
Setelah selesai makan siang bersama Sang Oma dan paman nya,Alif dan yang lainnya memutuskan untuk langsung menuju villa dengan satu buah mobil yaitu mobil Alif yang memang lebih tepat untuk ke puncak,sang paman juga sudah berpesan pada pengurus villa tentang kedatangan para pemuda tampan tersebut dan beberapa orang teman wanita mereka yang pestinya akan menempati villa yang berbeda
Perjalanan sekitar 20 menit dengan perjalanan yang terbilang cukup santai,mereka sampai di villa tersebut yang terlihat sangat sejuk dan nyaman,dan yang pastinya sangat Asri dan indah, mereka sangat antusias, terutama Akbar yang memang baru pertama kali ke tempat tersebut,berbeda dengan Azlan walaupun ia juga baru pertama kali ke tempat tersebut,namun ia memang terbilang cukup tenang
Mereka memutuskan untuk menginap di satu villa saja, karena menurut mereka kalau berpisah itu tidak akan seru, mereka ingin Mabar,atau sekedar bermain permainan yang bisa mereka lakukan bersama, sedangkan para wanita yang berjumlah 3 orang tersebut juga akan menempati satu villa yang terletak tepat di sebelah mereka, Akhirnya mereka langsung istirahat karena memang terbilang sudah cukup malam dan rencana nya besok mereka akan jalan jalan di sekitar villa yang mereka dengar ada sebuah sungai yang cukup indah
Sementara itu di Sebuah gubuk sederhana yang juga terletak di desa yang sama,Aira dan sang Umi juga baru saja sampai dan mereka memutuskan untuk langsung beristirahat, karena memang mereka sudah makan malam saat perjalanan pulang menuju desa tersebut, mereka pulang di antar oleh salah satu supir di ponpes
Umi nya Aira memang memiliki rumah peninggalan kedua orang tuanya yang terletak di tengah desa tersebut dan terbilang cukup dekat dengan rumah Oma nya Akbar, tapi mereka sangat jarang menempati rumah tersebut, sang umi lebih nyaman tinggal di gubuk sederhana peninggalan sang suami yang dulu selalu mereka anggap sebagai villa sederhana untuk mereka liburan di desa tersebut,kini rumah tersebut di tempati oleh sepasang suami istri yang juga bertugas merawat rumah tersebut
Aira langsung menuju kamar kecil milik nya dan langsung merebahkan tubuhnya untuk istirahat, besok ia berencana akan langsung kembali mengajar mengaji anak- anak,ia tidak ingin anak-anak tersebut libur terlalu lama, karena akan membuat mereka lalai dan malas untuk mengaji dan ia berencana akan mengajak anak anak tersebut untuk makan siang bersama di pinggir sungai yang tak jauh dari surau tempat mereka mengaji
Dari luar gubuk tersebut memang terlihat sangat sederhana,tapi di dalam mereka membuat nya senyaman mungkin dengan fasilitas yang terbilang cukup lengkap, mulai dari kamar yang di desain senyaman mungkin dan dilengkapi dengan kamar mandi di dalam nya,juga ruangan yang lain, walaupun semuanya berukuran minimalis
Pagi harinya Aira terbangun setelah sang Umi memanggilnya, dengan perlahan ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, sedangkan sang Umi yang sudah selesai dengan Shalat Subuh dan mengajinya langsung menuju dapur untuk menyiapkan beberapa sarapan untuk nya dan sang putri cantik nya tersebut
Umi Aisyah membuat beberapa jenis makanan untuk sarapan dan juga langsung menyiapkan beberapa menu untuk makan siang mereka, karena beliau berencana ingin mengunjungi kepala desa yang katanya akan mengadakan hajatan untuk sang putri beliau, dan kemungkinan Umi dari Aira tersebut akan seharian berada di rumah sang kepala desa, mengingat beliau adalah orang yang di tunjuk sebagai penata ruang untuk acara adat dan penyambutan keluarga besan
Sedangkan Aira setelah mengajar mengaji ia berencana akan ke pinggir sungai,ia ingin melanjutkan hafalan nya untuk mengikuti olimpiade yang akan ia ikuti beberapa hari lagi,ia merasa berada di pinggir sungai membuat nya merasa sangat tenang, sehingga memudahkan nya untuk menghafal dan mengingat nya.
