DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
55


__ADS_3

Beberapa Minggu sudah berlalu, azlan juga sudah menentukan universitas mana yang akan ia pilih untuk melanjutkan pendidikan nya, yang pasti sudah disertai dengan persetujuan kedua orangtuanya dan Aira sang pujaan hatinya, dua bulan lagi ia akan memulai menjadi seorang mahasiswa, mereka hanya tinggal merayakan kelulusan di sekolah


Hari ini adalah hari terakhir Aira mengikuti ujian semester dua nya di kelas 11, bulan depan ia akan menjadi siswa kelas 12,itu artinya tahun itu adalah tahun terakhir ia menjadi seorang pelajar, pagi ini keduanya sedikit sibuk, Aira hampir kesiangan akibat ulah suami nya yang mengganggu nya hampir sepanjang malam


Aira baru selesai dengan baju seragam nya,ia sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias nya dengan wajah cemberut dan mengomeli suami tampannya, Azlan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang ia lilitkan sebatas pinggang dan paha,ia tersenyum melihat wajah Aira yang masih cemberut


" Udah dong yang...lama banget sih ngambek nya" bujuk nya seraya memeluk Aira dan mengecup kepala nya


" Kakak cepetan...ntar Aira telat loh,kakak juga katanya ada meeting pagi" omel nya seraya memukul lengan azlan yang melingkar di pinggang nya


Azlan tersenyum melepaskan pelukannya dan menuju walk in closet,ia memakai baju yang sudah lengkap di sediakan oleh Aira, setelah selesai azalan memilih salah satu jam koleksi nya yang berjajar rapi untuk ia pakai


Di kamar Aira baru akan memakai hijab nya, handphone nya berbunyi tanda notifikasi panggilan masuk,Aira langsung menuju nakas dan meraih handphone nya, yang ternyata melodi yang melakukan Vc,Aira langsung mengangkat nya


📱- Assalamualaikum Mel...ada apa pagi-pagi telfon Aira...?"tanya Aira


📱- Waalaikum salam cantik...ai Lo dia antar supirkan? please sekalian jemput gue ya,Kitakan searah,mobil gue masuk bengkel" ucap nya memohon manja


📱 - Oh...ok deh,Aira kirain ada apa,tapi jangan telat ya,Aira dah mau selesai ni,abis sarapan langsung berangkat" jawab Aira


📱- Ok cantik...gue juga udah selesai sayang...Lo emang yang terbaik" jawab Melodi senang,tapi tiba-tiba wajah senang itu langsung melongo dengan ekspresi shock yang luar biasa, bagaimana tidak ia melihat dengan jelas Azlan yang muncul dari belakang Aira dan memeluk nya seraya


mencium kepala Aira


"Sayang... pakaikan dasi dong.." ucap Azlan manja sambil memeluk Aira dari belakang dan mencium kepala nya


Aira tidak menjawab,ia juga kaget karena melody pasti melihat semua itu,Aira diam membisu Sampai ia tidak menyadari kalau handphone nya masih melakukan Vc dengan melody, sedangkan Azlan baru menyadari ternyata istrinya sedang melakukan Vc dengan salah satu sahabat nya, membuat azlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Malody.. apapun yang Lo liat pagi ini..itu kenyataan nya,dan gue minta tolong cukuo yang tau, belum waktunya kami bilang ke yang lain, kalau udah waktunya kami akan publikasikan hubungan kami yang sebenarnya, kecuali Ara sendiri yang mau jujur sama kalian semua "ucap Azlan tegas


" I- iyaa kak..gu-gue janji ga akan kasih tau yang lain" jawab melody gugup


" Ok thanks" balas Azlan, melody hanya mengangguk kaku, tatapan nya masih sepenuhnya ke layar handphone nya


" Mel...Aira janji nanti akan Aira jelasin..ok" tambah Aira pasti


" Harus" jawab melody singkat, panggilan mereka akhiri


Aira Langsung membalikkan badannya dan menatap horor pada Azlan,ia sangat deram pada suaminya yang sayang nya sangat tampan tersebut, sementara Azlan hanya tersenyum dengan memasang wajah sok polosnya, membuat Aira semakin geram


" Yang dasi nih belum di pasangin.... sorry deh" ucap nya sambil menarik pinggang ramping Aira


Aira tidak menjawab ia langsung meraih dasi dari tangan Azlan dan memasangkan nya,Azlan terus saja iseng dengan mengecup kepala Aira berkali-kali, membuat Aira geram dan mencubit dada bidang Azlan


