DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
07


__ADS_3

Hari sudah berlalu dan berganti menjadi Minggu, liburan telah berakhir maka setiap pelajar akan kembali disibukkan dengan kegiatan mereka sebagaimana seorang pelajar, begitu pula dengan Azlan dan para sahabatnya, hari ini adalah hari pertama mereka memulai semester baru dan mereka juga di tuntut untuk lebih serius karena akan mengikuti ujian kenaikan kelas, Azlan sebagai ketua OSIS dan siswa berprestasi membuat waktunya lebih banyak tersita di luar rumah


Akbar juga sudah pindah ke Jakarta dan sudah memulai mengikuti pembelajaran di sebuah sekolah menengah kejuruan yang terletak tepat di samping sekolah Azlan dan para sahabatnya, sedangkan intan Akhirnya juga pindah ke Jakarta karena sang papa dipindah tugaskan,ia memilih sekolah yayasan elite milik keluarga Abbas untuk melanjutkan pendidikan nya


Sementara di lain tempat remaja cantik yang bernama Aira juga Nia sang sahabat tidak kalah sibuk nya, mereka harus menyiapkan diri untuk mengikuti ujian kelulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, membuat Aira lebih sering menginap di rumah Nia, disebabkan sering nya mereka di haruskan mengikuti berbagai kegiatan sekolah yang memakan waktu terkadang sampai sore, sehingga membuat sang Umi juga harus sering berpindah ke rumah peninggalan sang nenek


Seperti pagi ini, Remaja cantik tersebut harus bangun sangat pagi untuk menyiapkan beberapa keperluan nya saat menginap di rumah Nia,ia tidak ingin merepotkan keluarga Nia, walaupun mereka terbilang sangat welcome dengan kehadiran Aira, tapi ia masih merasa enggan, terlebih jika kakak laki-laki Nia yang bersekolah di Jakarta pulang,maka itu membuat Aira sedikit enggan untuk keluar dari kamar sang sahabat, untung nya keluarga Nia sangat pengertian tentang sikap pemalunya Aira, termasuk sang kakak laki-laki dari Nia, yang juga sangat menghargai dan terlihat menyangi Aira


"Sayang...kamu sudah selesai...? kalau sudah ayo buruan dimakan sarapan nya,biar kita jalan bareng aja, takut nya kamu ketinggalan Angkot loh" terdengar suara sang umi sambil masih sibuk menyiapkan bekal untuk sang buah hati nya


" Ia Umi..Ai udah selesai kok,ni cuma tinggal pakai hijab aja,Ai ga banyak bawa barang nya kok,kan cuma dua hari aja nginap nya,Umi juga langsung ke rumah nenek kan?" tanya nya dari dalam kamar sambil membenahi hijab nya


" Ia Umi langsung ke rumah Nenek aja, lagian bik titik juga ga kemana mana katanya hari ini,kan kemaren kami sudah belanja banyak di pasar" jawab sang Umi yang sudah siap di meja makan kecil yang terdapat di gubuk sederhana tersebut


Kedua wanita cantik beda generasi tersebut memulai sarapan pagi mereka dan setelah nya mereka langsung bersiap untuk menuju ke tempat tujuan masing-masing, sesampainya di dekat jalan utama desa Aira langsung menaiki sebuah angkot yang memang sedang menunggunya dan itu rutin setiap pagi


"Assalamualaikum..Ai pergi dulu ya Umi..." Ucap Aira sambil meraih tangan sang umi seraya mencium punggung tangan Tersebut


" Waalaikum salam...ia sayang,hati- hati ya dan ingat...jaga pandangan,jaga sikap,jaga hati dan jaga pergaulan kamu, jangan berteman dengan laki laki melebihi Syariat yang sudah di tentukan" Nasehat bijak sang Umi saat melepaskan keberangkatan sang putri dan hal tersebut selalu beliau lakukan setiap kali sang Putri pergi sekolah atau pergi ke manapun


"Ia Umi.. Insyaallah Ai akan selalu ingat nasehat Umi, semoga Umi tidak pernah bosan buat ingatin Ai dan Doain Ai" jawab remaja cantik tersebut


" Ia sayang.." jawab sang Umi sambil mengusap lembut kepala dan punggung Aira


Setelah kepergian sang putri,Umi Aisyah langsung melanjutkan langkahnya menuju rumah peninggalan kedua orang tuanya, beliau akan tinggal di rumah tersebut Untuk beberapa hari sampai Aira selesai dengan tugas sekolah nya

__ADS_1


Aira sudah sampai di sekolah dan langsung menuju kelasnya,ia memang terbilang sangat jarang menginjakkan kakinya di kantin sekolah saat pagi hari, terkecuali ia belum sarapan di rumah, dari kejauhan terlihat Nia sedang asyik ngobrol dengan Andi, sambil terlihat sesekali tertawa ngakak, membuat Aira juga langsung menuju sang sahabat dan teman mereka Andi


