DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
04


__ADS_3

Hari terus berlalu dan tanpa terasa sudah setahun kedua keluarga tersebut kehilangan putra dan putri pertama mereka,Sang Ustadz yang memang kesehatan nya terlihat turun draktis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya tepat setelah sang putri mengikuti ujian kelulusan sekolah dasar, keluarga Abbas berjanji pada Ustadz Khalid akan melakukan yang terbaik untuk istri dan putri beliau


Setelah selesai dengan acara tahlilan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut,Umi Aisyah memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut dan ia dan sang putri akan menetap di sebuah desa tanah kelahiran umi Aisyah yang berjarak tidak terlalu jauh dengan kota tersebut dan tolong kepada keluarga Abbas untuk memantau ponpes peninggalan sang suami,begitu pula dengan keluarga Abbas, mereka terpaksa harus pindah dan menetap di Jakarta, dikarenakan kantor pusat Abbas group bertempat di ibukota


Tapi Tuan Omar berjanji akan tetap mengawasi Ponpes tersebut dengan menetapkan salah satu Ustadz yang ia yakin dapat di percaya untuk mengelola ponpes peninggalan sang Besan tersebut,beliau juga menjamin kehidupan sehari-hari keluarga ustadz Khalid dan menjadi donatur tetap di ponpes, satu syarat yang beliau harapkan gadis cantik yang bernama Almaira Az-Zahra Al-banjari itu akan menjadi menantu dalam keluarga Abbas


Umi Aisyah memilih tinggal di daerah yang terbilang cukup terpencil dan lumayan jauh dari penduduk, terlebih dari hiruk pikuk keramaian kota ,ia ingin merasakan ketenangan, terlebih sang putri terlihat sama sekali tidak mengatakan ptotes walaupun ia harus bersekolah dengan jarak yang terbilang cukup lumayan jauh, walaupun di desa tersebut juga tersedia angkutan umum yang di khususkan untuk para pelajar yang menuntut ilmu keluar dari desa tersebut


Aira tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan Akhlak yang sangat baik,ia terbilang nyaris sempurna sebagai seorang wanita,baik itu wajah nya, postur tubuhnya, IQ nya dan tingkah laku nya, membuat ia begitu banyak digilai para lawan jenis nya, mulai dari yang seusianya sampai para pria lajang yang terbilang cukup dewasa, namun mereka sangat menghormati gadis cantik tersebut, terlebih mereka tau siapa kedua orang tuanya


Hari- hari nya ia lalui dengan mengajarkan anak desa tersebut mengaji,dan membantu mereka mengerjakan tugas sekolah, setelah ia kembali dari sekolah,sang Umi lebih sering menghabiskan waktu nya di surau mengajarkan ibuk ibuk mengaji dan ilmu agama, selebihnya beliau habiskan dengan berkebun untuk kebutuhan sehari-hari nya bersama sang putri, walaupun beliau tau keluarga Abbas tidak pernah terlambat mengirimkan mereka uang, tapi umi Aisyah belum pernah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi mereka, ia lebih sering menyerahkan uang tersebut ke ponpes peninggalan sang suami,ia juga masih memiliki tabungan yang masih sangat cukup untuk menghidupi dirinya dan sang putri


Sementara di kota Jakarta, keluarga Abbas sedang sangat bahagia, hari ini adalah hari kepulangan sang putra yang baru lulus dari sekolah menengah pertama nya dan akan melanjutkan pendidikan menengah nya di yayasan keluarga mereka di Jakarta, itu semua atas permintaan sang Ayah dan bunda, walaupun dengan sangat berat hati akhirnya sang putra memenuhi permintaan kedua orang tuanya tersebut


Hari ini adalah hari pertama seorang Azlan menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas tersebut, sejak kedatangan nya dengan mobil mewah nya tersebut sudah menarik perhatian para pelajar lainnya, terlebih saat mereka melihat seorang Makhluk Tuhan yang nyaris sempurna yang keluar dari mobil mewah tersebut, membuat histeris para wanita dan menjadi trending topik di sekolah bergengsi tersebut


Yang menjadi pusat perhatian dan biang kehebohan malah terlihat sangat tenang dan tidak merasa terpengaruh sedikitpun dengan semua yang terjadi,ia sedang sibuk mencari dan terlihat menghubungi seseorang dengan ponsel canggih super mahalnya tersebut, yang ia cari adalah sahabat kecil nya sejak di bangku sekolah dasar saat mereka masih sama-sama tinggal di kota xxxx dan seorang sahabat nya di Italia yang juga berasal dari Indonesia yang juga melanjutkan pendidikan nya ke Jakarta


Tak berselang lama salah satu sahabat nya muncul, Alif Mahendra.. putra kedua keluarga Mahendra, dan tak berselang lama juga muncul pria tampan dengan mobil sport nya Afkar Al Habsyi putra pertama keluarga Al Habsyi, mereka bertiga benar - benar menghebohkan seisi sekolah elit tersebut, dan langsung memporak porandakan hati para siswi perempuan


