DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
20


__ADS_3

Sudah seminggu setelah kejadian memalukan di cafe xxxxcc, untung saja hanya sehari beritanya beredar dan syukur nya wajah Aira tertutup oleh tubuh tegap Azlan,dan keesokan harinya berita tersebut langsung menghilang bak di telan bumi,semua itu karena perintah Azlan pada sang asisten pribadinya di kantor dan ia juga memerintahkan sang kepala sekolah untuk menghilangkan semua berita tersebut yang tertempel di Mading sekolah serta mengingatkan pada semua murid sekolah tersebut untuk berhenti membicarakan tentang berita tersebut


Azlan benar- benar belum sempat bertemu dengan Aira,bahkan ia sudah ingin membatalkan rencananya untuk menemui gadis cantik tersebut, sedangkan Aira terlihat sedikit sibuk dengan pemotretan nya yang ingin ia selesaikan sebelum ujian semester tiba, keduanya bahkan belum pernah bertemu lagi setelah kejadian di cafe tersebut


Aira berjalan menyusuri koridor menuju UKS di sekolah nya,ia merasa sedikit pusing, mungkin karena beberapa hari ini jadwalnya sangat padat sehingga membuat ia merasa kelelahan,tak di sangka ia berpapasan dengan Cindy and the gank dan Cindy memanfaatkan hal itu untuk membalas dendam nya pada Aira


" Heh wanita murahan...puas Lo udah bikin gue sama Azlan ribut...? kalau Lo pengen banget punya pacar anak Sultan cari lain dong jangan jadi pelakor,oh ia lupa gue secara pacar gue itu paling tajir di sekolah ini bahkan di negara ini, atau Lo jadi sugar Daddy aja dan cari om- om tajir buat penuhi semua kebutuhan Lo,Lo ngaca dong ga mungkin pacar gue naksir sama cewek sok muslimah kayak Lo,dia pasti milih gue secara gue itu cantik dan seksi, sedangkan Lo...? " cibir Cindy membuat Aira mengepalkan tangannya


" Maaf kak saya sedang tidak ingin berdebat,permisi" ucap Aira berusaha menahan emosi nya dan langsung melangkah meninggalkan Cindy dan beberapa teman nya,tapi langkah Aira terhenti saat mendengar perkataan menyakitkan dari mulut Cindy dan membuat emosi Aira muncul


" Heh..*****... kayak nya Lo terlahir dari keluarga pelakor ya...? pantas aja Azlan bilang ke gue dia cuma iseng aja dekati Lo karena Lo rela di bayar sama dia" ucap Cindy licik dengan membawa nama Azlan,ia ingin Aira membenci Azlan


" Jaga ucapan kamu...dan jangan pernah sebut keluarga saya dalam urusan kita, serta tolong tanyakan pada kekasih kamu itu seberapa besar dia berani bayar saya?" ucap Aira dan langsung meninggalkan tempat itu


Cindy menggeram kesal mendengar jawaban Aira,ia merasa kalah dengan bocah ingusan itu dan ia tidak terima itu, tapi siapa sangka kalau Aira benar- benar berencana mendatangi Azlan saat jam istirahat nanti, Cindy mengira Aira tidak mungkin berani mengusik Azlan,ternyata ia berurusan dengan orang yang salah


Bel istirahat berbunyi dan Aira benar- benar menjalankan niatnya tadi,ia benar-benar tidak bisa tenang sebelum menemui Azlan, pria yang ia anggap selalu menjadi sumber masalah untuk nya,Aira berjalan menyusuri koridor menuju kantin, setibanya di kantin ia menuju meja yang biasa di tempati Azlan dan sahabatnya serta ketiga Sahabat Aira


"kak Azlan mana?"tanya Aira lembut saat sampai di meja tersebut dan ia tidak menemukan Azlan, yang lain langsung terbengong menatap wajah Aira, mereka Heran apakah mereka tidak salah dengar Aira mencari Azlan


" Azlan masih di ruangan OSIS, jawab intan bingung, mereka lebih dulu keluar karena diperintahkan oleh Azlan membeli beberapa minuman untuk mereka dan anggota OSIS lainnya, mereka sedang mengadakan rapat bulanan


