DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
30


__ADS_3

Sekitar 30 menit perjalanan Aira sampai di depan sebuah GOR yang terlihat sangat bagus dan lebar, banyak mobil yang sudah terparkir di parkiran dengan berbagai merk dan hampir ratusan motor dengan berbagai model,Aira melangkah memasuki GOR megah tersebut dengan langkah sedikit ragu,ini yang pertama untuk nya mendatangi tempat tersebut


Aira datang di waktu yang tepat,saat beberapa menit lagi pertandingan akan dimulai, terlihat para atlit yang berkumpul di tim masing-masing dan terdengar sorakan histeris para fans mereka sambil meneriaki jagoan mereka


Azlan terlihat baru memasuki lapangan dengan seragam basket nya,membuat histeris para kaum hawa,pesona seorang Azlan memang sangat sulit untuk diabaikan, Cindy dan beberapa teman nya tampak sangat antusias di barisan paling depan, sedangkan ketiga Sahabat Aira tampak duduk di bangku kedua


Aira memasuki lapangan dengan langkah pasti, sontak menghentikan suara yang tadi terdengar sangat meriah, menjadi hening dan semua mata tertuju pada objek yang baru saja memasuki GOR tersebut,hal tersebut membuat para atlit ikut melihat Arah pandangan semua orang, sehingga dapat mereka lihat dengan jelas seorang wanita cantik yang tengah berjalan tanpa menyadari bahwa dirinya sudah menjadi pusat perhatian semua orang, termasuk Azlan dengan jelas melihat siapa wanita yang kini menjadi pusat perhatian semua orang


Karrel langsung berlari menghampiri Aira saat ia melihat dan menyadari bahwa wanita cantik tersebut adalah Aira,ia sangat bahagia melihat Aira menepati janjinya untuk datang melihat pertandingan tersebut


" Almaira... ternyata lo menepati janji ya,gue kira Lo ga akan datang" ucap karrel tersenyum bahagia


" Kan tadi Aira sudah janji akan berusaha untuk datang,tapi maaf sepertinya Aira ga bisa sampai selesai, tadi udah janji sama bunda ga akan pulang malam" ucap Aira sambil tersenyum cantik dan karrel mengangguk


" Kamu duduk di sana ya" tunjuk karrel ke sebuah kursi yang tidak jauh dari teman- teman nya karrel


" Disana aja ya..itu ada melodi dan yang lain,ga enak juga sama temen satu sekolah Aira,masak Aira duduknya di kumpulan sekolah lain" ucap Aira sopan dan di angguki paham oleh karrel, karrel kembali ke lapangan


" wih rel dapat dimana Lo bidadari kayak gitu.. sumpah cakep banget" komentar salah satu teman karrel


" Almaira namanya,dia anak sekolah xxxxcc,kami temenan kok,dia ga mau pacaran" jawab karrel pasti, seraya melirik Azlan


" Wow.. beruntung banget yang duluan dapet doi ntar, dijamin Orisinil bro" jawab beberapa teman karrel lainnya


Entah mengapa Azlan sangat tidak nyaman mendengar ucapan memuja dari mereka semua, gadis cantik itu istrinya,ia saja belum pernah menatap Aira sedetail itu, tapi mereka menatap dan memuja Aira sedemikian rupa, tanpa sengaja ia melihat Aira berjalan ke arah toilet


Azlan melangkah cepat menuju toilet,Aira baru saja selesai dari toilet dan langsung keluar ingin kembali kelapangan


Aaaaaaa


Aira berteriak saat seseorang menariknya ke sebuah gang,dengan cepat sebuah tangan kekar membekap mulutnya dan memeluk nya erat dari belakang,Aira meronta sekuat mungkin tapi sayang ia masih kalah kuat dibandingkan dengan tenaga orang tersebut


Aira terkejut dan membelalakkan matanya seraya tangan nya menutup mulutnya,saat Azlan membalikkan tubuhnya menghadap pria tampan tersebut,Aira ga tau kalau Azlan juga berada di tempat tersebut


Azlan memeluk erat pinggang ramping Aira membuat Aira tidak bisa berbuat apapun, tangan nya memegang dada bidang Azlan seraya sedikit mendorong nya, tubuh mereka menempel tanpa jarak,Aira menunduk saat Azlan menatap nya


" Lo sengaja datang ke tempat ini buat jadi perhatian orang?" tanya Azlan dingin dan Aira menggeleng


" Aira cuma ga enak nolak permintaan pertemanan dari karrel" jawab Aira jujur, tanpa sadar ia sibuk memilin baju di bagian dada Azlan


" Berarti kalau suami yang minta sesuatu juga ga mungkin di tolak kan?" tanya Azlan ambigu


" Hah..." tanya Aira bingung seraya mendongak menatap wajah Azlan,membuat Azlan sangat gemas dan seketika muncul ide jahil


Cup...


