DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
47


__ADS_3

Karrel Langsung meninggalkan taman tersebut dan menuju kantin karena kedua sahabat nya memang telah berada di kantin seperti biasanya "


Karrel masih berusaha untuk tersenyum saat tiba di meja para sahabatnya, dalam hati ia sangat yakin bahwa hubungan antara aira dan Azlan bukan hanya sekedar pacaran,ia yakin mereka memiliki hubungan yang lebih serius dari itu,...


" Dari mana aja Lo?" tanya kedua teman karrel


" Abis dari taman ngomong penting Sama Almaira" jawab karrel jujur


" Hasilnya?" tanya lagi keduanya


" Pawang nya datang..." jawab karrel dengan menggidikkan bahu nya


Kedua temannya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban jujur dari karrel, pria tampan tersebut memang selalu terbuka pada kedua temannya hanya saja ia tidak terlalu suka menunjukkan kesedihan nya pada mereka


" Trus Lo kalah?" ledek mereka


" Aira sendiri yang bilang jodoh itu sudah di atur oleh Tuhan,gue yakin hubungan mereka ga cuma sekedar pacaran tapi lebih serius dari itu,ga mungkin Aira yang cuma kita deketin aja menghindar tapi ga nolak waktu azlan meluk dia posesif di depan gue juga semua sahabat mereka " jawab karrel


" Lo beneran?, jadi penasaran gue,Lo ga coba tanya ke bokap Lo,kan mereka kerja sama udah lumayan lama " tanya salah satu teman karrel


" Gue pernah nanya, tapi bokap minta ke gue buat jauhi Aira dan lupakan dia, kalau ga mau agenci dan beberapa perusahaan kami hancur " jawab karrel menceritakan


" Itu artinya hubungan mereka serius dan melibatkan keluarga" jawab teman karrel lagi


Mereka kembali melanjutkan makan mereka yang tadi sempat tertunda karena obrolan mereka, sedangkan di taman sahabat dari keduanya masih menatap dua insan yang tak lain sahabat mereka itu dengan ribuan pertanyaan, tapi keduanya terlihat tampak Santai saja menanggapi pandangan para sahabatnya


" Bisa tolong kalian jelaskan hubungan seperti apa sebenarnya yang sedang kalian jalin sekarang?tanya intan serius


" Dan kami tau siapa kalian, jangan lupakan itu,sejauh apa sudah hubungan kalian?" tambah Alif, sedangkan afkar memilih duduk di kursi taman tanpa ingin ikut campur


"Kalau gue cuma mau titip ponakan satu aja dulu ga papa,Lo berdua udah tau kan cara praktek biologi nya?" tiba-tiba afkar buka suara membuat yang lain geram langsung menoyor kepala nya yang menurut mereka hanya berisi hal-hal mesum doang


" Yang pastinya hubungan kami ga akan merugikan siapapun,kami serius dengan ini semua, kalian ga perlu khawatir " jawab Azlan singkat


Azlan langsung menarik tangan Aira membawanya ke ruangan pribadi miliknya yang terdapat disekolah tersebut,ia harus menghukum istri cantiknya itu karena tidak menolak ajakan karrel untuk bertemu di taman


Sementara para sahabat keduanya hanya bisa melongo dengan jawaban singkat Azlan, ingin rasanya mereka menghadiahi bogem mentah untuk cowok dingin yang sayangnya memiliki wajah tampan itu


Setelah sampai di ruangan tersebut azlan langsung mengunci pintunya dari dalam dan mendudukkan Aira di sofa yang tersedia di ruangan tersebut


" Jelaskan " ucap Azlan dingin


" Apanya?" tanya Aira polos


" Kenapa kamu ga nolak waktu dia ngajak kamu ke taman?" tanya Azlan


" Ga enak dong kak, karrel cuma minta waktu sebentar katanya penting " jawab Aira masih santai,ia belum melihat wajah marahnya azlan


" kamu sadar kalau kamu itu udah punya suami?,dan kamu seharusnya tau kan seorang istri itu harus izin suami kalau mau bertemu seseorang?" tanya Azlan lagi


