DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
63


__ADS_3

Setelah proses sesuai dengan prosedur kini Aira dan sang pengawas sedang di dampingi memasuki ruangan tersebut, sampai di dalam Aira sedikit bingung karena tidak terlihat ada orang lain disana, hanya ada seorang pria yang sepertinya masih muda sedang asyik memainkan handphone miliknya


Saat Aira dan pengawas nya serta pengawal tersebut sudah sedikit mendekat orang tersebut langsung mengangkat wajahnya melihat ke asal suara yang mendekati nya


Deg....


Jantung Aira langsung berdebar kencang,ia masih ingat dengan wajah pria tersebut, orang yang kemaren tertabrak oleh nya, apakah orang tersebut akan marah atas kejadian kemarin? tanya Aira dalam hati,tapi ia tetap melangkah mengikuti pengawal yang membawa nya dan ikut memberikan tanda hormat seperti yang dilakukan pengawal tersebut


Sedangkan sang pemuda tersebut mengeryit kan keningnya sedikit heran dengan kehadiran guru pengawas Aira, melihat pria tersebut yang seperti heran Aira pun paham sehingga ia langsung mengatakan yang sebenarnya


" Maaf tuan muda...saya datang bersama guru pengawas saya, karena saya belum tau hal apa yang akan anda bicarakan dengan saya,dan lagi maaf saya tidak terbiasa bicara atau berduaan dengan lawan jenis yang bukan kerabat dekat" ucap Aira sesopan mungkin dengan bahasa Inggris


Alex langsung mengangguk paham,ya pemuda tersebut adalah Alexander William, dalam hati ia semakin mengagumi wanita cantik dihadapan nya kini,sebegitu ketat kah ia menjaga dirinya? tanya Alex dalam hati


Alex mempersilahkan Aira dan pengawasnya duduk, sedangkan sang pengawal langsung meninggalkan ruangan tersebut setelah sang Tuan muda memerintahkan nya untuk keluar, Alex mempersilahkan Aira untuk minum, terlihat dimaja sudah tersedia beberapa minuman kaleng dan botol yang masih tersegel


" Maaf tuan apakah ada sesuatu hal penting yang ingin anda bicarakan dengan saya?" tanya Aira sopan masih dengan bahasa Inggris


" Maaf kalau ini sedikit pribadi.. apakah boleh saya tau apa hubungan kamu dengan Tuan muda keluarga Abbas?" tanya nya to the point


Deg...


Aira sangat terkejut sekaligus penasaran, untuk apa Alex bertanya tentang hal tersebut,


Aira juga bingung harus menjawab apa


" Saya termasuk keluarga terdekat keluarga Abbas, apakah ada sesuatu dengan keluarga kami Tuan..maaf kalau saya lancang" ucap Aira berusaha setenang mungkin


" Tidak.. tidak ada sesuatu apapun dengan keluarga tersebut, bahkan kami termasuk rekan bisnis, dan mereka juga memiliki perusahaan cabang di negara ini" jawab Alex apa adanya


" Syukur lah kalau begitu, saya kira ada sesuatu yang mengganggu anda oleh keluarga saya" jawab Aira jujur


" Bukan keluarga Abbas yang mengganggu saya,tapi kamu ..saya sangat ingin berteman dengan kamu" ucap nya terus terang


Aira Langsung menatap wajah Alex, sesaat.mata mereka saling beradu pandang dan dengan cepat Aira menundukkan wajahnya


" Untuk berteman tentu saya tidak akan menolaknya tuan, ajakan dan niat baik seseorang tidak mungkin untuk tidak diterima, terimakasih anda telah menawarkan pertemanan pada saya dan jujur saya sangat tersanjung dan merasa sangat dihormati, seorang tuan muda dari keluarga yang sangat terpandang di negeri ini menawarkan suatu pertemanan pada saya,sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak" ucap Aira tulus


