
Sedangkan dirumah sakit, azlan sedang mengemasi semua barang pribadi milik wanita tercinta nya, bunda Maya sudah memberikan kabar padanya akan ada kejutan kecil untuk Aira dan Azlan sangat mendukung itu semua,ia juga ga ingin jika sang istri terus menerus larut dalam kesedihan dan rasa bersalah nya
Sahabat keduanya tidak ikut serta mengantarkan mereka pulang, karena para sahabat harus masuk kampus dan sekolah, terlebih Nia dan melody karena dua Minggu lagi para siswa kelas 12 akan mengikuti ujian akhir sekolah dan ujian kelulusan,begitu pula dengan Aira, tapi ia harus pasrah karena keadaannya belum mengizinkan untuk bersekolah, terlebih sikap posesif Azlan yang sudah dapat dipastikan akan dengan tegas melarangnya untuk keluar rumah sebelum dokter menyatakan bahwa ia sudah diizinkan untuk beraktifitas seperti biasa nya
Mobil yang mereka naiki kini mulai melaju meninggalkan parkiran rumah sakit dan menuju kediaman keluarga Abbas, Azlan menarik Aira dalam pelukannya agar wanita tersebut istirahat selama dalam perjalanan, karena jalanan yang lumayan macet,maka dipastikan mereka akan lumayan lama untuk sampai di mansion utama keluarga Abbas
" Tidur yang... kalau kamu masih ngantuk, jalanan macet banget, nanti kamu lelah" ucap Azlan lembut seraya memeluk tubuh ramping sang istri
" Emang kakak ga capek?Aira ga ngantuk kok" jawab Aira lembut seraya menyusupkan wajahnya di ceruk leher Azlan dan membalas pelukan hangat pria tampan tersebut
Azlan tidak menjawab,ia mencium puncak kepala Aira dan mengusap lembut punggung wanita cantik tersebut, hatinya sangat bahagia tiap kali Aira mau membalas pelukan nya dan bersikap manja padanya
Perjalanan yang memakan waktu hampir satu jam lebih itu akhirnya sampai juga ke tujuan,mobil mulai memasuki gerbang megah dan menampakkan bangunan super mewah milik keluarga Abbas
Aira yang sudah tertidur lelap perlahan mengerjabkan matanya saat mobil sudah berhenti tepat didepan teras mansion mewah tersebut,ia sedikit mengernyitkan keningnya saat merasakan ada yang aneh, karena tidak biasanya mansion tersebut terlihat lengang dari para penjaga atau para Art yang biasa nya sering Wira Wiri di halaman atau taman mansion tersebut
" Tumben sepi ya kak, emang lagi pada kemana? ga biasanya kayak gini" tanya Aira pada azlan yang dijawab dengan gidikan bahu oleh sang suami
Sang supir langsung membukakan pintu mobil untuk sang majikan dan di susul oleh Aira yang dirangkul mesra oleh azlan, keduanya langsung menuju pintu utama, Azlan langsung mendorong pintu tersebut dengan berlahan
"Surprise......."
