DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
38


__ADS_3

Tanpa terasa bel pulang sekolah berbunyi,Aira dengan segera mencuci wajah nya,ia yakin sebentar lagi sahabat nya akan datang mengantarkan tas miliknya dan ia ga mau ada yang tau tentang apa yang sekarang ia rasakan, tentang perasaan hancur dan kecewanya pada azlan


Benar saja, dalam hitungan menit kedua sahabat nya sudah datang dan membawakan tas miliknya,Aira memaksakan senyum nya dan berterimakasih pada mereka, ketiganya meninggalkan UKS , melodi dan Nia langsung menuju parkiran karena mereka juga sudah melihat jemputan Aira sudah menunggu nya


" Aira Langsung memasuki mobilnya dan mang Didi langsung melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Aira dan menuju hotel yang diperintahkan oleh sang majikannya, perjalanan sekitar 25 menit mereka sampai di lobby sebuah hotel mewah salah satu milik keluarga Abbas,aira langsung turun saat mobil sudah berhenti tepat di depan lobby


" Non mamang antar nya cukup sampai di sini aja ya,non Aira langsung ke resepsionis bilang aja minta card kamar den Azlan,ntar pasti mereka paham dan nganterin non" ucap mang Didi sopan


Aira hanya mengangguk,ia sama sekali ga bertanya dimana bunda Maya, dalam benaknya ia hanya akan mengikuti permainan Azlan jika memang itu bisa membebaskannya secepat mungkin,ga pa pa ia harus mengikhlaskan kesuciannya,toh ia melakukan nya juga dengan laki-laki yang sudah sah menjadi suami nya, walaupun suaminya hanya memanfaatkan nya, karena walau apapun yang terjadi ia akan tetap menyandang status sebagai seorang janda


Aira Langsung menuju resepsionis dan mengatakan seperti apa yang di ajarkan mang Didi,ketiga resepsionis yang berjaga saling pandang dengan penuh tanda tanya, siapa kah gadis cantik yang masih sangat muda tersebut yang berani meminta card kamar pribadi milik anak dari pemilik hotel tersebut,setau mereka tuan muda mereka tersebut tidak pernah mengizinkan siapapun masuk ke kamar nya kecuali petugas kebersihan dan keluarga terdekatnya, dan mereka juga belum pernah melihat azlan membawa wanita ke hotel tersebut


Tapi karena tadi azlan juga sudah menghubungi mereka jika ada yang datang meminta card kamar nya atas nama Almaira maka mereka harus mengantar nya sampai di lantai atas, dan akhirnya ketiga resepsionis tersebut memberikan card nya dan bergegas mengantar Aira langsung menuju lantai atas dengan menggunakan lift khusus


" Ini dek kamar tuan muda" ucap resepsionis tersebut sambil tersenyum tipis


" makasih ya mbak..oh ya mbak boleh saya tanya sesuatu?" tanya Aira lembut


" Silahkan" jawab resepsionis tersebut sopan


" Apakah temen- temen kak Azlan sering bawa temen nya ke sini?" tanya Aira pelan


" Sebelum nya ga pernah dek, kayaknya ini deh pertama kali tuan muda ngizinin selain kedua orang tuanya dan Oma, Opa nya masuk ke kamar ini, petugas kebersihan aja cuma dua orang yang di izinkan membersihkan kamar ini" jawab resepsionis tersebut sopan


" ya sudah sekali lagi terimakasih ya mbak" ucap aira sopan dan langsung di angguki oleh resepsionis tersebut


" Saya harus kembali ke bawah dek..mari" ucap resepsionis tersebut undur diri


" Ah ia mbak silahkan" jawab Aira sambil tersenyum


Aira Langsung menempelkan card di tangan nya tersebut dan pintu kamar tersebut langsung terbuka,Aira melangkah memasuki kamar yang terlihat sangat mewah tersebut, Aira menyingkap gorden nya dan melihat ke luar yang menunjukkan pemandangan pusat kota Jakarta yang terlihat sangat padat dengan kesibukan penduduk nya