" Assalamualaikum..." sapa Aira ceria


" Waalaikum salam CANTIK" jawab keduanya kompak


" Ih paan sih..? lebay tau ngak sih" protes remaja cantik tersebut


" kan emang faktanya Aira... udah cantik,Smart lagi, makanya hampir semua cowok pada klepek klepek kalau liat Lo" jawab Nia tersenyum jahil, sedangkan Andi hanya menggeleng melihat tingkah laku kedua gadis remaja di hadapannya kini, dan dalam hatinya ia juga mengakui apa yang baru saja di katakan oleh Nia dan ia sangat setuju


"Mana ada kayak gitu, buktinya kak Andi aja ga naksir tuh sama Ai,malah naksir nya sama kak Rere " jawab Aira sedikit memanyunkan bibirnya membuat Andi tersenyum kecut dan Nia langsung mencebikkan bibir nya


Dalam hati Andi sangat bertentangan, mereka tidak tau bahwa pria tampan tersebut sudah sangat tertarik sejak pertama kali melihat Aira, tapi ia menyimpan nya dengan sangat rapi, karena ia tau saat itu ada yang juga sangat mengagumi sosok cantik tersebut,ia tidak mau persahabatan mereka renggang karena mengejar cinta wanita yang sama, membuat nya memutuskan untuk mencoba mendekati wanita lain,agar bisa mengalihkan perasaannya pada Aira, walaupun kenyataannya belum berhasil, dan ia juga tau sampai sekarang Akbar masih sangat takut untuk mengungkapkan isi hatinya pada remaja cantik tersebut


"Sok tau Lo ... emang A Andi pernah bilang ga naksir sama Lo?"jawab Nia sambil sedikit melirik Andi,ia sengaja berkata demikian karena ia tau sebenarnya pria senior mereka tersebut sangat mengagumi sahabat cantik nya,Nia tanpa sengaja pernah beberapa kali memergoki Andi yang tengah menatap kagum pada Aira,dan juga sering terlihat sedikit posesif saat Aira di dekati oleh pria lain selain Akbar


Nia memang masih remaja sama seperti Aira, usianya terpaut beberapa bulan lebih tua dari Aira, tapi ia memiliki sikap dan pola pikir yang terbilang cukup dewasa dibandingkan dengan Aira,ia bisa melihat bahwa Akbar dan Andi sama sama mengagumi Aira dan menurutnya itu sangat wajar, tidak cuma fisik nya yang nyaris sempurna tapi juga Akhlak dan IQ sahabat cantik nya tersebut memang patut di acungi jempol,dia yang seorang wanita saja selalu terpukau dengan kecantikan sang sahabat,baginya Aira itu bagaikan sesuatu yang tidak memiliki kekurangan dalam istilah kata adalah PAKET KOMPLIT, bahkan ia tau bahwa kakak laki-laki nya juga mengagumi kecantikan Aira


Berbeda dengan Aira,ia merasa dirinya masih sangat banyak kekurangan, sebagai wanita ia tidak memasak dan melakukan sesuatu yang bisa di lakukan oleh wanita lain, memang semua itu dikarenakan sang Umi yang belum terlalu mengizinkan nya melakukan pekerjaan rumah tangga, bagi sang Umi putri tercintanya masih terlalu muda,ia ingin melihat putrinya fokus pada pendidikan terlebih dahulu,baik itu pendidikan umum maupun Agama, dan ia yakin saat sudah waktunya putri kecilnya pasti akan bisa melakukan peran nya sebagai wanita yang melakukan pekerjaan rumah tangga


"hehehe...ga bilang sih, tapi kan emang A Andi nya pernah bilang lagi naksir sama cewek dan lagi usaha buat dekati,trus A Andi kan sekarang sering deketin kak Rere,Iskan A" jawab Aira polos sambil tersenyum cantik dan menatap Andi, membuat Andi langsung tersenyum


" Udah ga usah di bahas,AA ga jadi Meu deketin si Rere,ternyata cewek matre, sekarang mau cari gebetan baru" Jawab Andi sambil mengelus lembut kepala Aira dan melangkah meninggalkan remaja cantik tersebut


Tanpa membantah dan menjawab apapun kedua remaja cantik tersebut juga melangkah menuju kelas mereka, sepanjang koridor seperti biasa hampir setiap mata menatap kagum wajah cantik Aira, kehadirannya bagaikan sebuah angin segar yang menghembus di Padang pasir, tapi semua itu tidak membuat seorang Aira sombong atau merasa dirinya lebih dari mereka,ia malah sering merasa geli dan malu sendiri setiap kali melihat pandangan orang orang sekitarnya

__ADS_1


Apa yang terjadi pada Aira tak jauh berbeda dengan Azlan, pria tampan tersebut juga selalu menjadi topik utama dan selalu hangat di bicarakan oleh para gadis,baik itu di sekolah maupun di luar sekolah, seperti hari ini..para pria tampan tersebut akan mengikuti turnamen basket di GOR kota tersebut, beberapa sekolah menengah atas mengadakan turnamen segala jenis olahraga dan itu adalah kegiatan rutin, sekolah yang Milik keluarga Abbas tersebut juga tidak pernah meninggalkan turnamen tersebut, mereka adalah donatur terbesarnya