Teriakan semua yang ada di dalam mansion mewah tersebut, terlihat tuan Omar beserta istri,sang Tante beserta suami,dan para Art yang terlihat sibuk menyiapkan berbagai macam hidangan dibantu oleh para security dan bodyguard kediaman tersebut,Aira menurup mulut nya dengan kedua tangannya dan matanya yang sudah tampak berkaca-kaca dan langsung memeluk Azlan
" Kok malah nangis sih...? mereka mau menyambut kepulangan kamu loh yang.." ucap Azlan lembut seraya mengusap punggung Aira dan mengecup puncak kepala nya
" Sayang kok malah sedih sih? trus kami ga mau di peluk nih?" tanya bunda Maya dan sang Tante bersamaan, membuat Aira langsung melonggarkan pelukannya pada Azlan dan berbalik memeluk kedua wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut
" Makasih Bunda,Tante, Ayah,om..dan semuanya...Aira bahagia banget....." ucap nya lembut dalam pelukan kedua wanita yang kini sangat ia sayangi tersebut
" Semoga kalian selalu bahagia sayang...dan dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah,dan jangan lupakan kami yang akan selalu sayang serta mendukung apapun yang terbaik untuk kalian" ucap kedua wanita paruh baya tersebut
" AMIIIIN" ucap yang lainnya kompak, membuat semua nya akhirnya tertawa bersama
Semuanya langsung melangkah menuju ruang makan, untuk makan siang bersama karena memang sudah waktunya untuk makan siang, mereka makan bersama penuh dengan canda dan suka cita yang sangat terasa menghangatkan hubungan kekeluargaan mereka
Sejak hari itu, kehidupan mereka terasa semakin dilimpahi kebahagiaan yang sangat terasa,Aira sudah menyelesaikan ujian kelulusan nya dan ia juga sudah mendaftar dirinya dikampus yang sama dengan sang suami, namun jurusan yang ia ambil berbeda,Aira mengambil jurusan desainer dan mendapatkan dukungan dari para keluarga
Hari-hari terus berlalu tanpa terasa sudah hampir setahun Aira menyandang status sebagai mahasiswi desainer dikampus ternama tersebut,tak banyak yang berbeda dengan saat ia di masa putih abu-abu, banyak pria yang sangat mengagumi nya dan berharap ia akan menerima mereka menjadi kekasih nya
__ADS_1
Dikampus atau diluar tidak ada yang tau bahwa Aira adalah menantu dari keluarga Abbas, istri dari Azlan king Abbas,putra tunggal keluarga Abbas, karena mereka memang belum mengumumkan tentang pernikahan pasangan muda tersebut,itu semua atas permintaan Aira,ia ingin kuliah dengan tenang tanpa harus di spesial kan oleh siapapun
Tapi hal itu justru membuat Azlan selalu gelisah karena begitu banyak pria yang mengagumi sang istri, sehingga sering membuat Azlan cemburu dan sikap posesif nya semakin bertambah setiap harinya,semua itu membuat heboh dikampus yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan kekasih, membuat Aira tidak disukai oleh banyak mahasiswi yang menyukai Azlan
Melody dan Nia juga berkuliah di tempat yang sama dengan Aira,Nia mengambil jurusan manajemen perkantoran, sedangkan melody mengikuti Aira yaitu mengambilnya jurusan desainer,dan mereka satu ruangan
Setelah selesai dengan mata kuliah mereka semua nya berkumpul di kantin, sekedar minum atau ngemil bareng, Aira dan melody langsung bergabung saat melihat Nia, intan dan kedua sahabat azlan yang sudah duduk di bangku faforit mereka
" kok lama?" tanya intan saat Aira dan melody sampai di meja mereka
" Biasa banyak banget drama yang harus kita hadapi" jawab melody membuat yang lain tertawa karena mereka sudah paham apa yang di maksud kan oleh gadis cantik tersebut, sedangkan Aira hanya tersenyum seraya menggidikkan bahunya
Tak berselang lama, azlan muncul dengan sejuta pesona nya, membuat histeris para wanita penggila nya, membuat Aira terkadang sampai merinding dan menggeleng melihat obsesi para wanita tersebut pada suami nya
" Kok belum pesan apapun yang....?" tanya Azlan lembut seraya mengecup dan mengusap puncak kepala Aira, membuat para sahabat mereka iri dan para penggemar keduanya teriak histeris,ada yang Baper ada juga yang cemburu
" Kakak... kebiasaan deh,ga tau tempat" omel Aira dan di jawab dengan senyuman tampan seorang azlan
