
" Bos sebentar...coba lihat itu" ucap Dodi seraya menunjuk kelantai tepatnya ke arah kotak bekal yang Aira bawa tadi
" Lo apaan hah..? gue harus ngejar Ara.. brengsek, dia pasti salah paham" jawab Azlan geram
Dodi tidak menjawab,ia langsung meraih kotak kecil yang tergeletak diantara kotak bekal dilantai tersebut,ia langsung menyerahkan kotak tersebut pada azlan
" Apa ini dod?" tanya Azlan heran
" Pasti nona ingin memberikan kejutan dan itu pasti sesuatu yang sangat penting dan berharga" jawab Dodi, karena tadi sekilas ia sempat melihat benda yang ada di dalam kotak tersebut saat baru terjatuh dan sedikit terbuka sebelum akhirnya tertutup kembali
Azlan langsung mengambil kotak tersebut dan membuka nya dengan terburu-buru, matanya langsung melotot sempurna saat melihat isi didalamnya dan sebuah kertas cantik bertuliskan * Hai calon Daddy * Azlan menutup mulutnya dan memejamkan matanya yang sudah mengeluarkan Air mata, seluruh tubuhnya terasa bergetar
" Ara...Ara hamil dod" tiga kata itu yang terucap dari bibirnya,membuat semua yang ada di tempat tersebut sangat terkejut dan shock, terlebih Susi ia mengira Aira hamil diluar nikah dengan Azlan, sedangkan Dodi sangat bahagia bercampur haru mendengar kabar tersebut
" Dod gue harus kejar Ara..." ucap Azlan
" Ayok bos cepat,tadi nona ambil kunci mobil di tangan saya" ucap Dodi baru teringat
Deg
Langkah Azlan langsung terhenti saat mendengar ucapan dari Dodi,ia sangat shock dan terkejut kalau Aira mengambil kunci mobilnya dari Dodi, sedangkan Azlan Belum pernah melihat Aira mengemudikan mobil, walaupun ia tau Aira bisa mengemudi
" Cepat hubungi semua bodyguard yang mengawasi Ara dan suruh mereka terus ikuti dia" perintah Azlan semakin panik dan Dodi langsung menghubungi orang suruhan nya dan bodyguard yang mengawasi Aira, menyampaikan semua perintah dari Azlan
Sementara sekretaris Azlan semakin penasaran, tentang hubungan Azlan dan Aira, yang ia tau Aira adalah kekasih bos mudahnya tersebut,tapi juga tidak mungkin jika hanya kekasih Aira sangat berani mengambil kunci mobil Azlan dan Aira juga selalu dalam pengawalan Azlan dan keluarga, walaupun bukan suami istri setidaknya pasti mereka sudah bertunangan,itu yang sang sekretaris pikirkan
Sedangkan Susi terlihat semakin salah tingkah dan merasakan ketakutan,saat melihat betapa khawatir nya Azlan terhadap Aira, terlebih ia mendengar langsung bahwa Aira tengah mengandung anak dari Azlan, walaupun dalam hati ia berkata bahwa Aira adalah gadis yang munafik karena hamil diluar nikah, tapi ia juga khawatir kalau pekerjaan nya akan terancam
" kamu bereskan semua ini,dan ingat jangan sampai ada yang tau bahwa nona muda sedang mengandung" ucap Dodi pada sekretaris tersebut, sehingga langsung di angguki patuh oleh sekretaris Azlan, walaupun ia juga terkejut dengan panggilan Dodi untuk Aira
" **** ..kenapa lift ini lambat sekali" umpat Azlan saat keduanya sudah berada di dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar
" Dod kita pakai mobil kantor dan cepat hubungi supir untuk menyiapkan mobil, mobil baru yang Ara bawa itu belum terpasang alat pelacak nya" ucap Azlan gusar
Sedangkan di lantai dasar Aira baru saja keluar dari lift khusus,ia langsung keluar dari lobby dan menuju parkiran,ia ga perduli semua mata menatapnya penuh dengan tanda tanya, karena terlihat jelas Aira berjalan setengah berlari seraya mengusap air matanya
