DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
21


__ADS_3

Pagi menjelang, Aira mengerjabkan matanya yang terasa berat dan mengusap nya pelan,saat terbangun ia baru menyadari bahwa dirinya melewatkan waktu Subuh nya,Aira langsung bangun dan menuju kamar mandi, setelah mandi dan dan berwudhu ia langsung berpakaian dan melaksanakan Shalat walaupun sudah sangat terlambat, karena sang Umi pernah berpesan jika kita tidak sengaja bangun kesiangan maka kita tetap harus melaksanakan Shalat subuh dan tidak boleh menundanya lagi


Selesai Shalat Aira mengambil beberapa lembar roti dan membuat segelas susu coklat,ia sarapan dengan sedikit terburu-buru, dan langsung meninggalkan asrama dengan sedikit berlari kecil,di pos penjagaan ia tersenyum dan menunduk hormat pada beberapa satpam yang berjaga, mereka tersenyum ramah dan terlihat sangat menghormati gadis cantik tersebut


" Cantik banget ya calon mantu pak bos...serasi banget sama anaknya" ucap salah satu satpam


" Ia udah cantik sopan,ramah, berhijab lagi, siapa yang ga mau punya mantu dan istri sempurna kayak gitu,gue juga mau punya mantu kayak gitu" jawab satpam satunya lagi


" Tapi sayang kabar nya anak nya pak bos itu play boy banget,suka Gonta ganti pacar dan temen kencan" jawab yang satunya lagi


" Hus jangan sembarangan kalau ngomong,kita ga tau kehidupan sehari-hari mereka kayak gimana, hati- hati loh jangan sampai kita di pecat gara- gara percaya sama gosip yang beredar dan belum tentu benar, namanya juga keluarga pengusaha dan terpandang Udah pasti selalu jadi sorotan publik dan semua Lawan bisnisnya ingin menjatuhkan mereka" nasehat salah satu satpam dan di angguki oleh yang lain


" Bener tuh buktinya semalam anak pak bos nyamperin calon Bininya ke kamarnya dan ga lama keliatan pergi lagi, kalau dia suka Gonta ganti temen kencan masak ia dia ga ngencani calon Bininya sendiri" jawab lagi yang tadi memuji Aira


Mereka melanjutkan obrolan mereka tentang kehidupan keluarga sang majikan yang sangat mereka hargai karena menurut mereka Keluarga Abbas sangat baik dan bersosial tinggi di bandingkan dengan orang- orang kaya dan terkenal lainnya, sehingga membuat mereka semua sangat betah Bekerja pada keluarga konglomerat tersebut


Sedangkan Aira langsung menuju kelasnya sambil masih berlari kecil,tanpa ia sadari sejak tadi Azlan terus memperhatikan nya dari dalam mobil, Azlan tersenyum tipis melihat iara yang terlihat sangat buru- buru,ia yakin gadis cantik tersebut pasti semalam tidak bisa tidur dan berakhir bangun kesiangan pagi ini


Azlan keluar dari mobilnya setelah Aira hilang dari pandangan nya,ia langsung menuju kelasnya karena memang beberapa menit lagi bel masuk akan berbunyi, dari jauh ia melihat kedua sahabat nya,ia membayangkan bagaimana reaksi kedua sahabat nya bila tau ia memanfaatkan Aira dan bagaimana dengan perasaan afkar yang ia tau sahabatnya tersebut sangat mengagumi sosok cantik Aira, Azlan menggeleng membayangkan reaksi kedua sahabat nya tersebut


Ia melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka, masalah dengan sahabatnya itu bisa ia pikirkan besok- besok,toh dia punya waktu dua bulan untuk berfikir alasan yang tepat untuk kedua sahabat nya terutama afkar


