DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
05


__ADS_3

Hari pun berlalu dan mereka sudah menyelesaikan ujian semester ganjil mereka, rencananya mereka akan berlibur ke sebuah desa kampung halaman dari mami nya Alif yang tak lain adalah kakak kandung dari mama nya Akbar, mereka berencana akan berlibur ke rumah neneknya Akbar yang terletak di dataran tinggi dan di tempat tersebut juga terdapat beberapa villa milik keluarga Alif dan Akbar, Afkar sangat antusias, Azlan juga tidak menolak dan rencananya ia juga akan sekalian singgah ke makam sang kakak dan kakak ipar nya yang terletak di pusat kota daerah tersebut, dan mereka sudah membuat janji dengan Akbar


Hari ini adalah hari keberangkatan ketiga cowok tampan tersebut dan beberapa teman wanita mereka, mereka menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Abbas dan langsung mendarat di kota xxxx, sesampainya di kota tersebut mereka langsung di sambut oleh beberapa orang kepercayaan keluarga Abbas, karena memang keluarga Abbas masih memiliki beberapa usaha di kota Tersebut, sehingga rumah mereka dulu juga masih ada dan sangat terawat, Hotel dan Rumah Sakit keluarga mereka masih sangat maju walaupun di kelola oleh orang kepercayaan tuan Omar


Mereka langsung menuju kediaman keluarga Abbas dan rencana nya besok pagi setelah Azlan berziarah baru mereka langsung menuju villa milik keluarga Alif menggunakan mobil pribadi milik Ayahnya Azlan, sesampainya mereka di rumah yang terbilang cukup mewah tersebut, mereka langsung di sambut dengan sangat hormat oleh para Art yang menjaga dan merawat rumah tersebut, rumah yang menyimpan banyak kenangan indah masa kecil Azlan bersama sang kakak tersayang dan kedua orang tuanya, membuat Azlan sedikit tersenyum kecut mengingat hal tersebut dan ia sangat merindukan sang kakak


Rumah keluarga Abbas di kota xxxx



Setelah memasuki rumah mewah tersebut, Afkar yang baru pertama kali ke rumah keluarga Abbas yang di kota tersebut merasa sangat kagum, walaupun jelas lebih mewah kediaman keluarga Abbas yang di Jakarta, tapi tempat nya yang terbilang cukup Asri dan tenang, mereka langsung menuju kamar masing-masing yang memang sudah di siapkan oleh para Art, sedangkan Azlan menempatki kamar pribadi nya yang ia tempati sejak ia kecil



Azlan membuka pintu kamar nya dan perlahan melangkah menyusuri kamarnya yang jelas terlihat sangat jauh berbeda dengan terakhir kalinya ia meninggalkan kamar tersebut, setelah meletakkan barang nya ia langsung melangkah menuju kamar sang kakak yang terletak berhadapan dengan kamarnya dan di batasi oleh sebuah ruang TV yang sengaja sang kakak minta karena ia kurang nyaman


saat di rumah mereka kedatangan beberapa tamu dari sang Ayah atau Bunda



Ia langsung membuka pintu kamar sang kakak yang masih sama seperti saat terakhir kalinya sang kakak menghembuskan nafas terakhirnya bersama sang suami,kamar yang di dominasi dengan warna white tersebut terlihat masih sangat rapi dan terawat seakan akan masih berharap bahwa sang pemilik akan kembali



Tak jauh berbeda dengan Azlan, seorang remaja cantik juga baru saja tiba di salah satu perumahan sederhana bersama sang Uminya, dan ia baru memasuki rumah minimalis sederhana tersebut, rumah yang begitu banyak meninggalkan cerita indah tentang sang Abi dan Abang tersayang, cerita tentang kebersamaan mereka,Aira.. remaja cantik tersebut melanjutkan langkahnya menyusuri rumah tersebut




melewati ruang tamu sederhana dan ruang bersantai yang sering ia dan sang Abang pakai untuk belajar dan menonton TV, Aira melanjutkan langkahnya menuju kamar tidur miliknya