" Dibilangin malah senyum lagi" tambah Aira kesal
" Sudah donk yang jangan ngomel terus,aku cium tuh bibir sekarang" ancam Azlan membuat Aira Langsung melotot diikuti yang lain nya
Selesai makan dan ngobrol santai, semuanya kembali ke jurusan dan kelas masing-masing, azlan yang selalu mengantar Aira sampai kedepan kelas nya, selalu saja menjadi pusat perhatian dan tanda tanya besar tentang hubungan mereka, yang menurut para mahasiswa lain azlan terlalu Bucin pada Aira
Pemandangan tersebut selalu Susi lihat,ia hanya bisa tersenyum miris, sejak kejadian beberapa bulan lalu,ia memang tidak pernah lagi bergabung dengan mereka, bahkan ia benar-benar menghindari pasangan muda tersebut serta para sahabat mereka,ia merasa sangat bersalah,malu dan menyesal karena kejadian itu Aira dan azlan harus kehilangan calon bayi mereka
Sedangkan Aira ia sudah berusaha sangat ikhlas dengan kejadian tersebut, dan sedikitpun ia tidak menyimpan marah atau dendam pada Susi,ia memaklumi mungkin Susi benar-benar menyukai azlan,dan menurut Aira Susi tidak salah jika menyukai azlan karena ia tidak tau bahwa pria tersebut sudah beristri, terlebih Azlan yang selalu memberinya dan keluarganya bantuan
Berbeda lagi dengan azlan,ia sama sekali tidak mau melihat Susi, walaupun ia tidak memecat gadis itu dari Abbas group, tapi secara langsung ia berpesan pada Dodi agar menyampaikan pada Susi agar jangan pernah menemuinya lagi, jika gadis tersebut tidak ingin azlan berubah pikiran yang mungkin akan merugikan gadis itu atau keluarga nya
Pesan Azlan yang di sampaikan oleh Dodi pada Susi membuat ia percaya dan mengakui tentang berita yang mengatakan bahwa putra tunggal keluarga Abbas sangat dingin, cuek dan arogan, keluarga mereka benar-benar berkuasa di beberapa negara, walaupun Susi tetap mengakui azlan dan para sahabatnya adalah pemuda yang memiliki kepribadian yang sosial nya tinggi
Dan satu yang Susi dapatkan jawaban nya yaitu jangan pernah mengusik hidup mereka, terlebih tentang kehidupan pribadi mereka, karena mereka memang sangat tertutup tentang kehidupan pribadi mereka, terlebih keluarga Abbas yang sangat menutup rapat tentang kehidupan keluarga mereka
Dari semua itu benar-benar membuat Susi merasa sangat jauh berbeda dengan mereka, hanya kebetulan keberuntungan pernah berpihak padanya sehingga ia pernah merasakan menjadi teman mereka, tapi sayang semua itu harus ia akhiri karena kesalahan dirinya sendiri
Dan Susi juga mengakui Aira adalah gadis yang sangat baik, sesuai dengan wajah cantiknya, membuat gadis cantik tersebut sangat pantas menjadi nona muda di keluarga yang sangat terpandang tersebut, kecerdasan, kebaikan dan kecantikan nya menyatu sempurna dalam wujud seorang gadis
Sedangkan para sahabat Aira tidak mau terlalu ikut campur tentang masalah yang terjadi antara Aira, azlan dan Susi, mereka yakin pasangan muda tersebut cukup bijak dalam menyikapi kejadian tersebut dan dipastikan dengan mudah mengatasi wanita-wanita pelakor dan pria pebinor
__ADS_1
Mereka semua melalui hari-hari mereka dengan kebersamaan, terkadang mereka sangat puas melihat wajah cemburu azlan jika melihat Aira yang sedang digodain oleh para mahasiswa lain, azlan benar-benar tidak menyembunyikan rasa cemburunya dan sikap posesif nya pada Aira
Berbeda dengan Aira yang lebih terlihat tenang saat melihat azlan yang digilai oleh para wanita, tanpa mereka tau bahwa gadis cantik tersebut punya cara tersendiri untuk membuat sang suami berfikir berkali-kali jika ingin menduakan dirinya
" Aira ga marah kalau kakak mau selingkuh, tapi kalau sekali aja Aira lihat dengan mata kepala sendiri..maka selamanya kita ga akan pernah ketemu atau kenal lagi,Aira janji akan ikhlaskan kakak untuk wanita itu dan Aira akan pergi sejauh mungkin" itulah kata-kata yang pernah Aira ucapkan pada Azlan membuat pria tampan tersebut tidak pernah bisa melupakan kata-kata tersebut