Tak jauh berbeda dengan si cantik Aira,ia yang baru manaiki kelas 9 tersebut juga selalu menjadi trending topik di sekolah nya,ia yang di juluki Quinn nya SMP xccc dengan prestasi gemilang nya selalu menjadi incaran para siswa laki- laki dan pelajar sekolah menengah Atas yang juga terletak satu lingkungan dengan sekolah nya


"Aira..." sapa seorang gadis cantik yang menggunakan seragam putih abu-abu dengan sedikit berlari


" Ia kak..ada apa"? jawab Aira setelah menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang memanggilnya

__ADS_1


" Ini ada bingkisan dari Akbar untuk kamu, katanya sih sepupunya yang di Jakarta baru datang dari Italia dan membawakannya jam tangan couple..dan ini untuk kamu katanya" gadis cantik yang bernama intan Tersebut menyerahkan sebuah kotak kecil yang diikat dengan pita sambil tersenyum cantik


" Tapi kak kenapa AA Akbar kasih ini untuk Aira...? tolong kakak balikin aja lagi ya,ini pasti jam mahal kak.." ucap Aira sambil tersenyum canggung


" Udah terima aja Ai, kan dia yang kasi juga bukan kamu yang minta, lagian mereka itu orang tajir,ini mah ga ada apa-apa nya sama mereka,udah nih terima aja, mungkin sekalian kenang kenangan dari Akbar,kan kabarnya dia mau pindah sekolah ke Jakarta" bujuk intan meyakinkan Aira yang terlihat sangat enggan menerima kotak tersebut


" A Akbar mau pindah sekolah..? kok ga ada cerita ya ke Aira..?, kapan pindah nya kak?" tanya Aira sedikit terkejut, karena ia terbilang cukup dekat dengan cowok tampan tersebut, yang tak lain adalah sahabat nya Intan sejak kecil, sejak pertama ia masuk sekolah menengah pertama mereka bertemu dan berkenalan, karena merasa cocok mereka ber lima di tambah lagi dengan Nia teman sekelas Aira dan Andi yang juga sahabat Akbar akhirnya berteman dan sering jalan bareng


" kemungkinan sih dalam beberapa Minggu ini katanya, mungkin dia belum sempat ngomong ke Lo,gue aja baru tau semalam waktu dia kerumah nganterin ini,dan gue di kasih baju berlogo Italia,dia juga ngasih buat Nia and Andi juga kok" jelas Intan panjang lebar dan langsung di angguki oleh Aira sambil tersenyum dan menerima kotak tersebut


" Thanks bilang sama A Akbar ya kak" ucap Aira tulus sambil tersenyum cantik dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kelas nya, sedangkan intan tersenyum sambil mengangguk serta mengacungkan jari jempol nya, dan intan juga langsung melanjutkan langkahnya menuju ke gerbang sekolah nya


Aira terkenal sebagai siswi paling berprestasi dan memiliki fisik nyaris sempurna, membuatnya di anggap sebagai contoh teladan untuk adik kelas nya di sekolah menengah pertama tersebut, termasuk adik Akbar yang bernama Kinan yang satu tahun di bawah tingkat Aira, tidak hanya para murid saja,para guru juga sangat mengagumi sosok cantik tersebut nan Solehah tersebut


Aira memasuki kelas nya dengan masih menenteng paper bag pemberian intan tadi,di dalam kelas ia langsung di sambut heboh oleh sang sahabat Nia,ia sangat antusias saat melihat Aira menenteng paper bag yang ia yakini dari sang senior idola si tampan Akbar


" Kamu juga dapat kan?" tanya Aira sambil mendudukkan dirinya di bangkunya


" Ia sih... tapi pasti ga se special Lo deh" ledek Nia menggoda Aira


" Emang Aira siapa nya A Akbar yang harus di spesial kan?" tanya Aira sambil menatap Nia


" Some one di hati A Akbar,Lo aja yang ga peka sama perhatian doi,secara perlakuan nya tu beda banget antara ke Lo dan ke kita- kita, tapi tenang aja ,kami ga cemburu kok, dan kami malah dukung banget lagi" cerocos Nia membuat Aira langsung menyentil pelan jidat Nia


" kamu aja yang terlalu BAPER " jawab Aira santai sambil tersenyum tipis

__ADS_1


"Gini ni... paling Payah emang kalau ngomong sama ABG yang belum pernah jatuh cinta and di tembak sama cowok, taunya cuma main sama anak kecil and main di sungai,makanya sesekali Lo itu nonton Drakor romantis, jangan cuma baca buku and Qur'an doang" jawab Nia gondok dan di balas dengan gelengan kepala oleh Aira, karena sang guru sudah memasuki kelas mereka