Sedangkan Azlan juga baru saja tiba di lantai dasar, dengan setengah berlari ia berusaha mengejar Aira yang terlihat sudah hampir memasuki mobilnya, kejadian tersebut sontak membuat heboh para karyawan di Abbas group,ini pertama kalinya mereka melihat wajah panik sang tuan muda seraya mengejar seseorang yang mereka yakini Azlan sedang mengejar Aira
" Yang....Ara... please tunggu" ucap Azlan lirih namun masih bisa didengar oleh beberapa orang yang berpapasan dengan nya, sedangkan Dodi langsung menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir kantor
Aira langsung memasuki mobil dan melajukan nya dengan kecepatan yang lumayan kencang, membuat tubuh Azlan langsung lemas serasa tak bertulang,ia diam terpaku di depan lobby kantor tersebut, sedangkan satpam langsung membuka gerbang dengan terburu-buru saat melihat mobil putra dari pemilik perusahaan tersebut akan keluar dan sepertinya sangat terburu-buru
Dodi langsung menarik Azlan kedalam mobil yang sudah ia kendarai dan kembali melajukan mobil tersebut mengikuti mobil Azlan yang dikemudikan oleh Aira
__ADS_1
" Lebih kencang lagi dod..Lo ga liat Ara bawa mobilnya di atas rata-rata,gue takut kita kehilangan jejak dia,dan parahnya terjadi sesuatu" ucap azlan panik
Dan benar saja, baru selesai Azlan mengungkapkan kekhawatirannya, dari gerbang salah satu perusahaan lainnya keluar sebuah mobil mewah yang juga melaju sedikit kencang,terlihat Aira yang menghentikan mobilnya secara mendadak, tapi sayang mobil yang baru keluar dari gerbang tersebut malah terlihat terlambat berhenti dan menabrak bagian samping mobil yang Aira kendarai
Brakkkk
Terdengar suara benturan keras tersebut, Azlan langsung memejamkan matanya, sedangkan Dodi Langsung menghentikan mobil mereka, keduanya langsung turun dan berlari kearah mobil Aira yang terlihat sudah penyok tepat di pintu samping kemudi
Tak terkecuali, pria muda yang berada dalam mobil yang menabrak Aira juga langsung memundurkan mobil nya,ia langsung keluar dan berlari menghampiri mobil Aira,secara spontan ia langsung membuka pintu mobil tersebut, tampak Aira yang menelungkupkan kepalanya diatas stir mobil dan tangan nya masih mencengkram kuat stir mobilnya
Pemuda tersebut langsung mengangkat kepala Aira dan menyandarkan tubuh Aira ke jok mobil,ia ingin memastikan keadaan Aira
DEG
Jantung pemuda tersebut langsung berdetak dan ia sangat terkejut saat melihat wajah cantik Aira yang masih memejamkan matanya dengan pipi yang dibasahi oleh air mata, tapi itu semua tidak bisa menyembunyikan kecantikan alami Aira, pria tersebut sempat terpaku dan ia dikejutkan oleh suara berat dan panik dari arah belakang nya
"Sayang..." ucap Azlan yang langsung menerobos dari samping pria tersebut dan langsung mendekati Aira
Azlan yang melihat Aira masih tersadar seraya memejamkan matanya, wajah nya tampak meringis menandakan ia tengah menahan rasa sakit dan air matanya yang semakin deras mengalir membasahi pipinya
Azlan langsung membuka sealbet yang melekat ditubuh Aira dan ia langsung menggendong Aira ala bridal style, tapi langkahnya terhenti saat seseorang mengatakan padanya ada darah yang mengalir di kaki Aira
" Nak.. di kaki gadis itu ada darah yang mengalir" ucap seorang ibu-ibu sehingga langsung membuat azlan mematung menghentikan langkahnya