" Aw...sakit yang...kejam banget sih.. kayak ibu tiri aja" ucap Azlan sambil mengecup tangan Aira yang tadi mencubitnya


Keduanya sudah selesai dengan penampilan mereka dan langsung turun menuju ruang makan yang sudah terlihat ayah Omar dan bunda Maya sudah menunggu


" Pagi Ayah..bunda.." sapa kedua nya kompak sambil mencium singkat pipi sang bunda


" Pagi sayang..." jawab bunda Maya ceria,ayah Omar menjawabnya dengan anggukan kepala


Semuanya langsung mulai sarapan dengan hikmat dan menikmati tanpa banyak mengobrol,hanya sesekali ayah Omar bertanya padaazlan tentang rencana meeting dan rapat mereka hari ini


Setelah selesai Azlan dan Aira lebih dulu pamit karena Aira masih ujian dan ia ga mau terlambat,Aira akan di antar sendiri oleh Azlan, akhir-akhir ini Azlan memilih mengantarkan sendiri istrinya, bersamaan dengan ia ke kantor, saat pulang jika ia repot barulah ia memerintahkan supir pribadinya yang menjemput Aira di sekolah

__ADS_1


Aira dan Azlan meninggalkan mansion menuju sekolah, sebelumnya mereka akan menjemput melody sesuai janji Aira tadi pada sahabat nya, setelah menjemput melody mereka langsung menuju sekolah, azlan mengemudikan mobilnya lumayan kencang agar Aira dan melody tidak terlambat


Setelah beberapa menit mobil azlan sudah berhenti tepat di depan gerbang sekolah, melody memutuskan untuk turun duluan dan menunggu Aira di depan gerbang,Aira meraih tangan azlan dan mencium punggung tangan nya


Cup...


Sebuah kecupan dalam azaln berikan di bibir indah Aira,ia sedikit melxxx lembut bibir manis yang membuat nya candu tersebut


" Kamu lupa sama tugas pagi kamu...ini penyemangat aku sayang..." ucap Azlan lembut Seraya mengusap lembut bibir Aira


" kakak..ada melody loh.." keluh Aira pada Azlan


Azlan tidak menjawab ia hanya tersenyum tampan dan mengusap lembut kepala Aira yang terbungkus hijab


" Ingat kalau sudah selesai langsung kabari aku dan jangan kemana-mana" pesan Azlan tegas,Aira langsung mengangguk patuh


Aira langsung menghampiri melodi dan melambaikan tangan nya pada Azlan, setelah memastikan Aira sudah memasuki gerbang barulah Azlan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah sang istri dan ia juga akan menjadi alumni sekolah tersebut


Sampai di koridor melody langsung menarik tangan Aira menuju salah satu kursi di taman sekolah yang tidak terlalu ramai


" Bisa Lo jelasin tentang yang tadi pagi" ucap melody dengan tatapan horor, setelah mereka duduk


" Hehe...kami di jodohin dan udah nikah beberapa bulan lalu, tepatnya di akhir semester satu lalu... sorry..Aira belum berani jujur sama kalian semua,Aira malu dan takut kalau ternyata nanti kak Azlan ngajak pisah kalian ga bakal mau lagi jadi sahabat seorang janda muda " jawab Aira jujur


" Hah.....Lo pikir kita sejahat itu...? ga akan mungkin kita ninggalin Lo saat Lo butuh kita,trus kenapa Lo merasa kalau kak Azlan bakal ceraiin Lo? tanya melody


" Karena dari awal sebelum kami tau kalau kami itu udah di jodohin dari kecil kan kamu tau gimana hubungan kami dan setelah nikah juga dia ga bilang dia cinta atau ga sama Aira" jawab Aira polos


" Trus sekarang dia udah bilang..? dan perasaan Lo ke dia gimana? "tanya melody


" Haha..itu tandanya Lo cemburu cantik , berarti Lo juga udah cinta sama dia..Lo ga harus nunggu dia ngomong cinta...,ga semua orang bisa ngungkapin cinta dengan kata-kata,Lo bisa rasakan dengan perhatian dan perlakuan dia ke Lo Aira,dan gue yakin..dia itu cinta and sayang banget ke Lo sejak pertama kalian ketemu,dia minta Lo jadi pacar pura-pura nya itu cuma modus doang, beruntung banget dia ternyata kalian udah di jodohin" jelas melody