Setelah selesai dengan sarapan mereka sang Umi langsung meninggalkan gubuk mereka dan menuju kediaman sang kepala desa,di perjalanan beliau bertemu dengan Akbar dan dan teman teman nya yang lain termasuk ketiga teman wanita sang sepupu dan sahabat nya
" Assalamualaikum Umi..,pagi pagi mau kemana?" tanya Akbar sopan sambil menunduk dan menyalami umi Aisyah, diikuti oleh yang lain nya
" Waalaikum salam..mau ke rumah pak kepala desa,Alkbar kapan datang..? bukan nya kata Aira kamu akan pindah sekolah ke Jakarta ya..?" tanya Umi Aisyah ramah
" Kemarin siang mi saya dan teman-teman sampai nya,ia mi saya memang akan pindah ke Jakarta mulai semester genap ini" jawab Akbar apa adanya dan langsung di angguki oleh Umi Aisyah tanda beliau paham
__ADS_1
" Ya sudah,umi duluan ya lanjutin jalan jalan nya dan ingat hati hati ya.. Assalamualaikum" ucap sang Umi sambil sedikit menepuk pundak Akbar dan kembali melanjutkan langkahnya
" Ia mi..Umi juga hati hati.. Waalaikumsalam" jawab Akbar dan di angguki oleh Umi Aisyah
Akbar dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka yang ingin menuju sungai dan mereka berencana akan mandi di tempat tersebut sambil makan aneka makanan yang sudah mereka siapkan, sejak melihat sungai tersebut yang memang terlihat dari villa mereka menginap dan mereka juga dapat melihat ada sebuah surau yang terlihat sangat Asri, membuat mereka sangat antusias ingin ke tempat tersebut
Sedangkan Aira ia baru selesai berpakaian dan akan menuju surau untuk mengaji dengan seorang wanita tua yang tinggal di pinggir surau tersebut dan setelahnya Aira akan membantu nenek tersebut mengajarkan anak anak mengaji, baru seterusnya ia akan langsung ke sungai,ia juga membawa bekal untuk makan siang nya, karena ia memang ingin makan di pinggir sungai, terlebih sang Umi tidak ada di rumah, membuat ia merasa malas untuk cepat pulang, memang kalau musim liburan mereka akan mengubah jadwal mengaji dari sore menjadi pagi
Aira menyusuri jalan menuju surau yang terbilang cukup dekat dengan gubuknya,ia hanya perlu berjalan sekitar 10 menit, sampai di surau ia langsung duduk seraya menunggu beberapa gadis lainnya datang, setelah semua nya hadir mereka langsung memulai mengaji, suara merdu mereka terdengar sampai ke pinggir sungai, membuat rombongan Akbar merasa penasaran, tapi Akbar langsung menjelaskan bahwa itu adalah para gadis desa tersebut dan akhirnya mereka paham
Selesai dengan mengaji para gadis tersebut langsung membantu sang guru mengajarkan anak anak yang juga para santri nenek tersebut,tak berselang lama semua selesai dan beberapa dari mereka langsung pulang,ada juga beberapa dari mereka langsung menuju sungai bersama Aira, mereka makan siang bersama dan melanjutkan mandi di sungai, sedangkan Aira ia langsung mengambil tempat yang lebih tenang dan langsung memulai belajarnya
Semuanya terlihat sangat antusias dan bahagia, sungai yang memang dipenuhi dengan bebatuan dan terbilang tidak dalam tersebut sangat membuat mereka merasa bahagia, tanpa sengaja Aira menjatuhkan buku miliknya kedalam sungai dan langsung terbawa oleh air yang mengalir, membuat Aira terpaksa langsung masuk ke air dan mencoba untuk mengejar buku tersebut
Dan di saat yang bersamaan, Azlan juga menuju tempat tersebut dan melihat ada sebuah buku yang hanyut membuat nya langsung mengambil buku tersebut, saat ia sedang membolak-balik halaman buku tersebut Aira datang
" Maaf itu buku milik saya, bisakah anda kembalikan" ucap Aira dari belakang Azlan membuat pria tampan tersebut sedikit terkejut dan langsung melihat ke arah suara
Saat Azlan menggendong tubuh nya Aira langsung berontak ingin turun,hal itu membuat Azlan sedikit geram dan langsung memeluk erat tubuh Aira, membuat remaja cantik tersebut merasa sangat marah pada Azlan, saat sampai di pinggir Azlan baru melepaskan Aira membuat Aira langsung turun dari gendongan Azlan dan tanpa di duga
Plakkk
Satu tamparan yang terbilang cukup keras mengenai pipi mulus si tampan Azlan, membuat pria tampan tersebut sangat terkejut dan melotot sempurna melihat remaja cantik yang ia tolong malah menampar nya, bukan mengucapkan terimakasih,namun ia ingat gadis tersebut sangat mirip dengan gadis yang bertemu dengan nya kemaren pagi di depan gerbang pemakaman ponpes di kota xxxx
" Kalau anda berniat untuk menolong seseorang maka tolonglah orang tersebut sehingga membuat anda dapat meraih pahala,bukan menciptakan sebuah Dosa untuk anda dan orang yang anda tolong" Ucap Aira tegas menatap Azlan dengan mata berkaca-kaca,ia langsung meninggalkan pria tampan tersebut
Sedangkan Azlan masih terpaku di tempatnya dengan seribu tanda tanya,ia masih merasakan debaran jantungnya, seumur hidupnya ini pertama kalinya ia menggendong seorang wanita, walaupun ia terbiasa Gonta ganti pacar,masih terbayang di matanya,wajah cantiknya ,mata indahnya dan tubuh proporsional nya yang tercetak jelas di balik dress panjangnya yang basah.