Aira tidak menjawab, ia langsung meninggalkan kantin dan melangkah menuju ruang OSIS, membuat ketiga Sahabat nya dan sahabat Azlan saling pandang dan langsung meninggalkan kantin mengikuti Aira, mereka yakin akan terjadi sesuatu antara kedua makhluk tersebut


Aira mengetuk pintu dan langsung masuk saat salah satu anggota OSIS membuka pintu,Aira melangkah dengan pasti menuju meja sang ketua OSIS, membuat yang lain melongo melihat kejadian tersebut, sedangkan intan dan yang lainnya masih berdiri mematung di depan pintu melihat apa yang akan terjadi dengan jantung berdebar


" Bisa kita bicara sebentar?" tanya Aira dingin dengan wajah yang terlihat jelas sedang menahan emosi,Azlan menatapnya sejenak lalu kembali melanjutkan aktivitas nya di depan laptop nya


" kalo Lo perlu ngomong sama gue, disini aja sekarang,gue ga punya banyak waktu untuk Lo" jawab Azlan tanpa melihat wajah Aira, sementara Cindy tersenyum puas mendengar jawaban Azlan


" Kamu yakin mau saya bicara di sini?" tanya Aira lembut sambil terus menatap Azlan, membuat Azlan sedikit mengernyitkan dahinya seraya menatap wajah cantik Aira


Deg


Jantung Azlan berdetak saat mata mereka saling beradu,Azlan sangat mengagumi mata indah Aira


" lo mau minta gue jadi pacar Lo...? atau mau minta tanggung jawab dari gue? sehingga lo ragu untuk bicara di depan mereka" tanya Azlan sambil tersenyum tipis


Aira Langsung menggebrak meja di depan Azlan membuat semua yang ada di ruangan tersebut terkejut termasuk intan dan yang lainnya yang masih berdiri di depan pintu


" saya minta kamu jadi pacar saya...?" tanya Aira sambil tersenyum mengejek

__ADS_1


" Terlalu jauh mimpi anda tuan Azlan yang terhormat, ternyata anda dan kekasih anda tidak jauh beda ya, selalu memandang rendah orang lain, tolong katakan pada kekasih anda saya bukan pelakor dan jangan pernah dia menyebut keluarga saya dalam urusan kita dan satu lagi anda berkata padanya kalau anda mendekati saya hanya untuk mainan karena saya bisa anda bayar..? seberapa banyak uang anda untuk membayar saya..?" tanya Aira tanpa mengalihkan pandangannya pada Azlan


" Berapa yang Lo minta..?" tanya Azlan dingin sambil menatap wajah Aira, membuat Aira langsung tersulut emosi


Plakkkk


" Satu tamparan keras mengenai pipi mulus Azlan, membuat semua yang ada di tempat tersebut langsung melongo sempurna


" Saya katakan pada anda dan ingat baik-baik.. seberapa banyak pun uang yang anda punya tidak akan pernah bisa membeli saya, jika memang bergonta ganti wanita itu salah satu hoby anda..maka carilah wanita yang membutuhkan uang anda..saya benci pria seperti anda dan sangat membenci anda" ucap Aira lantang dengan mata berkaca-kaca dan langsung melangkah meninggalkan ruangan tersebut


Sedangkan Azlan masih terdiam membisu,antara marah, menyesal menjadi satu,ia baru menyadari apa yang Aira katakan,apa maksud nya Aira mengatakan kalau Azlan berkata demikian pada kekasih nya,ini pasti ulah Cindy,batin Azlan menggeram kesal


Intan dan yang lain langsung mengejar Aira, sementara Afkar dan Alif langsung masuk menuju meja Azlan, mereka masih shock karena perlakuan dan ucapan Aira pada Azlan, mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara dua insan tersebut


" Lo ok bro...tanya Afkar pelan dan di jawab anggukan kepala oleh Azlan


" Sebenarnya ada apa sih kok Aira kelihatan marah banget sama Lo?" tanya Alif sedikit khawatir


" Gue juga ga tau, bahkan Udah seminggu lebih kami ga pernah ketemu,ini pasti ulah Cindy" ucap Azlan apa adanya, membuat kedua sahabat nya langsung paham


" Bisa jadi.. mungkin Cindy berfikir antara Lo dan Aira beneran ada hubungan, sehingga dia berusaha buat Aira benci sama Lo dan buat kalian pisah" dugaan Alif dan di angguki oleh afkar, Azlan langsung menatap kedua sahabat nya, kenapa ia ga terpikir sampai ke sana