Sebuah kamar tidur sederhana yang didominasi oleh warna ungu tersebut dan kini ia melanjutkan langkahnya menuju kamar sang Abang

__ADS_1



ia membuka sebuah kamar sederhana yang bernuansa putih tersebut,kamar yang terlihat masih seperti berpemilik tersebut terlihat sangat rapi dan bersih, berlahan ia menutup kembali pintu kamar tersebut dan menuju kamar nya kembali, sampai di kamar nya ia langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian,ia memutuskan langsung istirahat dan besok ia dan sang umi berencana akan ber ziarah ke makam sang Abi, Abang dan kakak ipar nya


Sedangkan sang Umi juga melakukan hal yang sama dengan sang putri cantik nya,beliau juga langsung ber istirahat agar esok pagi terasa lebih segar, karena mereka berencana juga akan singgah di ponpes sebentar sekedar untuk melepas rindu pada tempat yang juga banyak menyimpan kenangan indah keluarga mereka saat masih bersama


Keesokan paginya Aira dan sang umi sudah sangat siap, mereka sedang menunggu Taksi pesanan mereka tiba, walaupun di rumah tersebut masih ada mobil peninggalan sang Abi dan Aira bisa mengemudi tapi mereka lebih memilih jalan yang aman,Aira terlihat sangat cantik dengan balutan gamis syar'i bernuansa pink tersebut dan sebuah tas sandang kecil, mereka terlebih dahulu akan singgah ke toko bunga



Tak berselang lama taksi pesanan mereka tiba dan mereka langsung menuju pemakaman yang terletak di kompleks ponpes, sebelum nya tadi mereka sudah singgah di toko bunga membeli beberapa jenis bunga,Aira dan sang Umi langsung menuju makam setelah membayar ongkos taksi, keduanya kini tengah memanjatkan doa untuk ketiganya, setelah selesai Aira dan sang Umi langsung melangkah meninggalkan makam dan menuju ponpes, tapi sebelum nya mereka singgah di sebuah warung yang terletak tidak jauh dari gerbang masuk utama makam yang terarah ke luar dari lingkungan ponpes, dan gerbang tersebut sering digunakan oleh keluarga yang akan berziarah dan tidak memasuki kompleks ponpes


Aira terlihat berjalan dengan langkah sedikit tegesa sambil menenteng sebuah plastik yang lumayan besar,ia baru saja membeli beberapa buah tangan yang ingin ia dan sang Umi bawa ke ponpes, saat melintas gerbang pemakaman tersebut tanpa disengaja ia berpapasan dengan tiga pria tampan yang akan memasuki kompleks pemakaman tersebut, Aira terlihat menunduk hormat dan kembali melanjutkan langkahnya menuju sang Umi yang tengah menunggu nya, keduanya kembali melanjutkan langkah memasuki area kompleks ponpes


Sedangkan ketiga pemuda tampan yang tak lain adalah Azlan dan para sahabatnya masih terpaku di tempatnya, mereka bagaikan baru saja melihat fashion show model internasional, menurut Alif dan Akbar mereka baru saja melihat bidadari dunia melintasi mereka, sedangkan Azlan seperti Dejavu dengan tingkah gadis cantik tersebut saat mereka bertemu, ketiga nya memiliki fikiran masing-masing dalam benak mereka, yang satu pasti mereka mengakui wanita tersebut " CANTIK DAN NYARIS SEMPURNA"


Afkar langsung memukul lengan Alif Seraya berkata" Lo tau lif..? di Italia yang terkenal dengan gudang nya wanita cantik dan tampan,tapi gue belum pernah lihat wanita se cantik barusan" ucap nya menyadarkan Alif dari lamunannya dan langsung di angguki kepala oleh Alif


