
Azlan sibuk dengan tablet miliknya,rasa laparnya seperti sudah hilang sejak melihat wanita tercinta nya menangis dan langsung memeluk nya setelah dari berganti baju tadi, terlebih lagi ia tau siapa pria yang Aira sebutkan tadi, pria yang juga memiliki pamor, harta, tahta dan yang jelas lebih dewasa dari dirinya
Rasanya ia semakin tidak sabar ingin segera Aira mengandung benihnya, dengan demikian akan sedikit rumit bagi pria lain yang menginginkan nya,dan Aira juga pasti akan semakin terikat dengan nya
"Sayang... cepat hadir disini... Daddy sangat berharap kehadiran mu,agar kita bisa miliki mommy selamanya" ucap nya lirih seraya mengusap lembut Perut rata Aira
Uh...
Terdengar suara lenguhan pelan dari bibir indah Aira, membuat azlan Langsung menatapnya dan memberikan kecupan lembut di kening dan bibir Aira
" Kita udah sampai...?" tanya Aira dengan suara khas bangun tidur nya seraya mengerjabkan matanya
" Udah beberapa menit yang lalu" jawab Azlan sambil menyimpan tablet miliknya ke samping
" kenapa ga bangunin...? kan tadi kakak bilang kakak laper,ya udah yuk kita turun dan cari makan aja dulu" omel Aira membuat azlan tersenyum gemas
" kamu tidurnya nyenyak banget yang..ya udah yuk..kamu mau makan apa?" tanya Azlan sambil mengusap kepala Aira
" Apa aja yang penting enak"jawab Aira langsung menggandeng manja lengan kokoh Azlan, membuat hati azlan sangat bahagia
Keduanya menuju food court yang berlabel halal dan memesan beberapa menu, azlan sedikit heran melihat selera makan Aira akhir -akhir ini terlihat meningkat dan sikap nya juga terlihat sangat manja, membuat azlan semakin ga sanggup jauh dari wanita cantik tersebut
Selesai makan yang dipenuhi dengan drama karena Aira yang ga mau mengupas sendiri udang dan kepiting miliknya, membuat azlan lah yang harus mengalah mengupas kan semua nya, agar wanita cantik itu mau makan,di tambah lagi dengan drama minta Es krim setelah makan dan lagi - lagi azlan lah yang harus mengalah dan kalah karena melihat wajah sendu sang istri dengan mata yang berkaca-kaca
Akhirnya mereka jalan-jalan dan shopping mengelilingi tempat tersebut yang begitu indah,Aira sangat bahagia dan sangat bersemangat sampai mereka lupa waktu dan baru menyadari ternyata waktu sudah malam
Azlan memutuskan untuk mengajak pulang Aira setelah menghubungi sang supir, walaupun sebenarnya Aira masih sangat ingin di tempat tersebut,tapi karena azlan yang tidak mau Aira terlalu lelah sehingga membujuk gadis tersebut dengan alasan ai sudah sangat lelah dan besok harus berangkat diwaktu subuh, membuat Aira Langsung setuju karena ia juga ga tega jika azlan terlalu lelah
Sikap keduanya yang saling menyayangi dan menjaga sebenarnya sudah bisa di katakan bahwa ikatan cinta mereka semakin erat,tapi keduanya masih sangat khawatir dan takut kehilangan
perjalanan hampir satu jam membawa mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap, azlan membawakan semua belanjaan Aira, sedangkan Aira terlihat sibuk dengan paper bag yang berisikan makanan pesanan nya dan beberapa es krim
Keduanya langsung menuju lift dan menekan angka lantai tujuan mereka, tanpa kedua nya tau ada Alex yang sejak kedatangan mereka terus memperhatikan keduanya,ia semakin yakin kalau antara Aira dan Azlan bukan lah sepasang kekasih, melihat Aira yang tidak terkesan malu-malu sedikit pun pada azlan, yang terlihat manjanya,begitu pula azlan yang terlihat sangat memanjakan Aira
