DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
61


__ADS_3

Sedangkan di kantor cabang Abbas group..Azlan baru saja memasuki ruangan rapat,ia hadir mewakili sang ayah untuk menghadiri rapat para direksi, karena kebetulan ia sedang berada di negara tersebut sehingga sang ayah memintanya untuk menggantikan beliau,dan rencana nya esok pagi-pagi sekali ia akan kembali ke Indonesia, walaupun sesungguhnya berat karena meninggalkan Aira dan itu untuk beberapa hari kedepannya mereka ga akan bertemu


Walaupun berat Azlan tetap harus ke di kantor pusat Abbas group besok pagi untuk mengikuti rapat para pemegang saham yang diadakan besok karena ada sedikit masalah, sehingga semalam sang ayah memintanya untuk pulang agar ikut hadir dalam rapat tersebut, begitu pula yang dikatakan oleh Dodi asisten pribadinya


Sebagai seseorang yang profesional dalam bekerja ia ga mungkin menolak parintah sang ayah yang berstatus sebagai atasan tertinggi nya di Abbas group,ia ingin tetap profesional dan sebisa mungkin akan berusaha terus seperti itu, walaupun Almaira dan kedua orang tuanya adalah prioritas utamanya saat ini


Setelah selesai dengan pekerjaannya di kantor cabang di negara tersebut, azlan meminta di antarkan ke hotel,ia ingin beristirahat karena rencananya nanti sore ia akan menjemput Aira di lokasi lomba dan mengajak nya jalan -jalan di negara tersebut, baru subuh esok ia kembali terbang ke Indonesia dan langsung menuju kantor pusat


Sampai di hotel ia langsung membersihkan dirinya, setengah selesai dan Shalat ia memilih untuk merebahkan badannya dan sebelum nya ia mengirim pesan pada sang istri


✉️- sayang.. kalau sudah selesai kabari aku ya,biar aku jemput,aku mau ajak kamu jalan -jalan..by.. I love u❤️❤️❤️


Setelah nya ia langsung memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, hatinya berat meninggalkan Aira


Ditempat perlombaan Aira yang baru saja selesai dan keluar dari laboratorium khusus biologi tersebut merasakan handphone nya bergetar,ia langsung meraih handphone nya dari saku rok sekolah nya, handphone nya memang tidak ia beri nada,hanya getar saja


Aira tersenyum bahagia saat melihat notif pesan dari azlan dan ia semakin bahagia saat setelah membaca isi pesan tersebut, jari lentik nya dengan cepat membalas pesan tersebut setelah ia menanyakan pada pengawas apakah ia boleh pulang lebih dulu dan dijemput oleh azlan jika bagian nya sudah selesai


✉️- Ia kak..kata pengawas setelah makan siang Aira hanya harus menyelesaikan bidang studi yang tadi aja sekitar satu setengah jam, setelah nya Aira bebas dan boleh pulang duluan,tapi kakak bawakan baju ganti ya untuk Aira,malu kalau jalan masih pakai seragam "


Aira Langsung mengirimkan balasan pesan tersebut,ia sudah tidak sabar sangat ingin jalan -jalan mengelilingi kota atau tempat -tempat bersejarah di negara tersebut


Azlan tersenyum saat melihat dan membaca balasan pesan dari Aira,ia bahagia.. wanita cantik tersebut semakin terlihat sudah mau membalas cintanya, walaupun sering terlihat malu-malu dan itu semakin membuat azlan gemas dan selalu merindukan nya


Azlan kembali melanjutkan tidurnya,ia masih punya waktu sekitar dua setengah jam lagi dan ia manfaatkan untuk istirahat agar wajah dan tubuhnya lebih fresh saat bangun nanti


Aira mulai melangkah menuju teman -teman nya yang lain, mereka akan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan Shalat Zuhur bagi yang muslim dan ingin melaksanakan kewajiban nya


Setelah semua selesai Aira dan beberapa murid lainnya kembali ke laboratorium untuk melanjutkan sisa yang tadi, mereka kembali berkutat dengan semua itu sampai jam menunjukkan bahwa waktu mereka telah selesai dan habis,Aira yang memang sudah selesai dari setengah jam yang lalu langsung meninggalkan mejanya


Di hotel azlan sedang bersiap,ia mengenakan celana Ponggol dibawah lutut dan kaos oblong, dipadukan dengan sandal santai dan jam tangan limited edition nya, setelah selesai ia langsung meraih dompet, handphone,ia langsung menghubungi sopir kantor nya dan meminta untuk bersiap menunggu nya di lobby hotel


Azlan Langsung meninggalkan hotel menuju tempat Aira berada saat ini,Aira tadi sudah memberinya kabar bahwa ia sudah selesai,dan akan menunggu nya di taman tempat tersebut


Setelah perjalanan beberapa puluh menit, mobil yang membawa azlan memasuki gerbang tempat Aira berada dan berhenti di parkiran, azlan Langsung menelfon Aira mengatakan dirinya sudah sampai di tempat tersebut