" Lo bener,tu manusia asli atau manekin yang bisa berjalan ya, kalau gue ketemu lagi dengan wanita cantik itu gue langsung lakuin saran dari Azlan kemarin" jawab Alif tanpa memalingkan pandangannya dari Aira dan sang Umi yang sudah semakin jauh


" langsung ajakin nikah aja" jawab Alif tanpa ragu sambil sedikit tertawa geli, membuat Afkar langsung melotot sempurna, sedangkan Azlan hanya menggeleng dan kembali melanjutkan langkahnya menuju makam sang kakak dan Abang ipar nya yang di makamkan tepat di samping sang kakak cantik nya tersebut


Tiba di pemakaman yang jelas terlihat berbaris rapi tiga makan yang memang terbilang lebih di spesial kan, karena memang makan tersebut adalah makam dari sang pemilik ponpes tersebut, serta anak dan menantu beliau, Azlan langsung berjongkok dan menghadiahkan Beberapa Doa untuk Almarhumah sang kakak tercinta dan suaminya, serta mertua dari sang kakak, Azlan dapat melihat jelas baru saja ada yang datang ke makam tersebut, Terlihat jelas ada buket bunga segar dan indah yang terletak di ketiga makan tersebut


"Lan kayak nya baru ada yang habis Ziarah deh di makam kakak loe" ucap Alif dan di angguki oleh Akbar


" Ia... mungkin keluarga suami kakak gue,kan pemakaman ini dan ponpes di sebelah milik keluarga Almarhum Abang ipar gue dan ini makam mertua kakak gue" jawab Azlan apa adanya dan di angguki paham oleh kedua sahabat nya


Selesai berdoa mereka langsung melajukan mobil mereka menuju kediaman keluarga Akbar yang terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota tersebut, dan Akbar terlihat sudah menunggu mereka di depan gerbang dengan mobilnya bersama seorang temannya yang tak lain adalah Andi


Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung berangkat menuju desa yang terletak di pinggiran kota tersebut dan tidak terlalu jauh dari pusat kota xxxx, mereka langsung menuju kediaman Oma dari Akbar dan Alif,desa yang terbilang sangat Asri dan masih terlihat Alami dan mereka langsung menuju salah satu rumah yang terbilang cukup besar dan yang termewah di desa tersebut, sebuah rumah panggung yang berlantai dua dan terbilang cukup menarik



Mereka langsung di sambut oleh sang Oma dan Atr rumah tersebut,sang Oma terlihat sangat bahagia dengan kedatangan lima pemuda tampan tersebut,dua diantaranya adalah sang Cucu dari kedua putri beliau,tak lama terlihat keluar seorang gadis remaja cantik yang masih duduk di bangku sekolah dasar, yang tak lain adalah sepupu dari Akbar dan Alif yaitu putri dari sang paman,putra bungsu sang Oma yang tinggal bersama beliau dan mengurus villa milik keluarga mereka

__ADS_1


" Assalamualaikum...Oma apa kabar..." sapa sang cucu sambil menyalami dan mencium punggung tangan beliau, diikuti oleh ketiga Sahabat sang cucu


" Waalaikum salam.. Alhamdulillah Oma sehat..Ayo masuk.. kalian pasti lelah, istirahat sejenak baru nanti kita makan siang bersama, paman mu juga katanya akan pulang makan siang bareng kalian" ucap sang Oma lembut sambil menuntun semuanya untuk masuk ke istana nya tersebut


" Tante mana Oma..?" tanya Alif karena tidak melihat sang Tante yang biasanya juga antusias menyambut saat mereka datang


" Tante tadi ke dinas pendidikan di kota bersama para guru, katanya ada rapat untuk renovasi sekolah" Jawab sang Oma dan di angguki oleh kedua cucunya yang memang sudah tau bahwa sang Tante adalah seorang kepala sekolah taman kanak-kanak di desa tersebut