Aira melihat di atas ranjang ada dua paper bag,Aira melihat nya yang ternyata keduanya berisi pakaian untuk nya, yang satu berisi sebuah dress rumahan dan yang satunya lagi berisi dress mewah lengkap dengan hijab,hand bag dan sebuah hills yang Aira tau semuanya dari brand ternama dengan harga selangit


Aira Langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya seraya membawa paper bag yang berisikan dress rumahan,ia ingin menyegarkan tubuh nya agar pikiran nya juga bisa sedikit tenang untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti


Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu, yang ternyata pengantar makanan yang mengantarkan beberapa cemilan dan buah potong serta jus untuk Aira, pekerja restoran hotel yang mengantarkan makanan tersebut sedikit terkejut saat yang membuka pintu kamar tersebut adalah seorang wanita yang sangat cantik, karena ia belum pernah melihat azlan membawa wanita ke kamar miliknya,ia mengira itu adalah pesanan azlan


" Maaf nona tadi tuan muda yang meminta agar mengantarkan ini ke kamar nya" ucap pelayan tersebut gugup


" Oh ia Terimakasih ya,ini untuk saya karena kak Azlan nya masih di sekolah" jawab Aira sambil tersenyum dan meraih nampan yang berada di depan nya dan pelayan tersebut mengangguk penuh hormat


" Ada lagi yang perlu di bantu nona?" tanya pelayan tersebut sopan


" Tidak ada mas,ini sudah cukup" jawab Aira pasti, pelayan tersebut pun mengangguk dan meninggalkan kamar tersebut, jantung nya serasa mau copot saat berhadapan dan berbicara dengan Aira, dalam hati ia mengakui ini pertama kalinya ia melihat wanita secantik Aira, rasanya ia seperti mimpi


Berkali-kali ia mengusap dadanya yang masih terasa berdebar, sehingga membuat teman nya merasa heran melihat kelakuan pemuda tersebut


" Lo kenapa... abis kena semprot Lo sama anak Sultan? muka Lo kayak abis liat hantu" tanya salah satu pelayan lain

__ADS_1


" Bukan liat hantu.. tapi liat jelmaan bidadari..Gilak baru ini gue liat cewek sesempurna itu" ucap nya terdengar dramatis


" Dimana tu cewek gue juga mau liat dong, sekalian buat cuci mata" jawab temannya semangat


" Di kamar tuan muda...Gilak.. beneran gue mau pingsan rasanya pas liat yang buka pintu bukan si anak Sultan,malah si cantik berhijab" jawab nya jujur


" Mimpi ngak Lo? selama due kerja di sini hampir lima tahun,gue belum pernah liat atau dengar tuan muda bawa perempuan ke kamarnya, walaupun kabarnya dia playboy " jawab temannya heran


" Gue juga belum pernah selama gue kerja di sini dan selalu nganterin makanan ke kamar itu, malahan gue selalu disuruh masuk untuk meletakkan pesanan nya di sofa atau balkon,ga pernah tu gue liat ada orang lain" jawab nya pasti


" Kita liat aja bakalan seberapa sering tu cewek di bawa ke sini, kalau sering berarti ada hubungan khusus antara mereka, tapi kalau cuma sekali mungkin bookingan nya, tapi masak ia cewek berhijab mau kayak gitu" ucap keduanya kompak


" Heh ... asyik ngosib aja kalian,itu urusan pribadi mereka, orang kaya mah bebas, lagian nih ya kabarnya tuan muda itu udah di jodohin tapi masih di rahasiakan karena dua- duanya masih sekolah" ucap salah satu chef senior


Sedangkan di kamar Aira sudah tertidur pulas,ia merasa sangat lelah dengan semua yang ia hadapi hari ini, sampai ia tidak menyadari kedatangan azlan


Azlan tersenyum melihat Aira yang terlihat sangat pulas dengan tidur nya,ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian,ada beberapa pekerjaan kantor yang harus ia selesai kan dan butuh tantangan nya,ia tidak ingin mengganggu tidur wanita cantik tersebut, sehingga ia menuju balkon dan mengerjakan pekerjaan nya di sana, seraya menikmati suasana sore dan melihat matahari terbenam