Sampai di lantai tujuan keduanya langsung keluar saat lift sudah terbuka,Aira dan Azlan berjalan beriringan menuju kamar mereka dan langsung masuk saat pintu sudah terbuka setelah azlan menempelkan kartu akses miliknya
Sedangkan di lobby Alex sedang mewawancarai resepsionis menanyakan apakah Aira dan azlan menginap di kamar yang sama, dan resepsionis menjawab tidak, mereka menjawab sesuai data yang ada,Aira seperti siswa lainnya, sedangkan Azlan menyewa kamar frudensuit, membuat Alex tersenyum bahagia saat melihat data tersebut
Alex berencana besok ia akan mencari cara agar bisa berbincang dengan Aira walaupun sedikit,ia harus mencari cara untuk mendekati wanita cantik tersebut, apalagi ia sudah tau bahwa Aira hanya tinggal beberapa hari lagi di negara tersebut, minimal ia harus bisa mendapatkan nomor telepon Aira
Didalam kamar frudensuit milik azlan, keduanya sedang asyik menikmati makan malam mereka, dengan menu pilihan Aira, azlan menggeleng melihat selera makan Aira
__ADS_1
" Kamu tumben banget yang makan nya banyak gitu?" tanya Azlan hati-hati
" lagi pengen aja.. boleh kan?" tanya nya polos
" Boleh dong yang.. apapun untuk kamu asal jangan pernah teringat untuk pergi dariku" jawab Azlan
Aira tidak menjawab,ia hanya mengangguk patuh sambil tersenyum cantik menampilkan deretan gigi putih nya, azlan langsung mencium tangan Aira dan mengusap kepalanya,ia sangat bahagia melihat aira yang semakin hari semakin terlihat manja dan bergantung padanya
Setelah makan dan bebersih diri, keduanya langsung menuju ranjang dan istirahat, azlan menarik Aira dalam dekapan nya dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Aira, sedangkan Aira ia langsung mencari posisi paling nyaman
Azlan mengusap lembut punggung Aira agar wanita cantik tersebut tertidur pulas, rasanya ia ga akan sanggup jika tidak menjamah wanita cantik tersebut kalau masih belum tertidur dan terus bergerak dalam dekapan nya, azlan berusaha menahan hasratnya karena ia ga tega melihat Aira kelelahan
Keduanya sudah tertidur menuju alam mimpi yang mereka harapkan selalu bermimpi yang indah, sehingga saat terbangun esok akan menambah semangat memulai aktivitas apapun itu
Pagi menjelang keduanya sudah terbangun, bebersih diri dan Shalat bersama,Aira membantu Azlan bersiap dan dengan teliti memasangkan dasinya, Azlan langsung memakai pakaian resmi nya lengkap dengan jas, karena setelah sampai di bandara Soekarno Hatta nanti ia tidak akan pulang ke mansion atau apartemen nya,ia akan langsung menuju kantor pusat Abbas group
Azlan meminta pada Aira agar tetap menginap di kamar tersebut, azlan ga tega jika Aira menginap di kamar yang menurutnya pasti sangat sempit dan tidak nyaman,ia juga sudah berpesan pada guru pengawas untuk menjaga istrinya dan membiarkan Aira tetap berada di kamar tersebut
Aira mengantarkan azlan sampai di lobby hotel, terlihat sang supir sudah bersiap menunggu sang majikan yang akan di antar ke bandara, azlan memeluk erat tubuh ramping Aira dan mencium nya sampai beberapa kali, begitu berat hati nya jauh dengan wanita cantik tersebut
" Kakak...malu diliatin orang" protes Aira karena azlan terus menciumi seluruh wajahnya
" Siap Tuan muda...my husband" jawab Aira sambil tersenyum centil