Aira melangkah dengan ceria menghampiri mobil yang ditumpangi azlan, saat melihat Aira mulai mendekati mobilnya azlan Langsung keluar,Aira meraih lembut tangan azlan dan mencium punggung nya,dan di balas dengan sebuah kecupan sayang di puncak kepala Aira oleh azlan


" Kamu mau ganti baju dimana yang...?" tanya Azlan lembut


" Di ruang sini aja kak, mereka juga menyediakan ruang khusus untuk ruang ganti dan terpisah antara wanita dan pria" jawab Aira


Azlan mengangguk paham,ia kembali masuk ke mobilnya mengambil paper bag yang berisikan pakaian Aira lengkap termasuk sepatu untuk nya,Aira tersenyum malu dengan wajah memerah melihat azlan juga menyiapkan pakaian dalam nya


" loh kok bengong sih, cepetan ganti atau mau aku temenin...?" tanya Azlan


" Ah ia kak,ga perlu di temenin Aira sendiri aja, lagian tempat nya ramai dan ga jauh,ga enak aja pandangan pelajar lain nantinya" jelas Aira

__ADS_1


" Ok aku tunggu di sini,tapi usahakan jangan terlalu lama ya,aku laper" pinta Azlan


" Ok... sebentar kok, kakak tetap di sini ya dan jangan kemana-mana" pinta Aira,di jawab dengan anggukan pasti oleh azlan


Interaksi keduanya tak luput dari pandangan sepasang bola mata dari sebuah mobil mewah yang berusaha memasuki parkiran tempat tersebut,ia yang mengenal dan mengetahui siapa Azlan menjadi semakin penasaran siapa sebenarnya Aira


Hati Alex menjadi sedikit goyah karena ia melihat Aira yang dekat dengan azlan,tapi dengan cepat ia tepis mengingat mungkin Aira salah satu keluarga azlan, atau famili dekat nya, melihat interaksi mereka tadi layaknya kakak beradik


Aira melangkah kaki nya menuju ruang ganti khusus wanita,ia dengan cepat mengganti pakaiannya dan langsung keluar setelah merasa semuanya beres, seragam sekolah dan sepatutnya ia masukkan kedalam paper bag yang tadi ia bawa,ia kembali menuju parkiran



Aira melangkah dengan sedikit terburu-buru dikoridor sehingga ia tidak menyadari bahwa dari arah berlawanan juga ada orang lain yang sedang berjalan sambil memainkan handphone nya


Brukk...


" Aw...ish.." suara rintihan lembut terdengar dari bibir mungil Aira,is mengusap bokong nya karena jatuh terduduk dan menepuk-nepuk tangan nya


" sorry i didn't mean to, let me help (maaf saya tidak sengaja..mari saya bantu) " ucap pemuda tersebut dengan wajah khawatir dan bersalah nya seraya mengulurkan tangannya


" no problem, I was also wrong not to pay attention to the road, thank you for the offer, but I can do it myself ( tidak masalah,saya juga salah tidak memperhatikan jalan, terimakasih atas tawaran nya tapi saya bisa sendiri )" ucap Aira sopan seraya menundukkan kepalanya


" I'm Alexander William, may I know your name? (Saya Alexander William, boleh saya tau siapa nam kamu?) Tanya pria yang tak lain adalah Alexander William yang sejak kemaren sangat penasaran dan mengagumi sosok wanita cantik tersebut, Seraya mengulurkan tangannya


" I'm Almaira Az-Zahra, sorry I'm in a bit of a rush ( Saya Almaira Az-Zahra, maaf saya sedikit terburu-buru)" ucap Aira lembut sambil tersenyum canggung tanpa menerima uluran tangan pria tersebut


Alex terus saja menggumamkan nama Aira di dalam didalam hati nya,ia semakin sangat mengagumi kecantikan Aira, tidak salah jika keponakan nya mengatakan Aira itu adalah seorang peri


Alex bertanya dalam hati nya, apakah ia sudah tidak setampan biasanya yang selalu membuat para wanita histeris saat melihat dirinya?, karena ia melihat bahwa aira terlihat sangat cuek dan seperti tidak terpesona sedikit pun saat bertatapan dengan nya barusan


Sedangkan Aira langsung menghampiri azlan yang terlihat sedang sibuk dengan ponselnya,Aira langsung memeluk tubuh azlan erat dengan mata berkaca-kaca


" Kakak.. sakit..," ucap Aira manja dengan menitikkan air matanya


" Kenapa sayang.. Hem..?bilang ke aku" tanya Azlan khawatir


" Tadi di koridor ga sengaja ketabrak orang.. punggung Aira sakit kak" keluh nya manja, membuat azlan tersenyum


" ya udah yuk kita masuk mobil dulu, nanti biar aku usap" bujuk Azlan menenangkan


Keduanya langsung memasuki mobil, azlan meminta pada sang supir untuk Segers melajukan mobilnya, sementara tangan nya dengan lembut terus mengusap punggung sang istri yang kini menyandarkan kepalanya di dada bidang Azlan


" Berarti dulu abis ketabrak sama aku juga nangis gini ?,tapi wajah nya garang banget loh waktu itu" ledek Azlan


" Nangis tapi udah di rumah.." jawab nya polos, membuat azlan semakin gemas dengan istri cantik nya tersebut


Cup..cup..cup..