" Untuk wanita yang sepertinya sangat menjaga diri seperti kamu... ada suatu kebanggaan tersendiri untuk saya bisa berteman dengan kamu, karena kita sudah berteman tolong jangan panggil saya tuan, panggil Alex saja dan bolehkah kalau kita saling bertukar no handphone...?agar saat kamu sudah kembali kenegara kamu kita masih bisa saling berkabar" ucap Alex


Aira terdiam sejenak,ia bingung harus bagaimana, memberikan nomor pribadi nya? besar kemungkinan azlan akan marah besar, tidak memberikan nomor pribadi nya,itu sangat tidak enak dengan Alex yang terlihat sangat menghargai dirinya dan tulus ingin berteman dengan nya,Aira benar-benar serba salah


" jika kamu merasa keberatan tidak apa..saya tidak ingin kamu merasa terpaksa, mungkin bagi kamu pertemanan kita cukup beberapa hari saja selama kamu ada di negara saya" ucap Alex terdengar kecewa karena Aira tidak memberikan jawaban nya


"ini no pribadi saya ...." ucap Aira seraya menjulurkan handphone nya yang menampilkan nomor pribadi dirinya

__ADS_1


Alex tersenyum bahagia dan langsung meraih handphone tersebut,ia mencatat no tersebut,tak lupa ia juga langsung memasukkan nomor pribadi nya ke ponsel Aira


" Selesai..ini dan terimakasih banyak,saya juga sudah memasukkan no handphone saya di ponsel milik kamu,maaf kalau saya lancang" ucap Alex seraya meletakkan kembali handphone Aira di atas meja tepat di hadapan Aira


" Sama-sama Kak Alex,..saya akan menyimpan no ponsel kakak dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas penawaran pertemanannya, jika suatu saat kakak berkunjung ke negara kami, singgahlah di gubuk sederhana kami" ucap Aira sopan


" Pasti...saya pasti akan berkunjung ke negara kamu dan berlibur disana,maka kamu harus siap untuk menjadi tour guide saya disana nanti, dan saya pastikan akan singgah di kediaman keluarga kamu" jawab nya semangat


Sedangkan sang guru pengawas Aira yang mulai paham dan melihat ada kemungkinan Alex menyukai Aira, guru tersebut sangat gelisah dan juga merasa serba salah, bagaimana jika azlan si tuan muda yang sedikit arogan dan posesif iyu mengetahui semua ini? pikir nya dalam hati


Guru tersebut sesekali menatap Aira yang masih bisa terlihat sangat tenang dan seakan ia lupa bahwa dirinya selalu diawasi oleh para orang suruhan dan bodyguard azlan, apakah nona muda keluarga Abbas ini tidak takut kalau singa jantan nya itu akan mengamuk? dalam hati guru tersebut menggerutu


" Maaf kak.. apakah saya sudah boleh izin kembali ke teman-teman saya yang lain? karena beberapa menit lagi waktu nya kami istirahat dan makan siang,serta saya juga harus melakukan ibadah" tanya Aira sopan agar tidak menyinggung Alex


" Oh ia tentu.. silahkan dan saya ucapkan selamat atas prestasi kamu tadi,saya melihatnya dan mengakui keahlian Kamu, semoga saat kembali nanti kamu membawa kemenangan yang memuaskan dan satu hal jangan lupakan saya sebagai teman baru kamu" ucap Alex terdengar tulus


Aira mengangguk dan tersenyum tulus, walaupun dalam hati ia sangat bingung dan bertanya-tanya mengapa Alex terlihat begitu baik padanya,tapi ia juga tidak mau berfikir negatif pada pria tersebut,sebisa mungkin ia ingin berfikir positif tentang orang - orang yang ada di sekitar nya, mungkin karena Alex mengenal keluarga Abbas


Aira dan sang guru pengawas akhirnya meninggalkan ruangan tersebut, keduanya melangkah menyusuri koridor melewati beberapa ruangan lainnya menuju kantin