Pelajaran berlangsung sebagaimana biasanya dan waktu istirahat telah tiba dengan ditandai adanya suara bel,semua murid langsung menuju ketempat tujuan mereka masing- masing,Nia dan melodi menatap mata Aira yang terlihat sedikit sembab, mereka tau sahabat cantik mereka pasti abis nangis, tapi mereka ga mau bertanya, mereka akan tunggu kapan Aira siap pasti ia akan menceritakan nya, mereka berusaha membuat Aira senyaman mungkin


ketiga gadis cantik tersebut berjalan menyusuri koridor menuju kantin, sesampainya di kantin mereka melihat intan yang terlihat sudah duduk sendiri di salah satu meja kosong, ketiga nya langsung menghampiri meja tersebut setelah memesan makanan dan minuman, intan tersenyum melihat kedatangan ketiga adik kelas nya sekaligus sahabat nya tersebut, tapi sesaat ia tertegun saat melihat mata Aira yang terlihat sembab


Dengan cepat Nia Langsung menyenggol lengan intan memberi kode agar jangan bertanya apapun dan intan langsung mengerti


Saat mereka sedang asyik menikmati pesanan mereka tiba- tiba kantin menjadi riuh, siapa lagi pelakunya kalau bukan tiga pemuda tampan,sang most wanted yang selalu bisa menghebohkan para kaum hawa di sekolah tersebut bahkan diluaran sekalipun


Ketiga nya langsung menuju meja Aira dan sahabatnya, Azlan langsung duduk tepat di samping Aira membuat heboh seisi kantin dan para keduanya langsung mengernyit heran melihat kejadian tersebut

__ADS_1


Aira tampak hanya diam dan sedikit menggeser kursi nya lebih merapat pada intan, sedangkan Azlan terlihat menatap Aira sesaat dan langsung fokus pada handphone nya setelah menyebutkan pesanan nya pada Alif, intan menelisik keduanya yang terlihat tenang dan tidak ada tanda-tanda akan terjadi perdebatan sengit lagi,ia sedikit menggeleng tak percaya


Setelah selesai dengan makanannya intan langsung berdiri dan hendak meninggalkan meja tersebut, tapi dengan cepat Azlan meraih lengan baju nya dan meminta nya untuk kembali duduk, yang lain tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut, mereka mengira Aira berdiri karena ingin mengambil ponselnya di saku rok sekolah nya


Aira Langsung duduk kembali tanpa melihat wajah Azlan,ia menyibukkan diri nya dengan membuka beberapa sosial media di ponsel nya, sesekali Azlan melirik nya dan Aira menyadari itu,Aira berdecih pelan saat baterai ponselnya habis, Azlan menyadari itu dan tanpa di duga ia menyodorkan ponselnya pada Aira,Aira menatap bingung ke arah ponsel Azlan


" Pakai ponsel gue aja" ucap nya sambil masih mengunyah makanan nya,Aira menggeleng pelan, sementara yang lain semakin bertambah bingung melihat kedua insan tersebut


" Ga usah makasih" jawab Aira sambil tersenyum kecut


Azlan tidak menjawab ia meraih tangan Aira dan langsung meletakkan ponselnya di sana, membuat Aira tidak bisa berkata apapun,ia terpaksa mengambil handphone tersebut dan menyalakan nya


" Sandinya" tanya Aira pelan sambil menatap Azlan


" Tanggal semalam" jawab nya singkat membuat Aira langsung tersenyum kecut seraya menelan sliva nya


melodi dan Alif terus memperhatikan interaksi keduanya, sedangkan intan terlihat sedang serius membahas sesuatu dengan afkar dan Nia sedang terlihat sibuk chatingan entah dengan siapa


Dari kejauhan Aira melihat sosok yang sangat ia kenali, membuat ia langsung sedikit berlari kecil menuju orang tersebut


" Bunda...kok disini..?" ucap nya lembut sambil mencium punggung tangan bunda Maya


" Bunda mau ketemu kamu sayang.. dari tadi bunda telfon tapi handphone kamu ga aktif,bunda mau minta di temenin ke suatu tempat nanti malam" jawab bunda Maya sambil tersenyum dan mengecup singkat kepala Aira


