
Pagi hari di mana semua burung berkicauan di setiap pohon nya, membuat gadis yang masih terlelap itu pun terbangun lalu mengusap mata nya pelan sembari mendengar kicauan burung yang berkicauan di pohon dekat jendela nya. kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap ke sekolah nya.
Setelah selesai bersiap gadis itu merapikan penampilan nya di depan cermin besar, ia tengah memasang bandana di kepala nya sebagai hiasan rambut panjang nya yang terurai bebas di punggung nya.
" Sudah cantik kok " ucap seseorang yang suara nya terdengar dari pintu kamar gadis itu yang memiliki nama Diana putri.
" Ah... kakak kapan datang? " tanya Diana merasa malu, kini yang berbicara dengan nya adalah kakak tertua dan dia sudah lama tidak ke rumah membuat hubungan mereka tidak akrab, berbeda dengan kak Talka kakak kedua.
" Tidak usah malu wajar jika perempuan berdandan " ucap nya yang mengetahui wajah malu Diana.
" Iya, kak "
" Kakak mau apa ke sini? " lanjut diana
" Bolehkah kakak mengantar mu adik Diana " pinta Akhazia kakak tertua di keluarga.
" Tentu saja kak, ayo sebelum diana terlambat " ucap Diana yang lalu meraih tas pungung nya yang telah terisi buku-buku mata pelajaran hari ini.
Diana keluar kamar nya lalau di susul oleh Akhazia di belakang nya juga sebagai penutup pintu kamar diana, menuruni anak tangan satu persatu hingga tidak tak tersisa lagi anak tangga. setelah itu melangkah menuju meja makan yang di sana telah terlihat kakak kedua Talka berada di sana.
"Wih,pagi-pagi baru datang sudah suruh anter aja lo,Dino " ledek Talka pada adik nya Diana. Diana yang mendengar itu pun tak tinggal diam saja diana juga membalas nya.
" Biarin, talking tom. bwekk " ledek diana balik membuat talka tertawa namun tidak dengan Akhazia ia terlalu iri melihat adik-adik nya akrab sedangkan diri nya di anggap patung bernafas saja di meja makan itu.
__ADS_1
Akhazia kesal dengan papa nya yang telah mengirim nya ke Amerika hingga menjadi orang asing saja di rumah ini, ia rindu pada adik-adik nya di sana.
" Sudah sudah ayo makan nanti kalian akan terlambat " lerai Akhazia agar ia tak melihat mereka berdua akrap di hadapan nya.
" Iya, ayo gara-gara kak talking tom sih "ucqp diana meyalahkan talka.
" Loh, kok kakak sih kak kamu " balas talka membuat berdepatan akrap kembali di lohat oleh Akhazia.
" Terlambat janagn salahkan kalian " ucap Akhazia lalu menarik kursi dan menduduki nya, ia membalikan piring lalu menaruh makanan yang akan dirinya makan di piring tersebut,hal itu juga di lakukan oleh diana dan talka hingga makanan mereka habis tak tersisa bahkan satu butir nasi pun tidak ada.
" Yuk, diana kakak anter " ucap Akhazia
" Bareng aku aja sekalian kita kan satu arah " tawar talka yang memang mereka satu arah diana ke sekolah SMA nya sedangkan talka ke kampus nya. diana menjawab tawaran talka dengan semangat bahkan tidak sama sekali melirik Akhazia yang berada di samping nya.
" Eh, Dino lo gak kasian liat kak Akha " tanya Talka yang kini tengah mengemudi dan diana duduk di samping talka.
" Mau gimana lagi, diana kan gak deket sama kak Zia " ucap diana sebenar nya ia kasian dengan kak Akhazia kerena tadi ia sudah meminta untuk mengantar diana namun malah diana di antar kak talka.
" Heh, kak Akha kali kak zia emang kakak lo itu cewek " ucap talka membenarkan ucapan diana yang salah dalam memanggil nama kakak nya.
" Sama juga gpp kali " ucap Diana membela dirinya sendiri.
" Udah lah capek berantem sama lo gak selesai selesai " ucap Talka mengalah mana mungkin ia melawan Diana Putri yang jago membalik kan ucapan.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah nya diana ia langsung mendapatkan pelukan dari sahabat nya Rellia yang sudah menunggu diana di depan gerbang sekolah ia Rellia juga melihat acara salam-salam Diana pada sang kakak Talka. setelah acara berpelukan nya selesai mereka berjalan menyusuri koridor sekolah dan berakhir di kantin.
Yah, itu kebiasan nya Diana dan Rellia saat pagi hari nya menyusuri koridor lalu ke kantin dan setelah bel berbunyi baru lah mereka singgah ke kelas.
" Eh, Na nanti ada guru tampan ngajar " ucap Rellia dengan senyum-senyum sendiri, biasa dia membayang kan senyuman memabukan dari pak tampan nanti nya. yang kini mereka berada di kelas berhubung mereka satu kelas.
" Entah " jawab Diana yang tak fokus dengan ucapan Rellia hingga diana menjawab dengan asal. Rellia yang mendengar ucapan Diana dengan gemas nya ia melepaskan jitakan maut dari tangan rellia ke kening Diana.
" Aduh, Rell lo apaan sih main jitak aja " ucap Diana sembari mengusap kening nya yang terkena jitakan maut dari tangan Rellia, yang kini terasa panas.
" Elo sih Na, orang gue bilang buka tanya nying " jelas Rellia dengan kembali mendaratkan jitakan nya di kening Diana kembali membuat si pemilik kening kesal
" Aduh, Rell lo jitak jitak mulu, sini gue jitak juga ya lo " kesal Diana berniat ingin melepaskan jitakan nya di kening Rellia namun sebelum jari diana mendarat pak guru tampan telah memasuki kelas dengan mata tertuju Diana.
" Pagi anak anak " sapa pak guru itu dengan senyum menawan nya membuat para hati perempuan menjadi meleleh hingga menjadi air mengalir, berbeda dengan diana yang cuek saja dengan sapaan dan senyum menawan guru itu ia masih kesal dengan Rellia hingga ia melepaskan kekesalan nya dengan mengimel tidak jelas karena ia tidak jadi menjitak kening Rellia.
Pelajaran di mulai sampai tiba pada waktu nya istirahat, semua murid kelura kelas sstelah pak guru memberikan izin. murid yang paling awal keluar kelas ya dianan namun kali ini ia tidak di ikuti gadis yang menjadi sahabat nya yaitu Rellia ia tengah memperhatikan guru tampan di depan yang kini guru itu tengah memperhatikan murid murid keluar dari kelas begitu juga dengan Diana juga mendapat perhatian dari guru itu.
" Rellia gue pecat ya lo jadi sahabat gue, ya " ancam Diana yang melihat Rellia tak bergerak dari tempat duduk nya bahkan setlah semua para murid keluar.
" Jangan gitu lo na, lo kan sahabat gue yang paling the best " ucap Rellia bermaksud membujuk Diana agar ia bisa berlama lama di tempat duduk itu.
" Mau ngoyot lo di situ " kesal Diana
__ADS_1
bersambung.....