" Nona maaf apakah nona ga merasa aneh dengan tuan muda Alex yang tiba-tiba meminta anda menjadi teman nya? jangan - jangan dia suka lagi sama Nona" ucap sang guru


" Ibuk ada-ada aja deh, dari mananya coba dia suka sama saya buk? di negara ini wanitanya sangat cantik-cantik, mungkin karena ia mengenal keluarga kak Azlan" jawab Aira sambil tersenyum


" Tapi.. Nona..ibuk yakin pasti ada sesuatu deh, dan bagaimana kalau tuan muda azlan tau ?" tanya guru tersebut


Sedangkan di Jakarta azlan yang sudah menyelesaikan semuanya ia langsung kembali ke apartemen nya,ia merasa sangat lelah dan memutuskan untuk menginap di apartemennya,ia sampai tidak menghubungi Aira, walaupun sebenarnya ia sangat merindukan istrinya tersebut


Tanpa terasa pagi menjelang, Azlan yang baru terbangun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ini langsung melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang Muslim,ia melanjutkan dengan memeriksa beberapa email yang masuk di laptop kerja miliknya


Melihat waktu sudah menunjukkan hampir pukul tujuh, azlan langsung melangkah menuju Walk in closet Milik nya dan memilih pakaian yang akan ia pakai untuk ke kampus nya,merasa sudah cocok dengan pilihan nya dan tak lupa dengan koleksi jam tangan nya,ia melihat dirinya di cermin sedikit menata rambutnya


Sudah merasa cukup, azlan langsung mengambil tas punggung dan handphone nya, serta kunci kunci salah satu mobil koleksi nya yang memang ia parkirkan di baseman apartemen miliknya tersebut


Azlan keluar dari unit apartemen nya,menuju lift dan menekan tombol lantai dasar, setelah sampai dan lift terbuka azlan langsung menuju parkiran dan mengemudikan mobilnya meninggalkan apartemen


Ia menuju kampus, perjalanan sekitar 40 menit karena jalanan yang memang lumayan macet,ia memasuki gerbang salah kampus elit dikota tersebut, Azlan langsung menuju parkiran dan seperti biasanya kehadirannya seakan selalu dinanti oleh para kaum hawa, semuanya tampak histeris dan berbisik mengagumi pahatan Tuhan yang nyaris sempurna tersebut


Azlan melihat kedua sahabatnya dan intan sedang ngobrol di parkiran,ia juga melihat ads susi bersama mereka, Azlan keluar dari mobil sport mewah nya dan langsung menghampiri para sahabatnya, mereka saling bertos ria karena memang terhitung hampir satu bulan mereka tidak bertemu, sementara Susi terlihat melirik kagum pada azlan, pria yang ia anggap sebagai malaikat penyelamat keluarga nya


" Wih... bos kita.. bapak CEO muda, beneran sibuk banget ya, sampai ga ngampus hampir sebulan" ledek Afkar


" Sibuk kerja atau... sibuk ngebucin pak?" ledek Alif, sedangkan Azlan hanya menggeleng mendengar ocehan para sahabatnya, intan menatap sekilas ke arah Azlan, entah mengapa ia sangat geram melihat pria tampan tersebut, menurutnya Azlan telah membuat seorang Almaira sahabat lugunya berubah derastis


" Bacot banget kalian,gue ngebucin juga bukan sama Bini orang" jawab nya santai

__ADS_1


" Kantin yuk..laper gue ga ada yang buatin sarapan,Ara lagi ke negara xxxxcc ngikutin olimpiade " ucap Azlan terdengar lesu


" Emang Lo udah miskin ga punya pelayan lagi di mansion?" tanya Alif


" Cek...gue nginep di apartemen,ga ada Ara di mansion males gue pulang" jawab nya tanpa sadar membuat yang lain melongo


" Bucin Lo.. kayak tinggal serumah aja, ditinggal baru beberapa hari udah kayak anak ayam kehilangan induknya aja Lo, gimana kalau diputusin lo" omel Alif