Tak berselang lama Aira menggeliat dan mengerjabkan matanya,ia mencium aroma maskulin yang sudah sangat ia kenal, dengan segera ia bangun dan mencari Azlan,ia melihat azlan di balkon, ingin menghampiri nya tapi terasa canggung, akhirnya Aira memutuskan bermain handphone


Azlan masuk saat melihat Aira sudah bangun,ia langsung menuju ranjang dan duduk di samping Aira, sambil memangku laptop nya dan melanjutkan pekerjaannya yang memang hampir selesai


" Kenapa kakak harus bohong dengan bilang bunda nunggu Aira disini" tanya Aira tanpa menatap lawan bicaranya


" pengen aja ngajak kamu kesini dan kebetulan nanti malam aku mau ajak kamu buat kasih kejutan untuk seseorang" jawab Azlan menghentikan sesaat pekerjaan nya


" Sekaligus untuk menjalankan rencana yang sudah kakak rencana kan? dan sudah hampir berhasil" ucap Aira membuat Azlan sedikit heran


" Maksudnya?" tanya Azlan bingung sambil menatap wajah Aira yang terlihat sudah mulai berkaca-kaca


DEG


Serasa bagaikan di sambar petir Azlan mendengar ucapan Aira, seketika emosi nya naik seakan-akan ia sudah tidak sanggup lagi meredam nya


" Maksud kamu apa Almaira Az-Zahra?" tanya Azlan tegas


" Kakak cuma mau buktikan kalau Aira masih virgin atau tidak dan kakak juga akan buktikan pada seseorang kalau kakak berhasil mengambil sesuatu yang paling berharga dalam hidup Aira, setelah nya kakak akan buang Aira...itukan tujuan kakak sekarang makanya sikap kakak berubah sama Aira? ok akan Aira penuhi keinginan kakak itu biar kakak puas... tapi setelah ini Aira minta......" ucapan Aira terpotong oleh suara marah azlan


" Cukup Almaira... cukup... seburuk itukah aku di mata kamu? sehina itukah aku untuk kamu? dan segitu ga berarti kah pernikahan kita? sehingga begitu mudah untuk kamu mengucapkan kata pisah?" tanya Azlan dengan suara bergetar menahan emosi nya, sementara Aira hanya terdiam dan menggeleng


" Jawab Ara... bukan Air mata kamu yang aku mau lihat tapi jawaban dari mulut kamu yang aku butuhkan" ucap Azlan tegas


" Aira cuma mau kasih hak kakak karena memang itu yang kakak mau,Aira ga mau hanyut dengan perhatian palsu dari kakak, sebenarnya apa salah Aira sama kakak..? sampai sebenci itu kakak sama Aira? jawab kak jujur kak" ucap Aira sambil menatap Azlan


" Ok kalau kamu mau kasih hak aku...tapi perlu kamu ketahui sampai kapanpun selama. aku masih hidup maka aku ga akan pernah melepaskan kamu walau bagaimanapun kamu memohon" ucap Azlan dingin


Diluar dugaan Azlan, ia sangat terkejut saat melihat Aira yang benar-benar berani membuka dress nya di depan Azlan dan hanya menyisakan pakaian dalam nya saja, membuat Azlan diam mematung


" Kenapa kakak diam...? ayo silahkan.. atau harus Aira juga yang memulainya? atau kakak mau merekamnya sebagai bukti bahwa kakak bisa membuktikan ucapan kakak" ucap Aira dengan tatapan sendu dan Air mata yang membasahi pipinya


Azlan tidak menjawab, ia melangkah mendekati Aira dengan jantung berdebar kencang, dengan sekali gerakan ia menarik selimut di atas ranjang nya dan membungkus tubuh Aira,ia langsung memeluk erat tubuh Aira yang bergetar menandakan gadis cantik tersebut sedang menangis

__ADS_1


" kamu dengar dari siapa semua itu..Ara..? kenapa kamu ga tanya dulu secara baik-baik sama aku,atau tampar aku jika itu bisa buat kamu lebih baik, pukul aku..Ara..tapi tolong jangan seperti ini,aku mohon" ucap Azlan lembut seraya masih memeluk Aira