Kecupan singkat Azlan lakukan pada Aira dan itu merupakan yang pertama untuk seorang Almaira, termasuk Azlan, walaupun ia terkenal playboy dan Gonta ganti pacar tapi ia belum pernah kissing dengan mereka


Aira masih menatap Azlan intens..apa ini barusan... Azlan mencium nya? ciuman pertamanya.. Azlan tersenyum menyeringai melihat wajah Aira yang bersemu merah dan masih menatap nya, awalnya Azlan hanya iseng, tapi kenapa ia malah sangat penasaran


Perlahan Azlan menarik tengkuk Aira dan langsung mengecup kembali bibir aira dan sedikit meluxxx nya lembut,manis sangat manis itu yang Azlan rasakan, sedangkan Aira masih seperti mimpi


" lagi...? itu hukuman untuk istri yang berani keluar rumah demi kasih support cowok lain bertanding" ucap Azlan dingin, menyadarkan Aira


" Kakak..itu..ci..." ucapan Aira terpotong


" itu ciuman pertama Lo..? gue suami Lo dan itu hak gue,semua yang ada di diri Lo itu hak gue" ucap Azlan terdengar posesif


Aira menelan sliva nya kasar saat Azlan mengucapkan semua itu, kenapa sekarang Azlan mengakui pernikahan mereka, apa ni cowok sedang mimpi atau menggigau? batin Aira sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya


Tanpa mereka sadari sejak tadi karrel menyaksikan semua yang dilakukan Azlan pada Aira, gadis yang sangat ia kagumi kini dalam dekapan orang lain, sayang nya ia tidak bisa mendengarkan apa yang Azlan dan Aira bicarakan dalam posisi mereka yang terlihat sangat intim tersebut


Karrel meremas kuat handuk kecil yang ia pegang, ingin ia menghajar Azlan yang dengan beraninya menyentuh aira sebegitu intimnya,tapi ia juga tidak ingin gegabah, karena jelas ia melihat Aira sama sekali tidak berontak dan karrel tau itu bukan lah sifat Aira, pasti ada sesuatu di antara kedua insan tersebut dan karrel akan mencari tau


Karrel berbalik meninggalkan tempat tersebut, rasanya ia ga sanggup melihat gadis yang sangat ia kagumi sejak pertama kali melihat nya kini justru terlihat pasrah dalam dekapan pria lain yang belum ia tau apa status mereka


Azlan melepaskan pelukannya dan mencium kening Aira sebelum meninggalkan Aira yang masih terbengong-bengong dengan kelakuan pria tampan yang berstatus sebagai suami nya tersebut,Aira mengusap wajahnya dan ikut melangkah kembali ke kursi penonton di pinggir lapangan


Pertandingan di mulai dengan di awali teriakan heboh para supporter dan tarian lincah dari para chillider dari kedua belah pihak,Aira terus menatap ke lapangan tempat berlangsung nya pertandingan

__ADS_1


Pertandingan berlangsung secara sportif dan Azlan beberapa kali terlihat mencetak poin, membuat para wanita semakin histeris pada pemuda tampan tersebut, tubuh atletis nya semakin terlihat seksi dan hot saat dipenuhi keringat, membuat pikiran nakal dan liar para wanita yang menyangka bahwa gosip bahwa Azlan player itu semakin membuat mereka menggigit bibir membayangkan yang tidak- tidak


" Aduh seksi nya..pantes banyak wanita yang rela walaupun cuma di jadikan teman ranjang nya doang, apalagi di bayar" komen beberapa gadis membuat jantung Aira berdengup kencang, rasanya ia ingin membuktikan apakah benar suaminya tersebut seorang player


Aira menggeleng pelan membayangkan suaminya saat diranjang bersama wanita yang tidak halal untuk nya,sejauh itukah seorang Azlan berbuat dosa? seandainya mereka sering ngobrol, ingin Aira bertanya langsung tentang kebenaran gosip tersebut, tapi sayang mereka bukan teman atau sepasang kekasih, mereka hanya orang asing yang secara tiba-tiba dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang sah