Dan Azlan mengakui bahwa wanita cantik tersebut tidak akan merubah ucapan nya tersebut, mengingat karakter sang istri yang terlihat sangat lemah lembut tapi penuh dengan ketegasan dan tidak ceroboh,ia selalu bisa memperkirakan setiap keputusan yang akan ia ambil
Dan Azlan juga tau bahwa beasiswa Aira masih berlaku sampai beberapa tahun kedepan,maka itulah azlan sangat takut akan kehilangan sang belahan jiwanya, azlan ga berani membayangkan bagaimana hari - hari yang harus ia lewati tanpa wanita nya tersebut, kecuali semua itu atas kehendak Tuhan,maka tidak ada satu manusia pun yang akan mampu mencegah nya
Seperti biasanya setelah selesai dengan segala aktivitas dikampus, merek semua menuju tujuan masing-masing,ada yang ke kantor membantu orang tua mereka, terutama yang laki-laki, sedangkan para wanita lebih sering disibukkan oleh kegiatan khas para wanita
Tak jauh berbeda dengan azlan ia memang lebih sering menghabiskan sisa waktunya di kantor jika sang istri tidak meminta nya untuk langsung pulang, bahkan akhir-akhir ini ia lebih sering mengajak sang istri untuk ikut ke kantor, dengan berbagai alasan dan rayuan maut nya, yang terkadang membuat wanita cantik tersebut tidak bisa untuk menolak nya
Sesampainya dikantor, seperti biasanya,Aira lebih sering duduk santai di sofa atau istirahat di ruang pribadi milik sang suami, azlan lebih sering menolak meeting diluar kantor jika memang ada Aira dikantor, entah mengapa semakin hari rasa cintanya semakin besar pada wanita cantik tersebut, sehingga membuat ia selalu merasakan kerinduan yang teramat sangat bila sehari saja mereka tidak bertemu
" Yang.... sebentar lagi aku ada tamu..kamu istirahat di dalam ya, tamunya laki-laki semua " ucap Azlan seraya mengecup kepala wanita cantik tersebut yang kini sedang bermanja di atas pangkuannya
Entah kerasukan setan apa, hari ini wanita cantik tersebut sangat manja, sejak mereka tiba di kantor ia selalu duduk di pangkuan sang suami yang duduk di kursi kebesarannya dan kini tengah memeriksa beberapa berkas, membuat pria tampan tersebut heran dan sedikit kewalahan harus menahan gairah nya, andai saja ia tidak memiliki janji menerima tamu,maka sejak tadi ia sudah memangsa habis wanita cantik tersebut
" Hem..." jawab Aira singkat dengan mengangguk pelan, tangan nya asyik memilin kancing kemeja sang suami dan terus menyusupkan wajah nya diceruk leher Azlan
" Mau aku gendong atau jalan sendiri?" tanya Azlan lembut seraya mengeratkan pelukannya dan mengecup kepala sang istri yang masih tertutup hijab nya,ia bertanya karena tau istrinya tersebut sedang dalam mode manja dan mager, tapi azlan sangat bahagia dan menikmati setiap kali wanita cantik tersebut bermanja padanya
" Gendong ya..." jawab Aira menja seraya mendongak menatap wajah tampan azlan yang terlihat gagah dan sangat berwibawa dengan setelan kemeja maron dan dasi garis-garis
" Okay...tapi ingat ga gratis loh" ucap Azlan dengan tersenyum genit dan langsung melxxxx bibir ranum Aira dengan sangat lembut,dan baru ia lepaskan saat merasakan pasokan oksigen menipis
Azlan mengusap lembut bibir Aira yang basah dan terlihat sedikit bengkak karena ulahnya,ia langsung bangun dengan Aira dalam gendongannya dan melangkah menuju ruang pribadi miliknya, sedangkan Aira tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azlan seraya merangkul leher sang suami
" Thanks hubby.." ucap nya lembut saat azlan sudah mendudukkan nya di ranjang yang terdapat dalam ruangan tersebut
" Apapun untuk mu sayang...I Love you" ucap nya lembut dan mengecup singkat bibir dan seluruh wajah wanita cantik tersebut, membuat Aira tertawa geli
" Ingat jangan keluar sebelum aku masuk kesini lagi.. Ok" ucap Azlan tegas, lebih terdengar seperti sebuah perintah dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Aira
" Good girl" tambah azlan gemas saat melihat Aira langsung mengangguk patuh bagaikan anak kecil
" Tapi tamunya ga ada wanita kan?..awas kalau kakak macem-macem " jawab Aira posesif, membuat azlan tersenyum bahagia,ia langsung meninggalkan ruangan tersebut sebelum gairah nya semakin parah
__ADS_1