" Maaf... tadi tu katanya cuma sebentar aja" jawab Aira


" berarti kalau aku ketemuan dengan wanita lain juga ga pa pa kalau cuma sebentar? kamu tau waktu sebentar itu aku bisa peluk dan cium seseorang?" tanya Azlan membuat Aira langsung menatap wajah Azlan


" Tapi kami tadi kan ga ngapa-ngapain kak..,cuma bicara aja" jawab Aira geram


" mulai sekarang jangan pernah kamu bertemu dengan pria manapun tanpa aku" ucap Azlan


" kakak juga kan?" tanya Aira polos membuat Azlan menatap geram pada gadis lugu nancantik dihadapannya tersebut, ingin rasanya ia menjadikan gadis tersebut miliknya seutuhnya, apalagi mereka memang sudah halal


Azlan tidak menjawab ia malah merapatkan tubuhnya pada Aira, membuat Aira sedikit bergeser, Azlan langsung merebahkan tubuh Aira di atas sofa tersebut dan mengukungnya,ia menempelkan dahi mereka, perlahan Azlan mulai mexxccc lembut bibir Aira membuat Aira sepontan mengalungkan tangannya di leher Azlan

__ADS_1


Azlan sedikit mengangkat hijab Aira dan mengecup lama leher putih jenjang Aira, memberikan beberapa tanda kepemilikan nya disana,Aira yang merasa geli sedikit menggeliat kan tubuh nya,membuat Azlan semakin bergairah


" Kakak geli..." ucap Aira pelan di telinga Azlan seraya meremas rambut dan seragam Azlan


" Sayang....kamu janji jangan pernah izinkan pria manapun menjamah tubuh kamu ya, semua ini milik aku... hanya untuk aku,dan aku ga tau apa yang bisa aku lakukan pada mereka jika ada yang berani sentuh kamu" Ucap azlan dengan suara serak karena harus menahan gairahnya yang entah mengapa tiba-tiba timbul seakan-akan ga bisa dikendalikan


Aira mengangguk patuh dan membalas pelukan Azlan yang terasa berbeda,Aira merasa Azlan seperti seseorang yang sedang menahan sakit dan butuh pelukan orang lain, tanpa ia tau bahwa suami tampan itu tengah menaha gairah untuk menjamah nya


Lama keduanya saling berpelukan,sampai Aira berbisik sesuatu yang membuat azlan sadar dan langsung melepaskan pelukannya


" Kakak...berat.." ucap Aira pelan seraya sedikit menepuk bahu azlan


" Maaf....nanti di mansion kita lanjutin ya" ucap Azlan sambil menciumi seluruh wajah Aira, membuat Aira tertawa geli


Azlan sangat bahagia melihat tawa Aira dan ia selalu terpesona dengan wajah cantik istrinya tersebut, seandainya bisa dan ga akan menyakiti istrinya ingin rasanya ia mengurung istrinya tersebut di mansion,agar hanya dia yang bisa memandang Aira


" Kita pulang ya" ajak Azlan tiba-tiba


" Tapi kan belum waktunya pulang kak" jawab Aira


" Aku lagi ga bisa fokus.... percuma juga kalau masuk,kamu tunggu disini jangan kemana-mana aku ambil tas kita bentar " ucap Azlan


" Tapi ..kak"protes Aira


" Hust... nurut atau aku makan kamu disini " jawab Azlan mengancam


Aira hanya bisa cemberut mendengar ancaman suami nya,ia tau Azlan ga akan merubah keputusannya, lebih baik nurut dari pada ia akan benar-benar membuktikan ucapannya,Aira menggeleng membayangkan kalau sampai Azlan melakukan lebih dari yang tadi padanya, sedangkan mereka masih disekolah


Azlan meninggalkan Aira sendiri di ruangan tersebut,ia menuju kelas nya mengambil tas miliknya dan langsung menuju kelas Aira untuk mengambil tas istrinya tersebut


" Bilang ke guru kalian nanti Aira izin" ucap nya singkat pada Nia dan melodi, kedua gadis sahabat Aira itu hanya menganggukkan kepala


Sampai di ruangan tersebut ia melihat Aira yang sedang asyik dengan handphone nya,ia langsung menghampiri Aira dan mengecup singkat kepala Aira, membuat Aira sedikit terkejut dan langsung mendongak menatap wajah azlan