Azlan sesekali melirik Aira yang terlihat termenung di kursinya, tidak seperti yang lain yang terlihat histeris dan sangat antusias, pertandingan di menangkan oleh tim Azlan, saat akan bubar tiba- tiba Azlan tersandung dengan kakinya sendiri, membuat ia terjatuh dan sedikit mengalami cidera


Semua orang terlihat histeris cemas,semua berkerumun ingin mendekat, tapi dengan sigap para panitia menertibkan mereka,Aira melihat muncul sosok gadis yang pagi tadi ia lihat bersama Azlan di depan mini market, tiba-tiba muncul ide jahil Aira,ia melangkah dengan pasti menuju lapangan dimana Azlan tengah mendapat pertolongan pertama dan terlihat gadis tersebut mendampingi Azlan


" Permisi... boleh saya yang mendampingi kak Azlan..? saya Keluarga terdekat nya" ucap Aira lembut sambil tersenyum cantik, membuat semua yang ada di tempat tersebut terdiam termasuk Azlan yang menatap penasaran ke arah Aira


" Oh silahkan" ucap salah satu panitia yang terlihat sangat terkejut di hampiri oleh Aira,dan langsung di angguki oleh Aira


" Terimakasih" ucap Aira sambil tersenyum cantik, sementara gadis yang tadi terlihat mendampingi Azlan langsung mundur beberapa langkah saat melihat Aira mendekat dan berjongkok di depan Azlan, gadis tersebut sama sekali tidak berani menatap Aira


" Kakak baik- baik aja..atau mau di bawa ke rumah sakit? tanya Aira lembut sambil mengelus lembut lengan Azlan


" Ga perlu ,cuma keseleo sebentar lagi juga mendingan,Lo kemari sama supir kan,kita pulang bareng aja" jawab Azlan lirih dan sedikit gugup, seraya mengusap pergelangan kakinya, azlan heran kenapa Aira berubah jadi lembut banget,Aira mengangguk patuh


" yok Aira bantu berdiri" ucap Aira sambil merangkul pundak Azlan,dan di bantu oleh beberapa orang lainnya,Alif tersenyum penuh arti,ia yakin di antara kedua insan tersebut ada sesuatu yang terjadi dan ia akan selidiki sendiri


Azlan merangkul pinggang ramping Aira, membuat jantung Aira berdengup kencang dan hal yang sama juga di rasakan Azlan,Azlan melirik wajah Aira yang terlihat merona karena Azlan merangkul pinggang nya, membuat Azlan tersenyum tipis,ia tau Aira sengaja melakukan hal tersebut agar membuat kekasih Azlan cemburu,tanpa Aira tau sejak mereka menjalin hubungan palsu waktu itu maka sejak itu pula Azlan tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun


" Kok jantung Lo bedebar banget?" tanya Azlan sedikit berbisik di telinga Aira membuat Aira langsung melotot


" Kakak lagi sakit ga usah usil deh,Aira tinggal ntar" jawab Aira ketus seraya mengancam Azlan, Azlan menggeleng sambil tersenyum dan sebelah tangan nya mengusap lembut kepala Aira, interaksi keduanya menjadi pusat perhatian, banyak yang bertanya bukankah gadis cantik itu tadi di sambut oleh karrel,tapi kenapa sekarang malah terlihat bersama Azlan?


" Gue kiss Lo di depan mereka semua kalau berani ninggalin gue" jawab Azlan santai, membuat Aira sangat geram


" kak bentar deh..Aira ada perlu bentar aja ya" ucap Aira sambil mendudukkan Azlan di salah satu kursi


Aira terlihat berlari kecil menghampiri karrel yang masih terlihat bersama teman- teman nya,ia merasa sangat tidak enak sebenarnya pada karrel, tapi ia juga ga tau kalau Azlan akan ada di tempat itu juga dan malah ikut bertanding


" Karrel... sorry ya Aira harus pulang sekarang,ga enak sama bunda kalau kak Azlan pulang sendiri, apalagi sedang kurang baik gitu, selamat ya dan tetap semangat,kalah menang itu biasa dalam pertandingan yang penting kita udah usaha buat jadi yang terbaik" ucap Aira sambil tersenyum pada karrel


" Thanks ya Almaira..tapi maaf ya gue ngecewain Lo, padahal tadi gue yang ngotot pengen Lo datang, tapi gue malah kalah" ucap karrel lesu


" Wah bukan nya itu tuan muda keluarga Abbas ya? apa hubungan mereka rel..? kok kayaknya tu cewek bertanggung jawab banget sama dia" ucap salah satu dari teman karrel