Sementara para murid lain yang tau siapa bunda Maya merasa sangat terkejut sekaligus penasaran, mereka bertanya siapa Aira yang terlihat begitu dekat dengan istri dari pemilik yayasan tersebut dan ibu dari Azlan, sedangkan yang mereka tau kedua insan muda tersebut selalu terlibat konflik


" Jam berapa Bun..? kalau gitu nanti Ai pulang ke apartemen aja, jadi bunda jemput Ai di apartemen aja ya " jawab Aira sambil tersenyum dan bergelayut manja di lengan bunda Maya, keduanya tidak menyadari orang tengah menatap heran ke mereka termasuk Azlan dan sahabatnya


" jam 7 ya..tapi bentar deh,mata kamu kenapa kok kelihatan sembab gini..kamu habis nangis? " tanya bunda Maya terlihat khawatir


" Ga Bunda.. semalam Ai bersihin kamar asrama,trus kemasukan debu.." jawab Aira berbohong

__ADS_1


" kamu yakin..? jangan bohong loh sama bunda" tanya bunda Maya seraya menatap wajah Aira


Sedangkan Aira Langsung mengangguk sambil tersenyum cantik,ia mengecup singkat kedua pipi sang bunda dan di balas dengan pelukan hangat serta kecupan singkat di kedua mata gadis cantik tersebut, sebenarnya bunda Maya tau semalam Azlan menemui Aira di kamar asrama nya dan bunda Maya juga tau bagaimana hubungan putranya dengan calon menantu kesayangan nya tersebut


Membuat kedua orang tua Azlan ingin membuat keduanya terikat dengan menikah kan kedua insan tersebut secepat mungkin, mereka ga mau keduanya saling bermusuhan dan membuat harapan mereka gagal, mereka memutuskan akan menikahkan keduanya setelah selesai ujian semester nanti yang diperkirakan sekitar dua bulan lagi


Mereka tau keduanya masih sangat muda untuk menyandang status suami istri dan membina hubungan rumah tangga, tapi sebisa mungkin mereka akan membuat keduanya saling mencintai dan menyayangi sehingga membuat mereka saling membutuhkan dan ga akan pernah sanggup untuk berpisah, mereka ingin melihat keduanya memiliki keturunan yang lucu-lucu


Aira mengantarkan bunda Maya sampai di parkiran setelah terlebih dahulu berpamitan pada ketiga Sahabat nya dan ia kembali ke kelas nya setelah melihat mobil sang bunda keluar dari gerbang sekolah nya,tanpa Aira sadari sejak tadi Cindy merasa sangat iri melihat kedekatan Aira dan bundanya Azlan


Sedangkan dari atas roof top sekolah tersebut Alif juga sempat melihat sekilas Aira sedang berinteraksi akrab dengan seorang wanita paruh baya yang ia yakini sangat mirip dengan ibu dari sahabat nya, tapi dengan cepat ia menyangkal pikiran nya dan berfikir bagaimana mungkin Aira mengenal bunda Maya apalagi terlihat sangat akrab bak seorang ibu dan putri nya, mungkin hanya kebetulan mirip saja, sayang nya ia tidak melihat mobil dan sopir bunda Maya, seandainya ia melihat itu semua dapat di pastikan ia akan langsung mengenali mobil dan sopir bunda Maya, karena ia tau hanya keluarga Abbas yang menggunakan mobil buatan Eropa di kota tersebut


Setelah bel pulang berbunyi semuanya langsung meninggalkan kelas mereka dan menuju kediaman masing-masing, Aira langsung menuju apartemen miliknya sesuai yang ia janjikan pada Bunda Maya, Azlan langsung menuju kantor pusat karena ia harus memimpin rapat,ia akan mengganti bajunya di ruangan pribadi nya di kantor


