
Hari-hari yang Azlan jalani bersama sahabat nya dan kini bertambah ada intan,Nia dan melodi, membuat ia sedikit lebih berwarna,kedua Junior mereka itu memang selalu bertindak konyol dan bertingkah absurd, berada dengan intan yang memang bersikap lebih dewasa,tapi walaupun begitu ketiga wanita tersebut tidak ada yang berani mengusik Azlan, setiap nongkrong yang membuat kehebohan hanya mereka dan Azlan hanya sebagai penonton
Azlan juga sudah jarang terlihat bergonta-ganti pacar,malah yang mereka tau selama hampir satu semester ini pria tampan tersebut tidak terlihat dekat dengan wanita manapun,baik itu di sekolah maupun di luar, entah itu karena kesibukan nya atau mungkin sudah mulai bosan dan ingin bertobat, yang mereka tau Azlan masih memiliki satu kekasih yang juga bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka,tapi mereka bahkan hampir tidak pernah terlihat jalan bareng lagi
" Lo udah putus sama Cindy...?" tanya Afkar dan hanya di balas dengan menggidikkan bahunya oleh Azlan
" Atau jangan-jangan Lo beneran ya jatuh cinta sama doi?" timpal Alif dengan wajah menyelidiki
" lagi males aja gue ngurusin mereka- mereka, pusing gue banyak banget tugas dari bokap" jawab nya cuek tanpa menatap lawan bicaranya,ia masih sibuk dengan game online nya
" Lagak Lo sibuk,gue liat kerjaan Lo main game terus,ngaku aja deh Lo udah beneran suka kan Lo sama doi, atau jangan-jangan udah Bucin Lo" ledek afkar asal
" ya ngga apa-apa juga kali kak, kalau pun kak Azlan beneran sama kak Cindy,toh orang nya cantik,pinter dan kayak nya juga ramah kok" timpal melodi sambil tersenyum
"ia bener banget tuh" tambah Nia dan intan, tapi sedikit pun terlihat Azlan tidak ada niat untuk menanggapi pembicaraan mereka,ia benar-benar sedang sangat pusing mencari cara untuk bisa membatalkan perjodohan yang orang tuanya atur
mereka masih mengobrol dan bercanda untuk membuat pikiran tenang, karena mulai Minggu depan mereka akan mengikuti ujian semester ganjil di kelas 11 untuk Azlan dan sahabatnya serta intan, dan kelas 10 untuk Nia dan melodi
ditempat lain Aira benar benar sedang sangat sibuk, sampai- sampai ia sangat jarang bisa mengangkat panggilan masuk atau Vc dari kedua sahabat wanita nya,ia harus mondar-mandir ke rumah sakit dan melakukan pemotretan,di tambah lagi kini ia akan menghadapi ujian,Akbar masih sangat sering menanyakan kabarnya di chat,tapi terkadang Aira sampai lupa untuk membalasnya
Aira melangkah memasuki kelas nya, didalam kelas sudah terdengar sedikit gaduh,menandakan bahwa belum ada guru di kelas mereka, Aira juga memiliki beberapa teman yang terbilang bisa di jadikan teman dan diantara mereka tidak ada yang tau tentang profesi gadis cantik tersebut
Aira juga mendapatkan beberapa penawaran dari berbagai agenci, tapi karena kesibukan nya ia menolak tawaran mereka,ia juga harus memberikan perhatian pada sang Umi yang sudah tidak sesehat dulu lagi
Selesai ujian Aira berniat akan langsung pulang, karena sejak kemaren Umi nya bertanya kapan ia akan pulang, kebetulan sekali hari ini adalah hari terakhir ia ujian dan dipastikan ia tidak akan mengikuti remedial,maka itu ia ingin langsung pulang
Sesampainya di rumah peninggalan sang eyang Aira sudah di sambut dengan senyuman manis sang Umi yang kebetulan tengah bersantai di teras rumah bersama pengurus rumah tersebut,Aira Langsung menyalami dan mencium punggung tangan keduanya, mereka memang tidak pernah menganggap bik Susi dan suaminya sebagai Art,tapi lebih menganggap sebagai keluarga
" Assalamualaikum " ucap Aira dengan wajah ceria nya
" Waalaikum salam" jawab kedua wanita paruh baya tersebut
" kamu langsung ganti baju dan makan siang dulu nak, pasti udah laper kan,tadi Umi sama bibik masak sop kesukaan kamu" ucap sang Umi sambil mengusap kepala Aira
" Ia mi..umi dan bibik sudah makan? Ai mandi dulu sebentar gerah banget badan nya, tadi di angkot padat banget, mungkin karena besok Minggu jadi banyak yang pada pulang"ucap Aira sambil mencium lembut pipi Umi nya
" Umi dan bibik Alhamdulillah udah makan dan minum obat, tadi sehabis Shalat Dzuhur kami duduk sebentar cari angin" jawab uminya dan di angguki oleh Aira
__ADS_1
Aira Langsung melangkah menuju kamar nya, sebuah kamar sederhana yang terbilang lumayan luas dan sejuk
Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang memang terasa sangat gerah dan lengket banget, selesai dengan mandinya dan berpakaian santai ala rumahan ia keluar dan menuju dapur untuk mengambil makanan,Aira duduk di meja makan dan memulai menikmati makanan yang sudah tersaji di meja tersebut
Selesai makan Aira menuju ruang tv, sebenarnya ia sangat ngantuk tapi karena baru selesai makan ia memilih menemani Umi nya di ruang tv tengah menonton berita tentang berbagai kejadian di tanah air dan mancanegara
" Umi nonton apa an sih kok kayak nya serius banget?" tanya Aira sambil mendudukkan dirinya di samping sang umi
" ini loh ..lagi liat berita dalam dan luar negeri,kok seperti nya kehidupan sekarang semakin mengerikan, orang tua tidak ingat usia, anak muda tidak ada aturannya, pergaulan bebas semakin merajalela, apakah mereka tidak takut akan Dosa dan Azab Allah? rasanya umi takut melihat dunia sekarang" ucap nya dengan wajah khawatir
" namanya juga tekhnologi, perkembangan zaman yang semakin hari semakin besar,budaya modern semakin bertambah sehingga adat dan budaya asli kita semakin terkikis oleh waktu serta hampir di lupakan dan mungkin bahkan akan hilang di telan zaman" jawab Aira bijak
" Kamu betul nak,itu juga yang buat umi khawatir sama kamu saat jauh dari umi, bagaimana kamu kalau umi sudah tidak ada lagi,Tante Fifi tinggal nya di Jakarta dan pasti sangat sibuk,umi takut kamu tidak ada yang melindungi" ucap sang Umi pelan
" Umi ngomong apa sih? Insyaallah Ai bisa jaga diri dan ga mau merepotkan Tante dan keluarganya,umi tenang aja dan ga perlu mikirin yang aneh-aneh, yang penting umi jaga kesehatan" ucap Aira tersenyum dan memeluk Umi nya dari samping
"Tapi kamu harus janji kalau umi sudah ga ada kamu harus nurut sama Tante,dia itu sayang banget sama kamu dan cuma Tante satu satunya keluarga Abi dan Umi yang masih ada" pinta umi Aisyah sambil menatap Aira
Kedua anak dan ibu itu asyik ngobrol sampai waktu sore tiba dan mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk melakukan Shalat Ashar, setelah nya biasanya mereka akan melakukan kegiatan di sekeliling rumah, karena mereka memiliki kebun kecil di belakang dan samping rumah
Hari- hari Aira memang lebih banyak ia habiskan dengan sang umi saat libur sekolah atau tidak ada pemotretan,jika sekolah ia lebih sering di kost dan jarang pulang ke rumah, karena sejak sekolah menengah atas gadis cantik tersebut banyak mengambil beberapa kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti beberapa olimpiade di daerah tersebut dan luar kota
Aira semakin terlihat lebih berisi dan kecantikan nya semakin terpancar, sehingga menambah banyak yang mengagumi dirinya, tapi Aira terlihat semakin menghindar untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis, termasuk dengan Andi dan Akbar, terlebih baru- baru ini Akbar menyatakan isi hatinya pada Aira, membuat Aira semakin menghindar
Aira masih sangat ingat tentang pembicaraan nya dengan sang umi yang mengatakan bahwa ia sudah di jodohkan,ia ga mau kalau nanti akan membuat Akbar kecewa jika ia memberikan harapan untuk sahabat nya tersebut, walaupun sesungguhnya ia mengagumi sosok Akbar yang dewasa
Aira ingin memberikan yang terbaik untuk semua nya,ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya dan juga tidak ingin mengecewakan Akbar dan Andi,ia tau kedua pria tersebut sejak dulu memang memiliki perasaan yang berbeda pada nya, tapi ia ingin menjadi sahabat bukan hubungan khusus selayaknya wanita dan pria,makanya saat Akbar menyatakan isi hatinya Aira tidak terkejut,ia hanya tersenyum miris dan berharap keputusan nya untuk menerima permintaan orang tuanya tidak akan menyakiti siapapun
"Berat memang untuk menjadi anak yang berbakti, tapi itulah perbuatan yang paling mulia yang dilakukan oleh seorang anak untuk orang tuanya, dengan memiliki anak yang berbakti maka orang tua akan sangat bahagia, kebahagiaan orang tua adalah keberkahan untuk anak, selama permintaan orang tua tidak melanggar hukum agama" Aira termenung duduk di sudut sebuah masjid mendengar ceramah seorang ustadz, tadi setelah pemotretan Aira memutuskan untuk Shalat Maghrib di sebuah masjid yang ldekat dengan lokasi pemotretan nya,ini adalah pemotretan nya yang terakhir, Kontrak delapan bulan nya telah berakhir dan Aira memutuskan untuk berhenti walaupun ia tidak tau sampai kapan