" Mana mungkin.. sedangkan dia aja waktu itu selalu ngancam dan marah sama Aira" bantah Aira


" Itu hanya untuk nutupin perasaannya ke Lo, karena dia itu egois dan gengsinya tinggi, selama ini cewek yang pada ngejar-ngejar dia, sekalinya dia jatuh cinta dan cewek yang dia mau ga peduli ke dia makanya dia ngerasa ga terima" jelas melody lagi


Aira hanya terdiam sambil mendengarkan penjelasan dari sahabat nya tersebut,ia memikirkan ada benarnya juga apa yang melody katakan


" Is malah melamun...tapi ngomong -ngomong kalian udah MP blom? gimana rasanya bercinta sama cowok tampan plus anak Sultan...? gue yakin pasti dia hot banget kan?" tanya melody menggoda Aira, membuat pipi gadis cantik itu langsung merona


" Apaan sih... pikiran nya kotor banget " jawab Aira


" Tapi muka Lo merah..gue benerkan? kapan kalian MP nya? " Tanya melody penasaran


" Waktu kak Azlan pulang dari kota xxxx menjelang Minggu tenang nya" jawab Aira sambil menunduk


" Hah... jadi selama beberapa bulan yang lalu kalian ngapain aja? wow ... beneran ga nyangka gue seorang pria normal sanggup nunggu sampai beberapa bulan,..trus kalian pakai pengaman gak?" tanya melody lagi


" Kak Azlan ga mau ...dan dia juga ngelarang Aira buat konsumsi pil pencegah kehamilan" jawab Aira lirih seraya menggeleng


" Tuh kan gue yakin dia itu cinta mati ma Lo..dia pasti maunya Lo cepat hamil anak dia, kalau kalian punya anak Lo ga akan mungkin ninggalin dia dan para cowok yang ngincar Lo pasti akan langsung mundur teratur" ucap melody pasti


" Tapi Aira takut kalau hamil sekarang..kita masih satu tahun lagi sekolah nya" jawab Aira


" Lo masih bisa home schooling sayang... lagian ni sekolah juga punya mertua Lo,ga ada yang perlu Lo khawatirkan" jawab melody meyakinkan

__ADS_1


" Tapi Lo tambah cantik dan seksi Lo sejak udah ga virgin" goda melody membuat Aira melotot sempurna dan memukuli melody


" Jangan keras -keras ntar kalau ada yang dengar gimana?, kan Aira malu masih sekolah juga masak udah nikah aja" protes Aira pada melody


" Ngapain malu, Lo itu harus nya bangga.. nikah sama cowok paling pinter, cakep nya ga ada obat, anak Sultan plus pewaris tunggal, terlebih dia itu cinta and sayang banget sama Lo, Bucin akut deh pokoknya" ucap melody semangat


" Aira ga perduli dengan kekayaan mereka, yang terpenting buat Aira Ayah sama bunda sayang Aira dan suami Aira juga sayang,dia ga hianati Aira selamanya, itu aja udah buat Aira bahagia" jawab Aira


" Lo pasti akan dapet semua itu,gue yakin mertua Lo sayang sama Lo, kalau kak Azlan udah ga bisa di ragukan lagi keliatan banget kalau dia itu Bucin akut sama Lo" jawab melody meyakinkan


" Amiiiin" jawab Aira


Keduanya meninggalkan taman dan menuju kelas, hanya tinggal beberapa menit lagi bel masuk akan berbunyi, sampai di kelas ternyata Nia sudah duduk manis di kursinya sambil membaca buku


" Rajin banget Lo?" ledek melody


" Ia dong gue mau ngalahin si cantik" jawab Nia semangat,Aira hanya tersenyum dan menggeleng


" mimpi Lo ketinggian,ga liat Lo udah dia pande ditambah lagi beking nya kakak tampan dan jenius" ledek melody


" Ia sih.. emang ya sicantik itu beruntung banget...udah di kasih wajah cantik,smart, dapet bonus lagi dicintai pria tampan,jenius plus tajir" protes Nia dengan wajah cemberut


melody dan Aira hanya menanggapi nya dengan tertawa,membuat Nia semakin geram,tak berselang lama suara bel berbunyi dan guru yang bertugas mengawasi juga sudah memasuki kelas mereka