Aira tidak menjawab ia terus menangis sambil meronta agar Azlan melepaskan pelukannya,ia sangat membenci Azlan


" Kakak bohong... apa karena Kakak ingin membuat Aira lebih sakit lagi baru kakak tinggalin Aira?" ucap Aira sambil terus menangis


"Azlan merenggangkan pelukannya dan menatap intens wajah Aira yang sembab... "mungkin Dimata kamu aku pria brengsek, arogan dan egois, tapi kamu juga harus tau, sejak awal kita ketemu ga pernah sedikitpun terbesit dalam hati aku untuk melakukan semua yang kamu tuduhkan tadi,aku bersumpah Almaira Az-Zahra Abbas" ucap Azlan serius


" Dan tentang hak aku ke kamu...aku ga akan minta sebelum kamu sendiri yang ikhlas menyerahkan sesuatu yang paling berharga itu untuk aku, walaupun itu semua seratus persen hak aku, tapi aku ingin kita melakukan pertama kali nya dengan ikhlas bukan dengan terpaksa,aku akan sabar menunggu hari itu, walaupun aku harus tersiksa saat melihat kamu" ucap Azlan jujur


Aira terus menatap wajah azlan intens,ia mencari kebohongan pada mata azlan, tapi ia tidak menemukan itu


" Aku ajak kamu kesini karena besok anniversary pernikahan ayah sama Bunda,aku mau kita orang pertama yang ngucapin selamat nanti malam kita akan pulang tengah malam dan kasih kejutan buat mereka" ucap Azlan serius sambil menghapus air mata Aira


" Tapi kalau kamu serius ikhlas mau kita malam pertama disini aku sih ga nolak...kamu seksi banget" bisik Azlan lembut di telinga Aira, membuat Aira langsung menunduk malu


" Kok nunduk..kenapa Hem..malu? bukannya tadi nantang banget ya, kayak bukan istri aku tadi" ucap Azlan menggoda Aira seraya mengangkat wajah Aira agar menatap nya


" Kakak...." rengek Aira manja sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan


" Apa sayang...? aku buka ya selimut nya?" goda Azlan, dengan cepat Aira menggeleng, membuat Azlan tersenyum


" Kalau gitu jujur ke aku dari siapa kamu dengar semua berita menjijikkan itu?" tanya Azlan lembut tapi sangat serius,Aira menggeleng


" Atau kamu mau aku perkoxxx kamu di kamar ini sekarang?" bisik Azlan membuat aira merinding


" Cindy " jawab Aira singkat


" Kapan?" tanya Azlan pelan,ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menujukan emosi nya di depan Aira, karena ia tau istrinya tersebut sangat manja, terlihat jelas tadi saat Azlan membentak nya air matanya langsung menetes


" Tadi setelah jam istirahat, waktu Aira izin istirahat di UKS" jawab Aira sambil menatap wajah Azlan


CUP cup cup cup


" itu hukuman karena kamu udah ga percaya sama aku, apapun yang kamu dengar diluar tentang aku... tanyakan dulu sama aku, baru kamu ambil kesimpulan mana yang benar" nasehat Azlan


" Tapi tadi itu beneran suara kakak yang bicara" bantah Aira


" Semua itu bisa saja hasil editan sayang...kamu itu katanya pandai tapi kok ceroboh sih, gampang banget di tipu?" tanya Azlan geram


" karena dia mantan terindah Kakak" jawab Aira singkat


" Ga ada satupun dari mereka yang menjadi mantan terindah buat aku,cuma kamu yang pacar boongan yang kasih aku kesan terindah dengan nolak aku di depan orang banyak" Jawab Azlan sambil menarik hidung mancung Aira


" Maaf" ucap Aira lirih


" Di maafkan tapi ada syaratnya" jawab Azlan sambil tersenyum licik


" Apa ?" tanya Aira polos


" Cium aku disini" jawab Azlan santai sambil menunjuk bibir nya

__ADS_1


" Malu" jawab Aira singkat


" Malu sama siapa..? tadi buka baju ga malu" jawab Azlan mengejek aira


__ADS_2