Tiba-tiba Aira mendapatkan telfon dari bibik Susi dan mengatakan bahwa umi Aisyah sakit parah dan akan segera di bawa kerumah sakit
📱-" Assalamualaikum umi" jawab iara pelan
📱-" Waalaikum salam..neng ini bibik, umi tiba-tiba drop dan sekarang akan di bawa ke rumah sakit di kota " jawab suara di seberang terdengar panik
__ADS_1
📱-" ia bik..Aira tunggu di sini ya bik,dan ingat bik umi di bawa ke rumah sakit xccc ya bik,disana mereka sudah kenal umi dan akan mendapatkan perawatan terbaik" ucap Aira mengingatkan bik Susi
📱-" ia neng... sudah ya ini ambulans puskesmas nya sudah datang" jawab bik Susi
📱 -" ia bik, hati- hati di jalan ya,Aira langsung ke rumah sakit sekarang, Assalamualaikum" ucap Aira
📱-" ia neng.. Waalaikum salam" jawab bik Susi dan langsung memutuskan panggilan mereka
Aira melangkah dengan tergesa dan langsung meninggalkan masjid tersebut,ia sudah memesan taksi online, setelah beberapa menit taksi yang Aira pesan datang dan langsung mengantarkan nya menuju rumah sakit xccc milik keluarga Abbas,Aira sangat gelisah menghawatirkan Umi nya yang tiba tiba drop,ia bertanya dalam hati ' apa yang uminya pikirkan sehingga membuat nya drop tiba-tiba
perjalanan sekitar 30 Aira sampai di depan rumah sakit xxxcc, setelah membayar taksi ia langsung turun dan menuju resepsionis untuk melaporkan kedatangan Umi nya yang dalam keadaan darurat, pihak rumah sakit yang memang sudah mendapatkan perintah setiap keluarga ustadz Khalid yang datang ke rumah sakit tersebut maka pihak rumah sakit di wajibkan untuk memberikan pelayanan super VVIP sama dengan sang pemilik rumah sakit tersebut
Tak berselang lama ambulans yang membawa umi Aisyah memasuki kawasan rumah sakit elit tersebut, mereka langsung di sambut oleh beberapa dokter untuk memeriksa keadaan pasien,umi Aisyah langsung di bawa ke IGD dan langsung menjalani pemeriksaan secara intensif, mereka mengatakan bahwa umi Aisyah mengalami komplikasi dan harus di rawat secara intensif, sehingga mereka memutuskan untuk merawat umi Aisyah di ruangan ICU
Aira sangat terpukul mendengar semua yang dokter katakan, rasanya dunia nya runtuh seketika, semangat hidup nya down,ia merasa bersalah karena tidak membawa umi nya kerumah sakit lebih cepat,ia malah menuruti keinginan umi nya untuk berobat di desa saja
Aira terduduk lemah di salah satu sudut korsi tunggu di depan ruangan sang Umi,Andi yang baru tau langsung menuju rumah sakit dan mendapati Aira yang bagaikan tubuh tak bernyawa,ia langsung menghampiri gadis cantik tersebut
" Kamu ok kan Ai...? sabar ya umi pasti sembuh" ucap Andi lembut dan duduk di samping Aira,Aira tidak menjawab ia hanya tersenyum dan mengangguk
" Kamu pasti belum makan malam kan,ini aku bawain nasi dan roti kesukaan kamu,makan dulu ya supaya kamu kuat menemani umi" bujuk Andi dan Aira mengangguk patuh
" makasih banyak kak,maaf kalau ai merepotkan, kakak kok tau Ai di sini?" tanya Aira
" Tadi kebetulan aku lewat tempat kami pemotretan,dan aku lihat kamu terlihat buru- buru masuk ke taksi, karena penasaran aku ikuti kamu, ternyata umi masuk rumah sakit,maaf ya kalau aku lancang ngikutin kamu" ucap Andi beralasan, karena ia tidak ingin Aira tau bahwa ia selalu mengawasi nya
" ga mungkin juga ai marah kak cuma karena kakak ikuti Ai, apalagi karena kakak khawatir sama Ai, sekali lagi terimakasih banyak ya kak" ucap Aira bersungguh sungguh,Andi hanya mengangguk sambil tersenyum
Aira memakan beberapa suap nasi yang di bawakan oleh Andi dan meminum jus nya,ia sedikit mereda lebih tenang dengan kehadiran Andi, mereka ngobrol sambil menunggu sang umi siuman, sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir pagi
" Kakak gak pulang..? besok kan harus sekolah" tanya Aira sambil menatap Andi
" Sebentar lagi,ini juga udah hampir subuh, nanggung banget, ntar aku sekalian singgah di masjid dan langsung pulang untuk siap- siap ke sekolah,kamu tenang aja nanti biar aku yang izin kan" ucap Andi pasti
" Ia kak" jawab singkat Aira
" kamu jangan terlalu banyak pikiran, Bulan depan kita akan ujian kenaikan kelas, jadi kamu juga harus jaga kesehatan kamu biar tetap bisa ikut ujian,umi juga pasti ga akan senang kalau liat kamu menyiksa diri" nasehat Andi dan di angguki oleh Aira
__ADS_1