__ADS_1


Azlan menciumi seluruh wajah dan tangan Aira, memberikan ketenangan pada wanita cantik tersebut


" Maaf kalau dulu aku sering buat kamu nangis" ucap Azlan lembut,Aira hanya mengangguk dalam dekapan Azlan


" Trus tadi tabrakan nya sama cewek atau cowok?" tanya Azlan menyelidiki


" Cowok..dia bilang namanya Alexander William " jawab Aira jujur


Deg....


Jantung Azlan berdetak tiba-tiba saat mendengar nama orang yang bertabrakan dengan sang istri,ia tau siapa orang yang menyandang marga William dibelakang namanya,dan ia juga tau seperti apa karakter keluarga William tersebut


" Dia marahin kamu?" tanya Azlan penasaran


" Tidak...dia malah mau nolong tapi Aira bilang Aira bisa sendiri dan ga pa pa,trus dia sebutin namanya dan tanya nama Aira" cerita Aira jujur


Deg...


Lagi-lagi jantung Azlan berdetak semakin kencang, apakah pria tersebut tertarik pada istrinya? pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dalam hatinya dan semakin membuat ia berat meninggalkan Aira di negara tersebut, walaupun hanya tinggal enam hari lagi


" Sayang.... dengerin aku... besok pagi-pagi banget aku harus balik ke indo karena ada rapat para pemegang saham,ada sedikit masalah dan Ayah minta agar aku harus hadir di rapat tersebut,jadi.....aku minta sama kamu.. Please jangan dekat dengan pria manapun walau sebaik apapun mereka ke kamu...kamu paham sayang...?" ucap Azlan terlihat khawatir, sedangkan sang supir langsung melirik kebelakang dari kaca spion yang terdapat di tengah


" Hem..." jawab Aira mengangguk patuh masih dalam dekapan Azlan


" Aku khawatir banget ninggalin kamu disini " ucap Azlan lirih membuat Aira langsung mengangkat wajahnya menatap wajah Azlan


" Aira janji akan hati-hati dan jaga jarak sama cowok manapun,kakak ga perlu khawatir, lagian para bodyguard kakak juga terus ngawasin Aira" jawab Aira meyakinkan Azlan, membuat Azlan sedikit lebih tenang setelah mendengar jawaban dari Azlan


Sedangkan sang supir yang sejak tadi mendengar pembicaraan pasangan muda tersebut, tersenyum tipis,ia tau sang tuan mudanya sedang khawatir karena nama Alexander William tadi dan sang supir juga sangat tau siap keluar mereka, walaupun lebih berpengaruh keluarga Abbas dibandingkan keluarga William dan mereka juga termasuk rekan bisnis keluarga Abbas bukan saingan


Tapi sang supir tau bahwa tuan mudanya sedang khawatir dan cemburu takut sang istri ditikung oleh pria lain,dan itu pula yang sang supir pikirkan seperti nya pangeran dari keluarga William tersebut tertarik pada nona mudanya tersebut, mengingat betapa cantiknya wanita muda tersebut


mobil terus melaju membelah jalanan,Azlan meminta pada sang supir untuk membawa mereka ke suatu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke negara tersebut,dan disana juga menyediakan makanan khas negara tersebut juga tersedia makanan halal,serta juga banyak menawarkan beraneka ragam souvernir khas negara tersebut dengan kualitas dan harga yang bervariasi


Azlan berencana akan mengajak Aira berbelanja berbagai souvernir dan mencicipi aneka kuliner negara tersebut yang pastinya yang memiliki label halal untuk mereka konsumsi


Perjalanan beberapa puluh menit menbawa mereka ke suatu tempat yang indah memanjakan mata,Aira terlihat tertidur dalam dekapan Azlan, membuat nya ga tega untuk mengganggu tidur wanita terkasih nya tersebut


" Bapak bisa turun saja duluan, mungkin mau jalan - jalan atau lihat",ini uang jajan dari saya dan nanti jika saya sudah selesai akan saya hubungi, istri saya sedang tidur kasian kali di ganggu " ucap Azlan seraya menyodorkan beberapa lembar mata uang negara tersebut pada sang supir


" Baik tuan muda,tapi tuan ga perlu kasih saya uang tuan, karena saya tidak berbelanja" ucap nya sopan dan sangat enggan menerima uang yang diberikan oleh Azlan


" Ambill dan belanja lah sesuatu untuk anak atau istri anda mungkin " jawab Azlan tegas


" Baik tuan muda.. terimakasih banyak " jawab nya canggung sambil meraih uanga tersebut


sang supir langsung turun meninggalkan pasangan muda tersebut di dalam mobil, sedangkan Azlan memilih menyibukkan dirinya dengan beberapa email yang masuk di tablet kerja miliknya

__ADS_1


__ADS_2