Karrel tidak menjawab ia hanya tersenyum dan menggidikkan bahunya cuek, seolah- olah ia ga terpengaruh dengan pemandangan dihadapan nya, walaupun sesungguhnya ia harus menahan sesak yang begitu dalam, seakan hati nya ditimpa oleh batu yang sangat besar


Sampai di parkiran Aira langsung membawa Azlan ke mobil Aira,mang Didi yang terkejutpun Langsung membantu Aira


" Aden kenapa non? tanya mang Didi khawatir


" Keseleo dikit mang.." jawab Aira singkat


"Mobil kakak siapa yang bawa pulang ntar? " tanya Aira baru teringat dengan mobil azlan


" Biar afkar yang anter, kuncinya juga masih sama dia, tadi kami pergi bareng" jelas Azlan


" Trus cewek tadi pulang sama siapa ? kenapa ga di ajak bareng kita aja?" tanya Aira lagi


" Dia udah biasa naik angkot" jawab Azlan singkat,Aira hanya ber O dan mengangguk


Sementara mang Didi tersenyum melihat interaksi pasangan muda tersebut,mang Didi jadi ngebayangin gimana ya kalau tuan muda dan nona muda nya tersebut punya anak tahun depan, pasti lucu banget deh, masih sama-sama muda, sama-sama cakep, rasanya bakal seperti adik kakak ntar ma anak nya,dasar anak Sultan mah, masih sekolah juga udah nikah aja


Mang Didi langsung melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Abbas, diperjalanan ga ada yang memulai pembicaraan, semuanya terdiam tanpa kata yang ada hanya kecanggungan, semuanya dengan pikiran masing-masing, Mang Didi berusaha untuk konsentrasi menyetir mobilnya, walaupun ia sangat penasaran seperti apa interaksi pasangan muda tersebut


Sekitar 30 menit mereka sampai di depan pintu utama mansion,Aira membantu Azlan sampai ke kamarnya,ia melihat kamar yang luas dengan nuansa maskulin dan tercium aroma khas parfum faforit pria muda tersebut


" Udah kan? Aira balik ke kamar ya" ucap nya singkat dan di angguki oleh Azlan


" Thanks" ucap Azlan singkat di balas Anggukan oleh Aira


Aira meninggalkan kamar azlan menuju kamar nya,ia langsung mandi dan berpakaian,sebuah dress pendek, tadi ia sudah berpesan pada bik Asih untuk mengantarkan makan malam nya ke kamar, termasuk untuk Azlan, karena sang bunda dan ayah mereka sedang ada jamuan makan di luar fan akan pulang malam,itu yang di sampaikan oleh sang Art saat Aira pulang tadi


__ADS_1


Selesai shalat Aira memakan makanan nya yang di antar oleh bik Asih, baru pertama bik Asih melihat wajah Aira tanpa hijab,ia beberapa kali mengerjabkan matanya membuat Aira tertawa kecil


" Ada apa bik?" tanya Aira lembut


" non kok cantik banget ya, makan apa sih non?" tanya bik Asih spontan membuat Aira tertawa


" nih makan yang bibik bawain,buat kak Azlan udah di anterin bik?" tanya Aira lembut sambil tersenyum


" udah non, tapi katanya ntar aja makan nya" jawab bik Asih,Aira mengangguk


" Ya udah non,bibik tinggal ya" ijin bik Asih untuk kembali ke dapur


" ia bik.. makasih banyak ya" ucap nya sopan,bik Asih mengangguk dan meninggalkan kamar Aira


Aira kembali melanjutkan makannya sampai selesai,ia melanjutkan membaca beberapa buku,ia akan mengikuti beberapa olimpiade setelah ujian nanti dan di kabarkan olimpiade nya ke luar kota dan beberapa hari, kemungkinan di adakan di Bali atau Lombok, selesai belajar ia mengambil teh hijau yang tadi ia pesan pada bik Asih


Aira berdiri di jendela kamar nya, menatap hujan yang tiba-tiba turun,ia merindukan kedua orang tuanya dan kakak laki-laki nya,ia terbayang saat kebersamaan mereka waktu ia kecil, Arsyad selalu menggendong nya dan berlarian di tengah hujan,Aira sangat menyukai hujan, walaupun setelah ia selalu demam, tapi ia tidak pernah mau melewatkan bermain hujan bersama Arsyad


Tanpa terasa air matanya menetes, kenapa semua yang ia sayang meninggalkan nya sendiri? seandainya kedua orang tuanya masih ada,dia ga akan mungkin terikat dalam hubungan pernikahan yang tak diinginkan di usianya yang masih sangat muda seperti sekarang