Jantung nya langsung berdetak kencang,Dodi langsung menghampiri azlan dan mengatakan meminta agar Azlan langsung masuk ke mobil agar mereka bisa cepat membawa Aira ke rumah sakit, Azlan kembali melanjutkan langkahnya dan memasuki mobil Seraya memangku Aira, Azlan mendekap erat tubuh Aira yang terlihat semakin melemah dan hampir tak sadarkan diri
" Sayang... please.. bertahan ya, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit..I love you" ucap Azlan dengan air mata yang terus keluar tanpa bisa ia cegah, hatinya terasa sangat sakit melihat wanita yang sangat ia cintai terlihat sangat kesakitan
Sekitar 20 menit mereka tiba di salah satu rumah sakit milik keluarga Abbas,Dodi langsung menghentikan mobilnya tepat di depan IGD dan langsung membukakan pintu untuk Azlan
" Cepat siapkan brankar dan panggilkan dokter" teriak Dodi begitu pintu IGD terbuka, Azlan sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara, lidah nya terasa kelu,kemeja abu-abu miliknya sudah terlihat ada bercak darah di beberapa tempat, karena azlan memang tidak memakai jas nya,saat diruangannya azlan memang tidak pernah memakai jas nya dan selalu ia letakkan di sandaran kursi kebesaran nya
Beberapa perawat dan pekerja rumah sakit terlihat berbisik-bisik dengan ketampanan Azlan, mereka belum tau bahwa yang datang adalah putra tunggal pemilik rumah sakit tersebut, mereka sibuk dengan mengagumi ketampanan pria muda tersebut
Beberapa dokter senior yang sudah tau siapa azlan langsung menyambutnya dan mengarahkan Azlan ke ruangan khusus tamu VVIP, beberapa dokter tampak sibuk menyiapkan beberapa alat medis dan langsung menghampiri aira yang sudah di baringkan di atas brankar
"Sebenarnya apa yang terjadi tuan muda?" tanya salah satu dokter senior sembari melakukan pengecekan pada Aira, tidak tampak luka luar, hanya sedikit lecet di bagian kening
" Saya mau dokter wanita yang menangani istri saya dan yang memiliki keahlian" ucap Azlan tegas tanpa menjawab pertanyaan dokter senior tersebut
" Baik tuan muda" jawab sang dokter dengan sedikit menundukkan wajahnya,ia sangat terkejut saat azlan mengatakan behwa gadis muda yang tengah terbaring tak berdaya tersebut adalah nona muda keluarga Abbas
Sedangkan di luar Dodi juga tidak kalah khawatir nya,disana juga ada pria yang tadi menabrak mobil Aira,tapi ia juga ga bisa di salah kan, karena Aira juga mengemudi di atas rata-rata
__ADS_1
"Maaf tuan kalau boleh saya tau wanita yang mobilnya saya tabrak tadi siapa ya? dan kalau saya tidak salah anda ini asisten pribadi di Abbas group kan,selain asisten tuan Omar" tanya pria tersebut
" Ya saya Dodi asisten pribadi putra beliau yang sekarang sering menggantikan beliau di Abbas group saat beliau sedang tidak di Jakarta" jawab Dodi menjelaskan
Didalam ruangan azlan diminta untuk menunggu di luar karena dokter akan melakukan tindakan yang lebih serius terhadap pasien, dengan sangat terpaksa Azlan keluar dari ruangan tersebut setelah memastikan semua yang berada di dalam adalah wanita, membuat dokter wanita yang sudah senior tersebut menggeleng saat melihat sikap posesif Azlan
" Bagaimana Bos?" tanya Dodi khawatir saat melihat Azlan keluar dari ruangan yang mendebarkan tersebut
" Baru akan di periksa lebih lanjut lagi karena ia belum juga sadar, sedangkan sudah di cek tidak ada luka luar yang serius, hanya keningnya saja yang lecet,dan dokter akan memeriksa dari mana darah itu berasal dan juga akan menggantikan bajunya " jawab Azlan lemah
