Diana & Arya

Diana & Arya
empat puluh satu


__ADS_3

Sesampainya mobil Arya pada Gapura bertulisan Desa Croncong, nampak didepan Talka bingung pasalnya ia tak tahu rumah mbh Minah dimana dan yang mana? Ia pun berhenti untuk bertanya pada Arya.


Arya melihat Talka berhenti ia pun ikut berhenti dibelakang Talka lalu dilihat lah Talka keluar dari mobil menghampiri Arya.


"Ada apa kak?. "Tanya Arya keluar dari mobil.


"Woy, lo kagak bilang yang mana rumah nya mbh Minah!!. "teriak Talka berhasil menyita waktu penduduk sekitar yang tengah lewat.


"Kan kakak sendiri gak tanya!!. "Teriak Arya juga yang masih menyender mobilnya sembari menyilangkan kaki.


"Parah lo, kalau begitu mana bisa tau gue!!. "kesal Talka dipermainkan Arya, Arya hanya terkekeh sembari kembali memasuki mobil dan menancap gas, sebelum itu ia berhenti disampung Talka.


"Ikutin, aja kak." ucap Arya sembari melajukan mobilnya kembali.


Talka pun mengikuti dari belakang dengan sesekali ia berhenti karena ban nya yang masuk pada lubang karena kemarin malam desa tersebut habis diguyur hujan sedangkan kini Matahari nampak malu-malu.


Beberapa menit Mengendarai mobil kini mobil milik Arya berhenti pada sebuah rumah yang paling kecil dari sejumlah rumah lainnya. Arya nampak ragu dengan rumah didepan nya tapi saat ia melihat bayangan Diana ia menjadi pasti jika itulah rumah mbh Minah.


"Udah sampai Ar..!!. "teriak Talka berjalan menghampiri Arya.


Menganggukkan kepala sebagai jawaban lalu mendekati kerumunan yang ada dirumah mbh Minah, Arya sempat heran kenapa rumah kecil ini bisa dikerumuni banyak penduduk dan jumlah itu bukan hanya sedikit.


Terhenti langkah Arya terhenti setelah ia melihat Diana berjelan keluar dari rumah itu menuju suatu tempat yang entah Arya tidak mengetahui nya, Arya mengikuti Diana dari belakang sesekali ia bersembunyi.


POV Diana


Aku berjalan keluar dari rumah mbh Minah menuju danau Aurellia, tapi ditengah perjalanan aku merasa sedang diikuti saat aku berbalik tidak ada orang sama sekali dibelakang ku itu aneh. Entah lah perasaan ku saja mungkin.


Aku melanjutkan perjalanan ku dengan perasaan yang masih sama tapi kali ini aku mencoba untuk mengabaikan nya mungkin para penduduk yang ingin pergi kesawah dan kebetulan searah dengan ku. Pikir ku tak mau berpusing pusing.


Sesampai nya pada danau indah nan sejuk yang diberi nama oleh Diana yaitu, Aurellia danau itu sangat lah indah lengkap sudah dengan pohon besar tertanam disamping danau itu, suasana yang sejuk ditampah dengan sinar matahari yang malu-malu menampakan diri.


"Kalau pun gua mau pergi dari sini hari ini juga, gue harap ada danau seindah ini walau itu tidak mungkin kota besar mempunyai danau ini dan juga udara yang sejuk. " Ucap aku teringat akan ucapan pria berbaju hitam yang mengakatan bahwa aku akan kembali kekota hari ini, benar atau tidak aku belum mengerti.


Grepppp........


Tiba-tiba mata ku tertutup namun aku merasa tidak pingsan karena aku merasakan seseorang membisiki ku.

__ADS_1


"Hallo, jumpa lagi! Apa kau baik-baik saja.... "biaik nya dengan hembusan nafas hangat terasa ditelinga ku.


Seketika aku terperangah ingin ku melompat melepaskan tangan yang menutup mata ku namun tidak bisa karena posisi ku yang tidak tepat saat ini.


"Hei siapa kau!!! Lepaskan aku. Atau kau mau ku buat.... "ucap Diana terhenti sejenak ia sedang berpikir mau diapakan penjahat ini saat mengetahui wajah nya nanti.


"Buat apa??. "tanya nya masih berbisik dengan ku, sungguh ya ingin sekali aku tonjok mukanya biar gak bisik bisik lagi. Batin ku kesal.


"Lepas!!! Lepasin!!!. "teriak ku hingga terlepaslah tangan dari mata ku, aku terkejut ternyata aku masih bisa melihat mentari yang indah ini apalagi danau sejuk ini.


Tersadar bahwa ia masih kesal pada seseorang dibelakang nya, Aku segera membalikan badan dengan tangan yang sudah siap menonjok tepat dibagian hidung.