" Lo kenapa bro...?" tanya Afkar tiba tiba membuat Azlan tersadar dari lamunannya
" Ga ada" jawab nya singkat dan ingin berbalik meninggalkan Afkar yang juga di ikuti oleh Alif
" Eh bentar..pipi Lo kenapa..? bukannya tadi gue liat Lo gendong cewek ya?" tanya Alif sedikit meledek, sebenarnya mereka melihat kejadian tersebut, namun mereka tidak dapat melihat jelas wajah wanita yang sang sahabat gendong,sekilas mereka melihat gadis itu terlihat cantik
__ADS_1
" tadi gue nolongin orang aneh, udah di tolong bukan nya terimakasih malah di gampar" jawab Azlan apa adanya
" Bwahahaha... gimana ga di gampar,Lo peluk tu cewek" jawab Afkar langsung di angguki oleh Alif
" Habisnya tu cewek berontak terus" jawab Azlan polos
" Itu tandanya dia ga mau di gendong, harus nya cukup Lo tarik aja lengan nya, lagian ni sungai ga dalam jadi dia ga bakal tenggelam, mungkin tadi karena kaget jadi doi ga bisa menyeimbangkan tubuhnya" jawab Alif menjelaskan
"udah deh ga usah di pikirin kita lanjut ke yang lain yok, tapi ngomong ngomong cantik ga tu cewek?" tanya Afkar tiba tiba
" lumayan " jawab Azlan cuek dan datar, membuat kedua sahabat nya menggidikkan bahu mereka, sedangkan Akbar dan Andi asyik ngobrol dengan tiga cewek yang katanya pacar Azlan dan para sahabatnya
Ketiga pria tampan tersebut menghampiri yang lain yang terlihat sedang asyik berenang dan ngobrol bareng, saat melihat Azlan datang salah satu dari wanita cantik tersebut yang bernama melodi langsung beranjak dari air dan menghampiri Azlan, wanita yang sangat mengagumi sosok tampan Azlan tersebut langsung bergelayut manja di lengan Kekar sang kekasih
" Kamu dari mana aja sih bab?" Tanya nya manja sambil melihat sekujur tubuh Azlan yang basah kuyup
" Abis keliling" jawab Azlan singkat, sambil terus melangkah menuju salah satu batu yang terbilang besar dan duduk di sana
" Tadi katanya ga mau mandi,tapi ni kok basah kuyup sih..?" komentar sang kekasih
" Abis nolongin orang yang hampir tenggelam" Jawab Azlan cuek dan terlihat sibuk mengelap handphone nya yang basah
" Di belain banget sih nolongin nya, cewek or cowok?" tanya sang kekasih terdengar posesif
Azlan diam dan terlihat tidak berniat untuk menjawab pertanyaan konyol sang kekasih, berada dengan Afkar yang terlihat sedikit jengah dengan wanita cantik tersebut" Apaan sih Lo... repot banget deh,emang kalau ada orang yang butuh pertolongan di hadapan kita,sempat gitu kita liat dulu tu cewek or cowok, cantik atau ga?, aneh deh Lo" Komentar Afkar yang terdengar sedikit menohok
Huffff... terdengar helaan nafas gadis cantik tersebut,ia menuju salah satu batu yang terletak tak jauh dari Azlan dan langsung mendudukkan dirinya dengan wajah cemberut dan terdengar bersungut-sungut, membuat Afkar menggeleng melihat tingkah sok imut gadis yang bernama melodi tersebut, sedangkan Azlan... orang yang bersangkutan malah terlihat cuek dan tidak sedikit pun melihat tingkah melodi
Azlan terus berperang melawan perasaan nya yang entah bagaimana, antara kagum karena kecantikan gadis yang baru ia tolong, tapi juga kesal dan sakit hati atas tamparan gadis tersebut, seumur hidupnya belum pernah ada satu orang pun menampar nya terlebih lagi seorang wanita,andai saja mereka masih bertemu lagi ia sangat ingin membuat gadis cantik tersebut memohon maaf kepada nya dan menggilainya seperti para gadis gadis lain
Kalau Azlan berharap ingin membalaskan sakit hatinya karena tamparan dari Aira,berbeda lagi dengan gadis cantik tersebut,ia sangat menyesal datang ke sungai hari ini yang menyebabkan ia harus bertemu dengan lelaki yang menurutnya sangat tidak menghargai wanita dan berbuat semaunya pada wanita
Dalam hati Aira berdoa memohon kepada Tuhan agar seumur hidupnya tidak akan pernah bertemu lagi dengan lelaki yang baru saja menolong nya tapi sekaligus melecehkan nya,atau lelaki lainnya yang sama seperti lelaki tersebut yang tak lain adalah Azlan
Aira terus ber istighfar dalam hatinya sambil melangkah menuju gubuk tempat tinggal nya bersama sang Umi, sesampainya di gubuknya ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian, selanjutnya ia langsung istirahat
__ADS_1