Azlan langsung memasuki mobilnya setelah mengusap dan mencium puncak kepala Aira,ia langsung memerintahkan pada sang supir agar segera berangkat,ia ga akan sanggup lama-lama melihat wajah iara yang terus memberikan senyuman untuk nya, padahal ia yakin Aira juga merasakan hal yang sama
Setelah kepergian azlan dan mobil yang membawa nya sudah menghilang jauh dari pandangan mata nya, Aira berbalik dan menuju restoran hotel tersebut untuk melakukan sarapan pagi,ia memilih kursi yang sedikit pojok, setelah pesanan nya datang ia mulai menyantap nya secara perlahan sambil menunggu teman yang lain nya
Tak berselang lama resto tersebut mulai dipenuhi pengunjung lainnya termasuk para pelajar yang menginap di tempat tersebut, selesai sarapan seperti biasanya para peserta olimpiade langsung diarahkan menuju mobil masing-masing yang akan membawa mereka ke beberapa tempat sesuai dengan tema yang harus mereka ikuti hari ini
Di jakarta Azlan baru tiba di bandara Soekarno Hatta,ia melewati jalur khusus jet pribadi, sampai di depan ia langsung memasuki sebuah mobil mewah yang sudah terparkir lengkap beserta sang supir yang memang sudah menunggu kedatangan sang tuan muda
Azlan memerintahkan sang supir untuk langsung menuju kantor pusat Abbas group karena rapat akan segera dimulai, perjalanan hampir satu jam membawa ia menuju kantor pusat dan akhirnya mobil yang membawa nya kini sudah berhenti tepat didepan lobby perusahaan besar tersebut,Azlan langsung keluar dari mobil dan sedikit berlari kecil memasuki lobby menuju lift dan melewati resepsionis dan beberapa karyawan yang melihat kagum akan ketampanannya
Sampai di lantai tujuannya Azlan langsung menuju ruang rapat yang kemungkinan besar sudah dihadiri oleh yang lainnya atau bahkan mungkin rapat sudah dimulai,ia melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan nya,ia terlambat hampir lima menit
Azlan mengetuk pintu dan langsung masuk,ia melihat rapat baru akan dimulai
" Maaf saya sedikit terlambat" ucap nya sopan seraya sedikit menunduk pada sang Ayah yang notabenenya adalah atasannya jika di kantor
" makanya jangan terlalu Bucin jadi laki-laki,dulu aja nolak keras, sekarang ga bisa jauh kan.. kapan kira-kira Ayah liat cucu ....?" ledek tuan Omar pada sang putra
__ADS_1
" Secepatnya yah..ini lagi usaha, ayah aja yang minta aku pulang padahal lagi berusaha keras biar cepat ada hasilnya " jawab Azlan santai
" Usaha terus.. udah hampir setahun tapi belum juga ada hasilnya, usaha apaan itu, jadi cowok kok Cemen " ledek sang Ayah
" Ia udah mau satu tahun,tapi usahanya kan baru beberapa bulan ini " jawab Azlan jujur
"hahaha " tuan Oma tertawa pelan sambil menggeleng
Rapat pun dimulai dan berjalan dengan sangat lancar, rapat yang di pimpin oleh tuan Omar mendapatkan hasil yang memuaskan dan mereka bisa memecahkan masalah yang tiba-tiba datang di kantor pusat tersebut, sehingga membuat harga saham kantor mereka menjadi menurun
Azlan dan sang ayah keluar bersama dari ruang rapat tersebut menuju ke ruangan masing-masing, sambil berjalan keduanya mengobrol sedikit membahas tentang perkembangan perusahaan cabang mereka yang terletak di negara xxxcc yang kebetulan Aira kini tengah berada di negara tersebut
Azlan memasuki ruangan nya yang sudah beberapa hari tidak ia kunjungi tersebut,tampak beberapa berkas yang tertumpuk di atas meja kerjanya tersebut, azalan langsung memulai pekerjaannya, karena besok ia berencana akan masuk kampus, karena sudah satu bulan ia sama sekali tidak hadir mengikuti belajar di kampus