Semua murid sudah duduk rapi di kursi mereka masing-masing, lengkap dengan alat tulis sesuai yang mereka butuhkan, begitu juga dengan Aira dan kedua sahabatnya, walaupun hampir semua guru sudah mulai mengetahui siapa Aira,tapi tidak membuat gadis cantik itu berbuat semena-mena di sekolah,ia tetap mengikuti semua prosedur sebagaimana murid yang lain


Aira mengikuti ujian sampai selesai,ia langsung mengirim pesan pada azlan agar menjemputnya,Aira dan yang lain langsung meninggalkan kelas,semua bersorak senang karena ujian telah selesai, walaupun mereka belum tau seperti apa hasilnya nanti, yang terpenting bagi mereka adalah mereka akan segera libur


Aira beserta melodi dan Nia mulai menyusuri koridor sekolah, dari jauh Aira sudah melihat Azlan yang bersandar di kap mobilnya menunggu Aira,dan Aira serta kedua sahabatnya juga melihat Akbar berdiri di samping mobilnya di depan gerbang sekolah mereka,Aira bingung harus bagaimana, sementara melody dan Nia tertawa cekikikan melihat kebingungan Aira


Saat Aira sudah mendekati parkiran, langkahnya terhenti karena suara bariton Akbar yang memanggilnya, membuat Aira jadi serba salah bagaikan buah simalakama


" Aira...." panggil Akbar sambil melangkah menghampiri Aira dengan membawa sebuket bunga dan beberapa batang coklat,Azlan langsung mengangkat wajahnya yang sejak tadi asyik dengan handphone nya,saat mendengar ada yang memanggil nama sang pujaan hatinya


" I- iya Aa..." jawab Aira gugup karena ia tau sang suami pasti sedang melihat dan mendengar semua nya


" Nih hadiah buat Lo dari gue... semoga nilai Lo memuaskan dan mungkin ini pertemuan terakhir kita,gue akan melanjutkan pendidikan gue ke negara xcccc, Doa in ya semoga gue berhasil,tapi jangan minta gue buat lupain Lo.. karena gue yakin gue belum bisa,gue cuma berdoa dan berharap semoga Lo selalu bahagia,jika suatu hari dia atau orang lain nyakitin Lo.. pundak gue siap untuk Lo jadikan tempat bersandar lo dan gue iklhas walaupun Lo jadikan tempat pelarian Lo" ucap Azlan seraya menyerahkan buket bunya Lily dan coklat


Azlan mengepalkan tangannya kuat, rahangnya mengeras dengan wajah yang merah padam melihat seorang yang ia tau sangat mengagumi istrinya memberikan bunga dan coklat untuk wanita nya, terlebih ia bisa mendengarkan semua yang Akbar ucapkan tadi


" Terimakasih AA atas hadiah dan Doa nya,semoga Aa juga dilimpahkan kebahagiaan oleh Tuhan dari arah yang tidak kita duga,jaga kesehatan dan jangan lupa Shalat nya" jawab Aira


" Sayang.... udah ngobrol nya?" tanya Azlan yang langsung menarik pinggang ramping Aira dan mencium kepala nya lembut di hadapan Akbar


" Ka-kakak malu.... banyak yang liatin" protes Aira gugup


" Oh ada Akbar rupanya... gimana kabar Lo..?" tanya Azlan sok basa-basi


" Alhamdulillah baik,gue cuma mau ngucapin selamat aja untuk Aira,dan berpamitan mungkin ini terakhir kalinya kami ketemu dan beberapa tahun kedepan baru ketemu lagi" jawab Akbar terlihat Santai


" Selamat ya atas kelulusan Lo, semoga sukses di negara xcccc,gue ga lanjut ke luar, maklum ada yang ga ngizinin dan gue juga ga sanggup jauh dari Ara, Doa in juga semoga kami cepat dikaruniai keturunan dan saat Lo balik udah ada yang manggil Lo uncle" jawab Azlan sedikit membuat Akbar terkejut


" Amiiiin,gue pamit ya.. semoga kalian bahagia" ucap Akbar dan Langsung meninggalkan kedua nya


Azlan mengangguk sambil tersenyum penuh arti, sedangkan Aira hanya menunduk dengan tatapan sedikit sendu, bagaimana pun mereka sahabat dan Aira pernah mengagumi sosok Akbar,Aira juga tau Akbar memiliki rasa lebih untuk nya, walaupun sekarang Aira sudah tau hatinya untuk siapa dan perasaan y

__ADS_1


nya ke Akbar hanya sebatas kagum dengan kebaikan nya


__ADS_2