" dan gue akan buat dugaan dia jadi kenyataan" ucap Azlan terdengar ambigu dan membingungkan kedua sahabat nya


Azlan langsung menuju ruangan pribadi nya,ia ingin menenangkan diri nya sejenak dan berfikir bagaimana caranya membuat ia dan Aira terlihat benar-benar sedang menjalin hubungan dihadapan Cindy dan para murid yang lain, tanpa ia tau bahwa rencana nya Tersebut akan membuat dunia nya serasa jungkir balik saat hati dan pikiran nya bertentangan dalam menyikapi karakter Aira yang sesungguhnya


Azlan mengusap kasar wajah dan rambut nya,ia tidak bisa berfikir terlalu gengsi bagi nya jika ia harus meminta secara baik- baik dan memohon agar Aira mau mengikuti rencananya untuk bisa menghindari para wanita yang terobsesi pada nya sekaligus bisa membatalkan perjodohan yang orang tuanya lakukan, dengan mengenalkan gadis berhijab sebagai kekasih nya pada kedua orang tuanya mungkin akan membuat mereka melakukan pertimbangan, seperti nya ia harus sedikit memaksa dan mengancam Aira


Tanpa terasa bel pulang berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba, Aira langsung menuju asrama setelah berpisah di parkiran dengan ketiga Sahabat nya, sedangkan Azlan dan kedua sahabat nya juga Langsung pulang ke rumah masing-masing, Azlan langsung menuju apartemen miliknya dan bergegas menuju kamar mandi, setelah selesai semua ia memutuskan untuk langsung menuju asrama sekolah untuk menemui Aira


Tak butuh waktu lama dengan keahliannya mengemudi Azlan sudah berada di depan gerbang asrama,ia langsung menuju penjaga asrama dan mengatakan ingin bertemu dengan Aira secara pribadi,sang penjaga asrama yang tau siapa Azlan tidak berani menolak permintaan tuan muda keluarga Abbas tersebut, beliau langsung memberitahu alamat kamar Aira, tanpa menunggu lama Azlan langsung menuju kamar yang disebabkan oleh penjaga asrama


Tok tok tok tok


Azlan mengetuk pintu sedikit keras, membuat Aira yang baru saja akan melaksanakan Shalat Ashar terpaksa menunda nya dan langsung membuka pintu,ia takut itu sesuatu yang penting


Klek..


Pintu terbuka dan betapa terkejutnya Aira saat melihat wajah Azlan yang berdiri tegap di depan pintu kamar miliknya, Aira langsung melihat ke kiri dan kanan memastikan bahwa ia salah melihat, sementara Azlan masih terdiam membisu menatap kagum pada wanita cantik di hadapannya tersebut yang terlihat mengenakan mukena


__ADS_1



"Gue perlu bicara sama Lo" ucap Azlan singkat dan langsung masuk saat menyadari Aira akan menutup kembali pintu kamar nya


" kita bisa bicara di luar setelah saya selesai shalat, jadi tolong anda keluar dari kamar saya" ucap Aira terlihat sedikit gelisah


" silahkan Lo shalat, gue akan tunggu di sini" jawab Azlan santai dan sambil mengamati kamar Aira yang terlihat sangat rapi dan bersih, serta harum yang membuat Azlan merasa sangat tenang



"Please tolong jangan buat orang- orang berfikir negatif tentang saya yang menginginkan laki-laki masuk ke kamar saya, dan jika petugas tau mereka akan melaporkan ke pihak sekolah dan saya akan bermasalah, jadi tolong apapun masalah kita jangan libatkan pihak sekolah" ucap Aira sedikit memohon


" ga akan ada yang berani lapor ke siapapun, dah cepetan Lo Shalat atau Lo mau gue lebih lama di kamar Lo?" tanya Azlan terdengar narsis


Aira menggeram kesal,ia sangat ingin marah melihat tingkah laku Azlan yang menurutnya sangat arogan dan konyol tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk langsung melakukan shalat, jika ia terus berdebat dengan Azlan maka ga akan ada habisnya, sedangkan Azlan terlihat biasa saja,ia mengambil salah satu buku yang tersusun rapi di rak dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang Aira, berlahan ia menghirup aroma vanilla yang sangat lembut dan menenangkan, Azlan memejamkan matanya sambil menikmati aroma tersebut yang ia tau itu adalah wangi tubuh Aira, sesekali ia melirik Aira yang terlihat khusyuk melaksanakan Shalat