" Udah?" tanya Aira sambil berdiri dari duduknya, azlan mengangguk, keduanya langsung menuju parkiran, banyak pasang mata yang melihat keduanya tapi azlan ga perduli kan itu semua,Azlan langsung melajukan mobilnya meninggalkan parkiran, satpam yang sudah tau itu mobil milik siapa langsung membuka gerbang


" mau makan apa?" tanya Azlan saat mereka sedang di perjalanan


" makan di mansion aja ya" jawab Aira dan di setujui oleh azlan


Mereka langsung menuju mansion utama, rencananya Azlan akan ke kantor setelah mengantarkan Aira,baru saja tadi Dodi menelfon nya dan meminta nya untuk datang ke kantor setelah pulang sekolah,ada hal penting yang harus mereka bicarakan


Sampai di mansion azlan langsung memasuki gerbang tinggi rumah mewah tersebut dan menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama mansion, Azlan mengantarkan Aira sampai kedalam, selesai mengecup singkat kening Aira ia langsung keluar dari mansion dan kembali memutar arah mobilnya meninggalkan mansion


Azlan melajukan mobilnya menuju kantor pusat Abbas group,selang beberapa menit ia tiba di kantor dan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus dirinya,ia langsung memasuki kantor dan menaiki lift menuju ruang pribadi nya


" Mbak bilang ke Dodi segera ke ruangan saya" perintah nya tegas pada sang sekretaris


" Baik Tuan muda" jawab sekretaris tersebut seraya mengangguk patuh dan hormat


Azlan langsung memasuki ruangan nya,ia sedikit memijat keningnya yang sedikit terasa pusing, tapi karena asistennya mengabari ada hal penting yang harus mereka bicarakan membuat azlan terpaksa datang ke kantor Ayah nya tersebut


Tak berselang lama terdengar suara pintu ruangan nya diketuk


Tok tok tok


" masuk" ucap Azlan memerintahkan orang yang berada di balik pintu yang sedang meminta izin nya untuk masuk ke ruangan tersebut


Pintu terbuka menampilkan sang asisten yang memasuki ruangan tersebut,Azlan membenarkan posisi duduknya yang semula bersandar di sandaran kursi kebesaran nya menjadi duduk tegak pertanda bahwa dirinya siap mendengarkan apa yang akan di disampaikan oleh sang asisten pribadinya


" Ada apa?" tanya Azlan dengan tatapan lurus pada Dodi sang asisten

__ADS_1


" Itu bos Mal yang sedang di bangun di kota xccc terpaksa di hentikan karena tiba-tiba saja pihak pemerintahan setempat mengatakan bahwa surat izin nya tidak bisa di keluarkan dan mereka meminta untuk bertemu langsung dengan pemiliknya " jawab Dodi sedikit gugup


Hufffff


Dimas menghela nafasnya berat, memang dia punya waktu mengingat Minggu depan adalah Minggu tenang nya di sekolah sebelum mengikuti ujian kelulusan,tapi ia berencana akan mengajak Aira untuk menginap beberapa malam di danau pribadi miliknya,ia ingin menghabiskan beberapa hari bersama sang istri sebelum di sibukkan dengan ujian nya


" Atur jadwal keberangkatan kita secepatnya" ucap azlan singkat dan langsung di angguki oleh dodi,ia tidak mau banyak bertanya lagi, karena ia sudah bisa menebak dari wajah Bosnya ia yakin bahwa bos muda nya tersebut mood nya sedang sangat buruk


Setelah Dodi keluar Azlan mengguyar rambutnya kasar,ia merasa sangat frustasi karena entah mengapa hari ini seperti sangat ingin menjamah sang istri, entah dari mana pemikiran liar nya itu muncul, padahal sejak dari mereka menikah beberapa bulan lalu,ia masih bisa menahan dirinya


Tubuhnya memang berada di kantor, tapi hati dan fikiran nya terus membayangkan wajah cantik Aira yang tadi terlihat sangat membuat nya bergairah saat mereka berada di ruangan pribadi nya di sekolah


Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu,Azlan memerintahkan untuk masuk yang ia tau itu pasti asisten nya