Azlan Dan kedua sahabat nya beserta teman satu tim nya baru saja memasuki GOR, setelah memarkirkan mobil Mereka pada tempatnya mereka langsung melangkah menuju kedalam, kedatangan ketiga pria tampan tersebut memang seperti sangat dinantikan oleh para penggemar wanita nya, mereka berteriak histeris saat melihat idola mereka mulai memasuki GOR, membuat ketiga pria tampan tersebut terkadang merasa sangat jengah


" Wow pangeran datang... akhirnya muncul juga,serasa lihat purnama deh bisa lihat mereka" ucap salah satu wanita yang sedang menatap kagum ketiga pria tampan tersebut


"Ia.. apalagi Azlan..wih rasanya hati gue kayak tersiram air Es bisa lihat wajah super tampan nya itu,bak jelmaan dewa" sambung teman satu nya


" Ia ya,kok ada ya orang yang fisik nya nyaris sempurna giru,tambah IQ nya juga wow, jago basket lagi,kira- kira cewek idaman nya gimana ya?" Jawab yang lain


" Ga tau juga sih, soalnya denger - denger doi tu play boy Elit, pacar nya banyak and mantan nya juga bertebaran dimana-mana,juga bukan gadis dari kalangan sembarangan, rata- rata mereka putri pengusaha atau pejabat,wajar sih secara doi tu cowok paling populer anak Sultan lagi" Jawab gadis yang tadi


" Ia sih tapi gue yakin doi pasti punya kriteria sendiri seperti apa cewek idamannya dan mungkin belum terdapat pada semua mantan mantan nya, keliatan banget kan setiap kali doi jalan ma pacar nya ga pernah deh melihat romantis nya natural gitu, kebanyakan si wanita yang lebih agresif dan posesif, gue pernah beberapa kali ketemu doi lagi nongkrong bareng temen and pacar mereka, tapi yang pasti kriterianya High class dong,secara anak Sultan, pewaris tunggal pulak" jawab yang satunya yang memang terlihat tidak terlalu heboh dari yang lain


" Bener banget Lo dan gue juga sependapat dengan Lo,tapi.....semoga aja cewek yang beruntung itu gue" jawab salah satu dari mereka sambil tersenyum cantik, membuat teman-teman nya yang lain langsung menoyor kepala gadis tersebut


"MIMPI LO KETINGGIAN" jawab mereka kompak dengan suara lantang membuat perhatian beberapa orang di sekitar mereka langsung melihat ke arah para gadis tersebut


Intan yang memang sudah beberapa bulan menjadi murid sekolah keluarga Abbas kini terlihat lebih dekat dengan kelompok Azlan and friends,itu karena ada Alif di sana yang tak lain adalah sepupu Akbar sahabat intan,dan sepertinya kedua kedua muda mudi tersebut sedang pendekatan, terlihat jelas dari gelagat Alif yang terlihat perhatian pada intan, dan intan yang terlihat sedikit salah tingkah saat Alif sering menggodanya


Tapi intan tidak langsung terlalu BAPER, karena ia tau seberapa play boy nya geng Azlan dan para sahabatnya, intan masih belum mau menjadi salah satu koleksi mantan kekasih para pria tampan tersebut, walaupun demikian ia sangat nyaman berteman dengan mereka, menurut intan walaupun mereka para pria playboy, akan tetapi mereka masih bisa membedakan mana teman dan wanita yang bisa mereka ajak pacaran sesat untuk temen happy- happy


Intan dan Akbar terbilang cukup sering nongkrong bareng mereka saat diluar sekolah sekalipun, walaupun Akbar beda sekolah tapi ia terbilang masih sangat jarang menolak saat intan atau Alif mengajak nya untuk gabung, dan itu membuat intan semakin bertambah nyaman,secara Akbar adalah sahabatnya sejak mereka sekolah dasar dan kini bertambah lagi dengan Andi,Nia dan secantik Aira, walaupun kini ketiga Sahabat nya tersebut tidak lagi bersama nya dan Akbar, tapi yang ia tau Nia akan melanjutkan sekolah menengah atas nya di Jakarta dan sangat besar kemungkinan akan satu sekolah dengan nya


Intan juga berharap bahwa Aira juga sama, tapi ia tau itu sangat tidak mungkin intan lakukan, karena ia tau intan sangat menyayangi Umi Aisyah,dan keduanya terlihat sangat saling menyayangi dan mereka juga tidak mungkin bisa berpisah jauh apalagi dalam waktu yang lama, saat Aira mengikuti olimpiade ke luar kota atau luar negeri saja sangat terlihat kesedihan sang bunda setiap kali mengantarkan Aira ke bandara, terminal bus atau stasiun kereta, wanita paruh baya tersebut selalu terlihat beberapa kali memeluk dan mencium seluruh wajah putih alami sang putri kecilnya

__ADS_1


__ADS_2