" Yang sabar bos,nona pasti akan baik-baik aja, mungkin nona shock makanya masih belum sadarkan diri" ucap Dodi berusaha mengurangi rasa khawatir azlan
Akhirnya ketiga pria tampan tersebut terdiam duduk di kursi tunggu yang tersedia di depan ruangan tersebut, ketiganya larut dalam pemikiran mereka masing-masing, yang pastinya objek yang menjadi bahan pikiran mereka sama,yaitu gadis cantik yang bernama Almaira
Sekitar 20 menit terdengar pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan seorang dokter wanita yang keluar diikuti oleh seorang wanita paruh baya yang juga seorang dokter ahli di rumah sakit tersebut, ketiga pria tampan tersebut langsung berdiri saat melihat pintu terbuka
" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Azlan tidak sabar lagi dan dengan wajah khawatirkan nya
" Nona baik-baik saja tuan muda, hanya saja....." ucapan nya berat dan terdiam sesaat, membuat azlan tidak sabar
" Hanya saja apa dok?" tanya Azlan cepat
" Nona sedang mengandung, usia kandungannya sekitar 6 Minggu,tapi... sayang, janinnya tidak tertolong dan Nona mengalami keguguran dan harus menjalani kuret serta bedres total minimal selama 2 Minggu " jawab dokter tersebut dengan wajah sedikit ketakutan
Jdarrrrrr
Hati Azlan sangat terkejut rasanya bagaikan disambar petir disiang bolong, sesuatu yang sangat ia tunggu dan harapkan,tapi sekarang apa? yang ia dengar sesuatu itu pergi meninggalkan nya dan ia harus merelakan Semua itu
Azlan tidak bisa berkata apapun, seluruh tubuhnya terasa tak bertulang bagaikan jelly,ia langsung terduduk di lantai, tangan nya menutupi seluruh wajahnya, rasanya untuk menangis saja ia sudah tidak sanggup lagi,ia membisu seperti patung dan tak memperdulikan siapapun disana dan siapapun yang melihatnya pasti akan merasa iba
" Tuan bagaimana....?" tanya dokter yang sudah menunggu hampir dua puluh menit di depan ruangan tersebut
" Lakukan apapun yang terbaik untuk pasien dok, dan tolong rahasiakan ini semua dari publik, satu lagi lakukan tindakan yang aman bagi rahim pasien agar tidak menghambat untuk pasien hamil lagi kedepannya" perintah Dodi
" Baik Tuan saya tau maksud tuan dan saya berjanji akan melakukan yang terbaik, terlebih usia nona baru memasuki 18 tahun,itu usia yang masih sangat muda" jawab dokter tersebut
" Sebentar saya akan siapkan berkasnya untuk di tanda tangani" tambah dokter tersebut
" Anda lebih tau dokter,dan saya yakin anda juga tau apa resikonya jika terjadi sesuatu dengan keluarga Abbas, terlebih ini istri dari tuan muda" ucap Dodi mengingatkan
" Saya paham tuan" jawab dokter tersebut tersenyum kecut dengan wajah sedikit pias
Sedangkan disebelah Dodi,pemuda tampan yang tadi menabrak Aira, mendengar semua pembicaraan Dodi dan dokter tersebut,ia terkejut dan sedikit kecewa, ternyata gadis cantik yang membuatnya terpana pada pandangan pertama tersebut adalah istri dari putra tunggal sang raja bisnis, awalnya ia kira Aira adalah adik dari Azlan, ternyata istri
__ADS_1
Pemuda tersebut langsung mundur beberapa langkah dan kembali duduk di kursi tunggu,kini ia berada di tempat tersebut hanya sebagai rasa sosial saja, terhadap orang yang secara tidak sengaja tertabrak oleh nya, kalau di kaji keduanya sama-sama salah, namun mungkin lebih ke Aira karena mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata, sementara itu adalah kawasan padat kendaraan, karena memang itu kawasan perusahaan dan tempat usaha