DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
11


__ADS_3

Hari terus berganti menjadi Minggu dan liburan yang para pelajar rasakan kini telah usai, semua pelajar akan kembali memulai sekolah mereka,baik itu menjadi murid baru di sekolah baru atau masih tetap di sekolah lama dengan kelas yang berbeda, liburan kali ini Azlan memilih ikut bersama Opa dan Oma nya ke Roma Italia, dengan alasan ia ingin mengantarkan Opa dan Oma nya pulang setelah mengunjungi mereka


Berbeda dengan Aira ia harus merawat sang umi yang sakit-sakitan dan tidak mau di rawat di RS,Aira sampai meminta pada agenci nya untuk menunda pemotretan nya beberapa Minggu sampai ia masuk sekolah dan untungnya mereka bisa menerima dan mengabulkan permintaan Aira


Hari ini Aira mulai bersekolah di sekolah baru nya,ia sudah menjadi pelajar sekolah menengah atas, memakai seragam putih abu-abu dan ia mulai melangkah menuju depan rumah untuk menunggu angkutan umum, sejak sang umi sering sakit-sakitan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah peninggalan kedua orang tua uminya tersebut


Aira menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih,kini ia dan beberapa teman lainnya sudah sampai di depan gerbang sekolah tujuan mereka,Aira melangkah kan kakinya memasuki gerbang sekolah tersebut, mulai hari ini ia harus mengulangi seperti dulu ... sendiri tanpa teman yang dekat dengan nya, untung nya disekolah tersebut banyak dari mereka yang sekolah di SMP sebelah yang sama dengan Aira


Proses perkenalan bagi siswa baru akan di mulai hari ini dan akan berlangsung selama satu Minggu,Aira dan teman teman seangkatannya mulai memasuki lapangan dan berbaris rapi, mereka mulai mendengar beberapa nasehat dari kepala sekolah dan beberapa peraturan yang di umumkan oleh ketua OSIS yang tak lain adalah Andi


tak jauh berbeda dengan di Jakarta, sekolah elit tersebut tengah memberikan beberapa masukan dan beberapa nasehat dari kepala sekolah,para anggota OSIS juga sudah menyiapkan beberapa keperluan untuk masa proses perkenalan para pelajar baru


Azlan berdiri di atas podium setelah sang kepala sekolah turun, Azlan mengumumkan peraturan sekolah tersebut yang di ciptakan oleh Para anggota OSIS, semua pelajar wanita berteriak histeris saat melihat sang idola mereka berdiri gagah didepan mereka


Azlan terlihat sangat tenang dan tidak sedikit pun menunjukkan sikap grogi,ia langsung turun setelah mengumumkan hal tersebut, selanjutnya mereka akan mulai masa perkenalan tersebut dengan memerintahkan para anak baru berbaris rapi di lapangan


Dalam masa perkenalan tersebut tidak terlalu banyak yang mereka lakukan, para anggota OSIS hanya mengingatkan semua tentang peraturan sekolah tersebut dan bagaimana cara menjaga sikap sebagai junior di sekolah tersebut


Nia sudah mulai menemukan teman baru,kini ia tengah beristirahat bersama seorang gadis imut,namanya melodi ia sangat ramah dan juga sopan,Nia merasa nyaman bersama gadis yang bernama melodi tersebut


" Nia Lo tau ngga...?" tanya nya pada Nia


" Apaan..?" jawab Nia


" Gue tuh ngefans banget sama kak Azlan, kakak ketua OSIS kita,sumpah cakep banget ya,Lo liat deh itu" ucap melodi sambil mengunyah makanan


" Ia emang cakep,denger- denger sih anak Sultan,kalau di perhatikan wajah nya mulus banget kayak cewek, tapi Lo juga harus hati- hati,kata temen gue yang sekolah di sini kakak itu play boy banget" jawab Nia sambil sekilas melirik ke arah Azlan


" Katanya sih ia,tapi wajar sih doi play boy semuanya mendukung sih,duit banyak,wajah super tampan dan IQ nya juga wow, cewek mana sih yang ga mau kalau di jadikan pacarnya?,gue aja mau nyoba pacaran sama yang good looking gitu" jawab melodi sambil tersenyum genit


" ada aja Lo, tapi temen- temen nya juga ga kalah cakep kok, tapi kalau gue takut pacaran sama cowok yang kayak mereka..,takut ga sanggup waktu di putusin, hehehe" canda Nia membuat kedua gadis tersebut tertawa cekikikan


Saat mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba intan datang menghampiri mereka,ia membawakan Nia minuman botol dan beberapa jenis roti


" Asyik banget ya ngobrol sama temen baru, sampai lupa sama kakak seniornya" ucap intan bercanda sambil menepuk pundak Nia


" Eh kak intan... bukan nya lupa kakak cantik,tapi gue segan aja mau panggil kakak,ntar dikira mau ngerayu anggota OSIS supaya ga disuruh panas- panasan" jawab Nia sambil tersenyum

