DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
24


__ADS_3

Selesai dengan rapat nya yang terbilang cukup lancar dan semua masalah dapat mereka tangani dengan baik,berkat beberapa ide brilian dari putra big boos mereka tersebut, hampir semua karyawan kantor megah tersebut dan beberapa para pemegang saham mengakui kecerdasan, kemampuan dan ketegasan Azlan dalam memimpin sangat memuaskan


Azlan langsung menuju ruangan nya karena sang asisten mengatakan orang yang diminta untuk menemui nya hari ini sudah datang dan sudah berada di ruang tunggu,ya setelah menemui Aira semalam Azlan langsung menelfon asisten pribadinya dan meminta agar mengatur waktu nya untuk bertemu dengan pemilik agenci yang disebutkan Aira dan langsung di sanggupi oleh sang asisten


" Suruh tamu saya masuk sekarang dan minta pada ob untuk bawakan minuman" ucap Azlan pada suci sang sekretaris


" Baik Tuan muda, akan segera saya panggil" ucap sang sekretaris sopan


Tak berselang lama terdengar ketukan di pintu ruangan mewah tersebut


Tok tok tok


" Masuk " perintah sang pemilik ruangan


Pintu terbuka menampilkan sang sekretaris dan seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan,beliau menunduk hormat


" Silahkan duduk" ucap Azlan seraya bangkit dari kursi kebesaran nya dan menyalami pria tersebut


" Oh Terimakasih tuan muda Azlan" ucap nya sambil tersenyum ramah


" Mbak suci tolong bawakan saya jus seperti biasanya dan anda mau minum apa tuan?" tanya Azlan sopan


" Kopi saja" jawab nya singkat


" Baik Tuan" Jawab suci sekretaris Azlan


" Sebenarnya ada hal penting apa yang membuat tuan muda memita saya datang ke kantor yang sangat megah ini?" tanya tuan Boby terus terang


" Maaf tuan kalau saya mengganggu waktu tuan,ada yang ingin saya obrolkan sedikit" ucap Azlan singkat


" tidak masalah tuan, pasti penting sehingga anda langsung yang ingin berbicara dengan saya" ucap nya bingung


"begini tuan Bobby..benar di agenci Anda ada model yang bernama Almaira?" tanya Azlan to the point


" Oh ya benar ada, sicantik dan muda itu, tapi dia sangat jarang mau terima ajakan kontrak kami dan ini juga ga lama lagi akan selesai " jawab nya jujur


" Seberapa lama lagi pun kontrak nya saya minta putus kan kontrak kerja sama kalian dengan nya, berapapun sanksinya akan saya bayar, dan jangan pernah lagi menawarkan profesi tersebut pada nya, satu lagi tolong katakan pada karrel putra anda jangan ganggu Almaira dia kekasih saya" ucap Azlan. terdengar sangat serius,mulit tuan Bobby menganga dengan mata terbuka lebar,beliau sangat terkejut mendengar pengakuan bos muda tersebut


" Baik Tuan muda,saya sendiri yang akan memberikan kabar ini pada Almaira dan tentang putra saya pasti akan saya sampaikan,saya minta maaf atas kelakuan putra saya yang telah mengganggu milik anda" ucap nya tegas,Azlan mengangguk paham


" Saya pegang kata- kata Anda dan saya sangat menghormati orang yang mau menghargai orang lain" ucap Azlan apa adanya


" Silahkan diminum tuan" ucap Azlan saat sang ob masuk dan meletakkan minuman tersebut beserta beberapa Snack


" oh ya terimakasih banyak tuan" ucap tuan Bobby sambil meraih gelas kopinya


Setelah sedikit berbincang santai akhirnya tuan Bobby izin pulang dan Azlan dan sang asisten juga akan menemui beberapa klien Ayahnya yang datang dari luar negri di sebuah restoran Jepang, bersamaan dengan waktunya makan siang

__ADS_1


" Tuan muda apakah Anda sudah tau bahwa salah satu dari klien yang akan kita jumpai membawa serta seorang gadis muda yang di kabarkan adalah putri nya?" tanya sekretaris Azlan sambil tersenyum tipis