"Hei... Udah dijemput mau ditonjok juga?." ucap orang itu yang tak lain seorang Arya.


"Salah siapa main bisik-bisikan. "kesal ku. "Lagi pula lo telat jemput gua, gua dah terlanjur sayang ma rumah mbh Minah. " ucap ku enggan pergi dari rumah ini.


"Terus... "


"Ya, gua gak mau pergi. Dari dulu kek jemput nya jadiakan gua belum sayang ma ni tempat. "cemberut ku sembari melipat tangan dikedua dada.


Terdiam aku terdiam mendengar ucapan Arya, dilanda dilema disatu sisi aku ingin pulang dan disisi lain rumah mbh Minah sudah menjadi rumah ku dan juga mbh Minah yang hanya tinggal sendirian aku jadi takut untuk meninggalkan nya.


"Lo bodoh sih... Jemput gua gak tepat. Gara-gara lo gua bingung. Aaaa..... Arya bodoh!!!." teriak ku bingung dilema itu menghantui ku aku sungguh bingung hanya waktu yang salah tapi Arya juga salah dia bodoh.


Arya melihat Diana yang dilanda dilema menjadi bersalah, niat nya menggunakan jurus pamungkasnya telah gagal kini menjadi kacau Diana memukul mukul Arya sangking bingung nya.


"Hei... Tenang gue punya solusinya!!. "ucap Arya menenangkan Diana, dan benar saja aku langsung tenang Ku tatap manik indah milik nya hingga membuat pemilik gugup.


"Solusinya apa?." tanya ku dingin aku sangat yakin kalau solusinya sama dengan tujuan ia berada disini.


"Kita kekota!!. " tanpa aba-aba Arya menarik Diana lalu berlari hingga reflek Diana pun ikut berlari.


POV Diana off


"Hei! Lo gila ya, udah gua bilang gua gak mau pergi ntar mbh Minah nya gimana?. "tanya Diana tak digubris oleh Arya dia masih saja terus berlari dengan tangan mengengam tangan Diana.


"Stop!! "sekali lagi ucapan Diana hanya angin lalu bagi Arya tak gubris sama sekali olehnya. "Arya stop!!. "teriaknya dengan sedikit tenaga menghentikan langkah kaki nya yang terus berjalan mengikuti arah jalan Arya.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat mereka mobil Arya terpapang jelas, Diana melihat itu mencoba melepaskan tangan Arya dari tangan nya agar tak sampai pada mobil itu. Terdengar suara mbh Minah berteriak menegur Arya yang membawa Diana dengan cara menarik.


Saat Diana sudah didalam mobil Diana melihat Talka membawa mbh Minah juga kedalam mobilnya hal itu membuat Dina kesal.


"Kenapa gak bilang kalau kak Talka ada disini!!. "kesal Diana masih saja melihat kearah belakang.


"Lo gak tanya." jawab Arya sembari melajukan mobil meninggalkan rumah mbh Minah.


"Dasar, talking tom gak bilang kalau mau jemput, awas dirumah nanti!!. "ancam Diana dengan sorot mata tajam menatap mobil yang sedari tadi berada dibelakang mobil Arya.


"Mau lo apaain kakak lo?."


"Kepo!!. "jawab Diana menjulurkan lidah. Arya hanya diam namun dalam hati ia senang bisa melihat Diana kembali tanoa harus melalui komputernya.


"Eh.... Nanti pulang lanjut nulis aja lah punya ide bagus nih. "gumam Diana yang terdengar oleh Arya walu sedikit samar.


"Nulis apa?" tanya Arya tetap menatap lurus kearah depan, Diana menatap Arya beberapa detik lalu kembali menatap luar jendela.


"Nulis novel."


Oh, si dino suka baca nulis novel. Batin Arya


"Lo suka nulis?,masak sih Dinosaurus suka nulis yang ada suka marah-marah. "ledek Arya, entah mengapa ia sangat suka meledek dan menjaili Diana bahkan saat ini juga ia ingin meledeknya.


"Oh... Meremehkan seorang Diana Putri yang cantiknya kelewatan ini kok diremehkan" ucap Diana dengan PD-nya.


"PD sekali anda. "ucap Arya berdecak.


Emang benar ucapan Diana jika ia memiliki paras yang tak bisa dipungkiri kecantikan nya, dengan kulit putih, hidung mancung, pipi tembem, wajah cantik nan juga imut membuat siapa saja terpesona dibuatnya.


Namun sayang, Diana suka menutupi kecantikan nya entah dengan cara apa yang terpenting tidak terlihat cantik namun berbeda saat disekolah Diana akan terlihat sangat lah cantik tapi cuek.


"Mang kenyataan. "cetus Diana dan Arya hanya tersenyum tipis.


Bersambung......


Bagi. Like, Komen, Vote, Favorit, dan Rate bintang lima yah.

__ADS_1


__ADS_2