__ADS_1


" Alesan Lo emang selalu tepat,sicantik apa kabar ya,gue kangen banget sama dia, kasian dia tinggal sendiri di sana,trus kata Akbar uminya juga


sering sakit-sakitan sekarang" ucap intan serius


" semalam sih gue nelfon dia kabarnya baik dan dia sekarang ngekos ga terlalu jauh dari sekolah,ia akhir-akhir ini Umi Aisyah memang sering sakit dan mereka juga udah ga tinggal di pondok lagi, mereka udah tinggal di rumah eyang nya Aira" jawab Nia sedikit menjelaskan


"oh ia melodi kenalin ini salah satu sahabat gue namanya kak intan,dulu kami juga satu sekolah saat SMP di kota xxxcc, sebenarnya ada satu lagi cewek, tapi dia melanjutkan sekolahnya di sana" ucap Nia mengenalkan teman baru nya


" aku melodi kak,seneng bisa kenalan sama kakak cantik" ucap melodi sedikit bercanda


" Intan, kalau kayak gue di bilang cantik bakal banyak banget cewek cantik di sekolah ini,trus yang jelek nya mana..?" canda intan ramah, membuat melodi mengagumi sosok cantik intan


"kan ada gue yang jelek nya,tapi gue imut dan manis ya... jangan lupa itu" jawab melodi sambil menunjukkan barisan gigi putih nya


" Narsis Lo" jawab intan dan Nia barengan sambil menoyor kepala melodi


" ya udah deh kalian lanjut makan nya,gue mau ke temen yang lainnya" ucap intan dan di angguki oleh nia


" Ok kakak cantik,tapi gue minta tolong salam buat kakak cakep banget itu yah.. yang ketua OSIS" ucap melodi genit


Nia dan melodi langsung tersenyum kecut dan mereka kembali melanjutkan makan dan minum mereka,sambil sesekali mengobrol tentang sekolah lama mereka,temen- temen mereka dan alamat tempat tinggal mereka


" Jadi Lo punya kakak cowok..? sekolah di sekolah farmasi,trus Lo kenapa ga ikutan kayak Abang Lo?"


" Yoi..gue ga hoby sekolah yang bersangkutan dengan kesehatan dan juga Otak gue ga bakalan sanggup,dia udah kelas 12 dan rencana nya dia akan lanjut di universitas yang sejalur dengan sekolah nya" jawab Nia


"cakep ngak Abang Lo..? kenalin ke gue dong" goda melodi


" Nih orang nya, ngapain Lo minta kenalan ke dia..?rugi aja dia ga bakal naksir cewek lain" jawab Nia apa adanya


" Buset cakep ya,teus apa tadi Lo bilang ga bakal naksir cewek lain..? Emang dia udah punya pacar? wajar sih cakep gitu" ucap melodi dengan ekspresi yang dibuat sekecewa mungkin


" ya... dia belum punya pacar..tapi dia itu naksir berat sama sahabat gue si cantik" jawab Nia lagi


" trus kalau naksir kenapa ga di ajak pacaran aja..?, jangan- jangan Abang Lo pebinor lagi" jawab melodi lagi sambil melotot


" enak aja Lo bilang Abang gue pebinor... yang dia naksir tuh cewek muslimah dan ga mau pacaran" jawab Nia ketus

__ADS_1


" ya sorry..gue kira pebinor, emang cantik ya sahabat Lo itu?" tanya melodi


"banget..baik lagi" jawab Nia sambil menunjukkan layar depan handphone nya yang menampilkan foto wajah nya dan Aira


" Astaga...wow itu beneran orang...?, ga lucu ya kalau Lo foto dengan manekin di toko hijab trus Lo bilang itu sahabat Lo, sumpah itu cantik nya ga ada obat' ucap intan kaget


" cantik banget kan,Lo pikir gue gila foto bareng manekin, namanya Almaira Az-Zahra..dia anak ustadz,tapi Abinya udah ga ada dan dia cuma tinggal sama umi nya, Abang gue kayak cinta mati gitu ke dia, kadang gue aja minder jadi sahabat dia, udah cantik muslimah lagi,lah gue hijab aja ga pake" jawab Nia sambil tersenyum


" kalau wajah nya kayak begituan gimana nggak Abang Lo naksir berat,gue yang cewek aja galau liat kecantikan nya, apalagi para cowok normal, sumpah ini baru pertama kali gue liat cewek sesempurna itu,artis aja ga segitunya" ucap melodi


"kak intan itu sayang banget sama Aira, dan adalagi kak Akbar yang sekarang sekolah di SMK sebelah,dia juga sayang and naksir berat sama Aira, tapi yaaaaa gitu deh cukup dirasakan dalam hati aja" jawab Nia terdengar miris


" tapi jujur gue jadi penasaran, cewek kayak sahabat Lo itu,kira- kira jodoh nya itu seperti apa ya wujud nya,apa dia juga bakalan sama cowok yang juga cakep kayak ketua OSIS kita misalnya" ucap melodi membuat Nia menggidikkan bahunya


Sedangkan di sekolah baru nya Aira sudah jadi murid terfavorit di sekolah tersebut, membuat Andi tidak terlalu suka dengan semua itu dan ia juga kasihan melihat Aira yang terlihat sangat tidak bersemangat, sehingga wanita cantik tersebut terlihat lebih pendiam dan tidak lagi ceria.