Azlan baru saja selesai makan,ia merasa sangat bosan sendirian di kamarnya, ingin mengundang kedua sahabat nya kerumahnya juga ga mungkin,bisa- bisa mereka bertemu Aira, ngajakin Aira nonton bareng...ia ragu Aira akan mau, mereka kan selalu ga akur, akhirnya karena terlalu suntuk Azlan melangkah Pelan sambil berpegangan pada dinding menuju kamar Aira


Beberapa kali Azlan mengetuk pintu kamar Aira tapi ga ada jawaban, tangan nya memutar handle pintu dan ternyata ga di kunci,ragu- ragu Azlan melangkah memasuki kamar tersebut,kamar yang terlihat sangat mewah,luas dan rapi, Azlan dapat menghirup segarnya aroma vanilla yang ia tau itu adalah parfum faforit gadis cantik tersebut


" Ara...Lo bisa ba...n..tu...gu..gue.." ucap Azlan gugup saat melihat Aira berdiri di depan jendela kamar dan juga terkejut saat menyadari Azlan berada di kamarnya


" K..kak Azlan butuh bantuan sesuatu?" tanya Aira sedikit gugup karena ia tidak memakai hijab dan hanya memakai dres pendek selutut,ini merupakan pertama kalinya ia tampil seperti itu di hadapan orang lain


" Gue suntuk aja sendiri di kamar,ga bisa keluar,makanya gue mau ngajakin Lo nonton, sorry tadi gue udah ketuk pintu beberapa kali tapi Lo gak jawab" ucap nya pelan


" mau nonton film apa?, di laptop Ara ga ada filmnya,Ara jarang banget nonton,pakai laptop kakak aja kalau ada film nya" ucap Aira sopan


" di laptop gue juga ga ada filmnya,kita download aja kan ada Wi fi,mau nonton dimana? " tanya Azlan to the point


" terserah kakak,di ruang keluarga juga boleh" jawab Aira polos


" di sini aja " jawab Azlan singkat sambil langsung duduk di ranjang Aira,Aira mengangguk patuh dan mengambil laptop nya dan menyerahkan nya pada azlan


" Sini" panggil Azlan seraya menepuk kasur di sebelah nya,Aira mengangguk dan menaiki kasur


" ga perlu takut gitu,gue lagi sakit juga ga mungkin mau macem-macem sama Lo" ucap Azlan singkat


Azlan duduk bersila seraya memeluk guling, sedangkan Aira telungkup di samping Azlan sambil menyangga dagunya di atas bantal, mereka memilih film action, sesekali Azlan melirik wajah cantik Aira yang terlihat sangat serius dengan film nya,rambut panjang nya ia sanggul sehingga menampakkan leher jenjang nya yang putih mulus


" Lo pernah pacaran?" tanya Azlan tiba-tiba, membuat Aira langsung mendongak menatap wajah Azlan dan mengangguk


" sama.. berapa lama?" tanya Azlan serius


" Dua bulan,sama kakak.. tapi pacar palsu.. hehehe" jawab Aira sambil tersenyum, azlan sangat geram melihat tingkah gadis cantik tersebut


" kakak berapa banyak pacarnya?" tanya Aira sambil menatap Azlan


" Ga tau.. tapi ga ada yang serius semua palsu,ga ada yang bikin gue jatuh cinta sama mereka" jawab Azlan jujur


" Trus kata orang kakak player..?" tanya Aira polos


" Lo percaya?" tanya Azlan terdengar serius,Aira menggidikkan bahunya


"bisa jadi kan kakak biasa di luar negeri" jawab Aira apa adanya


" kalau gue player kenapa gue ga lakuin sama Lo, yang legal dan hak gue" jawab Azlan sepontan membuat Aira langsung terdiam


" Kakak kan ga suka sama Ara.. dan ga menginginkan pernikahan ini, kalau Ara hamil kan susah buat kita bercerai setelah Ara lulus" jawab Aira polos


Azlan menatap lekat wajah cantik Aira yang tertunduk


" Kalau gue bilang gue suka sama Lo..? ini terakhir kalinya gue denger Lo ucapin kata cerai antara kita,Lo udah memilih masuk dalam kehidupan gue maka akan tetap disini" ucap Azlan dingin


" tapi kakak punya pacar.. kasian pacar kakak pacaran cuma sia- sia" ucap Aira masih menunduk

__ADS_1


" Lo ga mau kalau gue madu?" tanya Azlan sambil tersenyum jahil,Aira menggeleng


__ADS_2