" Kenapa saya harus tau,itu tidak ada hubungannya dengan saya kan?, kalau cantik dan kamu berminat coba aja kamu deketin,kan kamu masih single dan jomblo" jawab Azlan santai sambil terus fokus pada laptop nya


" Masalah nya seperti nya yang di incar itu tuan muda,mana mungkin dia mau sama saya yang cuma seorang asisten" jawab Dodi asisten Azlan


" Masalah nya gue juga udah terlalu banyak koleksi pusing gue, apalagi kalau yang modelnya seperti ondel-ondel" jawab Azlan singkat membuat Dodi dan mang Didi supir pribadi Azlan langsung tertawa terbahak-bahak


" kalau yang seperti nona cantik tadi pagi baru ok ya den" ucap mang Didi membuat Azlan tersenyum tipis dan menggidikkan bahunya


" Nona cantik yang mana mang?, sibos bawa cewek nginap di apartemen nya? pantes aja tadi telat dan Om Bima bilang ada sedikit urusan" ucap Dodi curiga


" Sembarangan Lo kalau ngomong,Lo pikir gue cowok apaan bawa perempuan nginap di apartemen,biar di cincang bunda gue,itu temen sekolah dan kebetulan satu apartemen" ucap nya sambil menendang belakang jok mobil yang di duduki Dodi


" Ia mas Dodi, lagian mana mungkin tuh nona cantik mau di ajakin nginap di apartemen laki- laki, orang berhijab gitu, tapi beneran mas cantik banget,trus sopan dan lembut banget, pokok nya perfect deh, sayang nya den Azlan udah di sediakan calon sama tuan dan nyonya besar,kalau belum.... beneran cocok banget" ucap sang supir serius


" Masak ia sih mang... jadi penasaran juga gue" jawab Dodi terlihat penasaran dan di angguki oleh mang Didi


" Ga usah berlebihan deh mang,mamang ga tau aja tu cewek sombong nya kelewatan, disenggol tangan nya aja marah dan langsung di gampar, keliatan nya aja lemah lembut, aslinya beh...galak mang" jawab Azlan terdengar lucu membuat asisten dan supir nya kembali tertawa


" Ya wajar lah den di gampar,nona tadi kan berb pakaian tertutup,beda sama yang pake baju pada kurang bahan, tapi ni ya den menurut mamang kalau laki-laki dapat wanita yang kayak gitu beruntung banget,belum pernah di sentuh laki-laki lain, apalagi kalau orang nya baik dan penyayang" ucap sang supir yang di angguki oleh Dodi


" Bener tuh mang,gue juga mau cari yang masih suci and polos kayak gitu mang, tapi kalau tuan muda kita kira-kira bakal dapet ga ya yang seperti itu? secara dirinya sendiri juga udah bekas banyak wanita, kasian banget tu perempuan kalau masih suci tapi dapat nya yang bekas" ledek Dodi untuk Azlan


" Lo mau gue potong berapa persen gaji Lo bulan ini? sembarangan Lo nuduh gue,gini- gini gue masih orisinil ya,Lo pikir gue penganut **** bebas apa?" tanya Azlan geram, sedangkan Dodi hanya menggidikkan bahunya,ia tau seperti apa bos muda nya tersebut dan ia sengaja menggoda sang bos


Azlan tidak terlalu perduli dengan gadis tersebut, ia langsung memulai rapat nya dan memeriksa berkas- berkas yang di ajukan oleh para klien nya tersebut, setelah merasa cukup jelas dan mendapatkan kesepakatan Azlan langsung menyetujui dan menandatangani berkas tersebut, kemudian ia langsung meminta pada Dodi agar meminta pihak restoran untuk segera menyiapkan hidangan makan siang mereka


Para klien yang melihat kecerdasan dan kemampuan Azlan sangat mengagumi sosok tampan dan muda di hadapan mereka tersebut, mereka baru percaya dengan beberapa pengakuan pengusaha lain yang mengatakan putra tunggal keluarga Abbas memiliki tampang dan IQ di atas rata-rata


Gadis cantik yang bernama Rika yang datang bersama papa nya tersebut sangat mengagumi sosok tampan Azlan,ia merasa seperti sedang bermimpi bisa bertemu dengan penerus kerajaan bisnis Asia tersebut, terlebih dengan wajah tampan nya Azlan membuat ia seakan terhipnotis