Hari- hari Aira kini ia lalui dengan belajar dan melakukan pemotretan saat agenci yang mengontrak nya menelfon,ia terbilang gadis yang jarang bergaul dengan orang lain, jika tidak ada jadwal pemotretan maka ia akan langsung pulang untuk mengunjungi Umi nya yang semakin hari kesehatan nya semakin berkurang


Aira dan Andi bahkan terbilang sangat jarang barengan sejak Nia juga pindah Aira memang menghindari seniornya tersebut, karena sangat tidak mungkin baginya untuk jalan atau ngobrol hanya berdua saja dengan Andi yang sudah sangat jelas pria itu bukan lah muhrim untuk nya


Intan dan Nia masih sangat rutin menghubungi gadis cantik tersebut, dan menanyakan tentang perkembangan kesehatan Umi Aisyah serta tentang profesi Aira sekarang, kedua sahabat nya tersebut juga merasa khawatir saat Aira melakukan pemotretan terkadang sampai malam ia baru bisa pulang, walaupun menggunakan taksi, tapi itu tetap membuat mereka merasa khawatir, tanpa mereka tau bahwa ada Andi yang secara diam-diam selalu mengawasi Aira apalagi saat pemotretan, karena Andi tau seperti apa dunia permodelan dan selicik apa para model yang merasa tersaingi oleh kehadiran gadis cantik tersebut


Nia dan melodi satu kelas dan mereka semakin terlihat akrab, sering ke kantin bareng dan mereka juga terbilang cukup sering nongkrong bareng Azlan dan sahabatnya karena ajakan intan,dan akhirnya mereka semua terlihat lumayan dekat, kecuali Azlan.. cowok yang katanya play boy tersebut lebih asyik dengan ponsel canggih nya saat mereka gabung walaupun terkadang salah satu kekasih nya akan ikut gabung bareng mereka


Melodi dan Nia baru paham ternyata cowok tampan yang di kenal play boy klas elit tersebut bukan tipe pria perayu pada setiap wanita, melainkan para wanitalah yang merayu pria tampan tersebut, sedangkan Azlan bisa dikatakan hanya tidak ingin membuang sia- sia kesempatan yang ada, bukan ia yang memulai tapi para wanita tersebut, kenapa harus ditolak? itulah yang Azlan tau


Azlan tidak terlalu perduli tentang pandangan negatif para orang di sekolah atau di luaran sana, yang sering mengira bahkan mengatakan bahwa ia tidak hanya play boy tapi juga seorang Casanova yang suka bergonta-ganti teman ranjang, karena mereka sering sekali melihat Azlan keluar dari hotel mewah milik keluarga Abbas


Tanpa mereka tau hampir di seluruh hotel mewah keluarga Abbas Azlan meminta agar dibangun pant house untuk dirinya, karena ia kurang suka menginap di kamar frudensuit yang memang juga sudah di siapkan khusus untuk keluarga pemilik hotel mewah tersebut


Azlan tidak terlalu ambil pusing tentang pandangan orang terhadap nya, baginya hanya dirinya yang tau siapa dia dan seperti apa kehidupan nya, mereka tidak perlu tau beban yang harus ia pikul,ia adalah seorang anak tunggal dari keluarga kerajaan bisnis dunia, sejak kecil ia sudah dituntut untuk bisa menjadi pewaris seluruh aset keluarga Abbas, menggantikan sang Opa dan Ayah nya, bertanggung jawab atas ratusan ribu orang yang bergantung hidup pada perusahaan keluarga mereka


Azlan hanya ingin menikmati momen putih abu-abu nya, walaupun sesekali ia tetap harus mengikuti meeting,menemui klien dan rapat penting, akan tetapi itu tidak membuat nya terlalu pusing, dengan IQ nya yang di atas rata-rata semua itu akan sangat mudah untuk ia jalani, yang sering membuat ia pusing hanya waktu yang sering mepet antara sekolah, nongkrong bareng temen yang terkadang harus ia korbankan demi perintah sang Ayah yang memang tidak bisa ia bantah


Tapi akhir akhir ini ia semakin pusing setelah tau tentang keputusan orang tuanya menjodohkan ia dengan wanita yang sama sekali belum ia ketahui seperti apa wujudnya, membuat nya terkadang seakan-akan bagaikan sebuah boneka yang segala sesuatu sudah di atur dan ia harus mengikuti nya tanpa bisa melakukan protes atau penolakan


Hal tersebut terkadang membuat nya berfikir bukankah kedua orang tuanya sangat menyayangi nya, tapi kenapa tidak sedikit pun memberikan ia kesempatan untuk menentukan sendiri masa depannya, minimal tentang pasangan hidupnya, apakah mereka tidak mementingkan kebahagiaan untuk nya,bahkan sang Opa dan Oma juga sangat mendukung keputusan kedua orang tuanya

__ADS_1


__ADS_2