" Bos bagaimana kalau malam ini kita berangkat jadi besok pagi kita bisa langsung menemui walikota xxxxcc, perihal surat izin tersebut, karena saat kita rapat disana semuanya sudah sangat jelas menyetujui rencana kita tentang pembangunan maal sekaligus apartemen tersebut " ucap Dodi


" Baiklah, siapkan semua berkasnya dan jangan lupa bukti pernyataan persetujuan mereka saat kita mengadakan rapat di kota xcccvv" ucap Azlan mengingatkan


" Baik Bos" jawab Dodi singkat


" Ok saya akan pulang dan jemput saya nanti di mansion " ucap Azlan


" Baik Bos " jawab Dodi patuh


Azlan meninggalkan ruangan nya, sedangkan Dodi menuju ruangan miliknya,ia harus segera menyiapkan semua berkas yang di perlukan, baru ia akan pulang ke apartemen nya menyiapkan kebutuhan pribadinya untuk keluar kota


Dodi menyampaikan beberapa pesan pada sekretaris Azlan,ia langsung menuju apartemen dan bersiap, sesampainya di apartemen ia segera membersihkan dirinya dan berganti baju,tak lupa ia juga menghubungi pihak penerbangan untuk menyiapkan jet pribadi keluarga Abbas menuju ke kota xxxxcc


Selesai dengan urusan nya ia langsung meninggalkan apartemen nya dengan sebuah koper kecil dan langsung menuju mansion sang bos


Tak jauh berbeda dengan sang sekretaris,Azlan juga sedang menyiapkan dirinya, setelah tadi mengatakan pada Aira tentang keberangkatannya yang dadakan itu,Aira mengerti dan langsung menyiapkan kebutuhan Azlan saat di luar kota


Aira langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian karena sedikit gerah setelah membantu Azlan, Aira keluar dari kamar mandi dan sudah memakai dress panjang rumahan,ia menyisir rambutnya di depan cermin dan sedikit mengoles bedak di wajahnya, baru saja ia meraih lip tin akan memakai nya, suara berat Azlan menghentikan nya


" Cukup... jangan pakai itu " ucap Azlan menghentikan kegiatan Aira


"kalau ga ada aku jangan berias berlebihan dan jangan keluar mansoin tanpa mengabari aku, kecuali ke sekolah, Mang Didi akan jadi supir kamu seperti biasanya" titahnya tak terbantahkan


" Ia kak..." jawab Aira patuh


" Kiss nya mana...? aku mungkin sampai beberapa hari loh disana" ucap Azlan menggoda


" Kakak... malu..." jawab Aira menunduk malu, Azlan tersenyum dan langsung menarik Aira dalam dekapan nya


CUP


Azlan mengecup lama bibir Aira, melihat tak ada penolakan ia lebih memperdalam ciuman nya dengan luxxx lembut,dan turun ke leher jenjang Aira, Azlan kembali memberikan beberapa tanda kepemilikan ya diasana


****....umpat nya dalam hati, gairah nya kembali naik,membuat ia cepat -celat melepas kecupan nya di leher Aira dan langsung memeluk erat tubuh Aira


CUP cup cup


Azlan menciumi seluruh wajah Aira,ia memandang lama wajah cantik istrinya,membuat Aira malu dan salah tingkah


" Kakak kenapa liat nya gitu?" tanya Aira sambil menunduk


" Kenapa...? ga boleh liat istri sendiri? yang lain aja boleh, apalagi kalau cuma liat" jawab Azlan menggoda


" Baiklah Tuan muda silahkan diliat" jawab Aira sambil langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan


Membuat Azlan tertawa geli dan membalas pelukan Aira,berat rasanya ia meninggalkan Aira

__ADS_1


" Sayang...kamu disini hati-hati ya,ingat jangan kemana-mana dan tunggu aku pulang,aku janji ga akan lama,dan akan menyelesaikan semuanya secepat mungkin" mohon Azlan


Aira hanya mengangguk lemah dalam dekapan Azlan, matanya mulai berkaca-kaca,ia ga mau bicara takut airmatanya akan langsung tumpah,Aira mengantarkan Azlan sampai di depan pintu,lagi-lagi keduanya saling berpelukan, setelah Azlan mencium kening Aira dan Aira sudah menyalami nya, akhirnya Azlan dan sang asisten meninggalkan mansion menuju Bandara


__ADS_2