Intan dan Nia memang terbilang sangat sering bermain ke desa Aira dan mereka bahkan sering menginap jika akhir pekan di desa sejuk tersebut, berada dengan Akbar dan Andi yang sesekali juga berlibur ke desa tersebut, karena ibu Akbar juga berasal dari desa tersebut,tapi kedua pria tampan tersebut tidak pernah berkunjung ke kediaman Aira,sebab mereka tau siapa Aira dan Almarhum Abi nya dan itu sudah membuat kedua pria tampan tersebut cukup paham


Berbeda lagi dengan di kota Jakarta,tiga pria tampan yang selalu bisa membuat heboh seisi sekolah elit tersebut kini tengah Asyik nongkrong di sebuah cafe mewah yang memang sudah sangat dikenal oleh para Anak muda khususnya mereka para kalangan menengah ke atas, sudah beberapa bulan mereka menjadi murid di sekolah elit tersebut dan sampai sekarang masih belum ada yang berani mengusik ketenangan mereka, karena para murid di sekolah tersebut tau siapa salah satu dari mereka, yang tak lain adalah putra tunggal keluarga Abbas yang tak lain adalah pemilik yayasan tersebut


Azlan yang memang memiliki paras bak dewa tersebut selalu menjadi incaran para wanita cantik,hal tersebut terkadang membuat nya jenuh,ia yang terkesan dingin,angkuh dan jenius itu membuat para wanita semakin bertambah menggilainya, begitu juga kedua sahabat nya yang juga tak luput dari incaran para wanita yang sangat terobsesi dengan para anak Sultan tersebut, hampir kemana pun mereka pergi selalu di kelilingi para wanita cantik,hal itu membuat mereka dikenal sebagai playboy, terlebih sikap Afkar yang memang seorang playboy dan Alif yang memang terbilang cukup ramah dan bersahabat serta sedikit konyol.


Azlan yang memang sudah sangat terbiasa dengan hidup yang terbilang bebas di Italia membuat nya dan teman teman nya lebih sering menghabiskan waktu mereka di luar rumah, nongkrong di cafe, di area balap liar para anak konglomerat dan pejabat,sesekali ke club' walaupun mereka memang tidak pernah nyentuh minum beralkohol, dan terkadang Hangout ke Fila milik keluarga mereka yang sering disertakan dengan para gadis cantik


" Gimana bro jadi sepupu Lo pindah sekolah ke Jakarta" tanya Akar pada Alif yang memang sudah mengetahui tentang rencana kepindahan paman dan sepupu dari salah satu sahabat nya tersebut


" Katanya sih jadi, mungkin dalam beberapa Minggu ini, yang pastinya setelah ujian semester deh, nanggung juga kan pindah sekarang, tapi dia ga bakal satu sekolah sama kita,dia memilih Pindah ke SMK sebelah" Jawab Alif


"Trus gimana dong nasib hati nya sama cewek yang Lo bilang udah dia kagumi sejak tiga tahun lalu and gue jadi penasaran gimana Ok nya sih tu cewek sampai-sampai dia ga ada nyali buat ungkapin perasaan nya ke doi,trus rela bela belain request jam mahal and limited edition khusus untuk tu cewek" Tanya Afkar penasaran, sedangkan Azlan hanya menjadi pendengar Budiman


" Gue sih blom bisa pastiin tampang tu cewek, beberapa kali dia pasang stori di Akun nya mereka selalu rame- rame dan ada tiga cewek tapi wajah mereka ga pernah jelas, kalau pun ada yang satu cewek selalu wajah nya ga pernah terlihat langsung, selalu dari samping atau pas tu cewek nunduk, yang jelas tu cewek berhijab" jawab Alif


" Pantesan ga berani ungkapin perasaan nya, jangan jangan tu Doi anak Kiyai atau seorang santri, hahahaha" jawab Afkar sambil tertawa ngakak, membuat Azlan ikut tersenyum dan menggeleng


" Ajak nikah aja bilang sama dia" jawab Azlan sepontan membuat kedua sahabat nya langsung tertawa terbahak-bahak


Begitulah keseharian mereka yang setiap hari selalu nongkrong dan menceritakan tentang sesuatu yang terkadang terdengar un faedah tersebut, tapi siapa sangka kalau ketiga pemuda tampan tersebut memiliki tanggung jawab yang terkadang sering membuat mereka jenuh dan ingin berontak, misalnya afkar yang sudah harus bertanggung jawab atas cafe yang dibangun oleh sang kakak dan sudah di serahkan kepada nya setelah sang kakak menikah, sedangkan Alif harus bertanggung jawab atas beberapa Distro milik keluarga dan yang lebih berat lagi Azlan,sang putra tunggal keluarga Abbas yang terkadang harus mengikuti sang p


Ayah meeting,menemui klien penting dan terkadang harus memimpin rapat dadakan bila sang Ayah sedang tidak berada di tempat

__ADS_1


Karena itulah terkadang membuat mereka sangat ingin menikmati momen putih abu-abu mereka, merasakan kenakalan remaja, mengoleksi kekasih walaupun tidak satupun dari mereka yang membuat para pria tampan tersebut jatuh cinta


__ADS_2