Azlan tidak menjawab,ia hanya menggidikkan bahunya dan melangkah meninggalkan mereka, sedangkan afkar tersenyum seraya menggeleng melihat sahabatnya yang masih belum mau jujur pada yang lain tentang kebenaran hubungan nya dengan Aira


" Yok...gue juga laper" ucap afkar melangkah mengikuti azlan dan diikuti oleh yang lainnya, mereka juga tidak melupakan susi yang terlihat sedikit melamun, Susi merasa heran karena Azlan sama sekali tidak melihat kearahnya apalagi menyapa nya


Sepanjang koridor mereka menjadi pusat perhatian,ada yang berbisik mengatakan intan dan Susi sangat beruntung bisa dekat dengan para pria tampan dan tajir tersebut, terlebih kini dilengkapi dengan adanya Azlan yang mereka klaim sebagai sang pangeran kampus


Sampai di kantin mereka langsung menuju meja kosong dan memesan beberapa menu pilihan mereka masing-masing serta minuman dan langsung menyantapnya saat pesanan tersebut datang


" Jadi... princess Lo lagi di luar negeri? ga takut Lo di samber predator?" goda Alif


" Kemaren pagi gue habis dari sana juga nemenin dia, karena ada yang urgen ya terpaksa gue balik duluan" jawab Azlan santai


" Bucin parah Lo" ledek afkar


" Lo pikir gampang dapetin yang gituan? butuh perjuangan bro" jawab Azlan santai sambil memakan makanan nya


" Hahaha.." tawa yang lain pecah, mereka benar-benar mengakui bahwa sahabat play boy mereka kini berubah seratus persen,Aira benar-benar membuat seorang Azlan tidak pernah lagi ke club malam Dan nongkrong ga jelas seperti dulu,Aira benar-benar seakan-akan mampu mengikat pria tampan tersebut dengan pesonanya


" Sus nih mumpung ada pak Bos...Lo tanya ada lowongan ga di kantor nya?" tiba-tiba Alif mengingatkan Susi


" Oh ia lan.. perusahaan Lo kan paling gede,Lo tolong si Susi Napa jadiin dia karyawan di salah satu perusahaan keluarga Lo,kalo bisa sih di kantor pusat,biar dia ga harus pindah kuliah" tambah afkar serius


" Tapi jangan Lo jadiin Bini.. cukup karyawan,di tinggal ibu negara Lo kalau macem-macem" timpal afkar lagi


" Lo kira gue mau kena masalah sama Ara..? kalau ijazah SMU gimana ya,gue harus kasih posisi sebagai apa coba?" tanya Azlan sedikit ga enak


" OG juga boleh kok,ga mungkin kan gue minta posisi selain itu, kantor keluarga Lo kan kantor besar " jawab Susi


" Ia lan..secara di Abbas group gaji OG aja hampir sama gedenya dengan gaji karyawan di kantor keluarga gue" jawab afkar apa adanya


" Betul banget tuh" jawab Alif juga


" Ok deh,ntar gue tanyakan ke bagian HRD dulu ya,Lo siapain aja CV Lo dan besok Lo Dodi asisten gue kasih ke bagian HRD " jawab Azlan


" Makasih banyak ya lan,Lo selalu bantu gue" jawab Susi tulus


" It's Ok..gue cuma bantu sebisa gue,semoga itu cukup bisa bantu Lo" jawab Azlan santai tanpa melihat wajah lawan bicaranya

__ADS_1


Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka seraya menikmati pesanan mereka dan menunggu jam belajar mereka dimulai, sedangkan intan sudah meninggalkan kantin karena ia harus menuju gedung jurusan nya yang berbeda gedung dengan yang lain, intan mengambil jurusan kedokteran, sedangkan Azlan dan kedua sahabatnya jurusan bisnis,dan Susi jurusan keuangan


__ADS_2