" Aa Akbar...Aa Alif..." teriak sang Adik sepupu saat melihat kedua Abang sepupu nya sudah datang dan langsung menyalami kedua nya serta para sahabat sepupu nya tersebut


" Aa Akbar telat datang nya,kak Aira sudah ke kota dan kami libur mengaji" ucap Nayla sang sepupu cerewet nya, membuat Akbar tersenyum kikuk saat di tatap oleh sang Oma


" Kamu masih mendekati Aira Anak ustadz bar?" tanya sang Oma sambil sedikit melotot


" Kan kami Emang temenan Oma" jawab Akbar sedikit gugup


" Oma sudah beberapa kali bilang, jangan bermimpi terlalu tinggi, apalagi ingin menggapai langit,saat terjatuh sakit nak,dia bukan gadis sembarangan dan dari keluarga yang sangat kita segani, jodoh yang dipilihkan oleh orang tuanya pasti dari keluarga yang sebanding, bukan dari harta,tapi pasti dari keluarga Kiai, Gus,atau Habib, jangan karena kecantikan nya kamu jadi lupa bahwa kita belum pantas berdampingan dengan keluarga mereka" nasehat sang Oma yang langsung membuat sang cucu menunduk dan terdiam


" ia Oma Akbar tau, tapi kan ga mungkin juga kalau Akbar tiba-tiba menjauhi dia saat di sekolah,dia juga Deket sama Intan dan Andi" jawab Akbar apa adanya


" Ia Oma tau,Oma hanya mengingatkan agar kamu tidak terlena dengan kecantikan dan kebaikannya, karena memang itu sifat alami dia yang semua penduduk desa ini juga mengakui nya, bahkan di desa ini ga ada satu pria pun berani mendekati nya, walaupun sebenarnya mereka sangat mengagumi kecantikan nya, tapi mereka merasa sangat tidak pantas mendekati Aira" jawab sang Oma apa adanya


" Tapi kak Aira itu baik banget kok Oma, setiap ada yang minta tolong pasti akan kak Aira tolong, Nayla suka banget liat kak Aira, apalagi kalau pas ga pakai hijab,kak Aira itu cantik banget kayak boneka" cerocos Nayla tiba-tiba


" Hus...kamu ini asal bicara aja, kapan kamu lihat kak Aira ga pakai hijab?" tanya sang Oma protes


" Sering Oma,kan Nay sering main ke rumah Kak Aira,kalau di dalam rumah kak Aira kan ga pakai hijab, rambutnya sedikit perang, kulitnya putih banget, pokok nya cantik dan seksi deh" jawab nya jujur


" Sudah jangan ngomong gitu lagi ya..janji sama Oma jangan cerita begituan sama siapapun" jawab sang Oma dan langsung di angguki patuh oleh Nayla


" Ia Oma Nay janji,Oma kan sayang banget sama kak Aira" jawab Naura patuh


Sementara Alif, Afkar dan Azlan hanya menjadi pendengar Budiman tanpa ingin ikut campur, walaupun dalam hati mereka sangat penasaran dengan gadis yang Alif, Nayla dan sang Oma dari Akbar dan Alif bahas di depan mereka tersebut, walau sebenarnya Azlan tidak terlalu mendengarkan karena ia memang terbilang cukup cuek, sedangkan Alif dan Akbar mereka penasaran "apakah gadis yang mereka bahas tersebut secantik gadis yang mereka lihat di depan gerbang pemakaman tadi pagi?"batin mereka bertanya


Akhirnya mereka semua melangkah menuju kamar yang memang sudah di sediakan untuk mereka istirahat sejenak, karena mereka memang sudah mengatakan akan menginap di villa, sementara para teman wanita mereka akan menyusul ke villa sore nanti bersama sopir hotel yang akan mengantarkan mereka langsung ke villa tersebut, mereka menginap di hotel milik keluarga Abbas

__ADS_1


__ADS_2