pintu mobil tersebut, dengan sedikit berlari supir pribadi Azlan tersebut langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi
" Cepetan jalan mang,kita ke sekolah dulu.." ucap Azlan singkat sambil terlihat sibuk dengan notebook dan handphone nya
" Baik den" ucap sang supir terdengar patuh seraya melajukan mobil tersebut meninggalkan apartemen menuju sekolah sang tuan muda
📱-" Om handle aja dulu semuanya, mungkin saya akan terlambat sekitar 10 menit aja" ucap nya singkat sambil melirik jam tangannya
📱-" .......
📱-" Semua berkasnya sudah lengkap kan? saya sudah mempelajari nya dari Email yang om kirim semalam, saya ga mau kalau nanti ada banyak kesalahan, waktu saya ga banyak dan hari ini jadwal saya padat" ucap nya serius tanpa mengalihkan perhatian dari benda pipih nan canggih di pangkuan nya tersebut
Aira sesekali melirik ke arah Azlan dan benda yang terlihat dapat membuat Azlan mengalihkan perhatian nya dari yang lain, terlihat jelas layar benda tersebut menunjukkan grafik yang menunjukkan perkembangan sesuatu, walaupun Aira tidak tau apa tapi ia yakin grafik tersebut mengarah pada perkembangan keuangan atau penjualan pada perusahaan besar
Sekitar 20 menit mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah,Aira yang menyadari sudah sampai langsung turun dengan sedikit canggung karena supir Azlan sudah lebih dulu membuka pintu mobil tersebut
" Terimakasih" ucap Aira singkat dan hanya di balas Anggukan kepala oleh Azlan
Aira melangkah memasuki gerbang sekolah dengan sedikit berlari kecil, dari dalam mobil azlan tersenyum melihat tingkah gadis cantik tersebut yang terkadang terlihat seperti anak sekolah dasar,tanpa ia sadari bahwa sang supir sejak tadi memperhatikan nya
" Nona itu sangat cantik ya den, seperti artis-artis luar negeri,pas di lobby apartemen tadi saya kira manekin bukan manusia,eh ternyata manusia beneran,habisnya cantik banget,itu calon nona muda ya den" tanya sang supir yang memang sudah akrab dengan Azlan sejak kecil, beliaulah yang selalu mengantar jemput kemanapun Azlan pergi
Uhuk Uhuk Uhuk
Azlan langsung terbatuk saat mendengar pertanyaan sang supir, membuat ia sadar dari lamunannya dan memerintahkan sang supir untuk jalan
" jalan Mang..mana ada calon..kan mamang tau Ayah sama bunda udah jodohin gue,ga tau deh sama anak siapa" ucap Azlan terdengar lemah
" Yang sabar den,terima aja dengan ikhlas dan lapang dada,mamang yakin pasti itu pilihan yang terbaik untuk masa depan Aden kelak, dan pasti juga cantik,kan ga mungkin tuan dan nyonya besar nyari menantu asal asalan,tapi nona tadi itu beneran cantik banget ya den berhijab lagi,gimana kalau ternyata yang di jodohin sama Aden kayak gitu juga orang nya?" tanya sang sopir tersenyum tipis
" Mending kalau kalau kayak gitu,lah kalau ternyata kayak ondel-ondel Betawi..? buat mamang aja ya" jawab Azlan asal
__ADS_1
" Lah kok buat mamang...? trus istri mamang mau dibawa kemana den?" jawab sang supir membuat Azlan tertawa geli
Mereka sampai di kantor dan Azlan langsung menuju ruang meeting utama yang memang terletak di lantai dasar bersebelahan dengan aula, Sesampainya Azlan semua yang ada di ruangan tersebut langsung berdiri memberikan penghormatan mereka dan suasana mulai terasa tegang