Selesai shalat Aira Langsung menanyakan tujuan Azlan menemuinya


" Ada apa tuan Azlan yang terhormat menemui wanita bayaran seperti saya?" tanya Aira dengan suara meledek


Azlan langsung membuka matanya dan menatap intens wajah Aira, jantung nya berdengup kencang, sungguh ia mengakui wanita dihadapan nya tersebut sangat cantik,ia menggeleng menyadarkan fikiran nya


" Gue mau Lo jadi pacar pura-pura gue dan gue ga terima penolakan" ucap Azlan terdengar sedikit memaksa, membuat Aira melotot ke arah nya


" Anda sedang mabuk atau sedang main drama? bercanda anda tidak lucu" tanya aira dengan wajah terkejut nya


" Gue gak sedang main drama, bercanda apalagi mabuk, gue serius dan gue ga minta persetujuan dari Lo, gue yang berhak buat kasih keputusan, dan keputusan gue.. mulai malam ini Lo adalah pacar gue di hadapan semua orang,Lo tenang aja cuma dua bulan terhitung mulai malam ini" jawab Azlan penuh dengan penekanan


" Tapi saya ga bisa kak.. saya mohon kakak minta yang lain aja yang bisa saya lakukan" pinta Aira sedikit terdengar memohon, Azlan tersenyum tipis ia sangat bahagia melihat reaksi Aira dan apa tadi? Aira memanggilnya kakak? entah mengapa Azlan merasa dihargai oleh Aira


" Ok kalau Lo ga mau gue putusin malam ini gue akan nginap di sini bareng Lo,dan bisa Lo bayangkan besok pagi berita apa yang akan tersebar? keputusan ada di tangan Lo" jawab Azlan tenang membuat Aira langsung melotot sempurna


" Kakak gila..." ucap Aira singkat dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, membuat Azlan tersenyum puas melihat kegusaran Aira


"Ini belum seberapa, gue bisa lebih gila lagi kalau Lo berani bantah gue dan gue bisa buat Lo mengandung darah daging gue,Lo pilih yang mana?" tanya Azlan terdengar sangat fulgar di telinga Aira


Aira mengusap dadanya yang terasa sangat sesak,ia menarik nafas nya dalam dan menghembuskan nya pelan seraya ber istighfar, rasanya ia ingin berteriak sekuat nya dan menangis sejadi jadinya,kenapa ia harus bertemu dengan lelaki yang sangat arogan seperti Azlan,ia menatap Azlan sekilas dan melangkah menuju pintu,ia membuka pintu perlahan dan kembali menatap Azlan yang juga tengah menatap nya


" saya mohon kakak keluar.. please..." ucap nya lirih dengan mata berkaca-kaca, Azlan menyadari hal itu,ia langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menghampiri Aira yang berdiri sambil memegang daun pintu


" Gua anggap jawaban Lo setuju dan ingat gue ga pernah terima penolakan dari siapapun" ucap Azlan pelan dan terdengar penuh dengan penekanan sambil meraih pinggang ramping Aira dalam pelukannya membuat tubuh Aira bergetar, dan Azlan dapat merasakan itu,ia semakin yakin wanita cantik tersebut belum pernah dekat dengan lawan jenis, dalam hati Azlan merutuki dirinya sendiri yang merasa sangat nyaman saat memeluk Aira, entah perasaan apa yang ia rasakan yang jelas perasaan seperti itu belum pernah ia rasakan pada wanita manapun kecuali kenyamanan pelukan sang Bunda

__ADS_1


Azlan melangkah keluar dan meninggalkan Aira yang masih terdiam membisu dengan air mata yang membasahi pipi mulus nya,ia merutuki kebodohan nya yang lemah di hadapan Azlan, sedangkan Azlan langsung meninggalkan kamar tersebut dengan hati yang benar-benar sesak saat melihat air mata Aira, tapi ia juga tidak ingin menjadi lemah karena Air mata gadis cantik tersebut sehingga membuat rencana nya akan berantakan dan sia- sia


__ADS_2