Aira membersihkan apartemen miliknya dan melanjutkan dengan istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya sambil menunggu waktu yang sudah ia janjikan dengan bunda Maya


Tepat pukul enam sore Aira langsung mandi dan Shalat Maghrib, setelah selesai ia langsung bersiap untuk pergi bersama bunda Maya,Aira mengeluarkan beberapa pasang dress dari lemari nya dan memilih salah satu,ia selalu berusaha tampil sempurna saat bersama bunda Maya atau tantenya,ia ga mau jika sampai membuat malu kedua wanita paruh baya tersebut



Aira menggunakan salah satu dress koleksi nya dan itu merupakan salah satu pemberian dari bunda Maya,ia langsung turun dan menunggu di lobby apartemen mewah tersebut, Azlan yang baru pulang dari kantor tampak sedikit mengernyitkan dahinya saat secara tidak sengaja melihat Aira duduk di lobby seorang diri,ia juga terpesona dengan penampilan Aira yang terlihat sangat cantik dan anggun, baru ia ingin menghampiri tapi langkahnya terhenti saat melihat dude sang guru magang terlihat menghampiri dan berbicara dengan Aira


Azlan kembali memundurkan langkahnya dan langsung menuju lift,ia tidak ingin mengganggu privasi Aira dan sang guru magang tersebut, walaupun sebenarnya ada sedikit rasa ga suka saat melihat Aira bersama pria lain, tapi ia kembali menepis perasaan tersebut yang menurutnya mustahil ia cemburu pada wanita yang tidak memiliki hubungan apapun dengan nya kecuali sebuah sandiwara


Sedangkan Aira langsung meninggalkan dude setelah melihat mobil sang bunda telah tiba dan ia mengatakan maaf telah meninggalkan sang guru, sementara dude tersenyum sambil mengangguk paham,ia tau sejak tadi Aira memang terlihat sedang menunggu seseorang menjemputnya dan dude juga melihat jelas seorang wanita paruh baya yang terlihat tersenyum cantik pada Aira walaupun ia sedikit merasa familiar dengan wajah wanita tersebut dan juga mobil yang membawa Aira pergi


Aira dan bunda Maya menghadiri sebuah pesta ulang tahun cucu dari salah satu rekan bisnis keluarga Abbas, mereka tiba di sebuah rumah yang terbilang cukup mewah dengan halaman yang terlihat sangat luas dan dihiasi taman bunga indah, kedua wanita beda generasi tersebut langsung turun setelah sang supir menghentikan mobil mereka di depan karpet merah yang terbentang untuk menyambut kedatangan para tamu, sedang kan sang supir langsung memarkirkan mobil sang majikan di parkiran yang memang sudah di sediakan


Bunda Maya disambut dengan sangat hormat oleh pemilik acara tersebut, mereka semua sangat antusias bertanya siapa gadis cantik yang datang bersama istri dari tuan Omar Abbas tersebut, sedangkan bunda Maya hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan para rekan bisnis suaminya tersebut,bunda Maya terlihat tidak ingin menjawab,tapi dari perlakuan nya mereka dapat menyimpulkan bahwa Aira adalah gadis spesial di keluarga Abbas, terserah apapun status nya, yang jelas mereka yakin ada hubungan khusus antara keluarga Abbas dan gadis cantik tersebut atau mungkin keluarga dekat mereka


Di lain tempat Azlan terlihat sangat asyik nongkrong di arena balap liar para anak Sultan yang sedang berlangsung sengit, mereka bertaruh dengan barang- barang mewah dan wanita cantik, Azlan dan kedua sahabat nya hanya menggeleng menyaksikan hal tersebut, walaupun mereka sesekali ikut di arena tersebut tapi mereka tidak pernah mau menjadikan wanita taruhan nya apalagi sampai berkencan dengan wanita tersebut, setelah merasa bosan Azlan dan kedua sahabat nya langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju kediaman mereka

__ADS_1


__ADS_2