Gadis asal kota xxxxx tersebut seakan tidak ingin berpaling dari wajah Azlan walau sedetik pun, membuat Azlan sedikit risih dan hal itu diketahui oleh Dodi, membuat Dodi tersenyum jahil


" Maaf tuan muda..kata mang Didi nona cantik barusan telfon minta di jemput di sekolah" ucap Dodi sambil tersenyum jahil


" Maaf semuanya saya tinggal sebentar, Dodi bisa ikut saya sebentar" ucap Azlan sambil melangkah meninggalkan ruangan tersebut


" Eh jomblo apa maksud Lo..?" tanya Azlan to the point


" Hehehe kan gue cuma pengen menyelamatkan pak bos dari tatapan maut gadis cantik itu, atau pak bos ada rasa sama tu cewek?" tanya Dodi sedikit meledek


" Buat Lo aja" jawab Azlan singkat dan langsung melangkah kembali ke ruangan tadi, yang sudah terlihat di penuhi dengan sajian berbagai macam jenis menu andalan restoran tersebut


" Wah sepertinya kami sedikit mengganggu tuan muda untuk menjemput seseorang" ucap salah satu klien nya


" Oh tentu saja tidak tuan, syukurnya dia adalah wanita yang sangat pengertian, salah saya tadi tidak mengatakan akan ada pertemuan di jam makan siang, tapi itu tidak jadi masalah karena saya sudah menghubungi nya dan supir saya sudah menjemputnya, maklum calon istri saya ini sangat jarang keluar rumah dan tidak terlalu bebas seperti gadis lain pada umumnya" Ucap Azlan sambil sedikit melirik Rika yang terlihat sedikit kecewa

__ADS_1


"Wah jadi ternyata anda sudah memiliki calon istri? bukannya itu terlalu cepat Tuan? anda masih sangat muda dan sangat hebat,anda masih bisa berkarier terlebih dahulu baru kemudian menikah di usia yang sudah matang" ucap klien satu nya


" Itu gadis pilihan orang tua saya" jawab Azlan singkat, sedangkan Dodi tersenyum tipis mendengar pembicaraan Azlan,ia tau Azlan berkata demikian karena ia sangat risih dengan putri dari klien mereka tersebut


Selanjutnya mereka langsung memulai makan siang mereka dengan diselingi beberapa obrolan ringan untuk mengurangi rasa canggung karena dari semua yang ada di meja tersebut Azlan lah yang paling muda untuk urusan bisnis


Selesai makan tanpa basa-basi lagi Azlan langsung meminta izin kepada seluruh klien nya tersebut, ia harus menunggu tamu yang sudah berjanji akan mengunjungi kantor nya setelah makan siang, beberapa tamu tersebut adalah para manajer di rumah sakit milik keluarga Abbas yang terdapat di beberapa kota, serta beberapa dokter penting di setiap rumah sakit mereka


Rencana nya mereka akan membahas tentang pengadaan alat- alat medis yang baru dan tentunya lebih canggih serta dengan bajet yang dipastikan terbilang cukup besar, tapi itu semua menurut mereka sangat cocok dengan rumah sakit keluarga Abbas yang termasuk dalam kategori rumah sakit Elit dengan standar internasional


Sesampainya di kantor Azlan langsung menuju ruang meeting khusus yang terletak satu lantai dengan ruangan nya dan ruangan direktur utama kantor megah tersebut, yang tak lain adalah ruangan sang Ayah


Azlan langsung meminta maaf karena telah membuat mereka sedikit menunggu,ia langsung membuka rapat tersebut dan mengumpulkan ide- ide yang di sampaikan oleh para direktur dan para dokter, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Azlan menandatangani berkas yang mereka ajukan, dengan syarat Azlan hanya memberikan waktu satu bulan untuk mendatangkan alat- alat medis tersebut dan Azlan juga meminta pada mereka untuk melaporkan kedatangan alat tersebut kepihak nya


Para manager dan dokter menyanggupi persyaratan yang di ajukan oleh Azlan, bagi mereka syarat yang azlan ajukan masih wajar dan itu semua untuk menghindari adanya penyelewengan dana dan mereka juga mengakui putra dari bos mereka ini memang sangat smart,ini pertama kali mereka bertemu langsung dan mengadakan rapat dengan anak muda tersebut, dan mereka mengaku puas