Dinegara xxxxxx Aira sedang sangat serius menjadi peserta olimpiade tingkat menengah antar pelajar se Asia, hari ini ia sedikit lelah karena lawannya cukup tangguh, terlebih lawan nya tersebut adalah tuan rumah acara tersebut yang tak lain adalah murid terbaik di salah satu sekolah terfavorit di negara tempat nya berada sekarang
Tapi yang namanya Aira... wanita yang selalu terlihat bersikap tenang dan sangat jarang menunjukkan kegelisahan nya, sehingga tidak mudah bagi orang untuk menebak apa yang sedang wanita cantik itu pikirkan, sikap tenang nya tersebut lah semakin membuat banyak lawan jenisnya merasa penasaran dan ingin mengenalnya lebih jauh
Tepat setelah dua jam berkutat dengan soal yang diberikan oleh panitia,Aira keluar dari ruangan khusus tersebut,Aira langsung menghampiri beberapa temannya dan juga guru pengawas yang sejak tadi juga ikut menyaksikan kegiatan Aira dari layar lebar di luar ruangan tersebut
Tiba -tiba datang seseorang yang juga pelajar menghampiri Aira, yang mereka tau dari atribut sekolah nya,pelajar tersebut adalah salah satu peserta yang berasal dari salah satu sekolah di negara tersebut, membuat Aira dan pengawas Aira sedikit kebingungan
" Permisi apakah benar anda yang bernama nona Almaira Az-Zahra?" tanya pelajar wanita tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris
" Ya saya Almaira Az-Zahra..ada yang bisa saya bantu?" tanya Aira sopan dengan bahasa Inggris
" Tuan muda dari keluarga kerajaan xxxxxx ingin bertemu dan sedikit berbincang dengan kamu" jawab wanita tersebut seraya terus menatap lekat wajah Aira, dalam hati ia sangat mengagumi wanita cantik berhijab di hadapannya tersebut
" Apakah saya mengenal nya? atau kah ada teman saya yang lain nya bersama beliau? atau boleh kah saya mengajak salah satu guru pengawas saya untuk menemui beliau?" tanya Aira sesopan mungkin
" Maaf Nona saya kurang tau, kita tanyakan nanti saja saat kamu sudah berada di depan beliau" jawab nya sedikit heran
"Baiklah..mari tolong antarkan saya...mari buk tolong temani saya sebentar" ucap Aira pada murid tersebut seraya meminta tolong pada salah satu guru pembimbing untuk menemaninya,dan sang guru langsung mengangguk setuju karena ia juga khawatir azlan akan marah besar bila terjadi sesuatu pada nona muda tempat mereka mengais rezeki
Ketiga orang tersebut mulai melangkah menuju tempat seseorang yang katanya sedang menunggu mereka untuk berbincang, walaupun dihari sesungguhnya Aira sedikit berkeberatan untuk menemui orang tersebut
Akan tetapi karena orang tersebut adalah salah satu anggota keluarga dari orang yang paling berkuasa di negara tersebut, membuat Aira tidak mungkin untuk menolak permintaan tersebut selama itu tidak melanggar hak asasi dan juga Aira merasa penasaran untuk apa orang tersebut ingin bertemu dengannya
Tak berselang lama mereka sampai di depan sebuah ruangan yang dikelilingi dengan dinding kaca, terlihat seperti sebuah ruang tamu yang cukup luas dan lumayan megah dan juga tampak beberapa pengawal yang berjaga di luar ruangan tersebut
Pelajar wanita tersebut tampak menunduk tanda memberikan hormat, membuat Aira dan guru pengawas nya juga melakukan hal yang sama, dan langsung di balas dengan anggukan sopan oleh para pengawal tersebut
__ADS_1