Selesai dengan semua pekerjaan nya di kantor Azlan langsung menghubungi kedua sahabat nya untuk datang ke cafe tongkrongan mereka,ia sangat ingin bersantai sejenak untuk menghilangkan penat nya hari ini, walaupun sebenarnya ia hanya menjadi pendengar untuk ocehan kedua sahabat gesrek nya,namun itu lumayan menghibur diri nya


Sedangkan Aira setelah dari sekolah ternyata ia sudah di tunggu oleh bunda Maya di depan gerbang sekolah, bunda Maya mengajak nya berbelanja segala keperluan dapur dan langsung memboyong gadis cantik tersebut ke mansion mewah keluarga Abbas, membuat Aira tidak bisa menolak permintaan dari wanita paruh baya tersebut


Bunda Maya mengajak Aira bersantai di teras belakang yang terlihat sangat sejuk dengan banyak pepohonan buah- buahan dan juga terdapat beberapa jenis bunga di taman belakang


Kedua wanita beda generasi tersebut terlihat sangat asyik dengan obrolan mereka sambil membuat karangan bunga segar dan Aira yang memang sangat menyukai segala jenis bunga itu terlihat sangat antusias, sambil sesekali terdengar tawa bahagia dari keduanya


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan hampir malam,Aira meminta izin untuk pulang, walaupun berat hati tapi bunda Maya terpaksa mengizinkan Aira pulang karena mungkin saja gadis cantik tersebut lelah,Aira meninggalkan mansion mewah tersebut diantar oleh supir pribadi bunda Maya,ia membawa serangkaian bunga segar yang sudah di rangkai dalam satu fas cantik oleh bunda Maya


Aira sampai di apartemen setelah beberapa menit perjalanan,tepat setelah supir pribadi bunda Maya meninggalkan lobby apartemen,Azlan tiba dengan sang supir dan juga Dodi, Aira yang juga masih berada di lobby tidak menyadari kedatangan mobil Azlan,ia sedang serius mendengarkan satpam yang mengatakan bahwa ada seorang pria muda yang meminta izin untuk bertemu dengan nya dan pemuda tampan tersebut juga meninggalkan nomor ponsel nya ia meminta tolong pada satpam untuk menyerahkan nya pada Aira


" Sore nona cantik... ketemu lagi" ucap mang Didi membuat Aira langsung memalingkan wajahnya melihat asal suara


Dodi terdiam membisu menatap kagum pada makhluk dihadapan nya" inikah nona cantik yang dimaksud mang Didi tadi? ya Tuhan ini mimpi bukan ya gue bisa liat bidadari di dunia nyata?" batin Dodi


" Eh bapak... baru nganterin kak Azlan ya..?"tanya Aira lembut sambil tersenyum ramah, seakan-akan ia adalah teman baiknya Azlan


" Ia non" jawab mang Didi sopan


" Panggil saya Aira aja pak..." ucap Aira karena merasa canggung di panggil nona oleh mang Didi


" Kalau saya manggilnya sayang boleh?" tanya Dodi tiba- tiba keluar dari dalam mobil


" Itu terlalu tidak cocok untuk saya tuan, bagaimana kalau nanti sayang- sayang nya yang lain akan muncul?" jawab Aira membuat Dodi terdiam, Azlan tersenyum tipis dan menggeleng


" Mari pak.. tuan, saya permisi ya" ucap nya sopan dan langsung melangkah meninggalkan lobby


" Mang tolong anter kambing jomblo ini pulang ya" ucap Azlan singkat sambil melangkah meninggalkan lobby dan langsung menuju lift


Saat lift akan tertutup mendadak terhenti karena sebuah tangan menjulur menghentikan pintu lift tersebut,Aira melihat siapa yang masuk,ternyata Azlan,Aira menggeser sedikit lebih merapat ke dinding, membuat Azlan sedikit melirik nya dan bunga segar yang masih dalam dekapan Aira

__ADS_1


" Gue kira cewek galak kayak Lo ga suka bunga" ucap Azlan terdengar meledek Aira, sedangkan yang di sindir tidak menjawab ia hanya terdiam dan langsung keluar saat lift berhenti di lantai tujuan nya


__ADS_2